Syaikh Abdurrozzaq al-Badr hafizhohullah menjelaskan,
Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“Lima hal, barang siapa yang datang membawanya pada hari kiamat disertai dengan keimanan, maka ia akan masuk surga..”
Lima amalan yang dapat dihitung dengan jari tangan, barang siapa yang menjaga kelimanya, maka ia akan masuk ke dalam surga-surga penuh kenikmatan pada hari kiamat. Akan tetapi, amalan-amalan ini harus didasari oleh keimanan, oleh karena itu beliau bersabda, “Disertai dengan keimanan..”
Beliau bersabda :
1. Menjaga sholat lima waktu dengan menyempurnakan wudhunya, ruku’nya, dan tepat pada waktunya.
2. Menunaikan zakat dengan jiwa yang lapang. Maksudnya adalah zakat wajib yang dikeluarkan dengan kerelaan hati, kedermawanan jiwa, bukan dengan rasa benci, kemarahan, atau keengganan, melainkan dengan hati yang lapang serta patuh terhadap perintah Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Beliau juga biasa mengatakan, “Demi Allah, tidak ada yang melakukan hal tersebut kecuali seorang mukmin..” yang berarti ini adalah salah satu tanda dan ciri keimanan, di mana seorang Muslim mengeluarkan zakat dengan jiwa yang ikhlas dan lapang.
3. Berpuasa di bulan Ramadhan.
4. Menunaikan ibadah haji ke Baitullah jika ia mampu mengadakan perjalanan ke sana.
5. Menunaikan amanah.
Para sahabat bertanya kepada Abu Ad Darda’ rodhiyallahu ‘anhu, “Apakah bentuk menunaikan amanah itu..?”
Beliau menjawab, “Mandi junub (janabah)..”
Perhatikanlah pemahaman mendalam para salaf (generasi awal umat Islam). Ketika mereka bertanya tentang bentuk menunaikan amanah, beliau menjawab bahwa mandi junub adalah bentuk amanah.
Siapa yang terlintas di benaknya bahwa mandi junub adalah sebuah bentuk amanah..??
Bahwa Allah ‘Azza wa Jalla telah mempercayakan hamba-Nya untuk menjaga kesucian yang agung ini dari hadats besar, yang mana sholat seorang hamba tidak akan diterima kecuali jika ia bersuci darinya melalui mandi. Ini adalah sebuah amanah, dan hal ini menjelaskan kepada kita bahwa amanah mencakup seluruh urusan agama.
Mandi junub adalah salah satu bagian dari perwujudan amanah. Amanah mencakup agama secara keseluruhan; Allah telah mempercayakan para hamba-Nya untuk melakukan mandi junub, mendirikan sholat, berpuasa, menunaikan ibadah haji, serta seluruh amal agama agar mereka menunaikannya sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan sesuai dengan petunjuk Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam.
Beliau melanjutkan, “Sesungguhnya Allah tidak pernah mempercayakan anak Adam terhadap suatu urusan agamanya selain hal itu (amanah-amanah tersebut)..” Hal ini menunjukkan pengagungan terhadap kedudukan mandi junub, penekanan betapa pentingnya kedudukan mandi junub dalam agama, dan bahwa Allah mempercayakan para hamba-Nya untuk melakukan amalan ini sebagaimana Dia mempercayakan mereka pada seluruh urusan dan amalan agama lainnya yang telah diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya.
Hadits yang disampaikan oleh rohimahullah (Imam Al-Mundziri) ini dikatakan oleh Al-Mundziri dan Al-Haitsami bahwa sanadnya jayid (baik), dan Al-Albani rohimahullah juga menilai sanadnya hasan (baik).