Tj Memakai Pakaian Dari Bahan Kulit Hewan

544. BBG Al Ilmu – 357

Tanya:
Memakai jaket berbahan kulit hewan diperbolehkan ndak akh?

Jawab:
Kulit binatang yang halal dimakan dan telah disembelih maka boleh dimanfaatkan, seperti untuk bahan sepatu, sabuk, dan semacamnya. Karena menggunakan benda ini termasuk pemanfaatan yang Allah bolehkan untuk kita.

Sedangkan kulit hewan yang haram, atau hewan yang mati tidak disembelih, atau hewan yang diperselisihkan kehalalannya, seperti binatang buas, para ulama berselisih pendapat tentang hukum memanfaatkan kulitnya. Mengingat adanya beberapa hadis yang menunjukkan bolehnya menggunakan kulit hewan semacam ini dan ada hadis yang menunjukkan terlarangnya memanfaatkan kulit tersebut.

Disebutkan dalam riwayat Abu Daud dan Turmudzi, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kulit binatang buas. Demikian pula, diriwayatkan Abu Daud dan Nasa’i bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang memakai kulit binatang buas dan menunggangi binatang buas.

Hadis-hadis ini menunjukkan bahwa kulit binatang buas tidak boleh dimanfaatkan.

As-Syaukani dalam Nailul Authar mengatakan, ‘Hadis-hadis ini melarang memanfaatkan kulit binatang yang tidak boleh dimakan, (meskipun) dalam keadaan sudah kering. Berdasarkan keumuman hadis, kulit hewan yang haram dimakan juga tidak bisa suci dengan disembelih atau disamak.’

Mayoritas ulama berpendapat bahwa ular, buaya, harimau adalah haram dimakan. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa tidak dibolehkan menggunakan kulit buaya, ular dan semacamnya.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://www.konsultasisyariah.com/hukum-pakai-kulit-binatang/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Apakah Berlaku Hukum Nifas Bagi Kelahiran Cesar

543. BBG Al Ilmu – 199

Tanya:
Bagaimana perhitungan waktu nifas bagi wanita yang melahirkan melalu operasi cesar, apakah sama seperti wanita yang lain atau tergantung keluar atau tidaknya darah nifas ?

Jawab:
Perkara ini pernah ditanyakan ke Al-Lajnah Ad-Da`imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wal Ifta` yang saat itu diketuai Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah. Berikut ini jawabannya:
 “Hukum bagi wanita yang mengalami kejadian demikian sama dengan hukum wanita-wanita lain yang mengalami nifas karena persalinan normal.

Bila ia melihat keluarnya darah dari kemaluannya, ia meninggalkan shalat dan puasa sampai suci. Bila ia tidak lagi melihat keluarnya darah maka ia mandi, mengerjakan shalat dan puasa seperti halnya wanita-wanita yang suci.” (Fatawa Al-Mar`ah Al-Muslimah, hal. 70)
والله أعلم بالصواب
Sumber:

Lama Waktu Nifas

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Waktu

” Saudaraku terkadang dalam kehidupan kita sehari-hari kita selalu menanti-nanti WAKTU yang akan memberikan KEBAHAGIAAN kepada kita, akan tetapi banyak diantara kita yang TIDAK PUNYA WAKTU walau hanya sekedar untuk mensyukuri & menikmati KEBAHAGIAAN yang ada didalam kehidupannya”.

Semoga ALLAH menjadikan kita sebagai hamba yang senantiasa bersyukur kepada ALLAH atas karunia nikmat yang ALLAH berikan kepada kita.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

Mutiara Nasehat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Bismillah,
Dari Abu Juroyy bin Jabir bin Sulaim radliyallahu’anhu berkata:
“Aku melihat seorang lelaki yang manusia selalu mengikuti perkataannya. Tidaklah ia mengucapkan sesuatupun kecuali dipatuhi.”

Aku berkata, “Siapa lelaki ini ?”

Mereka berkata, “Ini rosulullah.”

Aku berkata, “‘Alaikassalam ya rasulullah
2x.”

Beliau menjawab, “Jangan berkata, “alaikassalam! Karena ia adalah tahiyat mayat. Ucapkan, “Assalaamu’alaika.”

Aku berkata, “Engkau utusan Allah?”

Beliau menjawab, “Aku adalah utusan Allah yang apabila kamu ditimpa bahaya, lalu kamu berdo’a kepadaNya, niscaya Dia akan menghilangkannya darimu. Bila kamu ditimpa kekeringan lalu kamu berdo’a kepadaNya, maka Dia akan menumbuhkan pepohonan untukmu. Bila kamu berada di tanah tandus, lalu untamu hilang dan kamu berdo’a kepadaNya, pasti Dia akan mengembalikannya kepadamu.”

