1339. Bagaimana Cara Menyalurkan Harta Ribaa/Syubhat ?

1339. BBG Al Ilmu – 391

Tanya :
Assalamu’alaikum, mohon solusinya. Saat ini saya bekerja di perusahaan swasta dan tiap bulan gaji saya ditransfer ke bank konvensional yang sudah pasti ada bunga (unsur riba). Apa yang harus saya lakukan ? apakah bunga yang timbul tiap bulan saya ambil dan saya sedekahkan atau ada solusi lain. Terimakasih.

Jawab :
Ustadz Irfan Helmi, Lc, حفظه الله تعالى

و عليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Bunga bank (interest) adalah riba. Sebagaimana ditegaskan dalam fatwa MUI Th 2004. Karena itu, haram diambil untuk dikonsumsi. Berdasarkan QS Al Baqarah : 275-276 dan sabda Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam :

لعن رسول الله صلّى الله عليه وسلّم آكل الربا وموكله وكاتبه وشاهديه، وقال: (هم سواء). رواه مسلم

“Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam melaknat pemakan riba, pembayar riba (nasabah), penulisnya (bag administrasi) dan kedua saksinya.” (HR Muslim)
 
Adapun mengambil bunga bank untuk disedekahkan maka dirinci menjadi dua. 

1. Disedekahkan untuk dikonsumsi (misalnya kepada fakir miskin) maka hukumnya TIDAK boleh. Karena terkena hadits diatas. 

2. Disedekahkan untuk hal keperluan non konsumtif, seperti untuk perbaikan jalan, jembatan, atau infrastruktur lainnya. Hukumnya Jaiz (boleh). Sebagaimana fatwa Syaikh Bin Baaz rahimahullah.
Boleh pula disedekahkan untuk fii sabilillah seperti pencetakan buku-buku tentang aqidah yang shahihah dan aliran-aliran sesat, seperti Syiah, Ahmadiyah, Islam Jama’ah dll.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Tentang Menghias Bacaan Alqur’an…

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى

Nabi -shollallohu alahi wasallam- telah menganjurkan:

“Hiasilah Alqur’an dengan suara-suara kalian, karena suara yang indah akan menambah keindahan Alqur’an” [Lihat Silsihah Shohihah: 771].

Tapi yang perlu digaris-bawahi; bahwa menghias bacaan Alqur’an adalah dengan suara yang indah, disertai dengan irama yang ALAMI dan mengalir… bukan dengan suara dan nada yang dibuat-buat dan dipaksakan, sehingga malah memudarkan indahnya Kalamullah dan merendahkan kedudukannya, wallohul mustaan.

Perlu diingat pula, bahwa tujuan menghias bacaan Alqur’an adalah agar pembaca dan pendengarnya bisa lebih menikmati dan menghayati bacaan tersebut dengan lebih khusyu’… sehingga apabila bacaannya malah menjauhkan pembaca dan pendengar dari tujuan ini, tentu ini kesalahan yang harusnya dijauhi dan ditinggalkan.

Imam Ibnu Katsir -rohimahulloh-, seorang pakar tafsir abad 8 H, sejak dahulu sudah mengingatkan hal ini, beliau mengatakan:

“Yang diinginkan oleh syariat adalah mengindahkan suara bacaan, yang dapat membawa seseorang untuk merenungi dan menghayati Alqur’an, menjadikannya khusyu’, tunduk, dan semangat dalam ketaatan.

Adapun suara bacaan dengan nada-nada baru yang disusun dari ritme yang melalaikan dan aturan musik, maka Alqur’an harusnya disucikan dari hal ini,

Alqur’an yang agung dan mulia, tidak pantas dilantunkan dengan cara seperti ini. Dan telah datang Sunnah Nabi yang memperingatkan manusia dari hal itu”.

[Fadho’il Qur’an, Ibnu Katsir, hal: 98].

——-

Ingatlah bahwa Alqur’an adalah Firman Allah, dan Allah telah berjanji untuk menjaganya, sehingga Alqur’an pasti akan tetap terjaga, baik kemurnian maupun kemuliaannya… Barangsiapa merendahkannya, tentu Allah tidak akan membiarkannya.

