Membuat Candaan Di April Mop

Ust. M Abduh Tuasikal, حفظه الله

Yang nakali orang dan bohongin orang di April Mop, coba renungkan hadits berikut.

Pernah di antara sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan bersama beliau, lalu ada seseorang di antara mereka yang tertidur dan sebagian mereka menuju tali yang dimiliki orang tersebut dan mengambilnya. Lalu ia pun khawatir (takut). Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا

“Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain.”  (HR. Abu Daud no. 5004 dan Ahmad 5: 362. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Kita sering dahulu melihat ada yang melakukan seperti itu. Ada yang sengaja menyembunyikan sendal temannya di masjid . Ketika ia keluar, ia pun kebingungan. Nah, ketika sudah pada puncak kebingungan setelah sejam mencari, barulah barang miliknya dikembalikan. Hal ini tidaklah dibolehkan. Sampai-sampai Imam Abu Daud (Sulaiman bin Al Asy’ats As Sajistaniy) membuat bab tersendiri dalam kitab sunannya dengan membawakan hadits-hadits yang penulis sebutkan di atas. Beliau membuat judul bab, “Siapa yang mengambil barang orang lain dalam rangka bercanda.”

Yang dahulu pernah melakukan seperti itu, maka minta maaflah pada saudaranya dan banyaklah bertaubat.

Intinya, april mop yang dirayakan adalah suatu yang diharamkan di dalam Islam. Tanpa kita menilik pada sejarah munculnya perayaan ini, intinya seorang muslim tidak boleh melegalkan bohong dan dusta pada saat April Mop, juga di hari lainnya.

Selengkapnya:

http://rumaysho.com/akhlaq/april-mop-ingat-bahaya-lelucon-penuh-dusta-7094

M. Abduh Tuasikal,
www.rumaysho.com

Aneh! Muslim Namun Percaya Pada Musuh

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Sobat! Di dunia terutama di akhir-akhir ini, banyak terjadi kejadian aneh bin ajaib. Betapa tidak, pendusta dipercaya, pengkhianat dibanggakan, pecundang dieluk-elukkan dan musuh dipercaya, sedangkan kawan dimusuhi dan dicurigai.

Sobat! Lebih aneh dari itu semua bila ummat Islam lebih percaya kepada lembaga Yahudi atau Nasrani hanya karena mereka berlabel lembaga internatsional atau lembaga independen.

Sedangkan Al Qur’an yang merupakan kitab suci Ummat islam banyak diabaikan bahkan diragukan kebenarannya. Betapa tidak, banyak dari kaum muslimin yang saat ini meragukan kebenaran banyak ayat dalam Al Qur’an. Na’uzubillah min zalika.

Ayat berikut, adalah satu dari sekian ayat Al Qur’an yang saat ini banyak dilalaikan bahkan diragukan kebenarannya oleh banyak ummat Islam:

وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepada kalian hingga kalian mengikuti agama mereka. (Al Baqarah 120)

Sobat! Saat ini, betapa banyak ummat Islam yang percaya sepenuh hati dengan berbagai informasi yang datang dari orang-orang kafir, tanpa ada rasa curiga sedikitpun dengan motif dan kebenaran info yang mereka sebarkan. Sebagai akibatnya betapa manjurnya rilis orang-orang kafir tentang figur “jagoan” di negri kita, sehingga menjadikan nalar dan pandangan saudara-saudara kita silau dan akhirnya membeo.

Saudaraku, ummat islam! Bangkit dan usaplah mata anda, agar dapat berpikir dan melihat dengan jernih mara bahaya yang mengancam ummat dan agama anda. Percayalah, bahwa kaum Yahudi dan Nasrani tidak mungkin tulus dalam sikap dan info yang mereka sebarkan. Sikap dan info mereka pastilah sarat dengan muatan kepentingan yang menguntungkan mereka.

Sobat! Tidakkah anda ingat betapa beberapa aktu lalu bangsa kita dibuat geram karena ternyata berbagai lembaga internasional terbukti dengan sengaja ingin mengkondisikan bangsa kita agar terus terpuruk dan hancur.

Kekuatan bangsa kita beberapa waktu lalu menjadi lunglai alias loyo karena embargo mereka. Agar semakin loyo maka berbagai industri strategis kita didesak agar ditutup dan dipupus sehingga bangsa kita akan semakin tergantung kepada mereka.

Dan masih banyak fakta pait lainnya yang pernah terkuak dan diungkit oleh sebagian media atau tokoh. Namun demikian, anehnya kini ummat Islam berbodndong-bondong mempercayai rilis “pesanan” tentang figur “jagoan” dan kandidat “satrio piningit”. Rilis-rilis dan berbagai berita “pesanan” itu telah menjadikan kita melalaikan nasib “program karbitan” semisal mobil nasional “E**k*”, demikian pula proyek “M*n*R*l” dan lainnya, padahal kala itu proyek-proyek itulah yang menjadikan “figur karbitan” dieluk-elukkan. Semuanya kini telah mengepul bak asap yang diterpa angin, namun sekali lagi sayang akal pikiran dan pandangan banyak dari ummat Islam yang terlanjur silau dan rabun.

