Nasib Orang yang Terakhir Masuk Surga…

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, حفظه الله تعالى

Bagaimana nasib orang yang terakhir masuk surga?

Ibnu Mas’ud berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنِّى لأَعْلَمُ آخِرَ أَهْلِ النَّارِ خُرُوجًا مِنْهَا وَآخِرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ دُخُولاً الْجَنَّةَ رَجُلٌ يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ حَبْوًا فَيَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلأَى. فَيَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ – قَالَ – فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلأَى فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ فَإِنَّ لَكَ مِثْلَ الدُّنْيَا وَعَشَرَةَ أَمْثَالِهَا أَوْ إِنَّ لَكَ عَشَرَةَ أَمْثَالِ الدُّنْيَا – قَالَ – فَيَقُولُ أَتَسْخَرُ بِى – أَوْ أَتَضْحَكُ بِى – وَأَنْتَ الْمَلِكُ » قَالَ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ. قَالَ فَكَانَ يُقَالُ ذَاكَ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً

“Sesungguhnya aku tahu siapa orang yang paling terakhir dikeluarkan dari neraka dan paling terakhir masuk ke surga. Yaitu seorang laki-laki yang keluar dari neraka dengan merangkak.

Kemudian Allah berfirman kepadanya, “Pergilah engkau, masuklah engkau ke surga.”

Ia pun mendatangi surga, tetapi ia membayangkan bahwa surga itu telah penuh.

Ia kembali dan berkata, “Wahai Rabbku, aku mendatangi surga tetapi sepertinya telah penuh.”

Allah berfirman kepadanya, “Pergilah engkau dan masuklah surga.”

Ia pun mendatangi surga, tetapi ia masih membayangkan bahwa surga itu telah penuh.

Kemudian ia kembali dan berkata, “Wahai Rabbku, aku mendatangi surga tetapi sepertinya telah penuh.”

Allah berfirman kepadanya, “Pergilah engkau dan masuklah surga, karena untukmu surga seperti dunia dan sepuluh kali lipat darinya.”

Orang tersebut berkata, “Apakah Engkau memperolok-olokku atau menertawakanku, sedangkan Engkau adalah Raja Diraja?”

Ibnu Mas’ud berkata, “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa sampai tampak gigi geraham beliau. Kemudian beliau bersabda, “Itulah penghuni surga yang paling rendah derajatnya.” HR. Bukhari no. 6571, 7511 dan Muslim no. 186).

Hadits di atas menunjukkan bahwa manusia biasa melanggar janji. Oleh karena itu, lelaki tersebut tercengang karena melihat janji Rabbnya. Ia merasa bahwasanya ia akan diremehkan atau diberi sesuatu yang remeh. Padahal Allah tidak mungkin mengingkari janjinya.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ

Sesungguhnya Allah tidaklah mengingkari janjinya.” (QS. Ali Imran: 9). Jika Allah berjanji pasti ditepati.

Hadits di atas juga menunjukkan bahwa kedudukan penduduk surga yang paling rendah akan mendapatkan kenikmatan 10 kali lipat dari kenikmatan dunia. Sungguh nikmat yang luar biasa.

Hadits di atas juga menunjukkan pelajaran bahwa jika orang beriman yang masih memiliki iman walaupun kecil, ketika masuk neraka, tidak akan kekal di dalamnya. Berbeda dengan keyakinan sebagian kalangan yang meyakini bahwa jika ada yang masuk neraka tak bisa keluar-keluar lagi darinya.

Semoga Allah memasukkan kita dalam surga dengan mudah dan terselamatkan dari siksa neraka.

Ref : http://rumaysho.com/aqidah/nasib-orang-yang-terakhir-masuk-surga-10839

Mengapa Harus Berhias ?…

Ustadz Ammi Nur Baits, حفظه الله تعالى

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Berhias, bagian dari nikmat Allah yang diberikan kepada para hamba-Nya. Fitrah sehat manusia, menuntut mereka agar selalu merawat dirinya, berpenampilan menarik di hadapan orang lain, sehingga dia lebih dihargai. Karena itulah, Allah mencela orang musyrik yang tidak mau memakai baju ketika thawaf, dengan alasan ibadah,

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ

“Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?” (QS Al A’raf: 32)

Allah memuliakan perhiasan di tangan manusia, dengan Allah sebut ’zinatullah’ perhiasan dari Allah. Untuk menegaskan bahwa Dialah yang menciptakan perhiasan ini dan menghalalkannya untuk para hamba-Nya. Yang sekaligus menjelaskan kepada manusia bahwa hukum masalah perhiasan kembali kepada Allah bukan kepada selainnya. (Zinatul Mar’ah Muslimah, hlm. 9)

Berhias Untuk Suami, Itu Ibadah

Terlebih bagi para wanita, yang Allah ciptakan sebagai pasangan lelaki bani Adam, fitrah berhias berperan penting dalam hidupnya. Bahkan fitrah ini bisa mengendalikan kebahagiaan kehidupan rumah tangganya. Hingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammemberikan predikat sebagai wanita terbaik, ketika sang istri bisa menyenangkan hati suaminya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamditanya, ’Ya Rasulullah, wanita seperti apakah yang paling baik?’