Karena itu, harusnya kita TAKUT kepada Allah dalam memperlakukan Alqur’an ini… Jika kaum muslimin tidak mampu memberi hukuman, maka Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. wallohu a’lam.

1338. Konsep Adil Dalam Poligami…

1338. BBG Al Ilmu – 121

Tanya :
Islam memperbolehkan bagi pria untuk menikahi wanita lebih dari satu. Apakah persyaratan bagi si pria, agar bisa di sebut suami yang adil? Dan apakah pria boleh menikah lagi tanpa sepengetahuan istri pertama?

Jawab :
Mendapatkan izin istri pertama bukanlah syarat poligami, namun dua hal yang perlu dibedakan, DIKETAHUI ISTRI dan IZIN DARI ISTRI.

Poligami harus diketahui istri, meskipun tidak diizinkan oleh istri. Hanya saja, sebagian ulama menegaskan, bahwa dalam rangka mewujudkan kemaslahatan di keluarga, membangun ketenangan dan kebahagiaan keluarga, selayaknya setiap suami yang hendak poligami meminta izin istrinya. Sebagaimana yang dinasehatkan Syaikh Sa’d al-Humaid (Fatwa Islam, no. 9479).

Ref :
http://www.konsultasisyariah.com/sahkah-nikah-siri-tanpa-diketahui-istri-pertama/

Berkaitan dengan pertanyaan mengenai konsep adil dalam poligami, silahkan simak audio penjelasannya oleh Ustadz Firanda Andirja, حفظه الله تعالى berikut ini :

https://bbg-alilmu.com/archives/11686

(Setelah klik, tunggu hingga muncul audio player)

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1337. Apa Yang Diciptakan Pertama Kali Oleh ALLAH ?

1337. BBG Al Ilmu – 463

Tanya :
Assalamualaikum.. Saya ada baca artikel, bahwa disana di terangkan bahwa bukan qolam/pena yang pertama kali di ciptakan Allah, melainkan arsy dan air!
Mohon penjelasannya ustadz!

Jawab :
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Wa alaikumussalam warohmatullah wa barokatuh.
Disebutkan dalam hadist shohih bahwasanya yang pertama diciptakan adalah qolam. Dan sebahagian ada yang berpendapat Arsy. Perbedaan yang semacam ini tidak menimbulkan efek yang berarti, dari sisi amaliyah, sehingga tidak berpengaruh. Keduanya memungkinkan untuk diyakini dengan keimanan yang tidak saling kontradiksi, sedangkan ilmunya yang benar hanya di sisi Allah Ta’ala.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Akhlak Mulia… Jalan Surga Yang Luar Biasa…

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى

Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- pernah ditanya:

Amal apakah yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga?

Beliau menjawab: “Taqwa kepada Allah dan AKHLAK yang mulia”.

Beliau ditanya lagi:

Amal apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka?

Beliau menjawab: “Dua rongga; mulut dan farji”.

[HR. Tirmidzi: 2004 dan yang lainnya, dihasankan Syeikh Albani].

Siapa Yang Menjamin Umurmu Bisa Bertahan Hingga Esok Hari..?!

Syeikh ‘Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan,

Jangan berangan-angan bahwa bila kamu hidup di pagi hari, akan bisa bertahan hingga sore.. Atau bila kamu hidup di sore hari, akan mampu bertahan hingga pagi..

Karena betapa banyak orang yang hidup di pagi hari, akhirnya tidak bertahan hingga sore.. Sebaliknya, betapa banyak orang hidup di waktu sore, akhirnya tidak bertahan hingga waktu pagi.

Betapa banyak orang memakai baju sendiri, akhirnya baju tersebut dilepas oleh pemandi jenazah.

Betapa banyak orang yang meninggalkan keluarganya, lalu mereka menyiapkan makan siang atau makan malam untuknya, tapi akhirnya dia tidak bisa menyantapnya.

Dan betapa banyak orang yang tidur, akhirnya dia tidak bangun lagi dari kasurnya.

Intinya: bahwa seseorang jangan sampai memanjangkan angan-angannya.

Tapi, hendaknya dia waspada, cerdas, giat, dan tidak malas.

[Syarah Riyadhus Sholihin, jilid 3, bab: mengingat kematian dan memendekkan angan]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Menebar Cahaya Sunnah