Lalai Dari Waktu…

Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- berkata:

Mungkin saja engkau memakai jam tanganmu, lalu yang melepaskannya dari tanganmu itu pewarisnya…

Mungkin saja engkau menutup pintu mobilmu, lalu yang membukakannya untukmu petugas ambulan…

Mungkin saja engkau memasang kancing bajumu, lalu yang membukakannya untukmu pemandi mayat…

Mungkin saja engkau memejamkan mata saat berbaring di kamarmu, lalu mata itu tidak terbuka lagi melainkan di hadapan Allah Penakluk langit dan bumi pada hari kiamat…

Tidakkah kita melihat bagaimana kita menghidupkan waktu kita, dengan apa kita mengisinya, dan dengan apa hidup kita akan ditutup?!

Ya Allah… sadarkanlah kami dari kelalaian ini!
(Diterjemahkan oleh Ust Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى)

Cara Ruqyah Ketika Terluka…

Ammi Nur Baits, حفظه الله تعالى

Ambil ludah di ujung jari, kemudian letakkan di tanah, selanjutnya letakkan campuran ludah dan tanah ini di bagian yang luka, sambil membaca,

بِسْمِ اللَّهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيقَةِ بَعْضِنَا يُشْفَى سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا

(Bismillah, turbatu ardhinaa bi riiqati ba’dhinaa, yusyfaa saqimuna bi idzni rabbinaa..)

“Dengan nama Allah, Debu tanah kami dengan ludah sebagian kami semoga sembuh orang yang sakit dari kami dengan izin Rabb kami.” (HR. Bukhari 5745 & Muslim 5848).

https://konsultasisyariah.com/26093-bagaimana-cara-meruqyah-diri-sendiri.html

Sibuk Memikiran Sesuatu

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata, “Berfikir adalah asal segala ketaatan, dan asal semua kemaksiatan..”

(Miftah Daar As Sa’adah hal. 226).

Kok bisa begitu ya..?
Setelah direnungkan.. Betul juga..
Memikirkan sesuatu biasanya akan merubah suasana hati..
Lalu menimbulkan niat dan keinginan..
Sedangkan niat adalah awal perbuatan..

Ketika seseorang memikirkan tujuan kehidupannya..
Ia ingat kehidupan setelah kematian..
Suasana hatipun berubah..
Timbullah keinginan untuk berbuat ketaatan..

Ketika seorang istri melihat keburukan suaminya..
Ia sibuk memikirkan keburukan tersebut..
Hingga hilang semua kebaikan suaminya..
Timbullah perbuatan nusyuz.. Atau setidaknya berkurang rasa cintanya..
Padahal mungkin suaminya sudah banyak berbuat baik kepadanya..

Ketika seorang lelaki melihat wanita jelita..
Lalu ia sibuk membayangkan keindahannya..
Ia pun lupa dari berdzikir kepada Allah..
Lupa bahwa bidadari surga lebih indah dan jelita..
Lalu muncul keinginan yang terlarang..

Ketika melihat gemerlapnya dunia..
Ia berfikir.. Dan terus sibuk memikirkannya..
Seperti orang yang melihat kemewahan si Qorun..
Ia berkata, “Andai aku kaya seperti dia.. Duhai beruntung sekali rasanya..”
Suasana hatinya berubah.. Ia menilai kehormatan sebatas dengan kekayaan.. kedudukan.. dan kenikmatan dunia..

Sementara temannya yang mukmin berkata..
“Celaka kamu.. Pahala Allah lebih baik dan lebih kekal..”
Dunia hanyalah kesenangan sesaat..
Lalu ia akan hancur dan musnah..

Hari ini..
Esok dan lusa..
Kita sibuk berfikir apa..??
Moga Allah memberi kita kekuatan untuk selalu berfikir positif..
Amin..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Zuhud Di Dunia…

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Ibnu Syihab Az Zuhri rahimahullahu berkata, “Zuhud di dunia adalah agar yang haram tidak mengalahkan kesabaranmu dan yang halal tidak mengalahkan syukurmu.”
(Shahih Jami’ Bayanil ilmi wa fadllihi hal. 262).

Pernahkah anda berfikir..
Mengapa banyak keharaman di dunia ini..
Riba haram..
Bunga bank haram..
tabarruj haram..
Ketika hendak berbisnis..
Di hadapkan kepada banyak transaksi yang haram..
Kening menjadi mengkerut..
Lalu berujar, “Semua haram.. Ini haram.. Itu haram..
Tak akan maju dunia ini..
Akhirnya..
kesabaran mulai sirna..
Ia memandang syari’at ini hanya beban dan batu sandungan..
Kalau Allah tidak memberinya rahmat..
ia akan hanyut dan binasa..
Karena yang haram itu kini telah mengalahkan kesabarannya..
Ya Rabb..
Beri kami kesabaran..

