HADITS : Andaikan Dahulu Kami Muslim

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إذا اجتمع أهلُ النارِ في النارِ ومعهم مَن شاء اللهُ من أهلِ القِبلةِ يقولُ الكفارُ : أَلَمْ تكونوا مسلمينَ ؟ قالوا : بلى قالوا : فما أَغْنَى عنكم إسلامُكم و قد صِرْتُم معنا في النارِ ؟ قالوا : كانت لنا ذنوبٌ فأُخِذْنا بها فيَسْمَعُ ما قالوا فأَمَر بمَن كان من أهلِ القِبلةِ فأُخْرِجُوا فلما رأى ذلك أهلُ النارِ قالوا : يالَيْتَنا كنا مسلمينَ فنخرجُ كما خَرَجُوا قال : و قرأ رسولُ اللهِ الر تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ وَ قُرْآنٍ مُبِينٍ رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ

“Apabila penduduk api neraka telah berkumpul di Neraka dan bersama mereka siapa yang Allah kehendaki dari ahli kiblat.

Orang-orang kafir berkata, “bukankah dahulu kalian muslim..?”

Mereka menjawab, “benar..”

Orang-orang kafir berkata, “apa manfaat ke-islaman kalian jika kalian bersama kami di Neraka..?”

Mereka berkata, “kami dahulu melakukan dosa, maka kami diadzab karenanya..”

Allah mendengar perkataan mereka. Maka Allah memerintahkan agar semua ahli kiblat dikeluarkan dari Neraka.

Saat kaum kafir melihat itu mereka berkata, “andaikan dahulu kami muslim, maka kami akan keluar sebagaimana mereka keluar..”

Lalu Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi wasallam membaca firman Allah yang artinya,

“Alif Laam Raa. Itulah ayat-ayat al kitab dan qur’an yang nyata. Orang-orang kafir itu berharap seandainya mereka dahulu menjadi muslim..”

(HR Al Hakim dan Al Baihaqi)
Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Ketakwaan Kepada Allah Adalah Sumber Keselamatan

Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Bersabarlah .. karena tidaklah datang suatu zaman pun kecuali zaman setelahnya lebih buruk dari zaman sebelumnya..” (HR. Al Bukhori)

Demikianlah Nabi shollallaahu ‘alayhi wasallam mengabarkan..
Namun orang yang bahagia adalah yang ketakwaannya tak berubah walaupun fitnah semakin berat..

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

“Ketahuilah, zaman itu tak akan menetap di atas satu keadaan ..
– terkadang fakir, terkadang kaya,
– terkadang mulia, terkadang terhina,
– terkadang membuat tertawa orang yang mencintai kita, dan terkadang membuat tertawa orang yang memusuhi.

Namun orang yang bahagia itu adalah yang selalu berpegang kepada satu pokok dalam setiap keadaan .. yaitu takwa kepada Allah ‘Azza wajalla.

– jika ia kaya maka ketakwaan menghiasinya.
– jika ia fakir, ketakwaan membuka pintu pintu kesabaran.
– jika ia sehat, sempurnalah kenikmatannya.
– jika ia sakit, ia tetap tabah menerimanya.

Tidak membahayakannya saat memburuknya zaman, atau membaik, atau kelaparan atau musim kenyang..
Karena semua itu akan pergi dan berubah..
Ketakwaan adalah sumber keselamatan dan penjaga yang tak pernah tidur..”

(Shoidul Khothir 1/39)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Meraih Kenikmatan Yang Abadi

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

وقد أجمع عقلاء كل أمة على أن النعيم لا يدرك بالنعيم، وإن من آثر الراحة فاتته الراحة، وإن بحسب ركوب الأهوال وإحتمال المشاق تكون الفرحة واللذة، فلا فرحة لمن لا هم له، ولا لذة لمن لا صبر له، ولا نعيم لمن لا شقاء له، ولا راحة لمن لا تعب له، بل إذا تعب العبد قليلًا استراح طويلًا … وكلما كانت النفوس أشرف والهمة أعلا، كان تعب البدن أوفر وحظه من الراحة أقل

para pemilik akal sehat seluruh ummat sepakat bahwa kenikmatan abadi tidak akan diraih dengan kenikmatan sesaat.

– barangsiapa mendahulukan istirahat (di dunia), dia akan luput mendapatkan kesempatan istirahat (di akhirat).

– besarnya kebahagiaan dan kelezatan yang didapat sebanding dengan besarnya kesusahan yang dia rasakan.

