Kesenangan Dan Kebahagiaan Sudah Ditentukan Kadarnya

Banyak orang tidak menyadari bahwa kesenangan dan kebahagiaan di dunia merupakan nikmat yang diberikan Allah, yang tidak bisa ditambah atau dikurangi. Setiap orang punya bagiannya sendiri-sendiri. Apapun yang dilakukan manusia, ia takkan mampu meraih melebihi jatah yang diberikan Allah untuknya.

Oleh karenanya, carilah kebahagiaan dan kesenangan yang halal, sebagaimana engkau mencari harta yang halal, karena hasil akhirnya akan sama, tidak akan terkurangi maupun tertambahi. Ingat pula Sabda Nabi –shollallahu ‘alaihi wasallam-:

واعلم أن الأمة لو اجتمعت على أن ينفعوك بشيء لم ينفعوك إلا بشيء قد كتبه الله لك ولو اجتمعوا على أن يضروك بشيء لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك رفعت الأقلام وجفت الصحف

“Ketauhilah, bahwa apabila seluruh umat bersatu untuk memberikan KEMASLAHATAN kepadamu, mereka takkan mampu memberikannya, kecuali yang Allah telah tetapkan untukmu..

(Sebaliknya), seandainya mereka bersatu untuk menimpakan bahaya atasmu, mereka tidak akan mampu menimpakannya, kecuali yang Allah telah tetapkan atasmu. PENA-PENA sudah diangkat dan LEMBARAN-LEMBARAN sudah kering..” (HR. Tirmidzi, 2516, dishahihkan oleh Syaikh Albani)

Apabila seluruh umat tidak akan mampu menambahi satu kemaslahatan saja untuk kita, apalagi jika yang berusaha menambahinya hanya kita sendiri, atau segelintir orang saja. Dan termasuk diantara kemaslahatan tersebut adalah kesenangan dan kebahagiaan.

Inilah diantara buah manis dari iman kita kepada takdir Allah ‘Azza wajalla.

Ditulis oleh
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى.

1120. Lupa Niat

1120. BBG Al Ilmu

Tanya:
Jika seseorang safar, kemudian ikut jama’ah safar sebagai makmum, dia lupa niat pertama zuhur 4 rakaat, kemudian ternyata imam safar sholat 2 rakaat dan salam, dia pun ikut salam dengan meniatkan shalat jama qashar (niatnya kemudian, karena lupa dalam perjalanan) sah kah shalatnya ? Maksudnya, niat qasharnya bukan di awal sholat berjamaa’ah namun pada akhir sholatnya.

Jawab:
Ust. Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, حفظه الله تعالى

Niatnya harus dari awal. Shalatnya harus diulangi.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

1119. Dalil Puasa Sya’ban

1119. BBG Al Ilmu

Tanya:
Apakah ada dalil untuk puasa sya’ban ?

Jawab:
Ada beberapa hadis shahih yang menunjukkan anjuran memperbanyak puasa sunnah selama bulan Sya’ban.

Di antara hadis tersebut adalah:

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan (yang artinya):

“Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, ‘Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Aisyah mengatakan (yang artinya):

“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (H.R. Al Bukhari dan Msulim)

Aisyah mengatakan (yang artinya):

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan perhatian terhadap hilal bulan Sya’ban, tidak sebagaimana perhatian beliau terhadap bulan-bulan yang lain. Kemudian beliau berpuasa ketika melihat hilal Ramadhan. Jika hilal tidak kelihatan, beliau genapkan Sya’ban sampai 30 hari.” (HR. Ahmad, Abu Daud, An Nasa’i dan sanad-nya disahihkan Syaikh Syu’aib Al Arnauth)

Ummu Salamah radhiallahu ‘anha mengatakan (yang artinya):

“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam belum pernah puasa satu bulan penuh selain Sya’ban, kemudian beliau sambung dengan Ramadhan.” (HR. An Nasa’i dan disahihkan Al Albani)

Hadis-hadis di atas merupakan dalil keutamaan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, melebihi puasa di bulan lainnya.

والله أعلم بالصواب
Ref:
http://www.konsultasisyariah.com/amalan-sunah-ketika-syaban/#

– – – – – •(*)•- – – – –

1118. Hukum Memajang Kaligrafi Di Dinding Rumah

1118. BBG Al Ilmu

Tanya:
Apa hukum memajang ayat-ayat Al-Qur’an/kaligrafi di dinding rumah ?