Keutamaan Sholat Dengan Bersiwak…

Hadits Aisyah radliyallahu ‘anha:

تَفْضُلُ الصَّلاَةُ الَّتِى يُسْتَاكُ لَهَا عَلَى الصَّلاَةِ الَّتِى لاَ يُسْتَاكُ لَهَا سَبْعِينَ ضِعْفًا

Keutamaan shalat yang dikerjakan setelah bersiwak adalah lebih utama dari pada tujuh puluh raka’at tanpa bersiwak”.

Hadits Aisyah ini diriwayatkan dari beberapa jalan (Al Badrul Muniir (2/13-22) (klik LINK berikut)

http://cintasunnah.com/2013/04/19/takhrij-hadits-keutamaan-shalat-dengan-bersiwak/

Dari jalan-jalan hadits ini tampak kepada kita bahwa hadits ‘Aisyah ini dapat terangkat kepada derajat HASAN. Wallahu a’lam. Dan hadits ini juga mempunyai syawahid dari hadits ibnu Umar, ibnu Abbas dan Jabir radliyallahu ‘anhum yang semuanya dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dan disebutkan oleh ibnul Mulaqqin dalam Al Badrul munir dan ibnu Daqiq Al ‘Ied dalam kitab Al Imam. Namun Al Hafidz berkata: “Sanad-sanadnya ma’lul”. (Talkhisul Habiir 1/168).

Fiqih Hadits

Hadits ini menunjukkan keutamaan shalat dengan bersiwak, dan ini sangat dianjurkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ

kalau bukan karena aku takut memberatkan umatku, aku benar-benar akan perintahkan mereka untuk bersiwak di setiap kali shalat”. (HR Muslim).

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

 

Kunci Khusyu’ Dalam Shalat…

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Banyak orang bertanya..
Bagaimana cara khusyu’ dalam shalat?..
Seminar dan kursus pun diadakan..
Agar bisa khusyu’ dalam shalat..
Padahal..
Kunci khusyu’ itu ada di awalnya..
Ia adalah ucapan: Allahu Akbar..
Allahu Maha besar..

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:
“Membuka shalat dengan lafadz ini mempunyai rahasia yang agung..
Seorang hamba ketika berdiri di hadapan Allah..
Ia yakin bahwa tidak ada sesuatupun yang lebih besar dari Allah..
Dan hatinya merasakan dan masuk ke dalam relungnya..
Ia akan malu kepada Allah..
Keagungan dan kebesaranNya..
Menghalangi hatinya memikirkan yang lain..

Siapa yang tidak merasakan makna ini..
Ia akan berdiri dengan jasadnya saja..
Sementara hatinya..
Tenggelam dalam lembah waswas dan pikiran lain..
Kalaulah Allah lebih besar dari segala sesuatu di hatinya..
Tentu ia tidak akan sibuk memikirkan yang lainnya..
(Jami’ fiqih ibnul qayyim 2/41).

Tak akan khusyu’ hati yang tak membesarkan Allah..
Walau lisan berucap Allahu Akbar..
Walau seribu kursus dihadiri..
karena..
Khusyu’ adalah perbuatan hati..
Yang muncul dari rasa takut kepada sang pencipta..
Dan takut itu karena hati membesarkan dan mengagungkan Allah..

Ya Allah..
Beri kami kekhusyu’an..

Sebelum Dipanggil

قال سفيان الثوري : ” مجيئك إلى الصلاة قبل الإقامة توقير للصلاة ” .
“فتح الباري” لابن رجب (3/533)

Sufyan ats-Tsaury rohimahullah berkata, “Kedatangan kamu sebelum iqomat adalah penghormatan untuk sholat..”
(Fathul Ibnu Rojab 3/533).

وقال إبراهيم التيمي : ” إذا رأيت الرجل يتهاون في التكبيرة الأولى فاغسل يدك منه ” . “سير أعلام النبلاء” (5/84)

Ibrahim At Taimi rohimahullah berkata, “Apabila
kamu melihat orang yang meremehkan untuk mendapatkan
takbirotul ihrom, maka cucilah tanganmu darinya..” (Siyar A’laam An Nubalaa 5/84).

وكان وكيع بن الجراح يقول : ” من لم يدرك التكبيرة الأولى فلا ترجُ خيره ” .
رواه البيهقي في “شعب الإيمان” (3/74) .

Wakie’ bin Al Jarraah rohimahullah berkata, “Siapa yang selalu tidak mendapatkan takbiirotul ihrom, maka jangan kamu harapkan kebaikannya..” (Riwayat Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman 3/74).

