All posts by BBG Al Ilmu

770. Tj Menyuruh Perbuatan Ma’ruf Tapi Tidak Melakukannya

770. BBG Al Ilmu – 407

Tanya:
Apakah derajat hadits berikut ini:
“Pada hari kiamat nanti, akan dibawa seorang lelaki lalu dicampakkan ke dalam neraka. Maka terburailah ususnya di dalam neraka, lalu ia berputar-putar seperti seekor keledai berputar-putar mengelilingi batu penggilingan. Maka penghuni neraka berkumpul mendekatinya dan bertanya, “Wahai Fulan, mengapa engkau seperti ini?, bukankah dahulu engkau yang suka menyuruh kami kepada perbuatan ma’ruf dan melarang kami dari perbuatan mungkar?”. Maka ia menjawab, “Dahulu aku menyuruh kalian kepada perbuatan ma’ruf tetapi aku sendiri tidak melaksanakannya dan melarang kalian dari perbuatan mungkar namun aku sendiri melakukannya”

Jawab:
Shahiih haditsnya, diriwayatkan oleh Imam Bukhari rahimahullah, juz 4, hlm 1191).

Sumber:
http://almanhaj.or.id/content/2565/slash/0/sosok-ideal-seorang-dai/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

769. Tj Dzikir Berjama’ah Menurut Imam Syafi’i Rahimahullah

769. BBG Al Ilmu – 427

Tanya:
Apakah benar bahwa Imam Syafi’i pernah memberikan hadist dalil untuk dzikir secara berjamaah/dipimpin ?

Jawab:
Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:
“Imam dan makmum boleh memilih sama ada ingin berzikir kepada Allah (atau tidak) selepas solat. Dan mereka hendaklah memperlahankan zikir kecuali dia merupakan seorang imam. Imam wajib mengajari makmum berzikir, maka hendaklah dia kuatkan zikirnya sehingga dia melihat bahawa telah dipelajari darinya (zikir-zikir tersebut). Kemudian hendaklah dia perlahankan semula.” (Al-Umm, Kitab As-Solah, dalam Al-Maktabah Asy-Syamilah, 1/150).

Maksudnya, mengeraskan dzikir setelah jamaah sholat wajib lima waktu, tidak sesuai sunnah. Beliau rahimahullah mengatakan bahwa hal itu hanya dilakukan oleh Rasulullah shalallallahu alaihi wasallam untuk sementara waktu saja, karena tujuan mengajari para sahabatnya. Oleh karenanya beliau hanya membolehkan mengeraskan dzikir yang dibaca setelah jama’ah sholat wajib ketika ada tujuan itu, jika tidak ada tujuan itu, maka sunnahnya dilirihkan.

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://aslibumiayu.wordpress.com/2010/12/16/apa-hukum-doa-dan-dzikir-secara-berjamaah-2/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

767. Tj Mempersiapkan Diri Menghadapi Syi’ah

767. BBG Al Ilmu – 87

Tanya:
Akhir2 ini heboh di-sosial media bahwa orang2 syi’ah menyibukkan dirinya untuk latian bela diri dan perang (Allahu a’lam kebenarannya), apakah kita sebagai ahlussunnah wajib mempersiapkan diri dengan bekal seperti itu? Mengingat banyak sekali ikhwan2 kita yang semangat untuk mempersiapkan diri mereka dikhususkan untuk masalah ini. Mohon pencerahan dari ustadz supaya kita bisa lebih dewasa menyikapinya, dan mohon saran berkenaan dengan hal ini.
Jawab:
Ust. M Elvi Syam, حفظه الله

Perrtama, kita tingkatkan diri dengan ilmu & iman serta amal sholeh, sebarkan kebenaran kepada semua orang. Derikan penjelasan kepada pihak pemerintah, militer & polisi akan bahaya kejahatan mereka terhadap keamanan & kerukunan umat islam di Indonesia.

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

MUTIARA SALAF : Sebab-Sebab Kerasnya Hati Dan Bagaimana Cara Terbebas Darinya

كيف يتخلص الإنسان من قسوة القلب وما هي أسبابه؟

Bagaimana sesorang dapat terbebas dari kerasnya hati, dan apa penyebab (keras)nya (hati)..?

أسباب قسوة القلب الذنوب والمعاصي، وكثرة الغفلة، وصحبة الغافلين والفساق،

Sebab kerasnya hati adalah :
– perbuatan dosa dan maksiat,
– banyak lalai,
– berteman dengan orang yang lalai dan fasik.

كل هذه الخلال من أسباب قسوة القلوب،

Hal-hal ini merupakan penyebab kerasnya hati.

