Syaikh ‘Abdurrazzaq al-Badr hafizhohullahu Ta’ala menjelaskan,
“Dan waktu terakhir setelah ‘Ashar pada hari Jum’at — yaitu rentang waktu setelah ‘Ashar hingga terbenamnya matahari — dahulu sebagian ulama salaf, apabila mereka telah selesai melaksanakan sholat ‘Ashar pada hari Jum’at, mereka tetap berdiam di tempat sholatnya hingga waktu Maghrib.
Mereka berusaha mengejar dan mencari kesempatan di waktu tersebut (waktu dikabulkannya do’a). Mereka tidak keluar meninggalkan masjid agar tidak tersibukkan oleh berbagai urusan, pekerjaan, atau kepentingan duniawi, sehingga tidak terlewat kesempatan yang sangat berharga ini, yaitu waktu yang sangat diharapkan dikabulkannya do’a..”