HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN PUASA SEMBILAN HARI PERTAMA DARI BULAN MUHARROM…Hadits No 5

HADITS KELIMA:

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Telah memberitahukan kepada kami Zhafr bin Ali Al-Hamadani, ia berkata; telah memberitahukan kepada kami Abu Roja’ Hamd bin Ahmad At-Tajir, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim Ahmad bin Abdullah Al-Hafizh, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdurrahman bin Al-Fadhl, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Zaid Khalid bin An-Nadhr, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Ismail bin Abbad, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Habib, dari Musa Ath-Thowil, dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

” مَنْ صَامَ تِسْعَةَ أَيَّامٍ مِنْ أَوَّلِ الْمُحَرَّمِ بَنَى الله ُلَهُ قُبَّةً فِي الْهَوَى مِيْلاً فِيْ مِيْلٍ لَهَا أَرْبَعَةُ أَبْوَابٍ”.

“Barangsiapa berpuasa 9 (sembilan) hari dari hari pertama bulan Muharram, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah kubah (yg luas) di udara dengan panjang satu mil dan lebar satu mil. Kubah tersebut memiliki empat pintu.”

(Dikeluarkan oleh Ibnul jauzi dalam kitab Al-Maudhu’aat , bab Shaumu tis’ati ayyaamin min awwali al-muharrom II/199).

(*) DERAJAT HADITS:

Hadits ini derajatnya  PALSU  (Maudhu’). Karena di dalam sanadnya ada seorang perowi yang bernama Musa Ath-Thowil, dia seorang pendusta (pemalsu hadits).

» Ibnu Hibban berkata tentangnya: “Musa Ath-Thowil meriwayatkan hadits-hadits palsu dari Anas (bin Malik radhiyallahu anhu, pent). Tidak diperbolehkan mencatat hadits-haditsnya kecuali untuk mengingkarinya.”

» Ibnu ‘Adi berkata tentangnya: “Dia meriwayatkan dari Anas radhiyallahu anhu hadits-hadits mungkar, dan dia juga seorang perowi yang majhul (tidak dikenal jati diri n kredibilitasnya).” (Lihat Mizan Al-I’tidal, karya imam Adz-Dzahabi no.8888).

HADITS-HADITS LEMAH DAN PALSU TENTANG KEUTAMAAN PUASA DAN AMALAN-AMALAN DI BULAN MUHARRAM…Hadits No 3

Ust. M Wasitho, حفظه الله

HADITS KETIGA:

Imam Ath-Thobroni rahimahullah berkata: Telah menceritakan kepada kami Abdul warits bin Ibrahim Abu Ubaidah Al-Askari, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Ali bin Abu Tholib Al-Bazzaz, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Al-Haishom bin Asy-Syuddakh, dar Al-A’masy, dari Ibrahim, dari Alqomah, dari Abdullah (bin Mas’ud), dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda:

مَنْ وَسَّعَ عَلَى عِيَالِهِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ لَمْ يَزَلْ فِيْ سَعَةٍ سَائِرَ سَنَتِهِ

“Barangsiapa yang melapangkan (nafkah) kepada keluarganya pada hari ‘Asyura (tanggal 10 Muharram), niscaya ia akan senantiasa dalam kelapangan (rejekinya) selama setahun itu”. (Diriwayatkan oleh Ath-Thobrani X/77 no.10007, dan Al-Baihaqi di dalam kitab Syu’abul Iman VIII/312 no.3635).

(*) DERAJAT HADITS:

Hadits ini derajatnya DHO’IF (Lemah).

» Imam Ahmad bin Hanbal berkata: “Hadits ini TIDAK SHOHIH.”

» Syaikh Al-Albani berkata: “Hadits ini DHO’IF (Lemah).” (Lihat Tahqiq beliau terhadap Misykaatu Al-Mashoobiih, I/434 no.1926).

» Di dalam sanadnya ada seorang perowi yang majhul (Tidak dikenal jati diri dan kredibilitasnya), yaitu: Al-Haishom bin Asy-Syuddakh.