Beliau bersabda,

الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ، وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ، وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

“Wanita yang menyenangkan suaminya apabila dilihat, mentaati suaminya ketika diperintah, tidak melakukan perbuatan yang membuat suaminya marah, dan tidak membelanjakan harta yang membuat suaminya benci.” (HR. Ahmad 7421, Nasai 3231, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Imam as-Sindi menjelaskan,

إِذَا نَظَرَ ؛ أَيْ لِحُسْنِهَا ظَاهِرًا أَوْ لِحُسْنِ أَخْلَاقهَا بَاطِنًا وَدَوَام اِشْتِغَالهَا بِطَاعَةِ اللَّه وَالتَّقْوَى

”Menyenangkan suaminya apabila dilihat” karena dia indah dari luar, baik akhlaknya dari dalam, sibuk melakukan ketaatan kepada Allah dan bertaqwa kepada-Nya.” (Hasyiyah as-Sindi, 6/68).

Berhias Lahir Batin

Batin jelas lebih penting dari pada lahir. Semua orang sepakat itu. Apalah artinya orang hanya memperhatikan lahir, tapi tidak peduli dengan batinnya.

Karena itulah, ketika Allah menyebutkan tentang nikmat pakaian sebagai perhiasan, Allah juga mengingatkan akan pentingnya menghiasi hati dengan taqwa,

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ

“Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa, itulah yang paling baik”. (QS. Al-A’raf: 26)

Taqwa merupakan pakaian batin, yang itu lebih indah dibandingkan pakaian lahir. Karena orang yang bertaqwa kepada Allah dan berusaha untuk selalu istiqamah, dia akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. (Tafsir as-Sa’di, hlm. 286)

Dan kita bisa menjamin, orang yang memiliki pakaian taqwa, hatinya dihiasi dengan taqwa, dia akan memperhatikan pakaian luar, agar tidak mengundang murka Tuhannya.

Allahu a’lam

Ref : http://muslimah.or.id/keluarga/mengapa-harus-berhias.html?

We Share, We Care (Kami Berbagi Informasi, Karena Kami Menyayangi)…

Ustadz Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Awaas! Pelacur mulai berkeliaran di sekitar anda!
Awaas! Pembunuh bayaran keluyuran di sekitar anda!

Sobat! Kira-kira apa yang terbayang di pikiran anda bila anda sering mendengar atau membaca peringatan semisal di atas? Apalagi bila peringatan semisal di atas anda temukan di mana mana dan disampaikan oleh banyak orang bahkan orang-orang yang anda percaya atau sahabat karib anda.

Mungkinkah anda tetap santai santai saja, tanpa ada kekawatiran sama sekali? Atau sebaliknya mulai ada rasa takut dan panik?

Sobat! Mungkin anda berkilah, saya menyampaikan peringatan di atas karena berbagai hal di atas benar-benar terjadi.

Namun demikian, pernahkah anda menimbang berapa banyak kejahatan di atas terjadi? Pantaskah kejadian tersebut untuk dishare secara luas ?

Sobat! Ketahuilah bahwa satu peringatan bisa jadi menyebabkan keresahan dan ketakutan bila disampaikan secara berlebihan. Bukannya menjadikan masyarakat waspada, namun sebaliknya menjadikan mereka panik, bahkan berputus asa.

Bahkan dari sisi lain, peringatan semisal di atas tanpa anda sadari bisa menjadi promosi gratis. Bagi banyak orang peringatan yang salah sasaran bisa menjadi “promosi gratis”. Ketika peringatan semisal di atas disampaikan tanpa pertimbangan bisa jadi menumbuhkan inspirasi bagi “orang-orang lemah iman” untuk berbuat kemaksiatan. Sebagaimana peringatan semisal ini menjadi “promosi gratis” bagi para pelacur dan pembunuh bayaran sehinga “konsumen” mereka semakin bertambah banyak.

