Nasehat Yang Lebih Manis Dari Madu…

​Dikutip dari buku “Lelaki yang paling bahagia di dunia” karangan syaikh Aidh Al Qarni

0. mulailah harimu dengan sholat fajr dan doa-doa di pagi hari agar kau mendapatkan keberuntungan dan kesuksesan

1. lanjutkan dengan istighfar agar syetan menghindar darimu

2. jangan putus berdoa, karena sesungguhnya doa merupakan tali kesuksesan

3. ingatlah bahwa apapun yang kau katakan akan dicatat oleh malaikat

4. senantiasalah optimis meskipun engkau dalam puncak kesusahan

5.bahwa keindahan jari jemari karena ia terikat dengan tasbih

6. jika engkau menghadapi kegelisahan dan berbagai kegundahan maka ucapkanlah “laa ilaaha illallahu”

7.belilah dengan uang dirhammu(berinfaklah) untuk mendapatkan doa orang fakir dan kecintaan orang miskin

8. sujud panjang dengan khusyuk itu lebih baik daripada istana-istan yang megah 

9. berfikirlah sebelum berkata, bisa jadi satu perkataanmu bisa mematikan (menyakiti hati orang)

10.berhati hatilah terhadap doa orang yang didholimi dan air mata orang yang terampas haknya

11.sebelum engkau membaca buku, koran dan majalah, bacalah terlebih dahulu AlQur’an

12. jadilah kau sebab bagi keistiqomahan keluargamu

13.bersungguh – sungguhlah jiwamu melaksanakan ketaatan, karena jiwa manusia itu senantiasa mengajak kepada keburukan

14.ciumlah telapak tangan kedua orangtuamu, kau pasti mendapatkan keridhoan

15.baju-baju lamamu merupakan baju baju baru menurut orang orang fakir

16.janganlah kau marah, karena hidup ini sangat singkat dari yang kau bayangkan

17.Engkau senantiasa bersama dzat yang maha kuat maha kaya, dialah Allah ‘azza wa jalla,

18.jangan kau tutup pintu terkabulnya doa dengan melakukan maksiat

19.sholat adah sebaik baik penolongmu dalam menghadapi berbagai musibah dan kelelahan

20.hindari berburuk sangka, kau akan mendapatkan ketenangan dan kenyamanan

21. penyebab dari segala kegundahan adalah berpaling dari ALLAH, maka segeralah menuju kepada Nya.

22.sholatlah kau, karena sholatmu akan menemanimu di kubur

23.jika kau mendengar orang yang meggunjing(ghibah)maka katakanlah padanya :bertaqwalah kau kepada ALLAH

24. dawamkanlah (senantiasa) kau baca surat Tabarak (sural Al Mulk)karena ia adalah penyelamat

25. orang yang mahruum (terhalang dari rahmat Allah )adalah orang yang terhalang dari mengerjakan sholat dengan khusyuk dan mengalirkan air mata

26.jangan kau hina orang mukmin yang sedang lalai

27.jadikanlah semua rasa cinta itu karena ALLAH dan Rasul Nya

28. maafkanlah orang yang menggunjingmu, karena dia telah menghadiahkan kebaikannya untukmu

29. sholat, tilawah, ,dzikir, merupakan hiasan dadamu

30. barangsiapa mengingat panasnya neraka maka ia akan bersabar terhadap dorongan untuk melakukan maksiat

31. selama qiyamullail ditegakkan, maka segala penyakit akan hilang, krisis akan berlalu,dan kesusahan akan lenyap

32. jauhilah ” katanya dan katanya “karena kau masih punya pekerjaan bak gunung

33.kerjakanlah sholat dengan khusyuk, karena segala hal yang menantimu selain sholat itu lebih rendah urusannya daripada sholat

34. jadikanlah mushaf senantiasa disisimu, ,karena membaca satu ayat AlQur’an itu lebih baik daripada dunia dan isinya

35. kehidupan itu indah, dan lebih indah lagi jika kau sertai iman.

Zainal Abidin bin Syamsuddin,  حفظه الله تعالى 

Hadits tentang pahala melewati kuburan…

Pertanyaan:
Ustad, mau tanya tentang Hadits yang artinya: “Barang siapa yang melewati perkuburan lalu membaca qul huwallahu ahad sebelas kali, kemudian memberikan pahalanya kepada para mayat, maka akan diberikan pahala sesuai dengan jumlah mayat”. (HR Al Khallaal). Shahih nggak ust?

Jawab:
Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Ia adalah hadits yang palsu, berasal dari naskah Abdullah bin Ahmad bin Amir dari ayahnya dari Ali Ar Ridla dari ayah-ayahnya, dipalsukan oleh Abdullah atau ayahnya sebagaimana dikatakan oleh Adz Dzahabi dalam Mizanul I’tidal, dan diikuti oleh Al Hafidz ibnu Hajar dalam Lisanul Mizan (3/252), juga As Suyuthi dalam Dzail Al Ahadits Al Maudlu’ah dan beliau menyebutkan hadits ini, dan diikuti juga oleh ibnu ‘Arraaq dalam Tanzih Asy Syari’atil Marfu’ah.

