987. Bekerja Dengan Wanita Non-Mahram

987. BBG Al Ilmu – 441

Tanya:
Ana seorang suami, bagaimana jika di dalam pekerjaan ana sebagai driver bus pariwisata yang terikat tugas, ketika harus membawa tamu keluar kota dalam beberapa hari dimana ana pun harus terikat bekerja sama dengan wanita pemandu wisata selama perjalanan itu mengingat ana dengan wanita pemandu itu pernah ada saling menaruh hati/pacaran sebelumnya. Apa yang harus ana lakukan dan apa bila dilanjutkan pekerjaan ini (sebagai driver bis dan sering berinteraksi dengan wanita pemandu) apa hukumnya penghasilan dari pekerjaan itu ustadz ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Penghasilan yang anda dapat adalah halal, akan tetapi yang berdosa adalah hubungan/perasaan hati anda kepada wanita yang tidak halal bagi anda. Hendaknya menjauh, karena efek dari ikhthilat / campur adalah seperti yang anda rasakan. Hendaknya anda bisa menjaga diri, membentengi hati, semoga di mudahkan Allah.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

Tiada Hari Tanpa Do’a

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Banyak berdoa adalah sebab datangnya ampunan. Seorang hamba menyadari kefaqiran dirinya dihadapan Rabb pemilik Alam Raya. Diapun merasa butuh kepada Allah. Semakin hamba banyak berdoa, Allah semakin cinta. Sebaliknya, semakin hamba enggan untuk berdoa, Allahpun semakin murka.

Sepantasnya seorang muslim lebih semangat berdoa melebihi semangat dikabulkannya doa itu sendiri. Dia terus berdoa dan berdoa. Ia puji Allah manakala doanya terkabulkan. Dan manakala Allah belum mengabulkan doanya, iapun terus berdoa dan tak kenal putus asa.

Tidak ada doa yang sia-sia. Disaat seseorang berdoa namun belum Allah kabulkan, maka ingatlah bahwa Allah maha Adil dan maha Tahu yang terbaik bagi hambanya.

Ada tiga keadaan orang yang berdoa. Allah berikan apa yang dia minta atau Allah simpan doanya di surga  atau Allah selamatkan dia dari mara bahaya.

Lantas, masihkah kita enggan berdoa ?  Simak penjelasan Ust Abu Yahya Badrusalam,Lc.

Klik:
http://salamdakwah.com/videos-detail/seri-arbain-annawawiyah-hadits-42.html

– – – – – •(*)•- – – – –

Ringkasan Fiqih Islam: Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله تعالى

Beriman kepada kitab-kitab, yaitu membenarkan dengan mantap bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah menurunkan kitab-kitab kepada nabi-nabi dan rasul-rasul-Nya sebagai petunjuk untuk hamba-hamba-Nya. Kitab-kitab tersebut berasal dari kalam-Nya secara hakekat.

Dan sesungguhnya apa yang dikandungnya adalah benar, tidak ada keraguan di dalamnya. Di antaranya ada yang Allah subhanahu wa ta’ala  sebutkan namanya di dalam Kitab-Nya, dan di antaranya ada yang tidak mengetahui nama dan jumlahnya selain Allah subhanahu wa ta’ala.

Jumlah kitab-kitab samawiyah yang disebutkan di dalam al-Qur`an:

Allah subhanahu wa ta’ala  menjelaskan di dalam al-Qur`an bahwa Dia telah menurunkan kitab-kitab berikut ini:

Shuhuf (lembaran-lembaran) Ibrahim as.
At-Taurat: Yaitu kitab yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala  kepada Musa as.
Az-Zabur : Yaitu kitab yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala  kepada Daud as.
Al-Injil : Yaitu kitab yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala  kepada Isa as.
Al-Qur`an: Yaitu kitab yang diturunkan oleh Allah  subhanahu wa ta’ala kepada Muhammad shalallahu alaihi wa sallam  untuk semua manusia.
Hukum beriman dan beramal dengan kitab-kitab samawiyah yang telah lalu:

Kita percaya bahwa Allah subhanahu wa ta’ala  telah menurunkan kitab-kitab ini, membenarkan yang shahih dari berita-beritanya seperti berita-berita al-Qur`an, dan berita-berita yang belum diganti atau dirubah dari kitab-kitab terdahulu. Kita mengamalkan hukum-hukum yang belum dinasakh darinya disertai ridha dan berserah diri. Dan apa-apa yang tidak kita ketahui namanya dari kitab-kitab samawiyah, kita beriman dengannya secara umum.

