614. Tj Hukum Jual Beli Kucing

614. BBG Al Ilmu – 319

Tanya:
Apa hukum jual/beli kucing ?

Jawab:
Terdapat beberapa hadits shahih berkaitan dengan jual/beli kucing dan anjing, diantaranya sebagai berikut:

1) Dari Abu Az Zubair, beliau berkata bahwa beliau pernah menanyakan pada Jabir mengenai hasil penjualan anjing dan kucing? Lalu Jabir mengatakan:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang keras hal ini.” (HR. Muslim)

2) Dari Jabir, beliau berkata,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari hasil penjualan anjing dan kucing.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah) (Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Hadits-hadits di atas jelas sekali menunjukkan terlarangnya jual beli anjing dan kucing,  sehingga hasil penjualannya menjadi tidak halal. Anjing dan kucing bisa diperoleh dengan jalan lain semacam melalui pemberian secara cuma-cuma, tanpa melalui proses jual beli.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/hukum-islam/muamalah/2033-jual-beli-anjing-kucing-dan-darah.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

613. Tj Hadits-Hadits Yang Berkaitan Dengan Riba

613. BBG Al Ilmu – 23

Tanya:
Tolong kirim hadist2 tentang riba.

Jawab:
Beberapa hadits yang berkaitan dengan riba.

1. “Jauhilah tujuh dosa besar yang akan menjerumuskan pelakunya dalam neraka.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa saja dosa-dosa tersebut?” Beliau mengatakan, “[1] Menyekutukan Allah, [2] Sihir, [3] Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang dibenarkan, [4] Memakan harta anak yatim, [5] memakan riba, [6] melarikan diri dari medan peperangan, [7] menuduh wanita yang menjaga kehormatannya lagi (bahwa ia dituduh berzina).” (HR. Bukhari no. 2766 dan Muslim no. 89).

2. Dari Jabir bin ‘Abdillah, beliau berkata,“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang menyerahkan riba (nasabah), pencatat riba (sekretaris) dan dua orang saksinya.” Beliau mengatakan, “Mereka semua itu sama.”(HR. Muslim no. 1598)

3. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani mengatakan shahih).

4. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dalam
Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani mengatakan shahih dilihat dari jalur lainnya).

5. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Apabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri tersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diadzab oleh Allah.” (HR. Al Hakim. Syaikh Al Albani mengatakan hasan lighoirihi).

Sumber:
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/memakan-satu-dirham-dari-hasil-riba.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

612. Tj Kapan Zakat Emas Dikeluarkan

612. BBG Al Ilmu – 87

Tanya:
Untuk zakat emas apakah sifatnya ‘once a lifetime’ (sekali saja, setelah mencapai nishab+haulnya) atau dikeluarkan tiap tahun (jika jumlahnya masih diatas 85gram) ?

Jawab:
Selama emas itu lebih dari 85 gram, emas itu wajib dizakati tiap tahun.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://www.konsultasisyariah.com/zakat-untuk-emas/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

611. Tj Acara Syukuran 7 Bulan Kehamilan

611. BBG Al Ilmu – 29

Tanya:
Bagaimana hukum syukuran 4 dan 7 bulan anak dalam kandungan ? Apa ada amalan khusus untuk anak dalam kandungan ?

Jawab:
Selamatan kehamilan, seperti 3 atau 7 bulanan, tidak ada dalam ajaran Islam. Itu termasuk perkara baru dalam agama, dan semua perkara baru dalam agama adalah bid’ah, dan semua bid’ah merupakan kesesatan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Jauhilah semua perkara baru (dalam agama), karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah merupakan kesesatan”. (HR Abu Dawud, no. 4607; Tirmidzi, 2676).

Kemudian, jika selamatan kehamilan tersebut disertai dengan keyakinan akan membawa keselamatan dan kebaikan, dan sebaliknya jika tidak dilakukan akan menyebabkan bencana atau keburukan, maka keyakinan seperti itu merupakan kemusyrikan. Karena sesungguhnya keselamatan dan bencana itu hanya di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.

Kemudian, tidak ada doa atau bacaan khusus yang dianjurkan untuk dibaca oleh ibu hamil untuk kebaikan janinnya. Namun salah satu doa yang mustajab adalah doa yang dilakukan ketika dalam kondisi kepayahan dan ibu hamil sering mengalami kepayahan seperti susah bergerak, sering sakit, susah tidur, dll. Semua ini mendukung doa ibu hamil semakin mustajab. Mohonlah kebaikan untuk bayi dan masa depannya dan juga kebaikan untuk keluarga semuanya.

Doa bisa dengan bahasa sendiri. Atau bisa mengambil dari Alquran. Misalnya membaca:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqa: 74).