ومن لين القلوب وصفائها وطمأنينتها طاعة الله جل وعلا، وصحبة الأخيار، وحفظ الوقت بالذكر وقراءة القرآن والاستغفار،

Dan sebab lembutnya hati, bening dan tenangnya (hati) adalah :
– dengan taat kepada Allah ‘Azza Wa Jalla,
– berteman dengan orang-orang baik (sholih),
– menjaga waktu dengan berdzikir,
– membaca al-Quran dan beristighfar,

ومن حفظ وقته بذكر الله وقراءة القرآن، وصحبة الأخيار، والبعد عن صحبة الغافلين والأشرار، يطيب قلبه ويلين،

Barangsiapa yang :
– menjaga waktunya dengan berdzikir kepada Allah,
– membaca al-Quran,
– berteman dengan orang-orang baik (sholih), dan
– menjauhi teman-teman yang lalai dan jahat,

maka hatinya akan baik dan lembut.

قال تعالى: أَلا بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِن الْقُلُوبُ.

Allah Ta’ala berfirman:

“Ketahuilah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang..” (QS. Ar-Ra’d: 28)

سماحة الشيخ / عبد العزيز بن باز – رحمه الله تعالى –

(Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz -rohimahullah-)

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/1760

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Fuad Hamzah Baraba Lc, حفظه الله تعالى

Yang Muda Yang Punya Cita-Cita

Ust. DR Arifin Badri, حفظه الله

Kawan…Gantungkan cita-citamu setinggi awan.

Bukan sekedar tingginya angan, tanpa usaha dan pengorbanan. Bukan pula yang bermalas-malasan, berpangku tangan dan hanya menunggu datangnya keajaiban.

Namun, Cita-cita yang akan membangkitkan semangat kita untuk terus berusaha meraih hidup yang lebih baik di masa depan .

Betapa banyak orang yang bercita-cita. Namun, betapa banyak yang gagal dalam meraihnya. Hanya mereka yang Allah kuatkan usahanya yang berhasil menggapai impianya.

Ayo kobarkan semangat untuk terus berkarya. Singsingkan lengan baju dan kencangkan tali sepatu. Sungguh layar telah terkembang dan pantang untuk disurutkan.

Tauladan kita Shollallahu alahi wasallam telah bersabda :

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah….” (HR Muslim)

Simak penjelasan 8 kiat sukses mewujudkan cita-cita oleh ust DR Arifin Badri.

Klik

Kesuksesan Yang Hakiki

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Saudara-saudariku kaum muslimin dan muslimah yang berbahagia diatas hidayah islam dan sunnah….

Sering kali kita mendengar dari saudara2 kita dalam menasehati anak-anaknya ketika mereka sdh beranjak dewasa, org tua tersebut selalu menasehati kpd anak2 dgn kalimat, “Nak, belajarlah yg benar biar kelak kamu menjadi orang…!” Kalimat “biar menjadi orang disini biasanya mereka tujukan/ maksudkan kepada anak2 agar anak mrk tersebut sukses dalam urusan duniawi mereka kelak…

Wahai saudara-saudariku
Sungguh Islam sama sekali tidak melarang seseorang sukses dalam kehidupan duniawinya, akan tetapi kesuksesan duniawi bukanlah yg utama bagi seorang mu’min!
Yg merupakan prioritas utama seorang mu’min ialah bagaimana agar dia sukses dalam kehidupan akhiratnya kelak.

Sebagaimana ALLAH jelaskan bahwa kesuksesan yg benar2x sukses ialah, manakala ALLAH selamatkan manusia dari api neraka dan ALLAH masukkan manusia kedalam surga itulah hakekat kesuksesan yg hakiki.

Sebagaimana yg ALLAH jelaskan dalam surah Ali Imran :185

” ..Barang siapa yang dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan kedalam surga, maka sungguh dia telah memperoleh kemenangan…”

Syaikh As-Sa’di Rahimahullah mengatakan;

Orang yg memperoleh kemenangan yg besar adalah mereka yg selamat dari azab yg pedih dan dia bisa menikmati berbagai macam kenikmatan di surga. Yaitu kenikmatan yg belum pernah dilihat oleh mata manusia sebelumnya, belum pernah didengar oleh telinga manusia dan belum pernah terlintas didalam hati manusia, itulah hakekat kesuksesan.

Adapun sebaliknya apabila manusia dimasukkan kedalam neraka dan dijauhkan dari surga berarti dia bukan termasuk orang yg sukses….

(Taisir Kariimirrahman)

Demikianlah yg seharusnya sikap seoarang muslim dlm kehidupannya yaitu menjadikan kebahagiaan akhirat sebagai puncak cita-citanya dan harapan tingginya.

Semoga ALLAH memberikan kemudahan utk melaksanakan ketaatan kepadaNya, memberikan kesehatan kpd kita semua.

