1050. BBG Al Ilmu – 461
Tanya:
Apakah ada dalilnya kalau kita sholat, dari sholat fardhu kemudian mau sholat rawatib harus bergeser dahulu dari tempat semula ?
Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى
Hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَتَقَدَّمَ، أَوْ يَتَأَخَّرَ، أَوْ عَنْ يَمِينِهِ، أَوْ عَنْ شِمَالِهِ فِي الصَّلَاةِ، يَعْنِي فِي السُّبْحَةِ
“Apakah kalian kesulitan untuk maju atau mundur, atau geser ke kanan atau ke kiri ketika shalat.” Maksud beliau: “shalat sunah”. (HR. Abu Daud 1006, Ibn Majah 1427, Ibn Abi Syaibah 6011, dan dishahihkan al-Albani).
Tambahan:
Alasan dianjurkannya pindah tempat ketika shalat sunnah adalah memperbanyak tempat pelaksanaan ibadah. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Bukhari dan Al-Baghawi. Karena tempat yang digunakan untuk sujud, akan menjadi saksi baginya, sebagaimana Allah berfirman dalam QS Al Zalzalah : 4 (yang artinya):
“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.”
Maksudnya adalah mengabarkan semua amalan yang dilakukan di atas bumi. (Nailul Authar, 3:235).
والله أعلم بالصواب
– – – – – •(*)•- – – – –