Dengan Apa Mensyukuri Nikmat Allah..?

1. Dengan hati yaitu yakin nikmat murni dari Allah bukan karena aku, jangan seperti Qorun yang mengatakan “aku bisa (kaya) seperti ini karena aku punya ilmu” yang ngasih rizki tuh Allah. Ketika ada orang mengatakan “saya ini sehat karena setiap hari saya lari” Ingat itu sebab tapi yang memberi kesehatan adalah Allah

2. Mensyukri nikmat dengan lisan sebagaimana Rasulullah jika mendapatkan nikmat beliau mengucapkan :

“‏الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ”

“Segala puji bagi Allah, dengan nikmat-Nyalah segala kebaikan menjadi sempurna.” (*)

Ketika Rasulullah mendapati hal yang dia tidak sukai maka beliau mengatakan

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

“Segala puji bagi Allah atas setiap keadaan” (**)

Lisan harus senantiasa memuji Allah atas segala nikmat yang Allah berikan apapun, makanya usai makan ucapkan Alhamdulillah habis bangun tidur kita ucapkan Alhamdulillah

3. Bersyukur dengan raga kita, kita nih dikasih kaki oleh Allah maka gunakan fasilitas itu untuk ke rumah Allah seperti pegawai yang dikasih fasilitas mobil lalu dia ke kantor tapi dia menggunakan mobil untuk ke cafe tentu akan dimarahin .. bagaimana dengan fasilitas yang Allah berikan untuk kita..?

Coba renungkan, kaki kita lebih sering ke pasar apa lebih sering ke masjid ? tanyakan kepada diri kita ! agar kita tau sudahkah kita mensyukuri nikmat ?

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Antara Sungkeman dan Menyungkur Mencium Kaki Orangtua…

Ada seorang lelaki yang menyambut ibunya di bandara dengan menyediakan karpet merah dan setangkai bunga.
Ketika sang ibu sampai di ujung karpet dimana si anak menunggu, si anak pun langsung menyungkur (dari posisi berdiri) untuk mencium kaki sang ibu.

Perbuatan lelaki tersebut pernah diupload ke youtube dan mengundang tanya: Bagaimana hukum menyungkur seperti itu?

Syaikh Shalih Fauzan ditanya tentang hal tersebut dan menjawab dengan beberapa poin penting:

1. Tidak boleh menyungkur sujud kepada yang selain Allah..

2. Menyungkur sujud kepada ibu dari posisi berdiri, untuk mencium kakinya tidak boleh, karena menyungkur sujud hanya boleh dilakukan kepada Allah. Selain itu, terdapat unsur berlebihan..

Lalu, bagaimana kalau si anak dalam posisi duduk dekat paha/kaki (tidak berdiri) kemudian menciumnya -dalam rangka menghormatinya- (seperti sungkeman -pen)..?

Syaikh mengatakan, “hal itu maka tidak mengapa..”

Beliau menambahkan:
“Boleh mencium tangan orang tua, seorang guru/ulama dengan tunduk sedikit..”

https://www.youtube.com/watch?v=JLryHx3vR3M

Ustadz Muflih Safitra Lc, حفظه الله تعالى

40 Tahun…

Biasanya orang yang sudah berumur 40 tahun sudah mulai lupa dengan orangtuanya, dia sudah tidak lagi butuh sama bapak dan ibunya dia sudah mapan hidupnya dia sudah punya keluarga sendiri sehingga dia sudah tidak berpikir kepada ke-2 orangtuanya, 1 kota dia hanya bertemu dengan orangtuanya seminggu sekali

Usahakan yang sudah mulai berumur 40 tahun yang merasa hidupnya sudah nyaman dan sudah mulai lupa dengan orangtuanya ingat sama orangtua mungkin engkau tidak bisa seperti sekarang ini, ada doa orang tuamu ada usaha orangtuamu sehingga engkau bisa memiliki harta

Biasanya kalau orang sudah berkeluarga beli hadiah buat istri dan anak – anaknya, ke toko emas beli gelang buat istrinya, buat orangtuanya “Ibu sudah tua ustadz, tidak butuh sama emas – emasan” kau tidak belikan emas maka belikan yang lain buat ibumu berikan duitnya buat orangtuamu, ingat sama orangtuamu jangan merasa tidak butuh

Banyak anak – anak yang durhaka setelah umur 40 tahun, bapaknya dari kampung didatangkan, ibunya pun juga didatangkan dari kampung ditaruh dirumah yang mewah, sebagai apa?
Ibunya sebagai perawat anak – anaknya
Bapaknya sebagai tukang kebun di rumahnya

Subahanallah

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Cara Beribadah Dengan Sifat Allah – AL KALAM

Berikut ini merupakan rekaman dari ceramah agama Ustadz Abu Yahya Badrusalam حفظه الله تعالى sekaligus kajian kitab Mausu’ah Fiqh Al-Qulub (موسوعة فقه القلوب) karya Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri.

