Aplikasi Android BBG AL ILMU…

Bismillahirrahmannirrahim…

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Yuk download aplikasi BBG AL ILMU ke dalam androidmu…

Aplikasi ini berisi kajian berupa tulisan, audio/video, poster dakwah, dll, juga ada beberapa katagori khusus yang kami siapkan (drop down menu), diantaranya:
– Bagaimana Beribadah Dengan Nama dan Sifat Allah (audio)
– Kaidah Ushul Fiqih
– Ilmu hadits, dll

yang in-syaa Allah bermanfaat bagi penuntut ilmu.

Yuk di download dan di share ke teman, shahabat dan handai taulan kita di

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bbg.alilmu

Semoga Bermanfaat.. Jangan lupa di share yah.

Dalam salah satu hadits, Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wasallam bersabda :

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan.” [HR. Muslim, 3509]

Yang ini ya Icon-nya… (Surau Intermedia)

Cara Beribadah Dengan Sifat Allah – AL BASHOR

Berikut ini merupakan rekaman dari ceramah agama Ustadz Abu Yahya Badrusalam حفظه الله تعالى sekaligus kajian kitab Mausu’ah Fiqh Al-Qulub (موسوعة فقه القلوب) karya Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri.

DAFTAR ISI LENGKAP — Bagaimana Cara Beribadah Dengan Nama dan Sifat ALLAH

Cara Beribadah Dengan Sifat Allah – AL IROODAH

Berikut ini merupakan rekaman dari ceramah agama Ustadz Abu Yahya Badrusalam حفظه الله تعالى sekaligus kajian kitab Mausu’ah Fiqh Al-Qulub (موسوعة فقه القلوب) karya Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri.

DAFTAR ISI LENGKAP — Bagaimana Cara Beribadah Dengan Nama dan Sifat ALLAH

Agar Kehidupan Suami Istri Baik Dunia Akhirat

Agar kehidupan suami istri baik dunia akhirat, maka harusnya suami menjalankan kewajibannya sebagai kepala keluarga dan memimpin istri dan anak-anaknya untuk menjalankan syariat-Nya sebaik mungkin.

======

“Tidak diragukan lagi, bahwa ketaatan seorang istri kepada suaminya adalah kewajiban, seorang istri dalam berinteraksi dengan suaminya harus taat dan menerima, dia harus mengalah, menunduk kepadanya. Sebaliknya harusnya seorang suami tidak menunduk kepada istrinya, harusnya bukan dia yang merendah, karena pada yang demikian ada banyak mafsadah.

Para qodhi (hakim) yang membicarakan kasus-kasus taatnya suami kepada istri, dan dominasi istri atas suami sebagai efek (negatif) darinya; pada akhirnya si istri tersebut malah tidak puas dengan suami yang selalu taat kepadanya.

Suami yang berinteraksi dengan beragam kebaikan untuk istri, tapi istri membuatnya taat kepada apapun yang diinginkannya; pada akhirnya istri itu malah membenci suami yang demikian.

Karena wanita itu tabiatnya butuh kepada seorang yang mengaturnya, jika seorang suami melakukan tugas ini kepadanya, mendidiknya dengan tegas, dan dia berjalan bersamanya pada hal-hal yang diperintahkan Allah -jalla wa’ala-, maka sungguh akhir yang baik akan didapatkan oleh keduanya..”

[Sumber: kaset dengan judul Al-Asalib Asy-Syar’iyyah fit Ta’amul Ma’an Nas, menit 31, detik 44]

———

Ingatlah selalu firman Allah ta’ala yang artinya:

“Teman-teman akrab pada hari (kiamat) itu, sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa..”
[Az-Zukhruf:67].

Dan temasuk diantara teman akrab adalah suami dengan istrinya, dan ayah dengan anaknya.

Ingat juga firman Allah yang artinya:

“Pada hari (kiamat), ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya..” [Abasa: 34-36]

Mereka lari dari orang-orang terdekatnya, karena takut melihat banyaknya hak dan kewajiban yang belum ditunaikan kepada mereka, wallahu a’lam.