– tidak ada kebahagiaan (di akhirat) bagi orang yang tidak mengalami kesedihan (di dunia).

– tidak ada kelezatan (hakiki) bagi orang yang tidak memiliki kesabaran.

– tidak ada kenikmatan (abadi) bagi orang yang tidak mengalami kesusahan.

– tidak ada istirahat (panjang) bagi orang yang tidak mengalami keletihan (ketika melaksanakan ketaatan). Bahkan, apabila hamba mau lelah sebentar (di dunia), niscaya dia akan mendapat istirahat panjang (di akhirat).

– semakin mulia jiwa dan semakin tinggi cita-cita, dia akan semakin lelah dan semakin sedikit istirahatnya.

(Miftah Dar as-Sa’adah – 2/15)

Kemuliaan Bagi Seorang Hamba

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إن الله ليعجب إلى العبد إذا قال:
‏لا إله إلا أنت إني قد ظلمت نفسي، فاغفر لي ذنوبي إنه لا يغفر الذنوب إلا أنت .
‏قال: عبدي عرف أن له ربا يغفر ويعاقب .

Sesungguhnya Allah kagum kepada hamba-Nya yang berkata:

Laa ilaaha illaa Anta
Innii qod zholamtu nafsii
Faghfirlii dzunuubii
Innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa Anta.

(yang artinya)
Tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Engkau
Sesungguhnya aku telah menzholimi diriku.
Maka ampunilah dosa dosaku.
Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.

Allah berfirman, “Hambaku yakin bahwa Robbnya mengampuni dosa dan memberi siksa..”

(Silsilah Shohiihah)

Memohon ampunan kepada Allah adalah kemuliaan bagi hamba..
Karena semua kita membutuhkan ampunan Allah dan karunia-Nya..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Mereka Mendo’akan Orang-Orang Yang Beriman Dan Bertaubat

Malaikat-malaikat pemikul ‘Arsy adalah malaikat terbesar yang Allah ciptakan.. disebutkan dalam hadits bahwa jarak antara daging telinganya ke pundaknya saja 700 tahun perjalanan.. (HR Ahmad).

Ternyata diantara tugas mereka adalah mendo’akan orang-orang yang beriman dan bertaubat..

Allah berfirman,

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan),

“Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala..” (Qs Ghofir: 7)

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Jauhilah Perbuatan Ini

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

‎من ضحك من الناس ضُحك منه، ومن عيَّر أخاه بعمل ابتلي به ولا بد.

“Siapa yang mentertawakan orang lain maka ia akan ditertawakan lagi .. dan siapa yang menjelekkan saudaranya karena sebuah perbuatan maka biasanya ia akan jatuh kepada perbuatan tersebut..”
(Al Furusiyah hal. 446)

Beliau juga berkata,

‎مامن عبد يعيبُ على أخيه ذنباً ، إلا و يُبتلى به ، فإذا بلغك عن فلان سيئةً فقل : غفر الله لنا وله

“Tidak ada seorang hambapun yang memburuk burukkan orang lain karena sebuah dosa, maka biasanya ia akan jatuh kepada dosa tersebut. Apabila sampai kepadamu tentang kesalahan seseorang maka ucapkanlah, “Semoga Allah mengampuni kita dan dia ( ghofarallaahu lanaa wa lahu )..”

📝
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kata Mutiara

KATA MUTIARA

“Sebelum engkau membandingkan kehidupanmu dengan kehidupan orang-orang yang kaya, bandingkan dahulu ibadahmu dengan ibadahnya orang-orang yang bertakwa .. karena dunia itu fana, sedang akherat itu selamanya..”

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Tinggalkan Maksiat

Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وأتبع السيئة الحسنة تمحها

“Ikutilah perbuatan buruk dengan amal kebaikan. Maka amal kebaikan itu menghapus keburukan..” (HR Attirmidzi)

Jangan biarkan diri kita terus dikalahkan oleh hawa nafsu dan setan..
Keluarkan seluruh kekuatan sambil bertawakal kepada Allah dan mohon kekuatan..

Jangan pernah berkata, ‘saya lemah di hadapan maksiat..’
Karena Allah memberi semua manusia kemampuan untuk meninggalkan maksiat..
Tinggal kita berusaha dan memohon bantuan kepada-Nya..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Perhatikan Perbuatan Kita

Salamah bin Dinar rohimahullah berkata,

كُلّ عملٍ تكره من أجله المَوْت فاتركه؛
‏ثُمّ لا يضرّك متى مُت.