قال سفيان بن عيينة :
” لا تكن مثل عبد السوء ، لا يأتي حتى يُدعَى ، إيت الصلاة قبل النداء ” .
التبصرة لابن الجوزي. (131)

Sufyan bin Uyainah rohimahullah berkata, “Jangan kamu seperti hamba yang buruk, yang baru datang jika dipanggil saja. Datangilah sholat sebelum dipanggil..” (At Tabshiroh Ibnul Jauzi).

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Jangan Berbangga Dengan Amalmu…

Abu Fairuz, حفظه الله تعالى

Tatkala anda terpilih berada di atas jalan Islam dan Sunnah,bukan berarti anda adalah orang yang istimewa di hadapan Allah,tetapi karena rahhmatNya yang luas semata sedang meliputi anda.

Jika Dia berkendak, begitu mudah bagiNya mencabut rahmat tersebut, maka jangan pernah tertipu merasa bangga dengan amal ibadahmu.

http://salamdakwah.com/baca-artikel/jangan-bangga-dengan-amal.html

Jangan Berkata!! Hari Ini Sial…

Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Jangan berkata!! Hari ini sial.. Dan Allah mendzolimiku… Dan semisalnya..

Sikap berburuk sangka merupakan sikap orang-orang jahiliyah, yang merupakan bentuk kekufuran yang dapat menghilangkan atau mengurangi tauhid seseorang.

Alloh Ta’ala berfirman yang artinya, “Mereka menyangka yang tidak benar terhadap Alloh seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: ‘Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Alloh.’ Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: ‘Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.’ Katakanlah: ‘Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.’ Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.”(Ali-Imran: 154)

Perlu untuk kita ketahui bersama, berprasangka buruk kepada Alloh dapat terjadi pada tiga hal, yaitu:

Berprasangka bahwa Alloh akan melestarikan kebatilan dan menumbangkan al haq (kebenaran). Hal ini sebagaimana persangkaan orang-orang musyrik dan orang-orang munafik. Alloh berfirman yang artinya, “Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya (terbunuh dalam peperangan, pen) dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.” (Al-Fath: 12)

Perbuatan seperti ini tidak pantas ditujukan pada Alloh karena tidak sesuai dengan hikmah Alloh janji-Nya yang benar. Inilah prasangka orang-orang kafir dan Neraka Wail-lah tempat mereka kembali.

Mengingkari Qadha’ dan Qadar Alloh yaitu menyatakan bahwa ada sesuatu yang terjadi di alam ini yang di luar kehendak Alloh dan taqdir Alloh. Seperti pendapat Sekte Qodariyah.Mengingkari adanya hikmah yang sempurna dalam taqdir Alloh. Sebagaimana pendapat Sekte Jahmiyah dan Sekte Asy’ariyah.

Iman dan tauhid seorang hamba tidak akan sempurna sehingga ia membenarkan semua yang dikabarkan oleh Alloh, baik berupa nama dan sifat-sifat-Nya, kesempurnaan-Nya serta meyakini dan membenarkan janji-Nya.. Dan berlapang dada atas taqdirNya

Semoga ber faedah

Waktu Terlalu Panjang…

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Allah Ta’ala berfirman:

ألم يأن للذين ءامنوا أن تخشع قلوبهم لذكر الله و ما نزل من الحق ولا يكونوا كالذين أوتوا الكتاب من قبل فطال عليهم الأمد فقست قلوبهم وكثير منهم فاسقون

“Belumkah saatnya untuk orang-orang yang beriman.. 
agar hati mereka merasa khusyu’ dengan mengingat Allah.. 
dan apa yang Allah turunkan dari alhaq (al qur’an)..
Dan jangan mereka seperti ahli kitab terdahulu.. 
waktu berlalu panjang kepada mereka..
lalu hati mereka menjadi keras dan kebanyakan mereka orang-orang yang fasiq.” (Al Hadiid: 16).

Belumkah saatnya ?
Ya.. Sudah saatnya..
sekarang juga saatnya..
Membuka lembaran baru..
Menghidupkan hari hari dengan berdzikir dan membaca al qur’an..
Namun..
Allah melarang kita seperti ahli kitab..
Panjangnya waktu kepada mereka ternyata tidak menambah kekhusyu’an..
Malah menjadi keras hati mereka..
Sungguh..
Peringatan untuk kita semua..
Sudah berapa tahun kita sholat?
Sudah berapa tahun kita menuntut ilmu?
Sudah berapa tahun kita membaca alqur’an?
Apakah semua itu menambah rasa takut kita kepada Allah?
Ataukah menambah kerasnya hati..
Laa ilaaha illallah..

Ya Allah.. Jangan jadikan hati kami keras dengan panjangnya waktu..
Tambahkan kekhusyu’an di hati kami..
Wahai yang membolak balikkan hati..
Kokohkan hati kami..
Untuk senantiasa istiqomah di jalanMu..
Sampai akhir hayat kami..
Amiin

Menebar Cahaya Sunnah