Aku berkata, “Beri aku wasiat.”

Beliau menjawab, “Jangan mencela siapapun.”

Semenjak itu aku tidak pernah mencela siapapun baik orang merdeka, budak, unta ataupun kambing.”

Beliau bersabda, “Jangan meremehkan perbuatan baik sekecil apapun.
Berbicaralah dengan temanmu dengan wajah yang berseri, karena itu termasuk perbuatan yang ma’ruf.
Angkatlah kainmu sampai pertengahan betis. Jika kamu enggan, maka sampai mata kaki.
Jauhilah isbal, karena ia termasuk kesombongan. Dan Allah tidak menyukai kesombongan.
Jika ada orang yang mencaci dan memburuk-burukkanmu dengan apa yang ada padamu, maka jangan kamu balas memburuk-burukkannya dengan apa kamu ketahui ada padanya. Karena dialah yang akan mendapat dosanya.”

(HR Abu Dawud no 4084, At Tirmidzi (2722), Ahmad (5/63,64). Sanadnya shahih).

 Ditulis oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

BERJALAN dan BERPEGANG TEGUH DIATAS MANHAJ SALAFUSSHALEH

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Wahai Saudara-saudariku..

Jadilah kalian seseorang yang bermanhaj salaf yang sejati. (Ikutilah) jalan salafusshaleh dari kalangan para sahabat Radhiyallahu anhum dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dalam seluruh bidang agama; baik tauhid, ibadah dan selainnya, yang bercirikan berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah, membiasakan diri mengikuti sunnah, meninggalkan perdebatan, perseteruan kosong, meninggalkan pergelutan dengan ilmu kalam dan segala perkara yang akan mendatangkan dosa dan menyimpang dari syariat.
(Hilyah thalibil ilmi :12, dgn beberapa tambahan)

Kemudian syaikh melanjutkan:
Mereka itulah Ahlussunnah wal jama’ah yg mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, dan mereka seperti yg dikatakan oleh syaikhul islam ibnu taymiyah: Ahlussunnah adalah kaum muslimin terpilih, mereka adalah sebaik-baik manusia untuk manusia”.

Maka istiqomahlah dalam jalan ini, ” dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya (al-an’am 153).
(Hilyah thalibil ilmi:12)

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

Perbaiki Keluarga

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

Syeikh Ibnu Badies al-Jazairi berkata:

… Demikianlah wajib bagi seseorang untuk memulai dalam bimbingan dan dakwahnya kepada orang terdekatnya kemudian yang setelah mereka secara bertahap
 
Setiap kita ketika melaksanakan tugas membimbing keluarganya dan orang terdekat dengannya maka tidak lama akan kita lihat kebaikan telah tersebar di masyarakat seluruhnya. Karena dari keluarga (rumah tangga) akan tersusun masyarakat.
 
Ketika setiap kita memperhatikan keluarganya maka umat akan mencapai ketinggian dengan ketinggian yg dicapai para keluarga tersebut, seperti naiknya sesuai karena naiknya elemen-elemennya. Sehingga orang yang memperhatikan keluarganya otomatis telah memperhatikan umatnya.
 
Ketika dia berniat dengan berkhidmat kepada keluarganya untuk berkhidmat kepada umat, maka dia mendapatkan pahala berkhidmat kepada semuanya; keluarganya dengan amalan dan umatnya dengan niat tersebut. Atau untuk keluarganya secara langsung dan umatnya secara tidak langsung. Ini semua termasuk yang dibalas pahala secara syariat.
 
Sumber: Majalah al-Ishlah al-Jazair edis 1 tahun 2007 hlm 66.

MERAIH FADHILAH AMAL DI HARI JUMAT

1. KEUTAMAAN MEMBACA SURAT AL-KAHFI PADA MALAM DAN HARI JUMAT.

» KLIK: http://abufawaz.wordpress.com/2011/12/09/hadits-hadits-shohih-tentang-keutamaan-surat-al-kahfi-الأحاديث-الصحيحة-في-فضل-سور/

2. KEUTAMAAN SHOLAWAT DAN CARA MEMBACANYA YANG BENAR SESUAI TUNTUNAN NABI shallallahu alaihi wasallam.

» KLIK: http://abufawaz.wordpress.com/2012/10/12/keagungan-membaca-sholawat-kepada-nabi-muhammad-berdasarkan-hadits-hadits-shohih/

3. KEUTAMAAN ORANG MUSLIM YANG MENINGGAL DUNIA PADA HARI ATAU MALAM JUMAT.

» KLIK: http://abufawaz.wordpress.com/2013/04/27/keutamaan-orang-muslim-yang-meninggal-dunia-pada-hari-atau-malam-jumat/

Silakan Link-link ilmiyah tsb dishare kpd kaum muslimin. Smg jadi ilmu yg bermanfaat dan amal sholih yg mengalirkan pahala kpd kita hingga hari Kiamat. آمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ
(Klaten, 19 September 2013).

