Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,
“Sungguh terhina seseorang yang mendapati bulan Ramadhan, lalu Ramadhan itu berlalu sebelum ia diampuni..”
(HR. At Tirmidzi & Al Hakim)
📌 Al Imam Ash Shonʿani rohimahullah berkata,
“Sesungguhnya ini (Ramadhan) adalah bulan di mana dosa-dosa diampuni dan amal ketaatan dilipat-gandakan.
Tidaklah bulan ini berlalu kecuali Allah telah mengampuni mereka yang berbalik menuju ketaatan kepada-Nya dan telah memaafkan perbuatan buruk mereka.
Maka, barangsiapa yang tidak diampuni, ia hanyalah mendatangkan (kerugian) itu pada dirinya sendiri, dan tidaklah ada yang berakhir binasa kecuali orang yang membinasakan dirinya sendiri.
Dengan demikian, ia menjadi layak menerima do’a agar Allah menghinakannya karena kelalaiannya terhadap hak Allah dan karena ia justru berpaling kepada hal-hal yang bertentangan dengan apa yang diridhoi-Nya..”
(At Tanwir Sharh Al Jaami‘ Ash Shoghiir 6/249)
➡️ Catatan : Ungkapan bahasa Arab dalam hadits tersebut secara harfiah berarti “semoga hidungnya tersungkur ke tanah/debu” .. yang bermakna penghinaan dan perendahan (karena kerugian yang sangat besar).