Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Allah Akan Tampakkan Kelak Di Akhirat Apa Yang Tersembunyi Di Hati

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Antara Bodoh dan Mudah…

1 + 1  = …….?
0 x 1  = …….?
2 – 1   = …….?
12 : 3 = …….?

Menjawab Pertanyaan di atas pasti mudah bagi anda. Namun demikian anak kecil bisa jadi susah menjawabnya.

Nah Islam tuh mudah , dan ringan, namun bagi siapa dulu ?

👉🏼   Orang yang dapat hidayah dari Allah maka mudah, namun orang yang pintu hatinya tertutup maka susah memahami apalagi menerimanya.

Al Qur’an tuh dimudahkan untuk dihafal, tapi bukan berarti semua orang mudah menghafalnya.

Bila demikian adanya, sudah saatnya anda bercermin bila merasa susah menghafal Al Qur’an atau memahami ilmu agama atau mengamalkannya.

Bukan Islamnya, atau Al Qur’annya atau ilmunya yang susah, tapi akal dan nafsu andalah biangnya.

Karena itu jangan jadikan mudah atau susahnya suatu ilmu untuk anda pahami atau diamalkan sebagai standar benar atau salah.

👉🏼   Benar atau salah diukur dengan dalil.

Semoga bermanfaat.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Senantiasa Menjaga Hati

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Akan Ditanya Dalilnya Dari Rosul…

قال الشيخ ابن عثيمين
رحمه الله:

“طالب العلم يجب عليه أن يتلقَّى المسائل بدلائلها
وهذا هوالذي يُنجيه عند الله سبحانه وتعالى
لأن الله سيقول له يوم القيامة:
{مَاذَا أَجَبْتُمُ الْمُرْسَلِينَ}
ولن يقول: ماذا أجبتم المؤلِّفَ الفلاني”

الشرح الممتع(1 /16)

Syaikh ibnu Utsaimin berkata:

Penuntut ilmu wajib mengambil semua permasalahan dengan dalil-dalilnya. itulah yang akan menyelamatkannya di sisi Allah. Karena Allah akan berfirman pada hari kiamat:

ماذا أجبتم المرسلين

Apa yang kalian jawab dari para rosul ?

Allah tidak mengatakan: Apa yang kalian jawab dari penulis buku ini dan itu.

(Syarah Mumti’ 1/16)

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc  حفظه الله تعالى 

Tawakkal dan Usaha…

Imam Ibnu Taimiyah berkata:

Menyandarkan diri kepada sebab/sarana adalah bentuk kesyirikan dalam hal tauhid, mengingkari peran sebab pada akibatnya adalah bentuk nyata kerdilnya nalar pikiran, dan mengabaikan semua bentuk sarana adalah wujud nyata dari celaan terhadap syari’at.

Yang benar, setiap orang hamba diperintahkan untuk bertawakkal, berdo’a, memohon dan mengharap hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dan Allah-lah yang akan mentakdirkan untuknya sarana tercapainya keinginan yang ia inginkan, bisa berupa do’a orang lain atau selainnya.

(Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah 1/131)

Selamat direnungkan, dan kemudian direnungkan, dan terus direnungkan, semoga bermanfaat.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Waro’ Itu..

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

فضل العلم خير من فضل العبادة، وخير دينكم الورع

Keutamaan ilmu lebih baik dari keutamaan ibadah dan sebaik-baik agamamu adalah waro’…” (HR AlHakim, shahih targhib)

👉🏼   Waro’ adalah meninggalkan semua perkara yang dikhawatirkan akan merusak akherat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Abu Hurairah:

يَا أَبَا هُرَيْرَةَ؛ كُنْ وَرِعًا تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ

Hai Abu Hurairah, bersikap waro’lah niscaya kamu akan menjadi manusia yang paling beribadah.” HR ibnu Majah.

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى 

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Senantiasa Memperhatikan Apa Yang Masuk Dan Keluar Dari Hatinya

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Kaidah Ushul Fiqih Ke 37 : Sanksi Bagi Yang Zholim…

Pembahasan ini merujuk kepada kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-36) bisa di baca di SINI

=======

🍀 Kaidah yang ke 37 🍀

👉🏼   Orang yang berbuat ihsan tidak ada jalan untuk memberinya sanksi. Sebaliknya orang yang zholim.

