Kaidah Yang Sangat Ampuh

Lau kaana khoiron lasabaquuna ilaih… (Seandainya itu baik, tentu mereka para salaf telah mendahului kita).

=======

Ya… Inilah kaidah yang sangat AMPUH untuk menjawab semua amalan bid’ah dalam agama.

Sekuat apapun dalil mereka untuk melegalkan amalan bid’ah, pasti bisa kita patahkan dengan perkataan di atas: “Seandainya itu baik, tentu mereka para salaf telah mendahului kita..”

Karena tidak mungkin kita lebih ALIM dari mereka dalam masalah agama, dan tidak mungkin kita lebih SEMANGAT dari mereka dalam mengamalkan kebaikan, sehingga tidak mungkin ada amal kebaikan yang tidak pernah diamalkan oleh mereka para generasi salaf.

Kalau ada yang mengatakan, mana dalil kaedah di atas..?!

Kita katakan: Kaedah di atas diambil dari mafhumnya firman Allah ta’ala:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا لَوْ كَانَ خَيْرًا مَا سَبَقُونَا إِلَيْهِ

“Orang-orang kafir itu mengatakan kepada orang-orang yang beriman: seandainya itu baik, tentu mereka TIDAK mendahului kami..” [Al-Ahqof: 11].

Seorang pakar tafsir Imam Ibnu Katsir -rohimahulloh- mengatakan:

“Maksud ayat ini, bahwa mereka (orang kafir Mekah) mengatakan kepada kaum yang mengimani Alqur’an: ‘Seandainya Alqur’an itu baik, tentu MEREKA tidak akan mendahului kita (dalam beriman) kepadanya’, dan perkataan ini mereka tujukan kepada Bilal, Ammar, Shuhaib, Khobab, dan yang semisal dengan mereka yang merupakan orang-orang lemah dan para hamba sahaya.. Sungguh mereka itu telah salah fatal dan jelas-jelas keliru.

Adapun AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH, maka mereka akan mengatakan dalam setiap perbuatan dan perkataan yang TIDAK valid dari para sahabat bahwa itu adalah BID’AH.

Karena ‘seandainya itu kebaikan, tentu mereka (para sahabat) telah mendahului kita dalam melakukannya.’

Karena mereka tidaklah menyisakan SATUPUN amal kebaikan, kecuali mereka telah bersegera melakukannya..”

[Kitab: Tafsir Ibnu Katsir 7/278-279].

————-

Sayangnya di zaman ini, orang yang menggunakan semboyan yang bersumber dari Alqur’an ini, selalu dijuluki sebagai wahabi.

Padahal Imam Ibnu Katsir -rohimahulloh- telah jelas MENEGASKAN bahwa itu adalah perkataan Ahlussunnah wal Jama’ah, wallohul musta’an.

Penulis,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.