Semua kitab-kitab terdahulu seperti Taurat, Injil dan Zabur dan selainnya sudah dinasakh dengan al-Qur`an al-’Azhim, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala :

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ

Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah subhanahu wa ta’ala  turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. (QS. Al-Maidah:48)

Apa yang ada di tangan Ahli Kitab yang dinamakan Taurat dan Injil, tidak benar menyandarkan semuanya kepada Nabi-Nabi Allah subhanahu wa ta’ala  dan Rasul-rasul-Nya. Telah terjadi penyimpangan dan perubahan dalam keduanya, seperti mereka menyandarkan anak kepada Allah subhanahu wa ta’ala , kaum Nashrani menjadikan Isa ‘alaihissalam sebagai tuhan, memberi sifat kepada al-Khaliq dengan sifat yang tidak pantas dengan kebesaran-Nya, menuduh para nabi, dan semisal yang demikian itu. Maka wajib menolak semua itu dan tidak beriman kecuali dengan apa yang datang pembenarannya di dalam Al-Qur`an atau sunnah(Al-Hadits).

Apabila Ahli Kitab menceritakan kepada kita, maka janganlah kita membenarkan dan jangan pula mendustakan mereka. Dan kita berkata: Kami beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala , kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. Jika yang mereka katakan adalah benar, kita tidak mendustakan mereka. Dan jika yang mereka katakan adalah batil, kita tidak membenarkan mereka.

Hukum beriman dan mengamalkan al-Qur`an al-Karim:

Al-Qur`an al-Karim yang telah diturunkan Allah subhanahu wa ta’ala  kepada penutup dan paling utama dari para rasul, Muhammad shalallahu alaihi wa sallam adalah penutup kitab samawi, paling agung, paling sempurna, paling bijaksana. Allah subhanahu wa ta’ala  menurunkannya sebagai penjelas bagi segala sesuatu, petunjuk dan rahmat bagi semesta alam.

Ia adalah kitab paling utama. Malaikat paling utama, Jibril ‘alaihissalam turun dengannya kepada makhluk paling utama yaitu Muhammad shalallahu alaihi wa sallam, kepada umat paling utama yang dikeluarkan untuk manusia, dengan bahasa paling utama dan paling fasih, yaitu bahasa Arab yang jelas. Setiap orang wajib beriman dengannya, mengamalkan hukum-hukum-Nya, beradab dengan adab-adabnya. Allah subhanahu wa ta’ala  tidak menerima amal ibadah dengan selainnya setelah turunnya (al-Qur`an) yang Allah subhanahu wa ta’ala  memberi jaminan terpeliharanya. Maka, ia terpelihara dari penyimpangan dan perubahan, dan dari tambahan dan kekurangan.

1. Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al-Hijr:9)

 2. Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (192) نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ (195)

Dan sesungguhnya al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, * dengan bahasa Arab yang jelas. (QS. Asy-Syu’araa:192- 195)

Kandungan-kandungan ayat-ayat al-Qur`an:

Ayat-ayat al-Qur`an mengandung penjelasan segala sesuatu, yaitu berita atau tuntutan. Dan berita terbagi dua;

1. Berita tentang al-Khaliq (Sang Maha Pencipta), nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, perbuatan-perbuatan-Nya, dan perkataan-perkataan-Nya, yaitu Allah subhanahu wa ta’ala .

2. Berita tentang makhluk, seperti langit dan bumi, arsy dan kursi, manusia dan binatang, benda padat dan tumbuhan, surga dan neraka. Berita para nabi dan rasul serta para pengikut dan musuh mereka, dan balasan setiap golongan dan yang semisal dengan itu.

Tuntutan terbagi dua:

1. Perintah hanya menyembah Allah subhanahu wa ta’ala  saja, taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala  dan rasul-Nya, melaksanakan apa yang diperintahkan Allah subhanahu wa ta’ala , seperti shalat, puasa, dan subhanahu wa ta’alaperintah-perintah Allah subhanahu wa ta’ala  yang lain.

2. Larangan dari menyekutukan Allah subhanahu wa ta’ala , peringatan dari apa-apa yang diharamkan Allah subhanahu wa ta’ala , seperti riba, perbuatan-perbuatan keji, dan larangan-larangan Allah subhanahu wa ta’ala  lainnya.

Bagi Allah subhanahu wa ta’ala puji dan syukur, untuk-Nya nikmat dan karunia, di mana Dia telah mengutus kepada kita Rasul paling utama dan menurunkan kepada kitab-Nya yang paling utama, serta menjadikan kita umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia:

1. Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ

Allah subhanahu wa ta’ala  telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) al-Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Rabbnya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka diwaktu mengingat Allah subhanahu wa ta’ala . Itulah petunjuk Allah subhanahu wa ta’ala , dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya.Dan barangsiapa yang disesatkan Allah subhanahu wa ta’ala , maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya. (QS. Az-Zumar:23)

2. Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آَيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Sungguh Allah subhanahu wa ta’ala  telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah subhanahu wa ta’ala mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah subhanahu wa ta’ala , membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi shalallahu alaihi wa sallam) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. Ali ‘Imraan:164)

Copas dari:
http://klikuk.com/ringkasan-fikih-islam-beriman-kepada-kitab-kitab-allah/

– – – – – •(*)•- – – – –

Ciri-Ciri Agama Syi’ah

Ust. Elvi Syam, حفظه الله تعالى

Jika ada orang datang kepada anda dan bicara mengenai beberapa perkara ini;

■ Mengagungkan Saidina Ali melebihi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam

■ Mengagungkan Saidina Hussain
berlebihan

■ Menyalahkan Muawiyah tanpa
melihat siapa yang membawa fitnah

■ Mengatakan Al Quran yang ada tak lengkap

■ Mengatakan Imam al Bukhari dan Muslim hadisnya palsu & penipu

■ Menyalahkan sahabat dan
mengkafirkan sahabat Nabi
Shallallahu ‘alaihi Wa sallam

■ Mengagungkan imam-imam 12
mereka dan mengatakan ada 12 imam Al Mahdi

■ Al Mahdi dari kalangan mereka dan mereka pengikut Al Mahdi (Ansar Imam Mahdi)

■ Bercerita tentang ahlul bait dan
mazhab ahlul bait

■ Tentang wilayah / Imamiyah

■ Menyesatkan ahli sunnah wal
jamaah dan mazhab 4

■ Mengatakan solat 3 waktu saja

■ Tak solat Jumat kecuali dengan
imam mereka

■ Bercerita tentang Karbala

■ Bercerita tentang 10 Muharam dan memarahi orang berpuasa Asyura

■ Menghalalkan nikah mut’ah

■ Bercerita tentang imam 12

■ Menghalalkan Liwath / Homoseksual

■ Menghalalkan taqiyah (berkata atau berbuat yang tidak sesuai dengan apa yang diyakini)

■ Boleh buka puasa Ramadhan, wajib berbuka jika lelah

■ Menghimpunkan sholat (di jamak
semuanya)

■ Tidak sholat tarawih berjamaah dan menganggap amalan itu bid’ah sesat

Ketahuilah mereka ini ialah SYIAH.

Jangan ikuti faham mereka, mereka bertopengkan Islam pada hal mereka adalah SESAT.

Dan masih banyak Ciri Kesesatan Agama Syiah

– – – – – •(*)•- – – – –

Tak Bisa Hidup Tanpa Al-Qur’an

Ust. Abu Zubair Al-Hawary, Lc حفظه الله تعالى

Mencari anak-anak yang hapal dan pandai menyanyi serta menari bukan hal yang sulit. Karena nyatanya, para artis penyanyi dan bintang film sangat mendominasi budaya hidup dan pola berpikir anak remaja zaman sekarang.

Tak heran bila di salah satu media massa, saya pernah membaca judul wawancara dengan sekelompok anak muda “Tak bisa hidup tanpa music”.

Tetapi, cobalah cari anak-anak remaja yang hapal sekian juz Al-Qur an, juz 30 misalnya (bukan 30 juz), pandai membacanya dengan benar dan bagus.

Mengidolakan Nabi صلى الله عليه و سلم dan orang-orang yang baik, memiliki cita-cita untuk Dinullah yang mulia …tentu sangat sulit.

Padahal Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَ عَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur an dan mengajarkannya”.(HR. Bukhari dan At Tirmidzi dari sahabat Ali bin Abi Tholib رضي الله عنه)

Betapa bahagianya hati orang tua yang sholeh, melihat anaknya giat membaca dan menghapal Al-Qur an di samping itu ia juga rajin belajar mengejar prestasi.

Kebaikan di dunia dan akhirat adalah karunia Allah سبحانه و تعالى, dan kebaikan itu Allah jadikan pada Al-Qur an serta orang-orang yang mempelajari dan mengajarkannya.

Rasanya, sebagai orang tua sudah saatnya kita tanamkan pada diri kita dan anak-anak kita sebuah prinsip “Tak bisa hidup tanpa Al-Qur an”.

Oleh: Ustadz Abu Zubair Al-Hawary, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – •(*)•- – – – –

Syi’ah, Agama Banyolan Yang Tidak Lucu

Ust. Firanda, حفظه الله تعالى

Allah telah memuji para sahabat nabi didalam kitabNya. Nabipun telah menyanjung mereka  dalam banyak sabdanya.

Agama syiah adalah kontradiksi dari Agama Islam. Hampir keseluruhan keyakinannya selalu saja bersebrangan. Dalam sikap dan penghormatan terhadap sahabat nabi, islam dan syiah selalu saja bertentangan. 

Agama islam berdiri diatas pondasi keyakinan bahwa generasi terbaik umat ini adalah para sahabat. Adapun agama syiah menganggap bahwa para sahabat adalah makhluk paling bejat. 

Tidak ada jalan demi tegaknya agama syiah, kecuali dengan mencela dan mengkafirkan para sahabat. Syiah pun menggunakan segala cara untuk mewujudkannya. mereka mengarang cerita konyol nan bego yang bertujuan untuk menjatuhkan para sahabat.

Akan tetapi, dasar agama dusta, cerita-cerita itu tak lebih hanya sekedar dongeng dan banyolan yang tidak lucu dan tak masuk akal.

Lihatlah betapa bodohnya mereka dalam membuat cerita dusta. Bualan yang dibuat-buat hanya untuk memuaskan hawa nafsu mereka. Merangkai tipu daya, memutar balikkan fakta.

Simak pembahasannya bersama Ust Abu Abdul Muhsin Firanda Andirja, MA.

Klik:
http://salamdakwah.com/videos-detail/bahaya-syiah.html

– – – – – •(*)•- – – – –

MERAIH KEUTAMAAN AMALAN DI HARI JUMAT (Reminder Faqoth)

Ust. M Wasitho, حفظه الله تعالى

Bismillah. Hari Jumat merupakan hari yang agung dan memiliki banyak keistimewaan, diantaranya:

1. Hari Jumat merupakan hari raya pekanan umat Islam.

2. Pada hari Jumat Allah ciptakan nabi Adam ‘alaihis-salaam.

3. Pada hari Jumat, nabi Adam ‘alaihis-salaam dimasukkan oleh Allah ke dalam surga. Dan pada hari Jumat pula nabi Adam ‘alaihis-salaam dikeluarkan dari surga.

4. Pada hari Jumat Kiamat akan terjadi.

5. Hari Jumat merupakan hari penghapusan dosa-dosa bagi setiap muslim yang bertakwa kepada Allah.

6. Di penghujung hari Jumat, yaitu sesudah sholat Ashar hingga menjelang Maghrib terdapat waktu mustajabah untuk berdoa. Barangsiapa berdoa kepada Allah di waktu tersebut, niscaya Allah akan mengabulkan doanya.

Di hari Jumat yang agung ini Allah mensyari’atkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman agar mengisi hari Jumat dengan amalan-amalan yang mulia dan memiliki keutamaan.

1. KEUTAMAAN MEMBACA SURAT AL-KAHFI PADA MALAM DAN HARI JUMAT.

» KLIK:
HADITS-HADITS SHOHIH TENTANG KEUTAMAAN SURAT AL-KAHFI / الأحاديث الصحيحة في فضل سورة الكهف

2. KEUTAMAAN SHOLAWAT DAN CARA MEMBACANYA YANG BENAR SESUAI TUNTUNAN NABI shallallahu alaihi wasallam.

» KLIK:
KEAGUNGAN MEMBACA SHOLAWAT KEPADA NABI MUHAMMAD BERDASARKAN HADITS-HADITS SHOHIH

3. KEUTAMAAN ORANG MUSLIM YANG MENINGGAL DUNIA PADA HARI ATAU MALAM JUMAT.

» KLIK:
KEUTAMAAN ORANG MUSLIM YANG MENINGGAL DUNIA PADA HARI ATAU MALAM JUMAT

Silakan Link-link ilmiyah tersebut dishare kepada kaum muslimin. Semoga jadi ilmu yang bermanfaat dan amal sholih yang mengalirkan pahala kepada kita hingga hari Kiamat.
أميــــن يــارب العـالــمي

(أخوكم في الله محمد واسطة أبو فواز الشربوني)

– – – – – •(*)•- – – – –

Do’a Untuk Pemimpin Negeri…

Ust. M Abduh Tuasikal, حفظه الله تعالى

Doa untuk Pemimpin Negeri

Setelah kita melihat hasil Pemilu saat ini, tugas kita adalah terus berdoa, moga Allah memberikan kepada kita pemimpin yang adil dan amanat.

