695. Tj Imam Tidak Qunut Tapi Memberi Waktu Makmum Untuk Qunut

695. BBG Al Ilmu – 271

Tanya:
Imam sholat shubuh di musholah ana tidak membaca qunut tetapi memberi kesempatan untuk makmum berqunut dengan cara menunda waktu untuk sujud dan sebagian makmum pun ada yang berqunut bagaimana itu hukum bagi makmum yang berqunut sedangkan imam tidak dan bagaimana hukumnya kita bermakmum dengan imam seperti itu ?

Jawab:
Ust. Badrusalam, حفظه الله

Kita ikut imam saja tidak usah qunut. Boleh bermakmum sama dia.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

694. Tj Hadits Amalan Sunnah Di Hari Jum’at

694. BBG Al Ilmu – 393

Tanya:
Bagaimana derajat hadits dibawah ini : “Barangsiapa (yang menggauli istrinya) sehingga mewajibkan mandi pada hari Jum’at kemudian diapun mandi, lalu bangun pagi dan berangkat (ke masjid) pagi-pagi, dia berjalan dan tidak berkendara, kemudian duduk dekat imam dan mendengarkan khutbah dengan seksama tanpa sendau gurau, niscaya ia mendapat pahala amal dari setiap langkahnya selama setahun, balasan puasa dan shalat malam harinya.” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)

Jawab:
Ust. Badrusalam, حفظه الله

Shahih tapi terjemahannya salah. Yang benar: siapa yang mencuci rambutnya dan mandi.

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

693. Tj Seputar Memindahkan Kuburan Dan Tulisan Di Batu Nisan

693. BBG Al Ilmu – 307

Tanya:
1. Bolehkah kita memindahkah kuburan seseorang ?

2. Bolehkah kita menaroh batu nisan sekedar untuk menandakan saja (misal dengan batu marmar untuk sekedar menuliskan nama, tahun lahir dan wafat) ?

Jawab:
Hukum asal membongkar/memindahkan kuburan adalah terlarang kecuali jika ada alasan yang dibenarkan syariat seperti:

1. Untuk kemaslahatan mayat sendiri. Misalnya, keluar air di kuburan, tanahnya becek, atau di daerah tersebut banyak binatang buas yang sering membongkar kuburan, atau alasan lainnya.

2. Dimakamkan di tanah orang lain, dan pemiliknya tidak rela.

3. Kemaslahatan umum, seperti perluasan masjid/jalan yang tidak mungkin dialihkan ke yang lain, atau kebutuhan umum yang sangat mendesak lainnya.

Terkait tulisan di nisan, Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Tulisan di atas (nisan kuburan) ada perinciannya, tulisan yang tidak diinginkan kecuali untuk menetapkan nama untuk menunjukkan kuburannya. Hal ini tidak mengapa. Sementara tulisan yang menyerupai prilaku zaman jahiliyah, menulis nama seseorang dan pujian atasnya bahwa dia melakukan ini dan itu, atau pujian lainnya atau menulis syair, hal ini diharamkan. Hal ini seperti yang dilakukan oleh sebagian orang bodoh dengan menuliskan di batu nisan di kuburan surat Al-Fatihah, sebagai contoh, atau ayat-ayat lainnya. Semuanya ini diharamkan. Bagi orang yang melihat hal itu di kuburan, hendaknya dihilangkan nisannya. Karena ini termasuk kemungkaran yang harus dirubah.” (Syarh Riyadus Shalihin).
والله أعلم بالصواب
Sumber:

Tj Bagaimana Hukum Memindahkan Kuburan ?

http://islamqa.com/id/ref/174737

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

692. Tj Bacaan Khusus Sebelum Tidur Dan Sebelum Masuk Kamar Mandi

692. BBG Al Ilmu – 393

Tanya:
Ada gak bacaan khusus ketika mau tidur, atau mau kekamar mandi atau WC ?

Jawab:
Ada, sebagai berikut.

Adab hendak tidur:
1. Tidurlah dalam keadaan berwudhu (seperti wudhu shalat).

2. Meniup kedua telapak tangan sambil membaca surat Al Ikhlash (qul huwallahu ahad), surat Al Falaq (qul a’udzu bi robbil falaq), dan surat An Naas (qul a’udzu bi robbinnaas), masing-masing sekali. Setelah itu mengusap kedua tangan tersebut ke wajah dan bagian tubuh yang dapat dijangkau. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali.