Ahmad Ferry Nasution

Taruhan Bola, Apakah Judi ?

Ust. M A Tuasikal, حفظه الله

Sudah marak memang sejak dulu taruhan bola bahkan sekarang lebih canggih lagi bisa dilakukan via HP atau internet, tidak mesti lewat bandar judi. Bisa jadi yang bertaruh adalah sesama peserta yang bertanding. Bisa jadi pula lewat bursa taruhan atau kecil-kecilan bertaruh dengan teman dekat. Taruhan skor bola seperti ini jelas termasuk judi menurut Islam. Judi adalah dosa besar yang dilarang keras.

Larangan Judi

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al Maidah: 90)

Lihatlah permusuhan sesama
muslim bisa muncul akibat judi. Judi pun benar-benar telah memalingkan dari dzikrullah. Sadarilah!

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al Maidah: 91)

Bahkan judi itu lebih berbahaya dari riba. Sebagaimana Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Kerusakan maysir (di antara bentuk maysir adalah judi) lebih berbahaya dari riba. Karena maysir memiliki dua kerusakan: (1) memakan harta haram, (2) terjerumus dalam permainan yang terlarang. Maysir benar-benar telah memalingkan seseorang dari dzikrullah, dari shalat, juga mudah timbul permusuhan dan saling benci. Oleh karena itu, maysir diharamkan sebelum riba.”

Ibnu Hajar Al Makki berkata, “Sebab larangan maysir dan
masalahnya perkara tersebut
dikarenakan di dalamnya terdapat
memakan harta orang lain dengan cara yang batil. Hal ini jelas Allah larang dalam ayat,

لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ

“Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil” (QS. An Nisa’: 29).” Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 39: 406.

Hakekat Judi (Maysir)

Imam Malik berkata, “Maysir berupa perjudian adalah sesuatu yang manusia saling memasang
taruhan di dalamnya.” Disebutkan dalam Tafsir Al Qurthubi.

Imam Syafi’i berkata, “Maysir itu di dalamnya ada taruhan yang dipasang dan nanti (bagi yang beruntung) akan ada hasil yang diambil.” Disebutkan dalam Tafsir Al Kabir karya Ar Rozi.

Al Jashosh menyebutkan, “Hakekat judi adalah memiliki harta dengan memasang taruhan.” Disebutkan dalam Ahkamul Qur’an.

Ibnu Hazm menerangkan, “Para ulama sepakat bahwa judi yang Allah haramkan adalah permainan di mana yang menang akan mengambil taruhan dari yang
kalah. Seperti dua orang yang saling bergulat dan dua orang yang berlomba dengan kendaraannya, yaitu yang menang akan mendapatkan hadiah dari yang kalah. Ini pula yang terjadi dalam memasang taruhan. Inilah judi yang Allah haramkan.” Disebutkan dalam Al Farusiyah karya Ibnul Qayyim.

Al Muwaffaq Ibnu Qudamah berkata, “Qimar (judi) adalah setiap yang bertaruh atau yang berlomba memasang taruhan, nanti ada yang beruntung dan nanti ada yang merasakan rugi.” Disebutkan dalam Al Mughni, 13: 408.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Yang dimaksud judi adalah harta orang lain diambil dengan jalan memasang taruhan di mana taruhan tersebut bisa didapat ataukah tidak.” (Al Majmu’ Al Fatawa, 19: 283).

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di berkata, “Setiap perlombaan atau saling bertaruh di mana ada taruhan di antara kedua belah pihak.” Dinukil dari Taisir Al Karimir Rahman.

Namun sebenarnya, maysir itu lebih umum dari judi karena maysir itu ada dua macam:

(1) maysir berupa permainan yaitu dadu dan catur, juga setiap permainan yang melalaikan,

(2) maysir berupa perjudian yaitu yang memasang taruhan di dalamnya. Inilah yang disebutkan oleh Imam Malik. Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 39: 406.

Taruhan Bola Termasuk Judi

Jadi penjelasan di atas, sudah amat jelas bahwa taruhan bola adalah judi yang diharamkan. Berarti taruhan tersebut suatu bentuk kemungkaran.

Jadi kerugiannya, judi adalah dosa bahkan dosa besar. Judi juga berdampak buat ketagihan. Jika ada yang kalah bisa jadi depresi. Terakhir, judi membuat harta tidak berkah.

Hanya Allah yang memberi taufik.

Referensi utama:

Al Qimar -haqiqotuha wa ahkamiha-, Dr. Sualiman bin Ahmad Al Mulhim, terbitan Kanuz Isybiliya, cetakan pertama, tahun 1429 H.

Akhukum fillah,

Muhammad Abduh Tuasikal