» Al-‘Uqoili berkata tentangnya: “Al-Haishom adalah perowi yang majhul, dan hadits ini tidak mahfuzh.”

# Keterangan:

Hadits Mahfuzh ialah kebalikan dari Hadits Syaadz. Dan Hadits Syaadz ialah hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang terpercaya yang bertentangan dengan perawi yang lebih terpercaya.

» Ibnu Hibban berkata tentangnya: “Al-Haishom meriwayatkan hal-hal yang aneh dan berbahaya, tidak boleh berhujjah dengan (riwayat)nya.”

» Hadits ini disebutkan pula oleh Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah di dalam Al-Manar Al-Munif Fi Ash-Shohih wa Adh-Dho’if, I/111 no.223, dan Asy-Syaukani dalam Al Fawaid Al Majmu’ah, I/98 no.37).

(Bersambung dengan HADITS KEEMPAT) 🙂

HADITS-HADITS LEMAH DAN PALSU TENTANG KEUTAMAAN PUASA DAN AMALAN-AMALAN DI BULAN MUHARRAM…Hadits No 1

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

HADITS PERTAMA:

Imam Ath-Thobroni rahimahullah berkata: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rozin bin Jami’ Al-Mishri Abu Abdillah Al-Mu’addal, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Al-Haitsam bin Habib, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Sallaam Ath-Thowil, dari Hamzah Az-Zayyaat, dari Laits bin Abi Saliim, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ كَانَ لَهُ كَفَّارَةَ سَنَتَيْنِ وَمَنْ صَامَ يَوْمًا مِنَ الْمُحَرَّمِ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلاَثُوْنَ يَوْمًا

“Barangsiapa berpuasa pada hari Arofah maka puasa itu akan menghapuskan (dosa-dosa) selama dua tahun. Dan barangsiapa yang berpuasa satu hari di bulan Muharram maka baginya dari setiap hari (bagaikan berpuasa) 30 hari”. (Dikeluarkan oleh Ath-Thobaroni dalam Al-Mu’jam Ash-Shoghir II/164 no.963).

(*) DERAJAT HADITS:
Hadits ini derajatnya PALSU (Maudhu’).

» Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata: “Ini adalah hadits PALSU (maudhu’).

» Di dalam sanad hadits ini ada dua orang perowi pendusta (pemalsu hadits), yaitu:

1. Sallaam Ath-Thowil, dan dia adalah seorang pendusta.

» Ibnu Khorrosy berkata tentangnya: “Dia seorang pendusta.”

» Ibnu Hibban berkata tentangnya: “Dia meriwayatkan hadits-hadits palsu dari para perowi yang tsiqoh (terpercaya/kredibel), dan sepertinya dia yang sengaja memalsukannya.”

» Al-Hakim berkata tentangnya pula: “Dia meriwayatkan hadits-Hadits palsu.”

2. Al-Haitsam bin Habib. Dia diklaim oleh imam Adz-Dzahabi sebagai seorang yang meriwayatkan hadits bathil”. (Lihat Silsilah Al-Ahadits Adh-Dho’ifah I/596 no.412, dan Dho’if At-Targhib wat Tarhib I/154 no. 615).

INILAH DOA-DOA KEBURUKAN YANG DIPANJATKAN IMAM HUSAIN BIN ALI BIN ABU THOLIB ▬► ATAS PARA PENGANUT AGAMA SYI’AH YANG TERLAKNAT

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Berikut ini kami akan sebutkan DOA-DOA KEBURUKAN yang dipanjatkan oleh Husain bin Ali bin Abu Tholib Radhiyallahu ‘anhuma (cucu Nabi) kepada Allah Ta’ala untuk orang-orang Syi’ah Kufah yang telah menipu dan mengkhianatinya sebelum beliau dan sejumlah keluarganya DIBUNUH Oleh mereka:

” اللهم إن متعتهم إلى حين ففرقهم فرقاً ( أي شيعاً وأحزاباً ) واجعلهم طرائق قددا ، و لا ترض الولاة عنهم أبدا ، فإنهم دعونا لينصرونا ، ثم عدوا علينا فقتلونا “

(*) Artinya: “Ya Allah, apabila Engkau memberikan kepada mereka (orang-orang Syi’ah dan pengikutnya, pent) kenikmatan pada suatu waktu, maka cerai-beraikanlah mereka (menjadi kelompok-kelompok dan golongan-golongan), jadikanlah mereka menempuh jalan yang berbeda-beda, dan janganlah Engkau jadikan para pemimpin (kaum muslimin) merestui mereka selamanya, karena mereka telah mengundang kami untuk menolong kami, namun ternyata malah memusuhi kami dan membunuh kami!”.

(Lihat kitab-kitab referensi Syi’ah berikut: Al-Irsyaad karya Al-Mufiid, Hal.241, i’laamu Al-Waroo karya Ath-Thobrosi Hal.949, Dan Kasyfu Al-Ghummah II/18, 38).

Imam Husain bin Ali bin Abu Tholib juga pernah mendoakan keburukan untuk mereka dengan mengatakan kepada mereka:

(*) “Binasalah kalian! Tuhanku (Allah) akan membalas (perbuatan) kalian untuk membelaku (dan keluarga) di dunia dan di akhirat… kalian akan menghukum diri kalian sendiri dengan memukulkan pedang-pedang di atas tubuh dan wajah kalian, Dan kalian akan
menumpahkan darah kalian sendiri. Kalian tidak akan mendapat keberuntungan di dunia dan tidak akan sampai kepada hajat (dan tujuan) kalian. Apabila kalian mati, maka Tuhanku telah menyiapkan azab (siksaan) untuk kalian di akhirat. Kalian akan menerima azab sebagaimana azab yang akan diterima oleh orang-orang kafir yang paling keras kekufurannya.” (Lihat Jilaa-u Al ‘Uyuun, karya Mullah Baqir Majlisi, Hal.409).

Demikianlah DOA keburukan yang dipanjatkan Oleh Husain bin Ali bin Abu Tholib radhiyallahu anhuma, cucu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan penghulu pemuda penduduk Surga untuk orang-orang Syi’ah yang terlaknat. Dan kita telah menyaksikan bahwa doa-doa beliau telah DIKABULKAN oleh ALLAH di dunia. Semoga postingan ini bermanfaat bagi setiap para pembaca, Dan dapat menyadarkan pemahaman kaum muslimin bahwa Orang-orang Syi’ah pada hakekatnya bukan dari golongan kaum muslimin, dan bukan pembela dan pengikut setia Imam Husain bin Ali bin Abu Tholib dan Ahlul Bait. (Klaten, 27 Juni 2013).

Imam Husain bin Ali bin Abu Tholib juga pernah mendoakan keburukan untuk mereka dengan mengatakan kepada mereka:

(*) “Binasalah kalian! Tuhanku (Allah) akan membalas (perbuatan) kalian untuk membelaku (dan keluarga) di dunia dan di akhirat… kalian akan menghukum diri kalian sendiri dengan memukulkan pedang-pedang di atas tubuh dan wajah kalian, Dan kalian akan menumpahkan darah kalian sendiri. Kalian tidak akan mendapat keberuntungan di dunia dan tidak akan sampai kepada hajat (dan tujuan) kalian. Apabila kalian mati, maka Tuhanku telah menyiapkan azab (siksaan) untuk kalian di akhirat. Kalian akan menerima azab sebagaimana azab yang akan diterima oleh orang-orang kafir yang paling keras kekufurannya.” (Lihat Jilaa-u Al ‘Uyuun, karya Mullah Baqir Majlisi, Hal.409).

