Satu Nafas Yang Sebanding Dengan Lebih Dari SEMILYAR Tahun

Ibnu Qudamah -rohimahulloh- mengatakan:

“Manfaatkanlah kehidupanmu yang berharga, dan jagalah waktumu yang bernilai tinggi -semoga Allah merahmatimu-.

Ingatlah bahwa masa hidupmu itu terbatas, dan nafasmu itu terhitung, dan setiap nafas (yang keluar) itu mengurangi bagian dari dirimu.

Umur ini semuanya pendek, dan sisa dari umur itu tinggal sedikit, dan setiap bagian dari umur itu adalah mutiara berharga yang tiada bandingannya dan tiada gantinya, karena dengan kehidupan yang sedikit ini akan (didapatkan) keabadian yang tiada akhir; dalam kenikmatan atau dalam azab yang pedih.

Dan jika kau bandingkan kehidupan ini dengan keabadian yang tiada akhir itu, kamu akan tahu bahwa setiap nafas itu sebanding dengan lebih dari SEMILYAR tahun; DALAM KENIKMATAN YANG TAK TERBAYANGKAN ATAU SEBALIKNYA..

Maka, janganlah kamu sia-siakan umurmu -yang merupakan mutiara berharga itu- dengan tanpa amal, dan jangan sampai dia pergi tanpa ganti.

Bersungguh-sungguhlah agar setiap nafasmu tidak kosong dari amal ketaatan atau amal ibadah yang mendekatkanmu (kepada-Nya).

Karena seandainya kamu memiliki suatu perhiasan dunia saja; kamu akan merugi bila dia hilang, lalu bagaimana meruginya bila kamu menyia-nyiakan waktu-waktumu, dan bagaimana kamu tidak sedih karena umurmu hilang tanpa ada ganti..?!”

[Kitab: Ghidza’ul Albab 2/351].

———–

Subhanallah… ternyata setiap nafas Anda itu sangat berharga sekali… Sudahkah Anda menghargainya sesuai dengan nilainya..? Jawablah untuk diri Anda sendiri.

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Laporan Dana Ta’awun – 20 April 2015

بسـم الله الرحمن الرحيـمالسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Alhamdulillah, dalam “Program Ta’awun” ini para donatur yang mendaftarkan diri, mendonasikan sejumlah dana tetap setiap bulannya secara ikhlas, yang akan digunakan untuk membantu saudara-saudara kita yang miskin, dalam bentuk dana dan/atau sembako.
Total penerimaan Dana sejak pembukaan bulan Mei 2014 hingga 20 April 2015 sebesar :
Masuk : Rp. 37.926.827
Disalurkan : Rp. 37.829.924                                                                                 Saldo : Rp. 96.904

Laporan penerimaan dan pengeluaran dana dapat dilihat di :

per 20 April 2015 : https://bbg-alilmu.com/archives/12873

per 18 Desember 2014 : https://bbg-alilmu.com/archives/11135

Semoga Allahu Ta’ala meridhoi program ini dan menjadikannya wasiilah amal kebaikan bagi kita semua di akhirat kelak.

أميــــن يــارب العـالــمي
بارك الله فيكم

 

 Saldo Awal            8,273,355
24/12/2014 20:19 Ta’aawun               100,000
28/12/2014 18:03 Ta’aawun                 50,000
28/12/2014 19:58 Ta’aawun               100,000
29/12/2014 13:09 Ta’aawun               100,000
01/01/2015 13:19 Ta’aawun                 10,932
01/01/2015 09:38 Ta’aawun               100,000
05/01/2015 16:05 Ta’aawun               100,000
06/01/2015 12:10 Ta’aawun                 75,000
06/01/2015 17:06 Ta’aawun               100,000
09/01/2015 16:32 Ta’aawun               100,000
14/01/2015 07:36 Ta’aawun                 50,000
24/01/2015 12:47 Ta’aawun               100,000
26/01/2015 11:17 Ta’aawun                 50,000
01/02/2015 07:59 Ta’aawun                 10,156
02/02/2015 11:51 Ta’aawun               100,000
06/02/2015 15:23 Ta’aawun               100,000
11/02/2015 13:08 Ta’aawun                 75,000
23/02/2015 19:05 Ta’aawun               500,000
25/02/2015 13:31 Ta’aawun               100,000
25/02/2015 18:01 Ta’aawun               100,000
27/02/2015 06:53 Ta’aawun                 50,000
01/03/2015 10:50 Ta’aawun                 10,703
04/03/2015 10:38 Ta’aawun               200,000
04/03/2015 17:01 Ta’aawun               140,000
18/03/2015 17:35 Ta’aawun               100,000
25/03/2015 11:06 Ta’aawun                 75,000
26/03/2015 06:30 Ta’aawun                 50,000
01/04/2015 15:47 Ta’aawun                 12,645
02/04/2015 10:41 Ta’aawun               100,000
02/04/2015 15:15 Ta’aawun               100,000
04/04/2015 06:08 Ta’aawun               100,000
15/04/2015 14:47 Ta’aawun                 75,000
20/04/2015 17:37 Ta’aawun               300,000
20/04/2015 17:37 Ta’aawun            2,500,000
TOTAL     14,107,790
Pengeluaran untuk Warga    (10,000,000)
Biaya Darurat Klg Ustadz      (4,000,000)
Biaya bank          (10,886)
Saldo            96,904

Para Fakir Miskin.. Sungguh Beruntungnya Mereka, Bila Sabar Menjalaninya

Seringkali orang yang hidup miskin merasa sangat rugi dan kecewa dengan keadaan hidupnya.

Tapi sungguh perasaan itu akan sirna bila dia melihat bagaimana Agama Islam memuliakannya, lihatlah beberapa poin berikut:

1. Keberadaan orang miskin sangat penting dalam masyarakat, sebagaimana sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-:

“Tidakkah kalian diberi pertolongan dan diberi REZEKI, melainkan dengan orang-orang lemah kalian..” [HR. Bukhori: 2896]. Dan termasuk dalam kriteria orang lemah adalah mereka yang miskin sebagaimana dijelaskan para ulama.

2. Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- berharap hidup miskin dan digiring di akherat bersama para fakir miskin, Beliau dahulu berdoa:

اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِينًا وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ يَوْمَ القِيَامَةِ

“Ya Allah hidupkanlah aku sebagai seorang miskin, matikanlah aku sebagai seorang miskin, dan giringlah aku pada hari kiamat bersama kelompoknya orang-orang miskin..” [HR. Attirmidzi: 2352 dan yang lainnya, hadits ini dihasankan oleh Syeikh Albani].

3. Mayoritas penduduk SURGA adalah kaum fakir miskin, sebagaimana sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-:

“Aku telah berdiri di depan pintu surga, maka (kulihat) mayoritas orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin..” [Muttafaqun Alaih, Bukhori: 6547, Muslim: 2736].

———

Sungguh begitu mulia, para fakir miskin dalam pandangan Islam.

Semoga kita bisa mensyukuri hidup ini apapun keadaannya… dan bisa memanfaatkan kehidupan ini untuk mengumpulkan bekal akherat dengan sebaik-baiknya… amin. Ingatlah selalu firmanNya:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

“Carilah bekal, dan sebaik-baik bekal adalah ketakwaan” [QS. Albaqoroh: 197].

Ketakwaan adalah melakukan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan.

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Ngapain Sedih Berkepanjangan ?

Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA حفظه الله تعالى

Bismillah.

إبراهيم بن أدهم رجلا مهموما فقال له: أيها الرجل إني أسألك عن ثلاث تجيبني قال الرجل: نعم. 

* فقال له إبراهيم بن أدهم: أيجري في هذا الكون شئ لا يريده الله؟ قال : كلا 

* قال إبراهيم : أفينقص من رزقك شئ قدره الله لك؟ قال: لا 

*قال إبراهيم: أفينقص من أجلك لحظة كتبها الله في الحياة؟ قال: كلا 
فقال له إبراهيم بن أدهم: فعلام الهم إذن؟؟!

Pada suatu ketika Ibrahim bin Adham melihat seorang laki-laki yang sedang bersedih. Dia berkata kepada lelaki itu, “Wahai saudara, aku ingin menanyakan kepadamu tiga pertanyaan dan aku harap engkau mau menjawabnya.” Lelaki itu menjawab, “Baiklah.”

Ibrahim pun bertanya kepadanya, “Apakah ada hal yang terjadi di alam ini yang tidak dikehendaki Allah?”

Lelaki itu menjawab, “Tentu tidak ada.”

Ibrahim bertanya lagi, “Apakah rizkimu berkurang dari apa-apa yang telah Allah tetapkan bagimu?”

Lelaki tersebut menjawab: “Tidak berkurang”.

Ibrahim bertanya lagi, “Apakah akan berkurang suatu tempo waktu yang ditetapkan bagimu dalam kehidupan ini.”

Sekali lagi dia menjawab, “Tidak berkurang.”

(Setelah terjawab ketiga pertanyaan itu) Ibrahim bin Adham berkata kepadanya, “Kalau begitu mengapa engkau masih bersedih?”

Disadur dari Link Ilmiyah berikut:
http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=188852

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah pada pagi hari ini. Semoga kita selalu hidup bahagia dan selamat di dunia dan akhirat. Amiin. (Klaten, 19 April 2015)

Menjual Barang Yang Tidak Dimiliki…

Ustadz Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Termasuk jual beli yang dilarang, yaitu menjual barang yang tidak ia miliki.

Misalnya, seorang pembeli datang kepada seorang pedagang mencari barang tertentu. Sedangkan barang yang dicari tersebut tidak ada pada pedagang itu. Kemudian antara pedagang dan pembeli saling sepakat untuk melakukan akad dan menentukan harga dengan dibayar sekarang ataupun nanti, sementara itu barang belum menjadi hak milik pedagang atau si penjual. Pedagang tadi kemudian pergi membeli barang dimaksud dan menyerahkan kepada si pembeli.

Jual beli seperti ini HUKUM-NYA HARAM, karena si pedagang menjual sesuatu yang barangnya tidak ada padanya, dan menjual sesuatu yang belum menjadi miliknya, jika barang yang diinginkan itu sudah ditentukan. Dan termasuk menjual hutang dengan hutang, jika barang yang diinginkan tidak jelas harganya dibayar di belakang.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang cara berjual beli seperti ini. Dalam suatu riwayat, ada seorang sahabat bernama Hakim bin Hazam Radhiyallahu ‘anhu berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salalm : “Wahai, Rasulullah. Seseorang datang kepadaku. Dia ingin membeli sesuatu dariku, sementara barang yang dicari tidak ada padaku. Kemudian aku pergi ke pasar dan membelikan barang itu.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَا تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ

“Jangan menjual sesuatu yang tidak ada padamu.” [HR Tirmidzi].

Demikian ini menunjukkan adanya larangan yang tegas, bahwa seseorang tidak boleh menjual sesuatu kecuali telah dimiliki sebelum akad, baik dijual cash ataupun tempo. Masalah ini tidak boleh diremehkan. Pedagang yang hendak menjual sesuatu kepada seseorang, hendaknya dia menjamin keberadaan barangnya di tempatnya atau di tokonya, gudangnya, show roomnya atau di tokonya. Kemudian jika ada orang yang mau membelinya, dia bisa menjualnya cash atau tempo.

Nah.. gimana reseller? Gimana jual beli online yang lagi marak? Tentu pedagang harus ada barang.

Menebar Cahaya Sunnah