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://salamdakwah.com/baca-forum/selamatan-wanita-hamil-dan-pembacaan-diba-.html

http://www.konsultasisyariah.com/doa-ibu-hamil-untuk-janinnya/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

ANCAMAN YANG KERAS BAGI SESEORANG YANG TIDAK MENYEMPURNAKAN WUDHU’NYA

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Wahai saudara-saudariku yang kami hormati, perhatikanlah hadits berikut ini;

Khalid bin Ma’dan, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم pernah melihat seseorang yang shalat, sedangkan di punggung kakinya ada bagian sebesar uang dirham yang tidak terbasuh air wudhu, maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم memerintahkannya untuk mengulang wudhu’ dan shalatnya. [Hadits riwayat Abu Dawud: 175]

Dalam riwayat yang lain, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, sebagaimana
yang diriwayatkan dari sahabat Umar bin Khattab Radhiyallahu رضي الله عنه:

“Bahwasanya ada seorang laki-laki berwudhu dan meninggalkan bagian yang belum dibasuh (dari air wudhu’nya) sebesar kuku pada kakinya. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam melihatnya maka Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam mengatakan, “Kembalilah berwudhu, perbaguslah wudhumu” ( Riwayat Muslim :243)

Fawaid hadits:

Kedua hadits tersebut diatas menunjukkan tentang ancaman yang sangat keras bagi seseorang yang tidak menyempurnakan wudhu’nya dan yang tidak mengikuti cara wudhu Nabi صلى الله عليه وسلم, bahkan dalam satu riwayat beliau mengancamnya dengan api neraka terhadap orang yang tidak mencuci kedua kakinya dengan sempurna, dan permasalahan ini sering kali diremehkan oleh setiap muslim dan muslimah. Untuk itu wahai saudara-saudariku, kami menasehati untuk diri kami dan saudara-saudariku sekalian untuk mempelajari “Sifat Wudhu’ Nabi” berdasarkan dalil dari alqur’an dan sunnah yang shohih. Dan mempelajarinya adalah suatu kewajiban yang sangat penting dalam islam.

Ingatlah wahai saudara-saudariku!

Bahwa kunci shalat adalah berwudhu…

Semoga tulisan yang ringkas ini memberikan manfaat untuk kita semua, agar kita lebih memperhatikan wudhu kita dengan baik, dan kelak kita memohon kepada ALLAH agar menerima amal ibadah kita oleh ALLAH سبحانه وتعالى dan sebagai pemberat timbangan kembaikan kita nanti pada yaumul qiyamah.

Akhukum Ahmad ferry nasution

Ciri-Ciri Orang Berakal

Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah

akhi ukhti…
Apakah kita termasuk orang yang berakal???

Yang cerdas?
Sehingga memiliki predikat yang macam2…

Simaklah perkataan Ibnu Sireen;

“Orang yang berakal bukanlah yang dapat membedakan antara kebaikan dan keburukan,

Tapi orang yang berakal adalah yang tatkala melihat kebaikan ia mengikutinya

Dan bila melihat keburukan ia menghindarinya”.

(Hilyatul Awliya’ 8/933)

Selamat menjadi orang yang beraqal.

– – – – – •(*)•- – – – –

610. Tj Kencing Dalam Posisi Berdiri

610. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Bagaimana sunnahnya buang air kecil ? Bolehkah sambil berdiri ?

Jawab:
Para Ulama berbeda pendapat mengenai boleh tidaknya kencing sambil berdiri. Namun pendapat terkuat adalah kencing sambil berdiri tidaklah terlarang selama aman dari percikan kencing. Hal ini berdasarkan beberapa alasan:

1. Tidak ada hadits yang menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kencing sambil berdiri selain dari hadits yang dho’if (lemah).

2. Hadits yang menyebutkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kencing sambil duduk tidaklah bertentangan dengan hadits yang menyebutkan beliau kencing sambil berdiri, bahkan kedua-duanya diperbolehkan.

3. Terdapat hadits yang shahih dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, bahkan hadits ini disepakati oleh Imam Bukhari dan Muslim bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah kencing sambil berdiri.

4. Sedangkan perkataan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha yang mengingkari berita kalau Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu kencing sambil berdiri hanyalah sepengetahuan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha saja ketika beliau berada di rumahnya. Belum tentu di luar rumah, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak kencing sambil berdiri. Padahal jika seseorang tidak tahu belum tentu hal tersebut tidak ada. Mengenai masalah ini, Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu memiliki ilmu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah kencing sambil berdiri. Jadi, ilmu Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu ini adalah sanggahan untuk ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha yang tidak mengetahui hal ini.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/bolehkah-kencing-sambil-berdiri.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

609. Tj Gambar Mario Bros Di Lemari

609. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Lemari Baju ana, modelnya kan Puzzle (Lemari Plastik), nah disitunya Melekat Gambar Mario Bros yang udah jadi Motif si Lemari, apa gambar si Mario berpengaruh dengan memajang gambar? Sedangkan Gambar mario itu banyak, dan memang motifnya si Lemari.