Demikianlah DOA keburukan yang dipanjatkan Oleh Husain bin Ali bin Abu Tholib radhiyallahu anhuma, cucu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan penghulu pemuda penduduk Surga untuk orang-orang Syi’ah yang terlaknat. Dan kita telah menyaksikan bahwa doa-doa beliau telah DIKABULKAN oleh ALLAH di dunia. Semoga postingan ini bermanfaat bagi setiap para pembaca, Dan dapat menyadarkan pemahaman kaum muslimin bahwa Orang-orang Syi’ah pada hakekatnya bukan dari golongan kaum muslimin, dan bukan pembela dan pengikut setia Imam Husain bin Ali bin Abu Tholib dan Ahlul Bait. (Klaten, 27 Juni 2013).

Tawakkal Yang Indah

Dikatakan kpd seorang yg saleh,
“Apa sih rahasianya menjadi orang sangat sll berserah diri kpd Allah & sll istiqomah?

Beliau menjawab,”Dalam hidup saya, saya selalu berpegang kpd 4 prinsip dan itu yg membuat saya -alhamdulillah- bisa menjaga istiqomah..

1. Saya sangat yakin bahwa rezeki saya tdk akan tertukar dgn rezeki orang lain, makanya saya tdk pernah terlalu memikirkan rezeki & nasib saya..
Justru saya selalu menyerahkannya kpd Allah..

2. Amal ibadah saya adalah yang saya amalkan sendiri, jd jgn pernah berharap mendapat kemuliaan amal dari hasil jerih payah orang lain..

3. Saya selalu menyadari bhw kematian akan datang secara tiba-tiba, makanya saya sll mempersiapkan diri untuk menghadapinya..

4. Saya senantisa yakin bhw Allah tdk pernah tidur & selalu melihat gerak-gerik saya, sehinga saya sangat merasa malu tatkala saya bermaksiat kpd-Nya..

Siyarul ‘alamun nubala karya imam Dzahabi

Semoga bermanfaat!

 Ditulis oleh Ustadz Jazuli, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Ketampanan Bukanlah Segalanya

Banyak wanita cantik yang suaminya tidak tampan membuktikan bahwa ternyata ketampanan lelaki bukanlah nomer satu bagi para wanita….
Bahkan bisa jadi nomer ke 4 atau ke 10..…

Ketampanan bisa terkalahkan terkalahkan dengan budi pekerti, atau harta, atau kedudukan…

Seorang istri tidak begitu membutuhkan ketampanan anda…
Akan tetapi membutuhkan anda untuk menjadikannya merasa bahwa ia adalah nomer 1 di hati anda…

Pintarlah para suami bertutur kata…bermanis-manis kata…romantis, dll
Ingatlah wanita senang untuk dipuji…
Pujilah kecantikannya…
Pujilah masakannya…
Pujilah dia karena Allah…

Yang memerintahkan untuk menciptakan kehidupan harmonis dan agamis dalam keluarga…

Pujilah dia niscaya dia akan lebih mencintaimu dan lebih menservismu

 Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Ingat

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

“Tidak ada kepala keluarga yang berkeluh-kesah dan kesal terhadap tanggung-jawabnya mengurus istri dan anak-anaknya kecuali orang yang mahrûm (terhalangi dari kebaikan). (al-Manhaju asy-Syar’i fî Muwâjahati al-Fitani, Mirfat binti Kâmil ‘Abdullâh, pengantar, DR. Hamd bin Nâshir al-‘Ammâr hlm.89)”.

 Ditulis oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله تعالى

Amalan-Amalan di Bulan Muharram

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah 12 bulan (yang telah ditetapkan) di dalam kitab Allah sejak menciptakan langit dan bumi. Di antara 12 bulan tersebut terdapat 4 bulan yang suci. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menzhalimi diri kalian pada bulan-bulan (suci) tersebut.” (QS. At Taubah : 36)

Diantara keempat bulan haram (suci) tersebut adalah bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Sebagaimana yang disebutkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam (yang artinya), “Satu tahun ada 12 bulan, diantaranya ada 4 bulan suci: 3 bulan secara berurutan yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan bulan Rajab diantara bulan Jumada dan bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari)

Mengapa keempat bulan tersebut dinamakan bulan haram? Abu Ya’la rahimahullah mengatakan, “Dinamakan bulan haram karena dua makna.

Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan sebagaimana yang diyakini oleh orang-orang jahiliyyah dahulu.

Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan maksiat lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya dikarenakan mulianya bulan tersebut.” (Zaadul Maysir, Ibnul Jauziy)

Menutup Aurat Wanita

Menutup aurot wanita sesuai syariat adalah;

1. Kainnya yang dipakai dapat menutup semua kulit wanita kecuali wajah dan tangan ( dari jari sampai pergelangan, jawa: ugel ugel) tapi ada pendapat seluruh tubuh adalah harus ditutup.

2. Longgar sangat. Sehingga tidak terbentuk anggota tubuhnya.

3. Tidak tipis atau transparan sehingga tidak bahaya jika tertiup aingin atau tertembus sinar matahari.

4. Tidak bermotif, atau berpaduan warna warni. Karena hal tersebut adalah hiasan. Apalagi berbordir ramai. Karena wanita dilarang menampakkan perhiasan diluar rumah.

5. Baju tidak ada unsur menyerupai kaum laki laki. Baik didalam maupun diluar.

6. Warna gelap lebih afdol daripada warna cerah. Namun warna yang mencolok sangat tidak layak untuk dipakai keluar rumah.

Bertakwalah wahai wanita dalam busana. Karena kecantikan dan modis anda adalah untuk suami saja. Ia bukanlah dagangan yang dipajang untuk dapat dilihat siapapun.

Janganlah ada rasa PD jika memakai yang ngejreng disaat keluar rumah karena itu adalah batil. Sedangkan PD dalam bathil adalah bentuk kesombongan.
Padahal kesombongan dapat menahan seseorang dalam api neraka.

Jangan anda jadikan penampilan di dalam rumah dan penampilan diluar terbolak balik.

Ada pepatah arab mengatakan :
“Qirdun fil baiti wa ghozaalun fi thoriq”

“Ia menjadi KERA dirumah dan dijalan sana menjadi KIJANG”.

Www.abu-riyadl.blogspot.com
By. Abine riyadL.

Luasnya Arti Shadaqah Dalam Islam

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Setiap ruas tulang manusia atasnya bersedekah pada setiap hari di mana matahari terbit, engkau berbuat adil di antara dua orang adalah sedekah, engkau membantu seseorang dalam binatang tunggangannya, lalu engkau menaikkannya ke atasnya, atau engkau mengangkatkan barangnya ke atasnya adalah sedekah, kalimah thayyibah (atau perkataan yang baik) adalah sedekah, dan setiap langkah yang engkau lakukan menuju shalat adalah sedekah, dan engkau menyingkirkan sesuatu yang menyakitkan dari jalan adalah sedekah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadits ini adalah hadits shahih, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam hadits no. 2707, 2891, 2989 dan juga diriwayatkan oleh Imam Muslim hadits no. 1009.

Hadits ini, sebagaimana hadits sebelumnya (hadits Arba’in no. 25), merupakan hadits agung yang menjelaskan tentang keluasan pengertian sedekah menurut agama Islam.

Bahwasanya juga sedekah tidak hanya berarti menyumbangkan harta untuk kebaikan, akan tetapi mencakup pengertian yang sangat luas

Hadits ini dengan berbagai perbedaan redaksinya mengandung banyak pelajaran, di antaranya:

1. Luasnya pengertian sedekah, baik dari sisi harta maupun dari sisi potensi tubuh manusia.

2. Mensyukuri nikmat Allah Ta’ala yang sangat melimpah kepada kita dan bahkan tidak dapat kita hitung.

3. Fadhilah atau keutamaan shalat dhuha.

4. Semangat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam membuka peluang kebaikan bagi umatnya dan upaya beliau untuk menghilangkan dan menutup kemungkinan munculnya sifat putus asa dan rasa tidak mampu dlm sedekah.
 
Www.abu-riyadl.blogspot.com

Menebar Cahaya Sunnah