Jawab:
Syekh Shalih Al-Fauzan menjawab, “Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan al-Quran sebagai petunjuk, cahaya, dan obat bagi yang ada di dalam hati. Dia juga menurunkannya untuk dibaca, di-tadabburi (dipahami maknanya), diamalkan, dan mencari cahaya dengan petunjuknya serta menjadikannya Imam dan pemimpin menuju Allah dan surga-Nya.

Al-Quran adalah hujjah Allah bagi hamba-Nya sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Al-Quran adalah hujjah (pembela) bagimu atau penghujatmu.‘ Jika engkau berpegang teguh dan mengamalkannya maka jadilah ia pembelamu yaitu menunjukimu ke surga. Namun, jika engkau berpaling darinya maka ia akan menghujatmu yaitu melemparkanmu ke neraka.

Adapun menulisnya dalam pajangan atau menggantungkannya di dinding, maka hal ini tidak diperbolehkan sebab akan menghina al-Quran, karena mungkin saja tempat digantungkannya itu ada sesuatu yang maksiat atau fasik. Bisa jadi, pajangan tersebut jatuh sehingga diinjak dan dirusak oleh penghuni rumah yang tidak mengindahkan al-Quran. Kadang-kadang ditulis dalam bentuk ukiran dengan maksud hanya sebagai pemandangan saja.

Intinya, al-Quran wajib dijaga dari hal-hal yang sia-sia ini dan tidaklah para salaf melakukannya. al-Quran diturunkan bukan untuk ditulis di dinding melainkan untuk ditulis di hati dan nampak pengaruhnya dalam amalan-amalan dan gerak-gerik keseharian.” (Al-Muntaqa: 2/77).

والله أعلم بالصواب
Ref:
http://www.konsultasisyariah.com/pajangan-tulisan-allah-%D8%A7%D9%8E%D9%84%D9%84%D9%87%D9%8F-dan-muhammad-%D9%85%D9%8F%D8%AD%D9%8E%D9%85%D9%91%D9%8E%D8%AF%D9%8C-di-dinding/#

– – – – – •(*)•- – – – –

1117. Halalkah Hasil Usaha Yang Melanggar Perjanjian ?

1117. BBG Al Ilmu

Tanya:
Orang tua ana menjadi pangkalan gas elpiji 3kg, dan tabung elpiji 3kg nya lumayan banyak, dan kita ketahui sekarang dimana-mana jual elpiji tersebut, nah karena ini, orang tua saya menjual gas tersebut di desa tempat kakak saya tinggal, tetapi didaerah sana juga ada pangkalan yang menjual elpiji tersebut, sedangkan kami tinggal dikota, dan daerah masing-masing sudah ada yang menyalurkan elpiji tersebut, jadi intinya menyalurkan elpiji di daerah lain, yang jika ketahuan pertamina bisa akan di cabut pangkalan tersebut. Nah apakah perdagangan ini sah? Apakah hasil nya halal?

Jawab:
Ust. M Abduh Tuasikal حفظه الله تعالى

Perdagangan tersebut tidak boleh karena menyelisihi perjanjian padahal setiap muslim mesti memenuhi janji yang telah ia sepakati.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

1116. Sikap Terhadap Suami Yang Tidak Memberi Nafkah

1116. BBG Al Ilmu – 397

Tanya:
Bagaimana menyikapi suami yang tidak memberi nafkah ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Wanita berhak untuk mendapatkan nafkah walaupun dengan cara mengambil harta suami tanpa sepengetahuan suami. Ini di boleh kan sebagaimana sabda Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam , “ambil harta suami mu, untuk nafkah diri mu, dan anak anak mu, secukupnya”.

Hal ini di lakukan jikalau ia sudah meminta dengan cara yang baik tetapi di abaikan.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

Bagi Yang Bersedekah…

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, حفظه الله تعالى

Jika engkau bersedekah pada orang fakir, maka jangan engkau menilai bahwa engkau yang mulia sedangkan ia yang butuh.

Kalian berdua sebenarnya adalah orang yang butuh.

Namun hajatnya dia (orang fakir itu-pen) ada padamu….
Sedangkan hajatmu ada pada Allah…

@DrHamad_AlTuwaj

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Perangai Palsu

Ustadz Aan Chandra Thalib حفظه الله تعالى

Sahabat…

Hari ini kita selalu dihadapkan dengan dunia yang berlumur gincu dan menyatu dalam perangai-perangai palsu. Nyaris tak ada keaslian. Kepintaran masa kini selalu saja melahirkan eksperimen-eksperimen baru tentang keindahan. Semua carapun ditempuh, dimulai dengan pemaknaan yang sering dipaksakan, atau imajinasi-imajinasi keindahan yang liar dan ilusif. Perlahan-lahan semua mengarah secara masif ataupun personal pada fase hidup yang menyukai kepalsuan.

Keadaan semakin keruh ketika sebagian orang mengejar ke’aku’annya dalam pujian-pujian manusia atas apa yang tak pernah diraihnya. Bersikaplah jujur dan apa adanya.

Karena kesederhanaan hidup adalah sebuah pilihan.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Nasehat Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad, حفظه الله تعالى

Ustadz Aan Chandra Thalib حفظه الله تعالى

Penanya:
Wahai Syaikh.. Dinegeri kami banyak tersebar bid’ah dan tashawwuf. Bila hari raya tiba sebagian saudara kami dari ahlussunnah tidak ikut bersenang-senang sebagaimana yang lain. Mereka sibuk dengan menyelenggarakan dauroh ini dan itu, ceramah ini dan itu untuk memanfaatkan momen. Apakah ini dibenarkan wahai Syekh…?

Syaikh:
Hal itu tidak seharusnya dilakukan.

Penanya:
Berarti mereka itu termasuk mubta’di (ahli bid’ah)…??

Syaikh:
Apakah semua harus dihukumi dengan bid’ah..?? Katakan bahwa hal tersebut tidak layak dilakukan dihari ied, katakan juga bahwa tidak ada sunnah yg menunjukkan hal tersebut.

Aku nasehatkan (ditempat seperti itu) tinggalkan kebiasaan, sedikit-sedikit bid’ah, sedikit-sedikit bid’ah.

Tinggalkan dan jauhi istilah bid’ah itu. Katakan bahwa hal tersebut tidak ada contohnya. Hal tersebut juga tidak selayaknya dilakukan pada hari ied.

Jangan bermudah-mudah dalam memvonis bid’ah.”

Penanya:
Terima kasih Syaikh, ahsanallahu ilaikum.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Mereka Akan Menjadi Saksi

Janganlah engkau memusuhi syaitan tatkala di hadapan manusia, namun engkau menjadi sahabatnya tatkala bersendirian.

Tatkala engkau menutup pintu kamar, lalu menengok ke kanan dan ke kiri untuk memastikan tidak ada orang yang melihatmu, tatkala itu ingatlah :

1)  Allah Maha Melihat dan Mendengar..

2)  Jangankan gerakan tubuhmu, bahkan lirikan dan jelalatan matamu diketahui oleh Allah bahkan telah dicatat oleh Allah sebelum engkau mengedip matamu, bahkan isi hatimu diketahui oleh Allah..

3)  Allah mengadakan pengawasan yang ketat dengan menugaskan para malaikat untuk mencatat segala gerak-gerikmu. Bahkan malaikat Raqib dan ‘Atid senantiasa menyertaimu..

4)  Bukan hanya buku catatan amalanmu yang akan menjadi saksi kelak pada hari kiamat, bahkan tanganmu dan kakimu akan menjadi saksi, sementara mulutmu ditutup, maka bagaimana engkau bisa membela dirimu..?

5) Bahkan kulitmu akan berbicara membeberkan aib-aibmu yang kau lakukan tatkala bersendirian …

6) Demikian juga bumi tempat pijakmu tatkala engkau bermaksiat akan ikut pula menjadi saksi …

7)  Lantas bagaimana lagi jika ternyata yang memaparkan files aib-aibmu dan yang akan mengadilimu adalah Allah..

8)  Lantas bagaimana lagi jika pengumbaran aib-aibmu ternyata di hadapan khalayak ramai, di hadapan kedua orang tuamu, istrimu, anak-anakmu, para sahabatmu, & murid-muridmu yang selama ini hanya mengenal penampilanmu sebagai orang baik di hadapan mereka..?

Ya Allah anugrahkanlah kepada kami rasa khosyah kepada-Mu tatkala kami bersendirian.

Ditulis oleh,
Ustadz Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

 

Menebar Cahaya Sunnah