Wallahu a’lam

Kaidah Memahami Al Qur’an Ke 13 : Dihilangkannya Obyek Yang Berhubungan Dengan Sebuah Lafadz…

Kaidah-kaidah memahami Al Qur’an yang diambil dari kitab Qowa’idul Hisaan yang ditulis oleh Syaikh Abdurrohman As Sa’diy.

Kaidah yang ke 13 :

Dihilangkannya obyek yang berhubungan dengan sebuah lafadz menunjukkan maknanya mencakup semua makna yang sesuai dengannya.

Contohnya Allah berfirman yang artinya:

“Hai orang orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”

Tidak disebutkan bertaqwa dari apa. Mencakup bertaqwa dari semua yang Allah haramkan dan agar bersifat dengan sifat sifat taqwa.

Contoh lainnya, Allah berfirman yang artinya:

“Bertanyalah kepada ahli ilmu jika kamu tidak mengetahui.” (An Nahl:43)

Mencakup semua perkara yang tidak kita ketahui baik urusan agama maupun urusan dunia. Maka tanyakanlah kepada ahlinya.

Contoh lain Allah berfirman:

ألهاكم التكاثر

“Telah melalaikan kamu berbangga bangga dengan banyak.”
Masuk padanya berbangga dengan banyaknya harta, kedudukan, anak anak, ilmu, amal shalih dan sebagainya.”

Contohnya lagi firman Allah yang artinya: “Sesungguhnya orang orang yang bertaqwa itu apabila terkena godaan setan, mereka segera ingat. Maka mereka pun dapat melihat.” (Al A’raaf:201)

Yaitu melihat dosa dosa mereka, melihat langkah langkah setan, melihat akibat buruknya dan sebagainya.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Kaidah Ke 14 : Al Qur’an Menjadikan Sebab-Sebab Ketenangan Hati dan Bertambahnya Iman… 

KAIDAH MEMAHAMI Al QUR’AN – Daftar Isi LENGKAP

Susah Dan Suka Ngantuk Saat Tarawih dan Qiyaamul Lail…?

Terlebih lagi jika kita suka ketiduran di 10 malam terbaik di bulan suci, padahal stamina sudah dijaga dan berbagai vitamin plus kopi pahit telah diminum.

Simak testimoni dan tips para ahli ibadah papan atas:

Sufyan Ats Tsauri menyatakan:
Aku tidak berhasil mengerjakan qiyamul lail selama 5 bulan disebabkan dosa yang aku lakukan.”
(Hilyatul Auliya’ 7/17)

Ada seseorang yang curhat kepada Hasan Al Bashri bahwa dia tidak pernah berhasil mengerjakan qiyamul lail, maka beliau berkata:
Dosa-dosamulah yang menghalangimu.”
(Shifatus Shafwah 3/235)

Saudaraku,
Salah satu tips agar kita sukses mengerjakan tarawih dan qiyamul lail adalah menjaga diri dari dosa dan segera beristigfar saat khilaf dan lalai.

Apa yang anda lakukan di siang hari menentukan ibadah anda di malam hari.

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc, حفظه الله تعالى

Beda Antara Posisi Duduk Di Roka’at Akhir Sholat Witir Yang SATU Roka’at Dan Yang TIGA (2+1) Roka’at

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini :

ARTIKEL TERKAIT
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Hukum Makmum Menyimak Bacaan Imamnya Dari Mushaf Dalam Shalat Taraweh…

Hukum makmum menyimak bacaan imamnya dari mushaf dalam shalat taraweh karena alasan mengikuti bacaan imam (sehingga kalau salah bisa membenarkan).

=====

Syeikh Al-Utsaimin -rohimahulloh-:

“Membawa mushaf untuk tujuan ini menyelisihi sunnah, dilihat dari beberapa sisi:

1. Hal itu akan menjadikan dia meninggalkan (sunnah) meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri saat berdiri (dalam shalat).

2. Hal itu menjadikan seseorang banyak bergerak dengan gerakan yang sebenarnya tidak dibutuhkan, yaitu gerakan membuka mushaf dan menutupnya, meletakkannya di ketiak atau saku atau yang semisalnya.

3. Hal itu hakekatnya akan menyibukkan dirinya dari shalatnya dengan gerakan-gerakan tersebut.

4. Hal itu menjadikan orang yang shalat meninggalkan (sunnah) melihat ke tempat sujudnya, padahal mayoritas ulama berpendapat bahwa melihat ke tempat sujud merupakah sunnah dan bahwa itu lebih afdhal.

5. Orang yang melakukan itu bisa jadi lupa bahwa dia sedang shalat jika tidak menghadirkan dalam hatinya bahwa dia sedang shalat.

Berbeda ketika dia khusyu’ dengan meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya, menundukkan kepalanya ke arah (tempat) sujudnya, tentu hal itu lebih dekat dalam menghadirkan (dalam hatinya) bahwa dia sedang shalat dan bahwa dia (sedang shalat) di belakang imam”.

[Majmu’ Fatawa Arkanil Islam 1/354, soal no: 282]

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah