Pondasi Pendidikan

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

Syeikh Abdurrahman bin Naashir as-Sa’di -Rahimahullah- pernah berkata:

“Mengenal hukum-hukum syariat secara benar akan menambah kecerdasan akal dan menumbuhkan kepintaran;

Karena makna-makna syariat adalah makna pengertian terbaik dan etikanya adalah etika terluhur. Juga karena (kaedah) balasan sesuai jenis amal.

Sehingga sebagaimana ia menggunakan akalnya untuk berfikir tentang Rabb nya dan berfikir tentang tanda-tanda kebesaran yang Allah mengajaknya untuk memikirkannya, maka dia pun menambahkannya dari sisi itu”.

(Taisiral-Karimirrahman Fi Tafsir Kalaamil Mannaan dari al-Majmu’ al-Kaamilah LiMu’allafaat as-Sa’di bag. Tafsir , 5/449-450).

 Oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Dunia Oh Dunia

Ibnu Mukhtar ہﮩ

Dunia memang indah mempesona
Untuknya banyak manusia berlomba

Terkadang tak melihat batasnya
Meski haram diterjang jua

Siapa yang ingin mulia
Hati-hati dengan tipu daya dunia

Ambillah ia dari yang halal saja
Jangan tergiur menumpuk-numpuknya

Dunia oh dunia…
Kamu itu hanya sementara
Akhirat itulah kehidupan sebenarnya

Amal sholehlah yang berguna di sana…
Dunia oh dunia…

Meski mu’min laksana dalam penjara…
Semua itu membuatnya bahagia
Karena Surgalah balasannya

– – – – – •(*)•- – – – –

Ketika Sedang Sakit

Pernah sakit..?
Ketika kita sakit keras..
Pasti yang kita pikirkan adalah bagaimana kesembuhan sakit yang sedang diderita..

Tak terpikirkan di pikiran kita tentang sakit yang diderita orang lain..

Demikianlah seharusnya..

Kita lebih memikirkan kekurangan sendiri..
Dan tak sibuk memikirkan kekurangan orang lain..

Imam Asy Syafii rohimahullah bersya’ir:

المرء إن كان عاقلا ورعا أشغله عن عيوب غيره ﻭﺭﻋﻪ
كما العليل السقيم أشغله عن وجع الناس كلهم وجعه

“Apabila seseorang waro’ dan berakal..
Waro’nya menyibukkan ia dari memikirkan aib orang lain..
Sebagaimana orang yang sakit..
Sakitnya membuat ia tak memikirkan sakit orang lain..”

)Waro’: Meninggalkan apa-apa yang dikhawatirkan bahayanya di akhirat)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

986. Bolehkah Saya Menikah Dengan Anak Ibu Tiri Saya Dari Pernikahan Sebelumnya ?

986. BBG Al Ilmu – 271

Tanya:
Seorang duda punya anak A. Kemudian duda tersebut menikah dengan janda yang sudah punya anak juga, sebut saja si B, selang beberapa tahun si A ingin menikahi B, bolehkah pernikahan tersebut dalam agama islam dan apa dalilnya ?

Jawab:
Ust. Abdullah Sya’roni, حفظه الله

A & B bukanlah mahrom sehingga tidak mengapa jika mereka berdua ingin menikah.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

985. Apa Hukum Bekerja Di PJTKI ?

985. BBG Al Ilmu – 425

Tanya:
Apa hukumnya bila bekerja di PJTKI (Perusahaan jasa tenaga kerja). Pengiriman TKI ke luar negri khususnya daerah timur tengah ?

Jawab:
Ust. Shubhan Bawazier, حفظه الله

Boleh saja, hukumnya halal jasa tersebut, selama bukan untuk hal-hal yang dilarang. Seperti jasa mengirim pekerja wanita tanpa mahram.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

Keharmonisan Rumah Tangga

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Keharmonisan Rumah Tangga yang sebenarnya bukanlah sekedar keharmonisan diantara suami-istri dan anak-anak saja, akan tetapi keharmonisan yang haqiqi ialah keharmonisan antara diri mereka (anggota keluarga) dengan syariat ALLAH artinya keharmonisan yang dibimbing diatas alqur’an dan sunnah serta diwujudkan dengan pengamalannya dalam kehidupaan berumah tangga mereka.

Inilah keharmonisan yang menjadi idaman kehidupan seorang muslim dan muslimah.