 Ditulis oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Selektif Dalam Memilih Calon Pasangan

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله

Sesungguhnya Islam telah memerintahkan laki-laki untuk telilti dan cermat dalam memilih calon istri, bahkan menjadikan hal tersebut sebagai suatu syarat yang harus dipegang teguh dalam upaya membentuk keluarga yang Islami.

Demikian pula dalam hal memilih calon suami yang shalih merupakan tanggung jawab bersama antara seorang wanita dengan walinya. Memilih suami itu adalah hak seorang wanita, oleh karenanya ia harus cermat dan teliti dalam memilih, dan tidak meremehkan persoalan ini.

Ummul Mu’minin Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: “Pernikahan itu adalah perbudakan, oleh karena itu hendaklah seseorang diantara kalian memperhatikan ‎​di tempat mana ia lepaskan anak perempuannya”.

Oleh karena itu jangan sampai menikah dengan pelaku maksiat, orang fasik, orang yang suka meninggalkan shalat, pemabuk, dan ahli bid’ah. Atau orang yang memiliki harta yang banyak namun tidak beragama dengan baik.

Tapi carilah orang yang baik agama dan akhlaknya,

وقد قال صلى الله عليه وسلم: ” إذا جاءكم من ترضون دينه وخلقه فزوجوه إلا تفعلوه تكن فتنة في الأرض وفساد كبير” رواه الترمذي وغيره.

Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: “Apabila datang kepada kalian seorang pemuda yang kalian sukai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia dengan putri kalian. Kalau tidak, akan terjadi fitnah (bencana) dan kerusakan yang besar di muka bumi”. (HR. at-Tirmidzi).

Maka dari itu selektiflah dalam memilih pasangan hidup, jangan sampai kita menyesal untuk selama-lamanya.

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Cerdaslah Dalam Memilih

Oleh : Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri MA حفظه الله تعالى

Pada video kali ini ( https://m.youtube.com/watch?v=G_C4j7Qecbc )

Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri MA حفظه الله تعالى menyampaikan kisah seorang raja yang adil yang hidup dizaman Rasulullah Shallallah ‘alaihi wa Sallam. Raja inilah yang menolong para sahabat ketika hijrah pertamakali ke negri habasyah, yaitu Raja Najasyi.

Tatkala Najasyi masuk islam, iapun mengajak para pembesarnya dari kalangan pendeta nasrani untuk menerima Islam. Tetapi, hal tersebut malah ditolak oleh mereka. Apalah artinya seorang raja, jikalau orang-orang yang ada di sekitarnya tidak mau menerima Islam? Apalah arti seorang raja, jikalau ia hanya sendirian.

Dari kisah Raja Najasyi ini, bisa kita petik pelajaran untuk kita jadikan pertimbangan dalam menyongsong PEMILIHAN UMUM (pemilu 2014) yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat di negeri Indonesia tercinta ini.

Ingin tahu kisahnya lebih dalam? Semoga video ini dapat menginspirasi anda dalam memilih pemimpin yang dapat memberikan perubahan yang lebih baik bagi Islam dan kaum muslimin seluruhnya di negeri ini.

Apakah kita harus nyoblos atau golput dalam pemilu 2014 ini?

Simak penjelasan ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri MA حفظه الله تعالى. dalam video ini : http://youtu.be/Wys-YFFVjDM

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

No Profile, Siapa Takut ?

Ust. Fuad Baraba’ حفظه الله

Allah Ta’ala berfirman:

{ ورسلا لم نقصصهم عليك }

“Dan Rasul-Rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu” (QS. An-Nisa 164).

Banyak Rasul-Rasul utusan Allah yang tidak diketahui oleh manusia, apakah hal itu memudhorotkan mereka di Hadapan Rabb mereka???

Bukanlah tenar (masyhur) nya seseorang sebagai tolak ukur di hadapan Allah Ta’ala, akan tetapi tolak ukur itu dengan apa yang telah dia lakukan untuk agama…

Apa yang sudah kita perbuat untuk agama kita?
أفلا يتدبرون

Apakah kalian tidak mentadaburi al-Quran??!

– – – – – •(*)•- – – – –

Empat Orang Yang Tidak Boleh Diambil Ilmunya

Ust. Badrusalam LC

Imam Malik bin Anas rahimahullah berkata..
Empat orang yang tidak boleh diambil ilmunya..;

Orang dungu yang menampakkan kedunguan..

Pengikut hawa nafsu yang mengajak manusia kepadanya..

Orang yang suka berdusta dalam pembicaraanya..
Walaupun tidak berdusta atas Rasulullah..

Orang yang mempunyai keutamaan dan keshalehan..
Namun tidak peduli dengan hadits yang ia sampaikan..

(shahih Jami Bayanil ilmi hal 304)..

Tidak peduli dengan hadits yang ia sampaikan..
Apakah hadits itu shahih atau lemah..

Nabi bersabda yang artinya..
Siapa yang menyampaikan hadits dariku..
Yang diduga dusta maka ia termasuk salah satu dari dua orang yang berdusta..
HR Muslim..

Ibnu Hibban berkata..
Maka setiap orang yang ragu pada apa yang ia riwayat kan..
Apakah shahih atau tidak shahih..
Ia masuk dalam makna hadits tersebut..
(AL Majruhin 1/9)..

Maka berhati-hati lah dalam menebarkan hadits..

– – – – – •(*)•- – – – –

Menebar Cahaya Sunnah