1. Dengan hati yaitu yakin nikmat murni dari Allah bukan karena aku, jangan seperti Qorun yang mengatakan “aku bisa (kaya) seperti ini karena aku punya ilmu” yang ngasih rizki tuh Allah. Ketika ada orang mengatakan “saya ini sehat karena setiap hari saya lari” Ingat itu sebab tapi yang memberi kesehatan adalah Allah
2. Mensyukri nikmat dengan lisan sebagaimana Rasulullah jika mendapatkan nikmat beliau mengucapkan :
“الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ”
“Segala puji bagi Allah, dengan nikmat-Nyalah segala kebaikan menjadi sempurna.” (*)
Ketika Rasulullah mendapati hal yang dia tidak sukai maka beliau mengatakan
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
“Segala puji bagi Allah atas setiap keadaan” (**)
Lisan harus senantiasa memuji Allah atas segala nikmat yang Allah berikan apapun, makanya usai makan ucapkan Alhamdulillah habis bangun tidur kita ucapkan Alhamdulillah
3. Bersyukur dengan raga kita, kita nih dikasih kaki oleh Allah maka gunakan fasilitas itu untuk ke rumah Allah seperti pegawai yang dikasih fasilitas mobil lalu dia ke kantor tapi dia menggunakan mobil untuk ke cafe tentu akan dimarahin bagaimana dengan fasilitas yang Allah berikan untuk kita ?
Coba renungkan, kaki kita lebih sering ke pasar apa lebih sering ke masjid ? tanyakan kepada diri kita ! agar kita tau sudahkah kita mensyukuri nikmat ?
Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى