Penggugur Dosa Dalam Hitungan Menit

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

.” من قال سبحان الله وبحمده في يوم مائة مرة حطت عنه خطاياه وإن كانت مثل زبد البحر “.

“Barangsiapa yang mengucapkan SUBHANALLAHI WABIHAMDIHI seratus kali dalam sehari maka akan gugur dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR Bukhari dan Muslim).

diharapkan agar diucapkan dengan penghayatan tentang maknanya : “Aku mensucikan Allah dari segala yang tidak layak bagi-Nya (seperti kaum nasrani yang menyatakan Allah punya anak, atau perbuatan kaum musyrikun yang menyamakan Allah dengan makhluk dalam hal penyembahan).

Dan aku memuji Allah karena sempurna dan mulianya sifat-sifat Allah.

Hati Adalah Barometer Ilmu Anda

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى

Ilmu Agama bukan ditentukan oleh gelar.

Bukan pula dengan banyaknya riwayat dan maklumat.

Bukan pula untuk dibanggakan.

Tapi…

Ilmu Agama itu ditentukan oleh meresapnya maklumat yang BENAR di dalam dada.

Ilmu Agama itu cahaya yang dilemparkan Allah ke dalam hati seorang hambaNya.

Dan ilmu Agama adalah untuk diterapkan sehingga menciptakan rasa tawadhu’ dan rasa takut dalam dada kepada Allah azza wajalla.

Kesimpulannya, bahwa ilmu itu sangat erat hubungannya dengan HATI… maka perhatikanlah hati Anda, dia adalah barometer ilmu Anda, jika memang Anda berilmu, harusnya hati Anda menjadi lembut, putih, dan bersih, wallohu a’lam.

1294. Derajat Hadits 4 Penyakit Yang Akan Ditimpakan Apabila Hanya Memikirkan Dunia Saat Bangun Pagi

1294. BBG Al Ilmu – 489

Tanya :
Apa derajat hadist berikut shahih ustadz?

“Barangsiapa yang bangun di pagi hari dan hanya dunia yang
dipikirkannya, sehingga seolah-
olah ia tidak melihat hak Allah
dalam dirinya maka Allah akan
menanamkan 4 penyakit dalam
dirinya :
1. Kebingungan yang tiada putus-
putusnya.
2. Kesibukan yang tidak pernah
ada ujungnya.
3. Kebutuhan yang tidak prnah
terpenuhi.
4. Keinginan yang tidak akan
tercapai.” (H.R. Imam Thabrani)

Jawab :
Ustadz Muhammad Wasitho, MA حفظه الله تعالى

Bismillah. Hadits tersebut derajatnya DHO’IF sebagaimana dinyatakan oleh Al-Fattani di dalam kitab Tadzkirotul Maudhuu’aat, bab Dzammu ad-Dunya wa al-Ghina illaa isti’faafan I/175 nomor hadits: 1362.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1294. Derajat Hadits 4 Penyakit Yang Akan Ditimpakan Apabila Hanya Memikirkan Dunia Saat Bangun Pagi

1294. BBG Al Ilmu – 489

Tanya :
Apa derajat hadist berikut shahih ustadz?

“Barangsiapa yang bangun di pagi hari dan hanya dunia yang
dipikirkannya, sehingga seolah-
olah ia tidak melihat hak Allah
dalam dirinya maka Allah akan
menanamkan 4 penyakit dalam
dirinya :
1. Kebingungan yang tiada putus-
putusnya.
2. Kesibukan yang tidak pernah
ada ujungnya.
3. Kebutuhan yang tidak prnah
terpenuhi.
4. Keinginan yang tidak akan
tercapai.” (H.R. Imam Thabrani)

Jawab :
Ustadz Muhammad Wasitho, MA حفظه الله تعالى

Bismillah. Hadits tersebut derajatnya DHO’IF sebagaimana dinyatakan oleh Al-Fattani di dalam kitab Tadzkirotul Maudhuu’aat, bab Dzammu ad-Dunya wa al-Ghina illaa isti’faafan I/175 nomor hadits: 1362.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1293. Tradisi 4 Bulan Kehamilan

1293. BBG Al Ilmu – 307

Tanya :
Apakah tradisi 4 bulan ketika istri sedang hamil itu ada ? Apa saja Sunnah nya ketika istri sedang hamil ?

Jawab :
Ustadz Muhammad Wasitho, MA حفظه الله تعالى

Bismillah. Tidak ada amalan Khusus yang disyari’atkan dalam Islam ketika seorang Wanita Muslimah hamil.

Tradisi 4 bulan, 7 bulan dan semisalnya ketika seorang istri sedang hamil yang biasa dilakukan oleh sebagian kaum muslimin adalah bukan termasuk ajaran Islam. Maka kita wajib meninggalkannya karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai imam dan panutan kita yang terbaik dan paling sempurna tidak pernah melakukan tradisi seperti itu ketika istri beliau Khodijah radhiyallahu ‘anha hamil 4 bulan atau 7 bulan sebanyak 7 kali kehamilan.

Di dalam hadits yang shohih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
وخير الهدي هدي محمد

“Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Adapun amalan-amalan yang semestinya dikerjakan oleh wanita yang sedang hamil adalah sebagaimana amalan para wanita muslimah ketika hamil, yaitu:
» mengerjakan ibadah-ibadah wajib seperti sholat 5 waktu, memakai hijab syar’I ketika berada di luar rumah dan di hadapan selain mahromnya.

» Mentaati suami dalam kebaikan dan melayaninya dengan baik.

» Memperbanyak dzikirullah dan amalan-amalan sunnah seperti baca Al-Qur’an, tasbih, tahmid, takbir, istighfar, sholat sunnah, dsb.

» Bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya yang dianugerahkan kepadanya berupa kehamilan anak yang akan menjadi keturunannya yang sholih dan sholihah, in syaa Allah, yaitu dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.

» Memperbanyak doa kepada Allah agar diberi kesehatan, kekuatan, kemudahan dan keselamatan selama hamil hingga proses melahirkan kandungannya.

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan. Semoga mudah dipahami dan menjadi ilmu yang bermanfaat. Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Tak Akan Terkumpulkan…

Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Tidaklah akan terkumpulkan antara Ketergesaan dan Kesabaran, karena kesabaran mewujudkan tujuan, sementara ketergesaan (sikap terburu-buru) mewujudkan kegagalan dan keterbalikan. Allah berfirman :

فاصبر كما صبر أولوا العزم من الرسل ولا تستعجل لهم

“Bersabarlah (wahai Nabi) sebagaimana kesabaran para rasul ulul azmi dan janganlah engkau tergesa-gesa/terburu-buru bagi mereka (kaum mu)” (QS Al-Ahqoof : 35)

Sholatlah Di Masjid, Walaupun Anda Sudah Ketinggalan Jama’ah

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى

Karena Nabi -shollallohu alaihi wasallam- pernah bersabda:

“Barangsiapa telah berwudhu dan dia membaguskan wudhunya, kemudian dia pergi (ke masjid), tapi dia dapati orang-orang telah selesai melakukan sholat (berjama’ah); maka Allah azza wajall memberikan kepadanya pahala SEPERTI pahala orang yg melakukan sholat tersebut secara berjama’ah, tanpa berkurang sedikitpun dari pahala mereka”.

[Shohih Sunan Abi Dawud: 564].

Sungguh betapa luasnya rahmat dan karunia Allah.

Hadits di atas juga menunjukkan anjuran untuk berwudhu di rumah kita… Mungkin ini juga merupakan tuntunan yang kurang diperhatikan oleh orang-orang, padahal dengan menerapkan sunnah ini, kita dapat menghidupkan rumah dengan ibadah, dan meringankan beban kebutuhan air di masjid, wallohu a’lam.ً

Yang Berhak Dan Pantas Untuk Ditunggu-Tunggu

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Menunggu adalah pekerjaan yang sangat membosankan…. Terlebih lagi menunggu sesuatu yang tidak menarik….

Akan tetapi lain halnya jika menunggu sesuatu yang dicintai…. sesuatu yang dirindukan…. maka penungguan tersebut terasa ringan untuk dilakukan….

Tanyalah pada hati anda… Apakah anda sabar dalam menunggu tibanya waktu-waktu sholat? Apakah selalu terbetik dalam hati anda untuk memperhatikan jadwal waktu sholat? Ataukah sama sekali anda cuek dengan jadwal waktu sholat? Ataukah merasa berat dan malas tatkala mengetahui sebentar lagi tiba waktu sholat?

Tahukah anda bahwa menunggu waktu sholat berikutnya bernilai pahala di sisi Allah? Sungguh sholat adalah perkara yang pantas dan berhak untuk ditunggu-tunggu kedatangannya….

Sebesar mana perhatianmu terhadap waktu-waktu sholat, sebesar itulah kerinduanmu terhadap sholat, sebesar itulah kesabaranmu menunggu waktu sholat, sekadar itulah kekhusyuan yang akan kau raih dalam sholatmu.

1292. Bagaimana Cara Menagih Hutang Dalam Islam?

1292. BBG Al Ilmu

Tanya :
Ada teman saya yang pinjam uang dari saya, katanya mau dibalikkan, tapi tidak pernah dibalikkan. Apa saja cara yang boleh saya lakukan sesuai syari’at untuk menagih hutang tersebut ?

Jawab :
Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Menagih hutang selagi di dalam batasan yang wajar di bolehkan. Yang di larang adalah yang keluar dari norma dan akhlak karimah. Seperti intimidasi, dengan kekuatan fisik dst…..Jika ternyata secara kondisi betul betul tidak mampu melunasi, maka disana hendaknya diberikan kelonggaran dan penangguhan pembayaran. Sebagai mana firman Allah Ta`ala dalam surat Al-Baqarah : 280 , “Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Menebar Cahaya Sunnah