DAFTAR ISI LENGKAP — Bagaimana Cara Beribadah Dengan Nama dan Sifat ALLAH

Suami Ibu Sulit Diajak Ngaji (Belajar Agama)..?

COBA CARA INI…
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Ibu yang dirahmati Allah,
Selamat, jika di rumah ibu ada suami yang shalih. Jika tidak, maka siapa tahu suami ibu bisa jadi ladang pahala dakwah, jika ibu bersabar untuk membuatnya berubah seperti yang ibu minta.

Mungkin ibu merasa sudah mulai putus asa menasehatinya. Tapi ada baiknya ibu tidak hanya menilai dirinya saja. Bisa jadi rupanya cara ibu mengajaknya yang belum ‘asik’ dan lebih banyak marahnya ketimbang menyenangkan hatinya.

Ana ingin berbagi beberapa tips untuk ibu ajak suami ngaji alias belajar agama. Siapa tahu ibu bisa praktekkan & berhasil mengubah dirinya. Kalau nanti berhasil, jangan lupa doakan ana ya…

Tipsnya:

1⃣ Ajak kajian ke asatidzah yang komitmen dengan sunnah dan penyampaiannya tetap asik dan seru untuk orang-orang ‘baru mau coba-coba’. Ana tidak berani sebut nama ustadznya, karena itu juga kadang tergantung selera.
Tujuan: Biar dia mau datang lagi di pertemuan berikutnya.

2⃣ Ajak suami ke kajian yang materinya kekinian, mudah diterima & bisa langsung diterapkan sepulang dari sana.
Tujuan: Mengubah mindsetnya bahwa belajar agama itu ya begitu-begitu saja.

3⃣ Cari teman lamanya yang sudah lebih dahulu ngaji, seperti teman kecil, teman gaul, atau teman SMA, lalu hubungkan ke dia.
Tujuan: Agar suami ibu yakin, belajar agama itu akan bikin dia jadi baik, seperti teman-temannya. Mungkin berikutnya ibu pun tidak akan susah payah mengajaknya, karena di kajian nanti dia ingin belajar agama sambil ketemu teman lama.

4⃣ Minta Ustadz atau ikhwan yang ramah (lewat istri mereka), agar mereka mengajak suami ibu kenalan, ngobrol, bercanda, duduk bersama, pakai baju kembaran, dll.
Tujuan: Agar suami ibu tahu, DIA TAK SENDIRI.

5⃣ Rangkaikan agenda jalan-jalan, makan bareng, quality/family time, sebelum atau sesudah kajian.
Tujuan: Membuat perjalanan ke majelis ilmu asik dan menyenangkan.

6⃣ Nyatakan padanya “AKU AJAK KAMU KE KAJIAN KARENA AKU INGIN KITA TETAP SUAMI ISTRI DI SURGA NANTI, SAYANG…”
Tujuan: Menggugahnya tepat di hatinya.

7⃣ Doakan dia. Jangan pernah mengeluhkan tentangnya, jika doa ibu pun belum pernah ada.
Tujuan: Agar dia mendapat hidayah-Nya.

?Jika ada suami yang tanya bagaimana tips untuk istrinya, maka jawabannya tinggal diganti posisi saja.
?Share ke ibu-ibu yang sekiranya membutuhkan, supaya jadi pahala kita bersama.
_________________________
Muflih Safitra, حفظه الله تعالى

Kiat Merasa Lezat Membaca Ayat…

Sobat, bisa jadi anda senasib dengan saya, betapa sering membaca Al Qur’an namun ayat ayat yang anda baca terasa hampa dan hambar. Seakan semuanya hanya berlalu di lisan, sedangkan jiwa atau hati tetap saja tertutup bahkan sekedar terketuk saja tidak.

Mengkhatamkan Al Qur’an berkali-kali, namun tetap saja iman tidak bertambah, amal tetap malas, dan akhlaq tetap saja buruk.

Padahal setiap orang yang benar benar beriman, setiap kali dibacakan atau membaca Al Qur’an, jiwa mereka terguncang, hati mereka bergetar, dan semangat mereka untuk beramal berkobar-kobar. Allah Taala berfirman:

ِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal.” (Al Anfaal 2)

Anda menyadari bahwa saat ini diri atau tepatnya jiwa anda sedang sakit ? Anda mau obatnya ?