Bahkan bisa jadi banyak orang berawal dari rasa penasaran ingin melihat mengenali para pelacur, atau mengetahui lokasinya, dan sedikit demi sedikit mulai mendekat dan akhirnya celaka.

Kondisi serupa juga terjadi ketika anda menyampaikan peringatan perihal “awas sekte syi’ah mengajarkan nikah mut’ah / nikah kontrak”, “awas warga daerah anu adalah penganut syi’ah yang menjalankan nikah mut’ah” . Peringatan semisal ini bagi orang-orang yang kuat imannya dan selamat fitrahnya sangatlah bermanfat, namun tidak demikian bagi orang lain. Bagi orang-orang yang lemah imannya apalagi para hidung belang, informasi semisal ini seakan angin surga bagi mereka. Dengan demikian, peringatan semisal ini tanpa anda sadari menjadi promosi gratis bagi sekte syi’ah untuk menjerat sebanyak mungkin para hidung belang dan orang-orang lemah iman untuk masuk dalam sekte mereka.

Karena itu sudah sepatutnya anda menyadari bahwa slogan “we share, we care” adalah slogan yang menyesatkan dan menyimpang dari ajaran Islam. Dalam syari’at Islam kita diajarkan untuk selekif dan ekstra hati-hati dalam menyebarkan informasi . Simaklah firman Allah Ta’ala:

وَإِذَا جَاءهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُواْ بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُوْلِي الأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلاَ فَضْلُ اللّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لاَتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلاَّ قَلِيلاً

“Dan bila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau ketakutan, maka mereka segera menyebarkanya. Padahal apabila mereka menyerahkannya kepada (Rasulullah) dan ulil amri (orang-orang berilmu) di antara mereka niscaya orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya dapat mengetahuiya secara benar dari mereka (rasul dan ulil amri). Kalaulah bukan karena kemurahan dan rahmat Allah, niscaya kalian menjadi pengikut setan, kecuali sebagian kecil saja.” (An Nisa 83)

Karena itu, pada kesempatan ini saya meghimbau kepada saudaraku sekalian agar selektif dalam menyebarkan informasi. Pikirkanlah matang-matang akibat informasi yang saudara sebarkan, jangan sampai anda menjadi agen promosi gratis bagi para penjahat. Pikirkan baik-baik, apalah arti peringatan anda tentang berbagai kegiatan sekte syi’ah, yang terjadi di suatu daerah? Sebagaimana pikirkan baik-baik, siapakah orang-orang yang menjadi teman dan penerima peringatan anda?

Akan lebih bijak bila anda menyampaikan informasi yang membangun. Bila anda ingin memberikan peringatan perihal nikah mut’ah, maka kokohkan terlebih dahulu iman teman teman anda tentang haramnya berzina dan betapa buruk dampaknya. Tanamkan pada mereka bahwa perzinaan apapun kedoknya maka diharamkan dalam Islam. Kenalkan kepada mereka perincian hukum nikah dalam Islam agar mereka mampu membedakan antara ernikahan dari perzinaan.

Dengan demikian, bila suatu saat mereka mendapatkan ajakan untuk nikah mut’ah maka mereka telah memiliki benteng yang kuat. Ilustrasinya bagaikan anda ingin memerangi penyakit flu, maka langkah pertamanya adalah mengajari masyarakat untuk hidup sehat dan meningkatkan daya kekebalan tubuh mereka dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan menempuh hidup yang sehat pula. Sehingga bila tiba saatnya firus penyakit flu menyerang, maka tubuh mereka telah memiliki pertahanan yang tangguh,

Apalah artinya peringatan tentang penyakit flu bila ternyata masyarakat anda sedang mengidap penyakit aids?

Apalah artinya peringatan tentang nikah mut’ah bila ternyata perzinan dan prostitusi merajalela di masyarakat anda? Pergaulan bahkan perzinaan telah merajalela di kalangan pelajar dan kawula muda, bahkan orang-oran tua?

Sobat! Marilah kita berpikir dan bertindak bijak bukan hanya sekedar semangat dan emosi sesaat yang tidak terkontrol dan terukur.

Renungan : Gadget…

Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى

zaman semakin canggih..

peralatan semakin modern..
kita bisa melanglang buana melalui media bernama smartphone..
bisa ngobrol..
bisa buka berbagai situs..
bisa nonton video..
dan sebagainya..
semakin mengasyikkan..
dan juga menyibukkan..

semua itu..
dapat menjadi pintu iman..
namun juga menjadi pintu setan..
sementara..
hati kita tak selalu kuat..
keimanan sering pasang surut..
di saat syahwat meledak..
keimanan berada di ujung tanduk..
terlebih bila kebodohan menjadi panglima..
amat mudah terjerembab dalam syubhat..

berbegai petaka silih berganti menerpa..
petaka syahwat.. membuka tontonan aurat..
petaka syubhat.. meluluh lantakan aqidah..
ya Allah jangan Engkau jadikan musibah itu menimpa agama kami..

Contoh Pengamalan ‘Mencintai Untuk Saudaranya Sesuatu Yang Ia Cintai Untuk Dirinya’…

Ustadz Syafiq Basalamah, حفظه الله تعالى

Akhi Ukhti…
Pernah baca hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di bawah ini?

Ana kira sudah tidak asing lagi buat dirimu

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya”. (HR Bukhari dari Anas bin Malik)

Sampai manakah pengamalan untuk hadits tersebut…?

Tengoklah bagaimana cinta yang dipraktekkan para salafusshalih untuk saudara seimannya

Ziyad bin Rabi’ meriwayatkan bahwa ayahnya pada suatu hari
Melihat MUHAMMAD BIN WASI’
(murid perawi hadits Anas bin Malik) sedang menawarkan keledainya di pasar…

Lalu ada seorang pembeli menghampirinya seraya berkata
: يَا أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ، أَتَرْضَاهُ لِي ؟
Wahai Aba Abdillah Apakah dirimu senang keledai itu untuk Ku?
Maka dijawab oleh Muhammad
لَوْ رَضِيتُهُ لَمْ أَبِعْهُ ”
“Kalau aku masih senang dengannya niscaya aku tidak menjualnya”(HR ibn abiddunya)

Subhanallah…
Dia tidak mengatakan barang itu bagus…istimewa seperti kebanyakan pedagang

Tapi dia memposisikan sang pembeli sebagai dirinya sendiri…

Itulah salah satu makna cinta seorang muslim….

Dengan Islam niscaya berbagai tindakan yang merugikan orang lain akan hilang dan sirna

ISLAM YANG SEBENARNYA

Dropshipping Usaha Tanpa Modal Dan Alternatif Transaksinya Yang Sesuai Syariat…

Ustadz Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Semua orang pasti menyadari bahwa salah satu tujuan utama setiap kegiataan wirausaha ialah mendapatkan keuntungan. Karena itu sudah sepantasnya anda bila menanyakan apa saja kuntungan mengikuti sistem ini.

Secara umum, menjalankan dropshipping memiliki banyak sisi positifnya, diantaranya sebagai berikut:
1. Dropshipper, mendapatkan keuntungan atau fee atas jasanya memasarkan barang milik supplier.
2. Tidak butuh modal besar untuk dapat mengikuti sistem ini.
3. Sebagai dropshipper, anda tidak perlu menyediakan kantor dan gudang barang.
4. Walau tanpa berbekalkan pendidikan tinggi, asalkan anda cakap dalam berselancar di dunia maya (berinternet) maka anda dapat menjalankan sistem ini.
5. Anda terbebas dari beban pengemasan dan pengantaran produk.
6. Sistem ini tidak kenal batas waktu atau ruang, alias anda dapat menjalankan usaha ini kapanpun dan dimanapun anda berada.

Hukum Sistem Dropshipping.
Sebagai pengusaha muslim, tentu anda bukan hanya memilikirkan kemudahan atau besarnya keuntungan suatu jenis kewirausahaan. Status halal & haram setiap jenis usaha yang hendak dijalankan pastilah menempati urutan pertama dari sekian banyak pertimbangan anda. Sikap ini selaras dengan doa yang senantiasa anda panjatkan kepada Allah Azza wa Jalla:

للَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
“Ya Allah cukupkanlah aku dengan rizki-Mu yang halal sehingga aku tidak membutuhkan kepada hal-hal yang Engkau haramkan. Dan jadikanlah aku merasa puas dengan kemurahan-Mu sehingga aku tidak mengharapkan kemurahan selain kemurahan-Mu.

Dan untuk mengetahui status hukum halal haram suatu perniagaan, maka anda harus melihat tingkat keselarasan sistem tersebut dengan prinsip-prinsip dasar perniagaan dalam Syari’at. Bila perniagaan tersebut selaras dengan prinsip syari’at maka halal untuk anda jalankan. Namun bila terbukti menyeleweng dari salah satu prinsip atau bahkan lebih maka sudah sepantasnya anda mewaspadainya.

ANda penasaran dengan hukumnya? temukan jawabannya pada tautan berikut:
http://arifinbadri.com/dropshipping-dan-solusinya/

Menebar Cahaya Sunnah