– – – – – •(*)•- – – – –

Lelah

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Apabila keletihan terasa saat ini setelah anda berbuat kebajikan, ingatlah bahwa rasa letih tersebut akan hilang namun (buah) dari kebajikan akan kekal إِنْ شَاءَ اللّهُ selama anda mengerjakannya dengan ikhlas dan sesuai sunnah.

Dan apabila terasa kelezatan dalam berbuat kemaksiatan, ingatlah bahwa kelezatan tersebut akan hilang namun (buah) dari kemaksiatan akan terus ada, selama anda tidak bertaubat kepada ALLAH.

Haji Dan Berqurban

Krn bayakny yg bertanya Apakah boleh bagi orang yg sedang haji berkurban?

Maka simak hadits berikut

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwatkan tentang haji beliau..

فَلَمَّا كُنَّا بِمِنًى أُتِيتُ بِلَحْمِ بَقَرٍ ، فَقُلْتُ مَا هَذَا قَالُوا ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – عَنْ أَزْوَاجِهِ بِالْبَقَرِ

Tatkala kami di Mina, kami didatangkan daging sapi. Aku pun berkata, “Apa ini?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan udhiyah (berqurban) atas nama dirinya dan istri-istrinya dengan sapi.” (HR. Bukhari no. 5548)

Bolehkah kurban di negaranya atau harus di makkah.? Atau dua duanya?

Hal ini semuanya boleh.. Dan perlu diketahui ia harus menjaga untuk tidak memotong rambut dan kuku kukunya sampai telah tersembelih hewan kurbannya.

SIBUKKAN DENGAN KEKURANGAN DIRI KITA….!

Saudaraku kaum muslimin…
Termasuk salah satu prinsip yang telah ditetapkan oleh agama kita yang mulia ini adalah, bahwa setiap muslim sebelum ia menyibukkan dirinya utk mengoreksi kekurangan orang lain, maka hendaknya ia berusaha sungguh2 memperbaiki dirinya terlebih dahulu, ya’ni berupaya merealisasikan keselamatan, dan menjauhkan segala hal yang akan menyebabkan kerugian /kebinasaan dirinya.

Perhatikan firman ALLAH surah: Al-Ashr 1-3.

Ayat diatas memberikan pelajaran kepada kita, diantara:
ALLAH memberitakan kepada kita bahwa orang yang akan selamat dari kerugian ialah mereka yang merealisasikan pada diri mereka keimanan dan amal shaleh terlebih dahulu sebelum mereka mendakwahi orang lain dgn nasehat menasehati tentang kebenaran dan kesabaran…

Ayat diatas menjadi hujjah atas pembahasan kita saat ini, dan ALLAH sgt mencela kepada Bani Israil dikarenakan mereka menyimpang dari prinsip ini, yaitu dgn firman ALLAH:

Lihat surah AlBaqarah :44.

Untuk itu wahai ikhwan dan akhwat sekalian hendaklah kita senantiasa membenahi terus diri kita sendiri dahulu dari segala bentuk kekurangan dengan terus belajar (menuntut ilmu) kpd guru2 kita, mempelajari kitab para ulama sampai selesai, serta mengamalkan apa yang sdh kita difahami dan istiqomahlah!
Kemudian apabila kita mampu untuk berdakwah maka mulailah terlebih dahulu kepada keluarga kita (anak dan istri) kemudian orang yg terdekat dg kita, agar dakwah ini menjadi rahmat terlebih dahulu untuk keluarga kita sebelum kepada orang lain…
dan jangan sampai kita sibukkan diri kita utk orang lain akan tetapi keluarga kita tdk faham agama sama sekali…

Apabila antum dan antunna amalkan yang demikian, sungguh yang demikian lebih bermanfaat untuk diri kita dan juga kepada kemaslahatan dakwah.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

– – – – – •(*)•- – – – –

Menebar Cahaya Sunnah