Dari ‘Abdush Shomad bin Yazid Al Baghdadiy, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Fudhail bin ‘Iyadh berkata,

لو أن لي دعوة مستجابة ما صيرتها الا في الامام

“Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, aku akan tujukan doa tersebut pada pemimpinku.”

Ada yang bertanya pada Fudhail, “Kenapa bisa begitu?” Ia menjawab, “Jika aku tujukan doa tersebut pada diriku saja, maka itu hanya bermanfaat untukku. Namun jika aku tujukan untuk pemimpinku, maka rakyat dan negara akan menjadi baik.”

(Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim Al Ashfahaniy, 8: 77, Darul Ihya’ At Turots Al ‘Iroqiy)

Selengkapnya di Rumaysho.Com:

http://rumaysho.com/jalan-kebenaran/doa-untuk-pemimpin-negeri-7206

– – – – – •(*)•- – – – –

Mengais Faidah Dari Surat Al Kahfi

Ust. Ahmad Zainuddin, Lc حفظه الله تعالى

Dalam surat al kahfi terdapat 4 kisah.

Pertama, kisah ashabul kahfi atau para pemuda yang bersembunyi di goa untuk menyelamatkan agamanya.

Kedua, kisah 2 orang pemilik kebun, satu beriman dan satunya kafir.

Ketiga, kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir.

Ke empat adalah kisah ya’juj wa ma’juj.

Banyak faidah dan pelajaran yang banyak diambil dari surat al kahfi. Diantaranya, Allah menunjukkan kuasanya untuk menjaga para pemuda yang ingin menjaga agamanya tertidur selama 309 tahun di dalam goa. Maka, Jika kita yakin bahwa Allah maha kuasa, jangan pernah kita berpaling dari Allah.

Diantara pelajaran adalah dahsyatnya kekuatan doa. Betapa Allah memberikan jalan dan menjaga para pemuda dengan penjagaan yang sedemikian dahsyat setelah sebelumnya mereka berdoa meminta kepada Allah.

Pelajaran apa lagi yang perlu kita renungi dari surat al kahfi ini ? Bagaimana kisah 2 orang pemilik kebun ? pelajaran apa yang ada padanya? Bagaimana kisah selanjutnya?

Simak penjelasan Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc حفظه الله تعالى

Klik:
http://www.salamdakwah.com/videos-detail/faidah-surat-al-kahfi-2.html

– – – – – •(*)•- – – – –

Wahai Negeriku…

Ustadz Abu Isma’il Fachrudin Numan, Lc حفظه الله تعالى

 SEMOGA ALLAH TA’ALA SENANTIASA MENJAGAMU…

 SEMOGA ALLAH TA’ALA SENANTIASA MEMBERKAHIMU…

 SEMOGA ALLAH TA’ALA SENANTIASA MENCINTAIMU…

 SEMOGA ALLAH TA’ALA SENANTIASA MENEBARKAN KEMAKMURAN KEPADAMU…

 SEMOGA ALLAH TA’ALA MEMANCARKAN CAHAYA HIDAYAH DAN IMAN KEPADA ORANG2 YANG TINGGAL DI TENGAH KEINDAHAN DAN KESUBURAN MU….

 SEMOGA ALLAH MEMILIHKAN UNTUKMU SOSOK2 PEMIMPIN YANG BERIMAN, SHALIH DAN ADIL SERTA MEMBELA ISLAM DAN KAUM MUSLIMIN….

3. WAHAI NEGERIKU…. AKU TAK PERNAH MELUPAKANMU DIDALAM UNTAIAN DO’AKU…. AKU AKAN MENDOAKANMU SEPERTI KEKASIH ALLAH (IBROHIM) MENDOAKAN NEGERI KESAYANGAN ROBBMU….

” YA ROBB… JADIKANLAH NEGERI INI NEGERI YANG AMAN DAN DAN BERILAH RIZQI BERUPA BUAH BUAHAN KEPADA PENDUDUKNYA YAITU DIANTARA MEREKA YANG BERIMAN KEPADA ALLAH DAN HARI AKHIR ( QS.ALBAQOROH : 126)

BAAROKALLAHU FIEKI YA BALDATIY……

 Ditulis oleh Ustadz Abu Isma’il Fachrudin Numan, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Menebar Cahaya Sunnah