– – – – – •(*)•- – – – –

Kerusakan Ummatku

Ust. Badru Salam LC, حفظه الله تعالى

عقبة بن عامر الجهني قال سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول : هلاك أمتي في الكتاب واللبن قالوا يا رسول الله ما الكتاب واللبن قال يتعلمون القرآن فيتأولونه على غير ما انزل الله عز و جل ويحبون اللبن فيدعون الجماعات والجمع ويبدون

Dari ‘Uqbah bin ‘Aamir Al Juhaniy berkata,
“Saya mendengar Rasulullahi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Kehancuran umatku di karenakan Al Kitab dan susu.”
Mereka bertanya, “Wahai Rasulullaah ada apa dengan Al Kitab dan susu?” beliau menjawab, “Mereka mempelajari Al Qur’an lalu menta`wil-nya dengan sesuatu yang tidak di turunkan oleh Allaah ‘azza wa jalla. Dan mereka memerah susu, lalu mereka meninggalkan shalat jama’ah dan jum’at, karena pergi ke desa (untuk memerah susu).”
(Musnad Ahmad 4/155 No. 17451, Musnad Abu Ya’la 3/285 No. 1746, Al Ma’rifah wat Taariikh Al Fasawiy 2/293).

Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata: Sanadnya Hasan, dan dihasankan juga oleh Syaikh Al Bani dalam As Silsilah Ash Shahiihah 6/277 No. 2778.

Padahal al qur’an adalah hidayah..
Namun menjadi kebinasaan ketika difahami sembarangan..

Padahal susu adalah berkah..
Namun menjadi kebinasaan ketika menjadikan kita lalai dari ketaatan..

Ya Allah.. Jadikan Al Qur’an sebagai hidayah bagi kami..

Luruskan pemahaman kami..
dan jangan Engkau lalaikan hati kami karena sibuk mengejar dunia..
Amin..

– – – – – •(*)•- – – – –

Embun Pagi

Oleh Ust. Badrusalam LC, حفظه الله
Setiap pagi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca Subhanallah wa bihamdihi 100x..

Ucapan yang agung.. Menggugurkan dosa walaupun sebanyak buih di lautan..

Subhanallah dan alhamdulillah memenuhi apa yang ada di langit dan di bumi..

Sebelum beliau wafat..Beliau diperintahkan oleh Allah..Untuk memperbanyak ucapan:
Subhanallah wabihamdih astaghfirullah wa atuubu ilaihi..

suatu pagi..Shofiyyah bintu Huyaiyy berdzikir kepada kepada Allah..Semenjak shubuh sampai siang..

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya..Aku membaca kalimat yang lebih baik dari yang kamu baca dari pagi sampai siang..Yaitu: Subhanallahi Wabihamdihi ‘Adada Kholqihi
Waridlaa Nafsihi
Wa Zinata ‘Arsyihi
Wa Midaada Kalimaatihi..

– – – – – •(*)•- – – – –

Perbaiki Keluarga

www.klikUK.com

Syeikh Ibnu Badies al-Jazairi berkata:
…Demikianlah wajib bagi seseorang untuk memulai dalam bimbingan dan dakwahnya kepada orang terdekatnya kemudian yang setelah mereka secara bertahap.
 
Setiap kita ketika melaksanakan tugas membimbing keluarganya dan orang terdekat dengannya maka tidak lama akan kita lihat kebaikan telah tersebar di masyarakat seluruhnya. Karena dari keluarga (rumah tangga) akan tersusun masyarakat. 

Ketika setiap kita memperhatikan keluarganya maka umat akan mencapai ketinggian dengan ketinggian yang dicapai para keluarga tersebut, seperti naiknya sesuai karena naiknya elemen-elemennya. Sehingga orang yang memperhatikan keluarganya otomatis telah memperhatikan umatnya. 

Ketika dia berniat dengan berkhidmat kepada keluarganya untuk berkhidmat kepada umat, maka dia mendapatkan pahala berkhidmat kepada semuanya; keluarganya dengan amalan dan umatnya dengan niat tersebut. Atau untuk keluarganya secara langsung dan umatnya secara tidak langsung. Ini semua termasuk yang dibalas pahala secara syariat.
 

Sumber: Majalah al-Ishlah al-Jazair edis 1 tahun 2007 hlm 66.

http://m.klikuk.com/perbaiki-keluarga/
– – – – – •(*)•- – – – –

Menebar Cahaya Sunnah