3. Membaca ayat kursi.

4. Membaca 2 ayat terakhir dari Surat Al Baqoroh

5. Membaca do’a sebelum tidur “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”

6. Membaca do’a:
ALLAHUMMA ASLAM-TU NAFSII ILAYKA                                                      WA-WAJJAH-TU WAJHII ILAYKA                                                                        WA-FAWWAD-TU AMRII ILAYKA                                                                    WA-ALJA’-TU ZHOHRII ILAYKA                                                          ROGHBATAN WA ROHBATAN ILAYKA                                                            LAA MALJA-A WA LAA MANJAA MINKA ILLA ILAYKA                        AAMAN-TU BI-KITAABIKAL-LADZI ANZALTA                                        WA NABIYYIKAL-LADZI ARSALTA

Dari al-Barra’ bin Azib
radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada beliau:
“Jika kamu hendak tidur, berwudhulah seperti wudhu ketika shalat. Kemudian berbaringlah miring ke kanan dan ucapkan: Allahumma aslamtu nafsii ilaika…dst. Jika kamu meninggal maka kamu mati dia atas fitrah, dan jika bangun pagi maka kamu mendapatkan pahala. Jadikanlah bacaan ini yang terakhir kamu ucapkan.” (HR. Bukhari 6311 dan Muslim 2710)

Do’a Masuk Kamar Mandi:
‫‬
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memasuki jamban, beliau ucapkan:
Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan” (HR. Bukhari no. 142 dan Muslim no. 375).

Sumber:
http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3094-adab-islami-sederhana-sebelum-tidur.html

http://www.konsultasisyariah.com/
nasihat-agar-tidur-tidak-diganggu-setan/

http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/10-adab-ketika-buang-hajat.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Teruntuk Para Istri Yang Ingin Menjadi Bidadari Tercantik Di Akhirat..

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

1. Ketika dipandang, dia akan membuat suami bahagia, nyaman dan menentramkan jiwa. Dari dandanannya menarik maupun wajahnya yang selalu ceria..

2. Ketika suami memerintahkannya pada suatu hal yang diperbolehkan Agama, maka dia mentaatinya.

3. Ketika suami pergi dan dia tidak bersamanya, maka dia akan menjaga dirinya untuk sang suami dan juga menjaga apa-apa yang suami miliki; harta, anak, dan lain-lain.

خير النِّسَاء امْرَأَة نظرت إِلَيْهَا سرتك وَإِذا أَمَرتهَا أَطَاعَتك وَإِذا غبت عَنْهَا حفظتك فِي نَفسهَا وَمَالك

Artinya : “Sebaik-baik wanita (istri) adalah yang ketika engkau memandangnya akan membuatmu bahagia. dan jika diperintah, dia akan mentaatimu. dan jika engkau tidak bersamanya (kamu sedang pergi) maka dia akan menjagamu dalam dirinya dan menjaga apa-apa yang engkau miliki.” (HR. An
Nasa’i, Abu Daud, Ahmad dan dihasankan oleh Albani dalam silsilah 4/ 453)

Jika seorang istri bisa menjaga 3 hal tersebut maka..Seorang suami akan mendapatkan ketenangan hati dan fikiran ketika pergi bekerja..

Hasrat untuk lirak lirik akan berkurang bahkan mungkin jadi tiada..

Ada rasa kangen setiap saat untuk pulang kerumah menemui istrinya yang tercinta..

Kata kata manis dan cinta akan gampang keluar dari lisan suami..

Masalah rumah tangga akan berkurang mungkin nyaris tiada..

Anak anak akan meniru gaya ibunya yang sholihah dalam berbakti kepada ortunya..

Catatan: bagi setiap pasutri hendaknya lebih cenderung mengkoreksi dari masing masing katimbang mengkoreksi pasangannya.. Karena dengan ini tidak akan terjadi saling tuding dalam perbaikan diri..

Akhir kata:

Semoga bahtera rumah tangga akan langgeng dengan NAHKODA seorang laki laki yang mampu mengarahkan perahunya menuju ridho Allah Ta’ala..
آمــين ​اَللّهُمَّ آمــين

www.abu-riyadl.blogspot.com

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Menyia-nyiakan Waktu Lebih Menakutkan Daripada Kematian

Ust. Djazuli, حفظه الله

Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah,

“Banyak menyia-nyiakan waktu untuk hal yang tdk bermanfaat di Dunia & Akhirat..

Jauh lebih menakutkan daripada kematian..

Tahukah anda sebabnya?

Sebab membiarkan waktu terbuang percuma tanpa nilai ibadah & manfaat akhirat akan memisahkanmu dari Allah & akhirat..

Sedangkan kematian hanya memisahkanmu dari Dunia dan penghuninya..

AlFawaid karya Ibnul Qoyyim Aljauziyyah

Semoga nasihat beliau memberi masukan yg berarti bagi kita semua..!

– – – – – •(*)•- – – – –

Tanda Dan Bukti Ittiba’

Tanda dan bukti ittiba’ yang paling nampak adalah mengagungkan nash-nash agama yang
telah tetap. Yaitu dengan menghormati, memuliakan, mendahulukannya, tidak
meninggalkannya, meyakini bahwa petunjuk hanya ada padanya tidak pada selainnya,
mempelajari, memahami, memperhatikan, mengamalkannya, berhukum kepadanya dan
tidak menentangnya. Dan ini adalah petunjuk
tokoh-tokoh panutan dan imam-imam di dalam ittiba’ , yaitu para sahabat, tabi’in dan orang-orang yang setelah mereka.

Sholawat Sebagai Bukti Cinta

Akhi/Ukhti…‬

Cinta…‬
‪Membuat manusia siap mempertaruhkan nyawa‬
‪Mengorbankan harta benda‬
‪Menggadaikan dirinya

‪Namun sebagian cinta itu akan berubah jadi permusuhan‬
‪Jadi kebencian abadi,  mengantarkan ke dlm neraka‬

‫الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ‬
“Mereka yg saling mengasihi pada hari itu (hari Kiamat) akan saling menjadi musuh, kecuali orang-orang yg bertaqwa”. (Az Zukhruf 67)‬
‪ ‬
‪Akhi/Ukhti…‬

Bila kau cinta Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam (Saya kira semuanya cinta)

‪Maka belajarlah bagaimana cara yang benar mengapresiasikan cintamu

Agar cintamu berbuah Surga..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak minta kepala kerbau‬

atau selamatan bubur putih bubur merah‬
‪ ‬
‪Yang beliau inginkan satu‬
‫ ‬
‫عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ.‬

“Kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnahnya Khulafaur Rasyidin yang diberi petunjuk. Gigitlah ia dengan gigi gerahammu.” (HR. Tirmidzi)‬
‪ ‬
‪Iya, itulah yg beliau inginkan…‬
‪Bukan hanya dipegang dengan tangan‬

Tapi digigit dengan gigi‬
‪Kalau hanya dipegang dapat lepas‬
‪Tapi nabi menyuruh kita untuk menggigitnya dengan gigi terkuat kita‬

sehingga kalaupun ada yg ingin menariknya, kita siap mengorbankan nyawa kita…‬
‪Demi sunnah Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam‬
‪ ‬
‪Dan banyak-banyaklah bersholawat

Dan jangan pelit dan kikir‬
‪Jangan kau kira dengan menulis  S.A.W kau sudah bersholawat‬
‪Allah menyuruh kita bersholawat bukan berS.A.W‬

Semua yang kau tulis kelak akan berada dlm catatanmu‬

Disebutkan bahwa orang yang paling banyak pahala sholawatnya adalah para ahli hadits, karena disetiap hadits mereka selalu menuliskan shallallahu ‘alaihi wasallam‫ صلى الله عليه وسلم‬‬

Bukan S.A.W atau (صلعم)
Mulai saat ini buang S.A.W dan ganti dengan sholawat shallahu ‘alaihi wa sallam

Apalagi di zaman AutoText (gadget, pent)

بارك الله فيكم

Andaikan Aku Tak Berfatwa

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Al Qo’nabi rahimahullah berkata:
“Aku masuk kepada imam Malik bin Anas yang sedang sakit.

Aku ucapkan salam kemudian duduk.

Aku melihat ia menangis.

Aku berkata, “Wahai abu abdillah, apa yang membuatmu menangis?”

Ia bekata, “Wahai ibnu Qo’nab.. Bagaimana aku tidak menangis..
Siapa yang lebih berhak menangis dariku..

Demi Allah..

Andaikan setiap masalah yang aku berfatwa dengan ro’yuku..
Aku dipukul dengan cambuk pada setiap masalah itu..
Padahal aku punya keluasan pada perkara itu..
Andai aku tidak berfatwa dengan ro’yuku..
(Ilmu ushul bida’ hal 186).

Malu rasanya..
Bila imam Malik bin Anas menangis karena itu..

Sementara semua tahu keilmuan beliau..

Bagaimana dengan saya..
Yang ilmunya tak sampai sekuku beliau..

Allahummaghfirlii dzunuubii..

Wasiat Islam terhadap Tetangga

Islam telah berwasiat untuk memuliakan tetangga dan menjaga hak-haknya, bahkan Allah menyambung hak tetangga dengan ibadah dan tauhidNya serta berbuat bakti kepada kedua orang tua, anak yatim dan kerabat, sebagaimana firmanNya:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالا فَخُورًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”. (QS. An Nisaa’:36)

Demikian pula hadits-hadits Nabi sholallahu ‘alaihi wasallam
shallallahu ‘alaihi wassalam telah menjelaskan kewajiban menjaga
hak tetangga dan menjaga
kehormatan dan kemuliannya dan perintah menutupi aib mereka, menundukkan pandangan dari harta kehormatannya dan menjauhi hal yang menyakiti dan mengganggunya.

Diantaranya hadits Aisyah dan Ibnu Umar ini. Lihatlah baik-baik bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam mengatakan: “Sehingga aku menyangka tetangga tersebut akan mewarisinya.”

Hal ini menunjukkan wasiat dengan tetangga tersebut meliputi penjagaan, berbuat baik kepadanya, tidak berbuat jahat
dan mengganggunya, selalu bertanya tentang keadaannya dan memberikan kemakrufan kepadanya. Ini semua adalah bentuk perhatian dan motivasi syariat dalam menjaga dan menunaikan hak-hak mereka.

•Ustadz Kholid Syamhudi Al-Bantani Lc

Menebar Cahaya Sunnah