Ilmu Sebagai Kebutuhan Primer

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

Ibnul Qayyim -Rahimahullah- berkata:

Kebutuhan manusia terhadap ilmu darurat lagi primer diatas kebutuhan tubuh terhadap makanan; karena tubuh membutuhkan makanan setiap hari sekali atau dua kali dan kebutuhan manusia kepada ilmu setiap tarikan nafas… Sehingga kebutuhannya kepada ilmu diatas kebutuhannya kepada makanan dan minuman

Sumber: Miftaah darissa’adah 1/62.

Malu

Ada banyak hadits-hadits
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mengisahkan tentang indahnya akhlak ini. Di
antara keistimewaan sifat malu ialah malu dapat menghadirkan kebaikan di dalam jiwa
seorang insan bahkan malu menjadi parameter keimanan seorang hamba.

“Sifat malu itu tidaklah mendatangkan sesuatu
melainkan kebaikan ” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Sifat malu adalah satu di antara cabang-cabang keimanan ” (HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga Allah menganugrahi sifat malu bagi kita, yang dengan sifat malu tersebut kita terhalangi dari jalan-jalan menuju neraka.

Marah Rahmat

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata, “Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Ya Allah, sesungguhnya Muhammad hanyalah manusia.
Ia marah sebagaimana manusia lainnya marah.
Sesungguhnya aku telah mengambil perjanjian di sisiMu.
Dan Engkau tidak menjadikanku mengingkari janji itu..
Maka..
Mukmin mana saja yang pernah aku sakiti..
Atau aku mencacinya..
Atau aku mencambuknya..
Jadikanlah ia sebagai penebus dosanya..
Dan sebagai taqorrub yang mendekatnya kepadaMu pada hari kiamat..
(HR Muslim).

Ini menunjukkan..
Semua shahabat yang pernah Nabi caci, atau sakiti..
Menjadi keutamaan untuknya pada hari kiamat..
Termasuk padanya Mu’awiyah bin Abi Sufyan..
Semoga Allah meridlainya..

Syaikh Abdurrahman Al Mu’allimi rahimahullah berkata:
“Hikmahnya..
Bahwa pengingkaran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada seorang shahabat..
Hanya sebatas mengingkari dan mengajarkan adab..
Bukan memvonis dan menghukumi..
(At Tankiil 1/52).

702. Tj Bolehkah Menjadi Ibu Susu Anak Orang Lain Dan Syarat Terbentuknya Ikatan Mahram

702. BBG Al Ilmu – 399

Tanya:
Istri ana diminta menjadi ibu susu dari teman yang bayinya tidak bisa disusui karena susu ibu kandungnya tidak keluar. Istri ana jadi ragu karena kurang paham hukum dan syarat2nya -mengingat berkaitan dengan nasab nantinya.

Jawab:
Ust. Irfan Helmi, حفظه الله

Menyusui anak orang lain dibenarkan dalam Islam. Banyak dalil yang menunjukkan hal tersebut. Seperti firman Allah (artinya): “Diharamkan atasmu (mengawini) ibu-ibumu yang menyusui kamu dan (diharamkan pula mengawini) saudara2 perempuan sepersusuan”
(QS An-Nisaa’: 23)

Dan sabda Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam : “Sesuatu diharamkan karena saudara sepersusuan sebagaimana diharamkan karena hubungan nasab” (HR al-Bukhari).

Syarat persusuan yang menyebabkan hubungan mahram adalah :
– persusuan minimal 5x yang mengenyangkan
(HR Muslim dari Aisyah radhiyallahu ‘anha)

– umur anak tersebut
< (dibawah) 2 tahun (lihat QS Al-Baqarah: 233). والله أعلم بالصواب »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

701. Tj Cara Qadha Shalat Yang Dahulu Ditinggalkan Dengan Sengaja

701. BBG Al Ilmu – 199

Tanya:
Apa ada tuntunan dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam mengenai mengqhada sholat yang ditinggal baik sengaja ataupun tidak pada masa2 lalu? Contohnya, mungkin pada tahun 2000 sampai tahun 2003 tidak mengerjakan sholat, kalaupun sholat, sholatnya bolong2.

Jawab:
Ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Mayoritas ulama berpendapat, dia tetap wajib mengqadha shalatnya dan dia berdosa karena perbuatannya, selama belum sungguh-sungguh bertaubat. Sementara pendapat yang dikuatkan syaikhul islam, qadha shalat yang dia kerjakan tidak sah, karena berarti dia melaksanakan shalat di luar waktu tanpa udzur (alasan) yang dibolehkan.

Syaikhul Islam mengatakan:
“Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja, tidak disyariatkan meng-qadhanya. Dan jika dilakukan, shalat qadhanya tidak sah. Namun yang dia lakukan adalah memperbanyak shalat sunah. Ini merupakan pendapat sebagian ulama masa silam.” (Al-ikhtiyarot, hlm. 34).

Yang wajib bagi anda sekarang adalah bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menjaga shalat di sisa hidup anda. Dan hendaknya anda bersungguh-sungguh dalam bertaubat dengan menunaikan semua syarat-syaratnya, yaitu:
* Menyesal atas dosa yang telah dilakukan

* Berhenti dari dosa yang dilakukan dan mewaspadainya

* Bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut

* Memperbanyak shalat sunnah

Jika anda telah benar-benar bertaubat dan senantiasa melakukan ketaatan pada sisa hidup anda dan senantiasa melaksanakan shalat, maka itu cukup bagi anda insya Allah.

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://www.konsultasisyariah.com/enam-catatan-tentang-qadha-shalat/#

http://salamdakwah.com/baca-forum/dahulu-tidak-pernah-shalat–apa-yang-harus-dilakukan-.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

700. Tj Perbedaan Islam Dan Syi’ah

700. BBG Al Ilmu

Tanya:
Apakah ada artikel yang menjelaskan perbedaan Sunni-Syi’ah ?

Jawab:
Ada beberapa artikel mengenai perbedaan Islam dan syi’ah, ini salah satunya, mungkin bisa dimulai dari sini:
http://muslim.or.id/manhaj/kesesatan-agama-syiah-1.html/comment-page-1

Kemudian di situ juga ada link ke seri ke 2, ke 3 dan ke 4 dari artikel tersebut.

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

699. Tj Surga Dan Neraka Diperlihatkan Ke Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Saat Mi’raj

699. BBG Al Ilmu – 349

Tanya:
Bagai mana saat kejadian Nabi sholallahu ‘alaihi wasallam saat diperlihatkan surga dan neraka. Apakah benar saat isro miraj?

Jawab:
Benar. Beliau shollallahu ‘alaihi wasallam sudah diperlihatkan surga dan neraka ketika Mi’raj, ini menandakan surga dan neraka sudah ada sekarang.

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://muslim.or.id/aqidah/kisah-isra-miraj.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

698. Tj Sholat Dhuha Setelah Sholat ‘Ied (Idhul Fithri & Idhul Adha)

698. BBG Al Ilmu

Tanya:
Apakah masih perlu sholat dhuha setelah sholat eid ? atau sholat eid itu sudah seperti sholat dhuha jadi tidak perlu lagi ?

Jawab:
Ust. Abdussalam Busyro, حفظه الله

Sholat ‘Ied tidak sama dengan sholat dhuha. Sholat ‘Ied didirikan sendiri begitupun dengan sholat dhuha, namun jika sholat dhuha tidak dilaksanakan (setelah sholat ‘Ied) juga tidak mengapa.

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

697. Tj Wudhu Setelah Mandi Janabah/Wajib

697. BBG Al Ilmu

BBG Al Ilmu – 421

Tanya:
Pada surat Al-maidah ayat 6
Artinya: “Hai orang-orang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu junub maka mandilah.” Jika kita junub dan hendak melaksanakan shalat, apaka sudah cukup mandi saja atau kita wudhu lagi ?

Jawab:
Ust. Fuad H Baraba’, حفظه الله

Kalau sudah mandi, sudah cukup. Karena sebelum mandi, kita berwudhu dulu.

Tambahan:
Berikut ini adalah tata cara mandi janabah/wajib:

Pertama: Mencuci tangan terlebih dahulu sebanyak tiga kali sebelum tangan tersebut dimasukkan dalam bejana atau sebelum mandi.

Kedua: Membersihkan kemaluan dan kotoran yang ada dengan tangan kiri.

Ketiga: Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan dengan menggosokkan ke tanah atau dengan menggunakan sabun.

Keempat: Berwudhu dengan wudhu yang sempurna seperti ketika hendak shalat.

Kelima: Mengguyur air pada kepala sebanyak tiga kali hingga sampai ke pangkal rambut.

Keenam: Memulai mencuci kepala bagian kanan, lalu kepala bagian kiri.

Ketujuh: Menyela-nyela rambut.

Kedelapan: Mengguyur air pada seluruh badan dimulai dari sisi yang kanan setelah itu yang kiri.

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/tata-cara-mandi-wajib.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Terkabulnya Do’a Seorang Ibu Terhadap Anaknya

Dikisahkan oleh :
Syeikh Abdurrahman Assudais

Saat beliau masih dalam usia kanak-kanak ibunya sedang mengadakan acara walimahan, Assudais kecil bermain pasir sehingga mengenai makanan walimah,

Ketika itu ibu beliau marah dan berkata: Pergilah kamu menjauh semoga Allah menjadikan kamu imam Haramain…..

Maka do’a tersebut dikabulkan Allah sehingga Assudais kecil kelak menjadi imam Haramain.

Dari kisah tersebut ada pelajaran jika marah terhadap anak jangan mendo’akan keburukan untuknya, tapi do’akan kebaikan untuknya…

MaasyaaAllah….

Oleh Ustadz DR.Ali Musri MA

– – – – – •(*)•- – – – –

Menebar Cahaya Sunnah