Kaidah ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:

ما على المحسنين من سبيل

Tidak ada bagi orang yang berbuat ihsan itu jalan (untuk menghukumnya).” (Attaubah:91).

Contoh kaidah ini adalah:
⚉    Apabila ada orang yang menggali sumur jauh dari jalan lalu lalang untuk keperluan air minum warga setempat. Lalu ada orang yang jatuh ke dalam sumur tersebut dan meninggal, maka tidak ada kewajiban mengganti rugi.

⚉    Bila ada orang yang memasang tiang listrik di pinggir jalan untuk kepentingan masyarakat setempat, lalu ada orang yang menabrak tiang tersebut dan meninggal. Maka tidak ada ganti rugi.

⚉    Sebaliknya orang zholim wajib diberikan sanksi. Seperti bila ada orang yang sengaja menggali sumur di tengah jalan agar orang celaka. Atau membuat jebakan. Maka ia wajib mendapat hukuman.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page:
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/
.
KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP

Antara Urusan Akhirat dan Urusan Dunia…

Rejeki sudah dijamin, mengapa dipikir sungguh-sungguh ? Sedang urusan surga belum ada jaminan, mengapa tidak sungguh-sungguh ?

Demikian pernyataan sebagian orang, seakan itu adalah idiologi yang haqul yaqin tidak boleh dibantah atau minimal diragukan lagi. Padahal ucapan di atas nyata nyata menyelisihi dalil, diantaranya sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

مَا مِنْكُمْ من أَحَدٍ إِلا وَقَدْ كُتِبَ مَقْعَدُهُ مِنَ النَّارِ أَوِ الْجَنَّةِ ” . فَقَالَ رَجُلٌ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلا نَتَّكِلُ ؟ قَالَ : ” اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ ,

Tiada seorangpun dari kalian melainkan telah dituliskan tempat duduknya di neraka atau di surga.” Spontan salah seorang lelaki bertanya: “wahai Rasulullah, bila demikian apa tidak lebih baik kita berpangku tangan saja ?” Beliau menjawab: “beramallah, karena setiap orang akan dimudahkan untuk menemui apa yang telah ditaqdirkan untuknya.”  (Muttafaqun Alaih)

Jadi, masihkah ada dikotomi antara taqdir urusan akhirat dari taqdir urusan dunia ?

Memotivasi agar masyarakat lebih semangat dalam urusan akhirat, tidak perlu menafikan status taqdir dalam urusan dunia.

Lalu yang benar bagaimana ?

Simak metode Imam Ibnu Al Qayyim dalam menunaikan misi mulia di atas; memotivasi akhirat tanpa mengingkari taqdir dalam urusan surga dan neraka. beliau bekata:

يهتمون بما ضمنه الله ولا يهتمون بما أمرهم به, ويفرحون بالدنيا ويحزنون على فوات حظهم منها ولا يحزنون على فوات الجنة وما فيها ,ولا يفرحون بالإيمان فرحهم بالدرهم والدينار

Mereka begitu peduli dengan urusan yang telah Allah jamin untuk mereka, namun mereka kurang peduli dengan urusan yang Allah perintahkan mereka dengannya.

Mereka girang dengan urusan dunia, dan berduka bila gagal mendapatkan bagian darinya. Namun mereka tidak berduka bila kehilangan kesempatan mengapai surga dan kenikmatan yang ada di dalamnya.

Mereka tidak girang dengan urusan iman, kegirangan mereka hanyalah urusan dirham dan dinar.

(Al Fawaid Ibnu Al Qayyim 157)

Semoga bermanfaat.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Mengapa Ucapan Salafushalih Lebih Bermanfa’at..?

قيل لحمدون القصار الزاهد :

Hamdun Al Qoshor ditanya:

ما بال كلام السلف أنفع من كلامنا ؟

Mengapa ucapan salaf lebih bermanfa’at dari ucapan kita ?

قال : لأنهم تكلموا لعز الإسلام ونجاة النفوس ورضا الرحمن

Hamdun berkata, “Karena mereka berbicara untuk kemuliaan Islam, menyelamatkan diri (dari neraka) dan untuk keridloan Arrohman.

ونحن نتكلم لعز النفس وطلب الدنيا وقبول الخلق

Sedangkan kita berbicara untuk memuliakan diri sendiri, mencari dunia dan agar diterima manusia.”

(Hilyah Auliya)

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Menebar Cahaya Sunnah