“Setiap perbuatan yang kamu tidak suka untuk wafat di atasnya, tinggalkan .. maka tidak akan membahayakanmu kapan kamu meninggal..”

(Siyar A’lam Nubala 6/101)

Maukah kita meninggal saat main game..?
Maukah kita meninggal saat berbuat maksiat..?
Maukah kita meninggal saat berada di tempat maksiat..?

Semua kita pasti menginginkan wafat husnul khotimah..
Namun seringkali tak peduli perbuatan yang kita lakukan..
Allahul Musta’an..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

SELESAI : Wakaf 2 Sumur Bor + Pembangunan 2 Masjid

SENIN SORE  –  02 SYA’BAN / 12 FEBRUARY 2024

alhamdulillah.. alladzii bini’matihi tatimmush-shoolihaat.. dengan pertolongan Allah, kami SUDAHI program wakaf kali ini..
.
➡➡ Rekening terus terbuka insyaa Allah untuk menampung program wakaf berikutnya yaitu :
– pembuatan 3 sumur bor
– pembangunan masjid assunnah (ghoyru jaami’) Ds Sapit (TAHAP 2)

Jazaakumullahu khoyron wa baarokallahu fiikum kepada para muhsinin/muhsinah yang telah dengan ikhlas karena Allah berpartisipasi dengan sebagian hartanya, semoga menjadi amal jariyah dan naungan kelak dihari dimana tiada naungan selain naungan Allah Ta’ala..

===============================

BANK SYARIAH INDONESIA
no. rekening : 748 000 9996
an. AL ILMU INFAQ

konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622

———————————-
alhamdulillah.. wash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah
.
Dalam HR. al-Bazzar (lihat Shohihul Jami’, no. 3602), Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) :
1️⃣ Orang yang mengajarkan suatu ilmu,
2️⃣ Mengalirkan sungai
3️⃣ Menggali sumur
4️⃣ Menanamkan kurma
5️⃣ Membangun masjid
6️⃣ Mewariskan mushaf atau
7️⃣ Meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.

———————————-
1️⃣ Sumur Bor : Dusun Jorong II (2), Ds Sembalun Bumbung, Lombok Timur

2️⃣ Sumur Bor : Dusun Jorong III (3), Ds Sembalun Bumbung, Lombok Timur

Jumlah penduduk di ke 2 dusun mencapai hampir 100 KK (400an jiwa), sebagian besarnya bekerja sebagai petani tradisional, buruh tani, guru dengan tingkat perekonomian menengah ke bawah. Karena jumlah penduduk yang meningkat sementara air bersih dari sumber yang ada digunakan juga oleh beberapa dusun lainnya, maka warga di dusun Jorong 2 dan dusun Jorong 3 qoddarallah mengalami krisis air bersih, dan mereka sangat berharap akan adanya bantuan sumur bor dengan kedalaman sekitar 50/60 meter.

Alhamdulillah secara umum warga antusias dalam menjalankan ibadah 5 waktu berjama’ah dan mengikuti kajian sunnah di masjid-masjid terdekat.

Ke 2 sumur bor ini akan dilengkapi insyaa Allah dengan mesin sumur, toren, menara toren dan filter, semoga Allah memberikan kemudahan pelaksanaannya, aamiin. Pelaksana : Assunnah Peduli Lombok

———————————-
3️⃣ Pembangunan (TAHAP 1) Masjid Assunnah (ghoyru jaami’) di Desa Sapit, Suela, Lombok Timur.

4️⃣ Pembangunan Masjid Assunnah di Desa Erot Daya, Aikmel, Lombok Timur.

Pembangunan :
– Masjid Assunnah (progress: 0 %) di Ds Sapit (wakaf no. 3)
– Masjid Assunnah (progress: 70 %) di Ds Erot Daya (wakaf no. 4)

Selain untuk kegiatan sholat berjama’ah 5 waktu, bangunan masjid insyaa Allah akan digunakan juga untuk kajian ilmu agama bagi warga sekitarnya, serta untuk TPA bagi anak-anak warga. Semoga Allah memberikan kemudahan, aamiin. Pelaksana : Assunnah Peduli Lombok. 

———————————-

BANK SYARIAH INDONESIA
no. rekening : 748 000 9996
an. AL ILMU INFAQ

konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622
———————————-
Rosulullah shollallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]

FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
● Tentang MASJID dan MUSHOLLA, klik : https://youtu.be/JN2lbD4KMe4

Jazaakumullahu khoyron wa baarokallahu fiikum.

Menebar Cahaya Sunnah