Oleh karenanya, marilah kita berusaha menunaikan kewajiban kita sebagai suami dan ayah sebaik mungkin, karena kita akan mempertanggung-jawabkan itu di hadapan Allah azza wajall..

Semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita semua, amin.

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Cara Beribadah Dengan Sifat Allah – AL ‘ILMU

Berikut ini merupakan rekaman dari ceramah agama Ustadz Abu Yahya Badrusalam حفظه الله تعالى sekaligus kajian kitab Mausu’ah Fiqh Al-Qulub (موسوعة فقه القلوب) karya Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri.

DAFTAR ISI LENGKAP — Bagaimana Cara Beribadah Dengan Nama dan Sifat ALLAH

Tikus Mati Di Lumbung Padi…

Pepatah ini mungkin pernah anda ucapkan, atau paling kurang anda dengarkan.

Sobat, andai tikus bisa bercerita atau minimal menuliskan perasaannya. Kira kira apa dan bagaimana perasaannya di saat menghadapi ajal di lumbung padi, yang penuh dengan “sumber penghidupan” ?

Namun sayangnya tikus tidak dapat bercerita atau menuliskan pengalamannya. Karena itu izinkan saya bertanya kepada anda, andai anda yang mengalami hal tersebut. Ajal menjemput ditempat yang selama ini anda duga menjadi “sumber penghidupan”. Kira kira apa dan bagaimana perasaan anda ? Pesan atau wasiat apa yang hendak anda sampaikan kepada orang di sekitar anda ?

Sobat, ketahuilah bahwa dunia beserta isinya inilah tak ubahnya bak lumbung padi itu. Dunia tempat anda hidup ini, barang kali telah mencuri simpati anda, sehingga anda terperdaya. Anda bejuang, banting tulang, peras keringat, pergi pagi pulang petang, semua itu demi meluaskan “lumbung padi” anda. Namun toh demikian, cepat atau lambat, ajal pasti menjemput anda, walaupun anda sedang menikmati kekayaan dunia yang anda kumpulkan.

Bisa jadi ajal menjemput anda di saat anda menyantap makanan lezat atau meneguk minuman segar nan bergizi atau minuman suplemen, atau bisa pula ketika anda sedang asyik bercumbu rayu dengan bidadari pujaan hati anda. Bila ajal benar benar telah menjemput maka semua kilau dan gemerlap dunia kan sirna. Di depan mata anda hanya terbentang dua jalan; jalan ke surga dan jalan ke neraka.

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

Kalian semua telah dilalaikan oleh perlombaan memperbanyak harta kekayaan

حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ

Hingga tiba saatnya nanti ketika kalian masuk ke dalam kuburan. ( At Takatsur 1-2)

Sobat! Silahkan anda memilih, akankah suatu saat nanti anda meninggal dengan mengenaskan karena ternyata kekayaan dunia yang anda puja tidak dapat melindungi anda. Ataukah anda memilih untuk menghadapi kematian dngan senyuman bahagia yang terkulum di bibir, karena anda mendapat kabar gembira bahwa anda segera memulai perjalanan abadi di alam surga.

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

Wahai jiwa yang damai ( mutmainnah)

ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً

Kembalilah engkau kepada Tuhanmu dalam keadaan ridho dan diridhoi.

فَادْخُلِي فِي عِبَادِي

Masuklah engkau ke dalam barisan hamba-hamba-Ku.

وَادْخُلِي جَنَّتِي

Dan silahkan engkau masuk ke dalam surga-Ku.
( Al Fajer 27-30)

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan yang mendapatkan kabar gembira ini ketika ajal menjemput kami. Amiin.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Istri Antum Sulit Diajak Ngaji (Belajar Agama)…?

Ikhwan yang dirahmati Allah,

Selamat, jika di rumah antum ada istri yang shalihah. Jika tidak, maka siapa tahu istri sepertinya bisa jadi ladang pahala dakwah, jika antum bersabar untuk membuatnya berubah seperti yang antum minta.

Mungkin antum merasa sudah mulai putus asa menasehatinya. Tapi ada baiknya antum tidak hanya menilai dirinya saja. Bisa jadi rupanya cara antum mengajaknya yang belum ‘asik’ dan lebih banyak marahnya ketimbang menyenangkan hatinya.