Mudah kok, dan tentu saja murah, obatnya ada pada ayat ketiga dan keempat dari surat Al Anfaal:

الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ {3} أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

“(yaitu) orang-orang yang mendirikan salat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.” (Al Anfaal 3-4)

Dan untuk menyempurnakan kesembuhan jiwa anda, maka setiap kali anda membaca ayat Al Qur’an, ajak jiwa anda untuk ikut membaca, bukan hanya lisan anda. Hadirkan jiwa anda, pusatkan pikiran anda pada ayat ayat yang anda baca, apalagi bila anda memahami artinya, maka camkan dan renungkan maknanya, niscaya iman segera merasuk ke dalam jiwa anda dan semangat beramalpun berkobar. Karena ketahuilah bahwa hanya orang-orang yang demikian itu yang dapat mengambil peringatan dari Al Qur’an: Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَن كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (Qaaf 37)

Selamat mencoba, semoga bertambah iman dan bertambah semangat anda untuk beramal lillah Azza wa Jalla.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Sedikit Yang Pandai Bersyukur…

(وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ‌)

“Dan sedikit dari hambaku yang pandai bersyukur”

Rutinitas nikmat Allah ini akan dirasakan besarnya ketika rutinitas itu berhenti contoh : “kita tiap hari bisa menggerakkan tangan kita suatu hari kita tabrakan, dan tangan kita tidak bisa bergerak, sebulan di rumah sakit, sebulan kemudian teman kita ada yang berkunjung bertanya :
Assalamualaikum
Wa’alaiukum salam
“Gimana kondisi antum” ?
Yang sakit ini mengatakan : “Alhamdulillah, saya sudah bisa menggerakkan jari telunjuk saya”

Bisa menggerakkan jari telunjuk dia mengatakan Alhamdulillah, puluhan tahun jari telunjukmu bisa bergerak tapi engkau tidak merasakan itu nikmat ?

Orang yang kena struk, awal kena struk dia harus berhari – hari diterapi , setelah melakukan terapi sebulan dan bisa jalan walaupun bisa maju satu langkah saja dia mengucapkan “Alhamdulillah” jika ditanya bagaimana keadaan ibu? “dia mengatakan “Alhamdulillah saya sudah bisa berjalan dua langkah” ribuan langkah engkau telah lakukan dan mana syukurmu terhadap Allah Jalla Jalaaluh?

Tiap hari kita makan suatu saat ketika perut kita tidak bisa mencerna makanan karena kena maag, kita bingung cari obat ke dokter kemana mana, subahanallah itu nikmat yang Allah berikan yang harus kita syukuri.

Banyak nikmat Allah yang tiap hari kita rasakan namun kita belum mensyukuri…

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Perkataan Ini Nampak Bijak, Tapi Sebenarnya SYUBHAT Yang Mudah Dikoyak…

Berkata sebagian orang:
** Karena dianggap bid’ah, peringatan hari besar Islam ditiadakan. Akhirnya yang tersisa hanyalah acara hari besar orang kafir, seperti paskah, kenaikan Yesus, dll.

** Karena dianggap bid’ah, spanduk acara Maulid ditiadakan. Yang tersisa hanyalah spanduk-spanduk Natalan.

** Karena dianggap bid’ah, segala bentuk keramaian yang berbau Islam, seperti rebanaan di masjid, lantunan ayat-ayat Al-Qur’an dari speaker masjid, dihilangkan. Akhirnya yang tersisa adalah lonceng gereja dan nyanyian-nyanyian kristiani.

Berpikirlah bijak.

JAWABAN:
Bid’ah itu memang dilarang dalam syari’at. Bid’ah itu diwanti-wanti oleh Nabi untuk dijauhi dalam berbagai kesempatan khutbah Jum’at, bahkan saat khutbah nikah.
Artinya ya bid’ah itu dilarang.

Tidak bermakna kalau sesuatu itu dilarang, lalu tersisa yang tidak sesuai keinginan, lantas yang dilarang berubah dibolehkan.

Sangat simple memahaminya…
Menyontek saat ujian dilarang.
Jika yang tersisa hanya anak-anak kurang cerdas yang tinggal kelas, apa orangtua mereka pantas berdemo agar sekolah mengubah aturan ujian, dan nyontek jadi dibolehkan?

Berpikirlah bijak. Jangan lupa berpikir cerdas juga.
_________________________
Muflih Safitra, حفظه الله تعالى

Orang Bodoh Mentahzir Orang Berilmu, Bukan Hal Baru…

Suatu hari Imam Syafii bersenandung dengan beberapa bait-bait sya’ir:

ومنزلة السفيه من الفقيه
كمنزلة الفقيه من السفيه
فهذا زاهد في قرب هذا
وهذا فيه أزهد منه فيه
إذا غلب الشقاء على سفيه
تنطع في مخالفة الفقيه

“Kedudukan orang pandir di hadapan ulama’
serupa dengan kedudukan ulama’ di hadapan orang pandir.
Orang pandir merasa tiada perlu mendekat kepada ulama’
dan ulama’ lebih tidak perlu tuk mendekat kepada orang pandir.
Bila sial telah kelewat batas pada diri orang pandir.
ia kan memaksakan diri untuk slalu menyelisihi ulama’.”

Ya demikianlah bumbunya kehidupan, orang pandir merasa rugi bila berdekatan dengan orang berilmu, padahal sejatinya yang paling sering merugi atau susah tuh ulama’ bila hidup dekat dekat dengan orang pandir.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah