Ilmu Sebelum Berbicara Dan Beramal

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله تعالى

Dalam kitab shahihnya, Imam Bukhari mengatakan:

بَابٌ العِلمُ قَبلَ القَولِ وَالعَمَلِ
 
“Bab: Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan”

(Shahih al-Bukhari, kitab: al-Ilmu, bab al ilmu qabla al-qoul wa al amal)
 
Ucapan Imam Bukhari ini telah mendapatkan perhatian khusus dari para ulama. Karena itu, perkataan beliau ini banyak dikutip oleh para ulama setelahnya dalam buku-buku  mereka. Imam Bukhari berdalil dengan firman Allah:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغفِرْ لِذَنبِكَ
 
“Ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mintalah ampunan untuk dosamu” (QS. Muhammad: 19)
 
Di ayat ini, Allah memulai perintahnya dengan: “ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah”, yang ini merupakan perintah untuk mencari ilmu. Kemudian Allah sebutkan amal yang sangat penting yaitu istighfar, sebagaimana Allah sebutkan di lanjutan ayat, yang artinya: “….mintalah ampunan untuk dosamu.”. Ketika menjelaskan hadis ini, al-Hafidz al-Aini dalam kitab syarh shahih Bukhari mengutip perkataan Ibnul Munayir berikut:
 
Yang Beliau maksudkan bahwasanya ilmu adalah syarat sah ucapan dan perbuatan.

Ucapan dan perbuatan tidak akan dinilai kecuali dengan ilmu. Oleh sebab itu, ilmu didahulukan sebelum ucapan dan perbuatan. Karena ilmu yang akan men-sahkan niat, dan niat adalah yang men-sahkan amal. (Umdatu al-Qori, Syarh Shahih Bukhari, al-Hafidz al-Aini, jilid 2, hal. 476).

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Jangan Berputus Asa Dalam Mendidik Anak

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Terkadang seorang orangtua sudah berusaha semaksimal mungkin dalam mendidik anak.. namun qodarullah sang anak tidak sesuai harapan..

Solusinya adalah.. banyak berdoa.. dan jangan putus asa mendidiknya..

Mendidik bukanlah dengan kekerasan.. tapi juga bukan setiap permintaannya dituruti.. dan berilah dia rasa tanggung jawab apa yang telah diberikan oleh orangtua kepadanya.. dengan cara memperlihatkan begitu berat seorang ayah dalam mencari nafkah..

Jangan mendidiknya dengan cara sim salabim abrah gedabrah segala yang diingini menjadi kun fayakun terwujud.

Berikan pengertian tentang rasa tanggung jawab dan amanah..
Semoga tulisan ini membantu orangtua yang sedang galau..

Salam istirahat dari Abine riyadl..
Monggo saling mendoakan untuk kebaikan anak kita..

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Keutamaan Membebaskan Hutang Orang Yang Dalam Kesulitan

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Tentunya dalam kehidupan nyata manusia tidak dapat terlepas dengan yang namanya hutang piutang, walaupun islam sangat keras bagi orang yang bermudah-mudahan dalam berhutang, namun tidak semua orang bisa terhindar dari hutang, karena kesulitan dan kemiskinannya.

نسأل الله العافية والسلامة

“Dan bagi yang berhutang, hendaklah berniat dengan sungguh sungguh agar bisa melunasinya.”

Dan bagi yang memberikan pinjaman hutang, hendaklah memberi kemudahan bagi orang yang berhutang padanya. Atau membebaskannya apabila yang berhutang dalam kesulitan, karean ada keutamaan dan pahala besar yang akan diberikan oleh Allah Ta’ala.

قال صلى الله عليه و سلم: « من سره أن ينجيه الله من كَرْبِ يوم القيامة، فلينفس عن معسر، أو يضع عنه » (رواه مسلم)

Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: “Barang siapa yang senang diselamatkan Allah dari kesulitan pada hari kiamat maka hendaklah ia memudahkan orang yang kesulitan (bayar utang) atau membebaskan hutangnya”. (HR.Muslim).

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (كان تاجر يداين الناس، فإذا رأى معسراً قال لفتيانه تجاوزوا عنه لعل الله أن يتجاوز عنا، فتجاوز الله عنه). متفق عليه

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: ”Ada seorang pedagang yang memberikan pinjaman kepada manusia, maka jika ia melihat orangnya kesulitan, ia berkata kepada pelayannya: bebaskanlah ia, semoga Allah membebaskan kita (dari dosa-dosa dan adzab, maka Allahpun membebaskannya”. (Muttafaq ‘alaih)

 Ditulis oleh Ustadz Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

View

CORONAVIRUS(nCOV)/ MERS-CoV

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Asy Syaikh Abdurrozaq Al Badr hafidzahullah

Banyak dijumpai pada majlis para manusia pada akhir-akhir ini pembicaraan tentang suatu penyakit yang meresahkan dan menakutkan dari tersebarnya wabah ini, antara canda dan nasehat serta banyak motif niat mereka dalam memperbincangkan akan hal ini.

Yang menjadi kewajiban bagi seorang muslim pada setiap keadaan dan waktu, termasuk tatkala munculnya suatu kejadian dan musibah hendaknya ia bertakwa dan berpegang teguh kepada Allah Ta’ala, dan sebaiknya niatan dalam berbicara, berdiskusi untuk menanggulangi akar masalah sesuatu hendaknya dibangun di atas asas yang syar’i, pondasi yang dilandasi diatas khouf (rasa takut) kepada Allah Ta’ala dan muroqobah (pengawasan) -Nya.

Di sini ada enam point yang berkaitan tentang kejadian ini, yang akan memberikan gambaran bagi kehidupan manusia di hari-hari yang dirasa amat penting ini:

1.      Kewajiban bagi seorang muslim hendaknya dalam segala keadaannya berpegang teguh kepada Allah Ta’ala, bertawakal, berkeyakinan bahwa segala perkara semuanya di atas kuasa Allah, sebagaimana difirmankan,
‫‫

‪    ‬مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ‪        ‬‬‬

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”  (QS.At-Taghabun: 11)

Segala urusan berada pada gengaman tangan Allah semata, sesuai pengaturan dan penakdiran-Nya, jika Allah berkehendak pasti terjadi, dan apapun yang tidak dikehendaki Nya tidak akan pernah terjadi, tiada sesuatu penjagaan kecuali hanya datang dari Allah semata, sebagaimana difirmankan,

Baca selengkapnya di :
http://rochmadsupriyadi.blogspot.com/2014/05/coronavirusncov-mers-cov.html?m=1

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

View

Doa Untuk Ibu

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله تعالى

ربيّ لاتذر بعين آمي دمعآ غير دمع آلفرح وهب لهآ سعادهَ لآ تغآدر تفآصيل آيامها ابدآ

“Yaa Rabbii…(kami memohon kepada-Mu) Jangan Engkau biarkan air mata yang menetes (keluar) dari mata IBU ku, melainkan air mata kebahagiaan,,, dan karuniakanlah kepada beliau kebahagiaan yang selalu menghiasi hari-harinya ….”

“Yaa ALLAH jagalah mereka kedua orang tua kami, peliharalah mereka dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami ketika kami kecil.”

Sungguh sangat meruginya dan tercelanya seorang anak yang menyia-nyiakan kedua orang tuanya ketika masih hidup terutama terhadap ibunya!!!

Bersabarlah dengan keadaan mereka, sebagaimana mereka telah berlaku sabar dan penuh kasing sayang ketika dirimu masih kecil!!

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Jangan Engkau Sakiti Kedua Orang Tuamu

Ustadz Ferry Nasution, حفظه الله تعالى

Wahai saudara-saudariku…
Lihatlah keadaan orang tuamu saat ini…

Perhatikanlah raut wajahnya yang sudah mulai berkeriput…
Yang sudah mulai melemah…
Yang saat ini sangat membutuhkan perhatian yang besar dari mu…
Bersegeralah berbuat baik, raihlah syurga dengan berbuat baik padanya…

Jangan engkau kasari mereka!
Jangan engkau bentak mereka!

Padahal ALLAH telah melarangmu berkata “ah” dan ALLAH mencelamu dgn celaan yang sangat lembut.

Tanyakanlah kabar tentang mereka…
Tentang kesehatan mereka…
Ringankanlah segera beban kehidupan mereka…
Dan jangan sekali-kali engkau perhitungan mengenai harta dengannya…

Wahai saudara-saudariku…
Berikanlah kabar yang menyenangkan hati mereka..

Jangan memberikan kabar yang dapat membuat hatinya sedih…

Serta doakanlah selalu mereka diatas kebaikan…

Sayangilah mereka, dan jangan engkau kasari mereka…
Dan jangan sekali-kali engkau membuat dia menangis dengan sebab perilaku kasarmu kepadanya…

Camkanlah hadits yang mulia berikut ini!
Nabi yang mulia pernah bersabda dari jalan abdullah bin amr: “seseorang mendatangi rasulullah dan lalu berkata: “aku mendatangimu untuk berbaiat utk hijrah dan aku tinggalkan ke dua orang tuaku dalam keadaan menangis “Rasulullah bersabda: “kembalilah kamu kepada keduanya, dan buatlah mereka tertawa sebagaimana membuatnya menangis.
Riwayat an-nasai , abu dawud 2166 ibnu majah 2772

Semoga ALLAH memudahkanku dan dirimu saudaraku utk berbuat baik kepada kedua orangtua kita terutama ibunda kita…
Mari kesempatan bagi kita untuk meraih syurga dgn berbakti kepda keduaorang tua kita…

Semoga memberikan manfaat!

Ditulis oleh Akhukum Ustaadz Ahmad Ferry Nasution Lc.

View

Syari’at Khitan

Ust. Abdussalam Busyro, حفظه الله تعالى

Sunah fitrah ada 5, yaitu:
1.Khitan.

2.Mencukur bulu kemaluan.

3.Memotong kumis.

4.Memotong kuku.

5.Mencabut bulu ketiak.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Bukhori Muslim dari jalan Abu Hurairah dari Abu Ayyub beliau berkata, Rosul صلى الله عليه وسلم bersabda ada empat perkara yang merupakan sunah para rosul ‘khitan, memakai minyak wangi, memakai siwak & menikah’ (HR.Turmudzi dan Ahmad)

Salah satu diantara perhatian islam adalah Khitan, bahkan jika seseorang masuk islam & dia sudah berusia maka dia mempunyai kewajiban selain mandi adalah Berkhitan.

Oleh karena itu para ulama berpendapat bahwasanya khitan merupakan perkara wajib, karena merupakan syiar agama.

Imam Al-khottobi berkata ‘Adapun khitan sekalipun tercantum dalam sunah-sunah akan tetapi kebanyakan para ulama mengatakan ‘wajib khitan’ karena itu merupakan syiar agama & dengannya pula yang membedakan muslim dengan kafir, beliau juga mengatakan ‘jika ditemukan jenazah yang berkhitan & tidak berkhitan maka yang berkhitan disholatkan & dimakamkan di pemakaman kaum muslimin.”

Bukhori Muslim meriwayatkan bahwasanya Ibrahim alaihissalam khitan, beliau berumur 80 tahun.

Di dalam riwayat lain dikatakan bahwasanya Ibrahim alaihissalam adalah:

1.Orang yang pertama kali memuliakan tamu

2.Orang yang pertama kali memakai celana

3.Orang yang pertama kali khitan

Syari’at khitan selanjutnya juga berlaku pada rosul-rosul & pengikutnya sampai rosul صلى الله عليه وسلم diutus, sesungguhnya khitan merupakan sunah para nabi.

(Dikutip dari Manhajuttabiyyah An Nabawiyyah Littifli, karya Muhammad Nur Bin Abdul Khafidz Suweed)

Semoga bermanfaat»

 Ústadz Abdussalam Busyro حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Niscaya Allah Akan Membayarkan Hutangmu

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosulullah. Amma ba’du!

Dari Abu Wail berkata: “Ada seorang (budak) laki-laki datang kepada Ali bin Abi Tholib ~rodhiyallahu ‘anhu~, ia berkata, “Wahai amirul mukminin, saya tidak mampu melunasi uang syarat pembebasan saya, maka bantulah saya!”

Mendengar hal itu, Ali bin Abi Thalib ~rodhiyallahu ‘anhu~ berkata, “Maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang telah diajarkan Rosulullah ~shollallahu ‘alaihi wa sallam~ kepadaku. Dengan do’a itu, seandainya engkau memiliki hutang sebesar gunung Shobir niscaya Allah akan membayarkan hutangmu.

Ucapkanlah :

اللهُمَّ اكْفِنِي بِحَلالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allahummak-finii bihalaalika ‘an haroomika, wa aghniinii bi fadhlika ‘amman siwaaka

“Ya Allah, cukupilah aku dengan rizki-Mu yang halal sehingga aku terhindar dari rizki yang haram dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak membutuhkan selain-Mu.”

[HR. Tirmidzi no. 3563, Ahmad no. 1319 dan Al-Hakim no. 1973 ~rohimuhumullah~. Hadits ini dihasankan Syaikh Al Albani ~rohimahullah~ dalam Shohiihut Targhiib wat Tarhiib no. 1820]

Semoga bermanfaat..

Wa shollallahu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Lantas, Apa Gunanya Orang Beramal ?

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah, wa ba’du !

Saudaraku seislam yang saya muliakan, semoga Allah Ta’ala memberikan kepada kita kefahaman dan manfaat dari hadits Nabi kita berikut :

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُعْرَفُ أَهْلُ الْجَنَّةِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَلِمَ يَعْمَلُ الْعَامِلُونَ قَالَ كُلٌّ يَعْمَلُ لِمَا خُلِقَ لَهُ أَوْ لِمَا يُسِّرَ لَهُ
‬‬

Dari Imran bin Hushain ~rodhiyallohu ‘anhu~ berkata; ‘ada seorang laki-laki mengatakan; ‘Wahai Rosulullah, apakah penghuni surga dan penghuni neraka telah diketahui? ‘ ‘Iya’ jawab Nabi ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~’. Orang tadi bertanya lagi; ‘lantas apa gunanya orang beramal? ‘ Nabi menjawab; “setiap orang beramal sesuai dengan untuk apa ia diciptakannya, -atau- kepada yang dimudahkan baginya.” [HSR. Bukhori dalam shohihnya no. 6107]

Saudaraku, renungilah hadits yang mulia ini..perhatikanlah kesibukan dan amalan kita selama ini. Kemanakah ia menuju?

Jika apa yang kita lakukan selama ini sesuai tuntunan Allah dan Rosul-Nya maka bersyukur dan istiqomahlah. Mohonlah keteguhan dan akhir kesudahan yang baik. Mudah2an semua itu tanda bahwa kita diciptakan sebagai penghuni Surga-Nya. Namun janganlah kita merasa bangga dan merasa aman dari ketergelinciran. Begitu pula sebaliknya. Jika selama ini kita lalai dan mendurhakai-Nya, janganlah berputus asa dari rahmat-Nya. Bergegaslah untuk bertaubat dan memperbaiki diri, mudah2an kita dipilih Allah untuk selamat dunia-akhirat.

‫اللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ‬

“Allahumma ahsin ‘aaqibatanaa fil umuuri kullihaa, wa ajirnaa min khizyid dunyaa wa ‘adzaabil akhiroh.”

Ya Allah, perbaguslah akhir urusan kami seluruhnya dan selamatkanlah kami dari kehinaan di dunia dan dari siksa akhirat

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad.

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Iman Melahirkan Husnuzon Kepada Allah

Ust. Syariful Mahyar Lubis, حفظه الله تعالى

Allah berfirman:
وَأَوْحَيْنَا إِلَٰئ أُمِّ مُوسى أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي ۖ …

“Dan kami wahyukan kepada bunda Musa: susuilah ia, JIKA ENGKAU KAWATIR ATAS KESELAMATANNYA, MAKA BUANGLAH IA KESUNGAI, dan janganlah takut dan gelisah… (Qs alqoshos 7)

Sahabat…. Ketetapan dan taqdir tidak selalu memberikan jawaban yang logis, maka manusia hanya menjalaninya dengan iman, bukan dengan logika apalagi perasaan.

Iman inilah yang melahirkan husnuzon kepada Allah, sehingga sebuah ujian lebih terasa ringan, sehingga muncul sikap sabar dan ridho.

Ust. Syariful Mahyar Lubis, حفظه الله تعالى

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Menebar Cahaya Sunnah