Jawab:
Gambar kartun Mario Broz jelas menyerupai makhluk hidup manusia lengkap dengan panca inderanya dan ini dapat menyebabkan
menghindarnya malaikat dari rumah yang ada gambar tersebut, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut: Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat patung-patung atau gambar-gambar.” (HR. Muslim no. 5545)
Bagaimana cara menghapusnya ?

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya masalah ini dan berkata:
“Gambar yang mesti dihapus adalah setiap gambar manusia atau hewan. Yang wajib dihapus adalah wajahnya saja. Jadi cukup menghapus wajahnya walaupun badannya masih tersisa. Sedangkan gambar pohon, batu, gunung, matahari, bulan dan bintang, maka ini gambar yang tidak mengapa dan tidak wajib dihapus. Adapun untuk gambar mata saja atau wajah saja (tanpa ada panca indera), maka ini tidaklah mengapa, karena seperti itu bukanlah gambar dan hanya bagian dari gambar, bukan gambar secara hakiki.”
(Liqo’ Al Bab Al Maftuh, kaset no. 35).
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/hukum-islam/umum/3370-hukum-memajang-foto-makhluk-bernyawa.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

609. Tj Gambar Mario Bros Di Lemari

609. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Lemari Baju ana, modelnya kan Puzzle (Lemari Plastik), nah disitunya Melekat Gambar Mario Bros yang udah jadi Motif si Lemari, apa gambar si Mario berpengaruh dengan memajang gambar? Sedangkan Gambar mario itu banyak, dan memang motifnya si Lemari.

Jawab:
Gambar kartun Mario Broz jelas menyerupai makhluk hidup manusia lengkap dengan panca inderanya dan ini dapat menyebabkan
menghindarnya malaikat dari rumah yang ada gambar tersebut, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut: Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat patung-patung atau gambar-gambar.” (HR. Muslim no. 5545)
Bagaimana cara menghapusnya ?

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya masalah ini dan berkata:
“Gambar yang mesti dihapus adalah setiap gambar manusia atau hewan. Yang wajib dihapus adalah wajahnya saja. Jadi cukup menghapus wajahnya walaupun badannya masih tersisa. Sedangkan gambar pohon, batu, gunung, matahari, bulan dan bintang, maka ini gambar yang tidak mengapa dan tidak wajib dihapus. Adapun untuk gambar mata saja atau wajah saja (tanpa ada panca indera), maka ini tidaklah mengapa, karena seperti itu bukanlah gambar dan hanya bagian dari gambar, bukan gambar secara hakiki.”
(Liqo’ Al Bab Al Maftuh, kaset no. 35).
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/hukum-islam/umum/3370-hukum-memajang-foto-makhluk-bernyawa.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

608. Tj Adab Ketika Buang Air Kecil Atau Besar

608. BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Bagaimana adab buang air kecil

Jawab:
Berikut adalah adab buang hajat kecil dan besar.

1. Menutup diri dan menjauh dari manusia ketika buang hajat.

2. Tidak membawa sesuatu yang bertuliskan nama Allah.

3. Membaca basmalah dan meminta perlindungan pada Allah (membawa ta’awudz) sebelum masuk tempat buang hajat. Dan kemudian berdoa: “Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits”
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan).

4. Masuk ke tempat buang hajat terlebih dahulu dengan kaki kiri dan keluar dari tempat tersebut dengan kaki kanan.

5. Tidak menghadap kiblat atau pun membelakanginya. Hal ini berlaku di dalam dan di luar bangunan.

6. Terlarang berbicara secara mutlak kecuali jika darurat.

7. Tidak buang hajat di jalan dan tempat bernaungnya manusia.

8. Tidak buang hajat di air yang tergenang.

9. Tidak kencing di lubang karena itu rumahnya Jin.

10. Tidak beristinja’ dan menyentuh kemaluan dengan tangan kanan. Beristinja’dengan menggunakan air, jika tidak ada dengan minimal tiga batu (istijmar).

11. Memerciki kemaluan dan celana dengan air setelah kencing untuk menghilangkan was-was.

12. Hati2 dengan air kencing yang terpercik ke pakaian/tubuh karena jika tidak dibersihkan menjadi faktor utama dan dominan siksa kubur.

13. Mengucapkan do’a “ghufronaka” setelah keluar kamar mandi dengan mendahulukan kaki kanan.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/10-adab-ketika-buang-hajat.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Menebar Cahaya Sunnah