Ana ingin berbagi beberapa tips untuk antum ajak istri ngaji alias belajar agama. Siapa tahu antum bisa praktekkan & berhasil mengubah dirinya. Kalau nanti berhasil, jangan lupa doakan ana ya…
Tipsnya:

1⃣ Ajak kajian ke asatidzah yang komitmen dengan sunnah dan penyampaiannya tetap asik dan seru untuk orang-orang ‘baru mau coba-coba’. Ana tidak berani sebut nama ustadznya, karena itu juga kadang tergantung selera.
Tujuan: Biar dia mau datang lagi di pertemuan berikutnya.

2⃣ Ajak istri ke kajian yang materinya kekinian, mudah diterima & bisa langsung diterapkan sepulang dari sana.
Tujuan: Mengubah mindsetnya bahwa belajar agama itu ya begitu-begitu saja.

3⃣ Cari teman lamanya yang sudah lebih dahulu ngaji, seperti teman kecil, teman gaul, atau teman SMA, lalu hubungkan ke dia.
Tujuan: Agar istri antum yakin, belajar agama itu akan bikin dia jadi baik, seperti teman-temannya. Mungkin berikutnya antum pun tidak akan susah payah mengajaknya, karena di kajian nanti dia ingin belajar agama sambil ketemu teman lama.

4⃣ Minta Ustadz atau ikhwan yang punya istri ramah, agar istri mereka mengajak istri antum kenalan, ngobrol, bercanda, duduk bersama, pakai baju kembaran berdua, dll.
Tujuan: Agar istri antum tahu, DIA TAK SENDIRI.

5⃣ Rangkaikan agenda jalan-jalan, makan bareng, quality/family time, sebelum atau sesudah kajian.
Tujuan: Membuat perjalanan ke majelis ilmu asik dan menyenangkan.

6⃣ Nyatakan padanya “AKU AJAK KAMU KE KAJIAN KARENA AKU INGIN KITA TETAP SUAMI ISTRI DI SURGA NANTI, SAYANG…”
Tujuan: Menyentuhnya tepat di hatinya.

7⃣ Doakan dia. Jangan pernah mengeluhkan tentangnya, jika doa antum pun belum pernah ada.
Tujuan: Agar dia mendapat hidayah-Nya.

Jika ada istri yang tanya bagaimana tips untuk suaminya, maka jawabannya tinggal diganti posisi saja.

Share ke ikhwan yang sekiranya membutuhkan, supaya jadi pahala kita bersama.

Muflih Safitra, حفظه الله تعالى

Termasuk Orang Yang Manakah Anda…?

Akhi/Ukhti

Bila memandang sebuah gelas yang berisikan air setengahnya maka sebagian orang akan berkata “setengah kosong” dan sebagian lagi berucap “setengah isi”

termasuk orang yang manakah anda ?

Bila yang pertama, maka ini sebuah indikasi bahwa anda adalah orang yang hidup dengan kacamata pesimis, selalu memandang kepada kekurangan, dan biasanya orang yang seperti itu, hidupnya senantiasa berbalut kesusahan dan bermantel kesengsaraan karena dirinya lupa memandang kepada isi yang terdapat di gelas tersebut, walaupun hanya separuh

adapun insan yang berkata “setengah isi” maka ini salah satu petunjuk bahwa dia adalah orang yang optimis, karena ia memandang lewat kacamata isi ia tidak terlalu peduli dengan setengahnya kosong karena bagaimanapun gelas itu ada isinya dan ia berucap “Alhamdulillah masih ada isinya”

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Beribadah Dengan Nama dan Sifat Allah : Muqoddimah

Berikut ini merupakan rekaman dari ceramah agama Ustadz Abu Yahya Badrusalam حفظه الله تعالى sekaligus kajian kitab Mausu’ah Fiqh Al-Qulub (موسوعة فقه القلوب) karya Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri.

DAFTAR ISI LENGKAP — Bagaimana Cara Beribadah Dengan Nama dan Sifat ALLAH…

Menebar Cahaya Sunnah