All posts by BBG Al Ilmu

Nasehat Dan Mutiara Hikmah Syaikh Ibnu Utsaimin…

قال رحمه الله:
《 والإنسان ما دامت روحه في جسده فهو معرّض للفتنة،
ولهذا أوصي نفسي وإياكم أن نسأل الله دائماً الثبات على الإيمان ، وأن تخافوا ؛ لأن تحت أرجلكم مزالق ، فإذا لم يثبتكم الله -عز وجل- وقعتم في الهلاك،
واسمعوا قول الله سبحانه وتعالى لرسوله -ﷺ- أثبت الخلق ، وأقواهم إيماناً : ﴿ وَلَوْلاَ أَنْ ثَبَّتْنَاكَ لَقَدْ كِدَّتَ تَرْكَنُ إِلَيْهِمْ شَيْئاً قَلِيلاً ﴾،
فإذا كان هذا للرسول -ﷺ- فما بالنا نحن؛ ضعفاء الإيمان واليقين ، وتعترينا الشبهات والشهوات.
فنحن على خطر عظيم ، فعلينا أن نسأل الله تعالى الثبات على الحق ، وألا يُزيغ قلوبنا ، وهذا هو دعاء أولي الألباب ﴿ رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبُنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا ﴾ . 》
“الشرح الممتع” ٣٨٨/٥

Selagi hayat masih dikandung badan, maka manusia tidak bisa lepas dari fitnah, oleh sebab itu saya senantiasa berpesan agar kita selalu memohon kepada Allah keteguhan iman, dan hendaknya senantiasa takut karena jalan yang kita lalui amat licin, bila Allah tidak meneguhkanmu pasti kalian binasa, dengarkan firman Allah kepada utusanNya, hamba yang amat kokoh dan kuat keimanannya,

“Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati) mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka” (AL-Isra 74).

Bila hal itu bisa terjadi pada Rasulullah apalagi dengan kita, yang lemah iman dan keyakinan, yang amat mudah terserang syubhat dan syahwat maka kita senantiasa dalam bahaya besar sehingga harus terus memohon kepada Allah bisa teguh di atas kebenaran agar tidak tergelincir maka doa yang paling pantas dipanjatkan orang cerdik adalah;

Ya Allah janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau berikan petunjuk.

وقال:
العاقل إذا قرأ القرآن وتبصر ؛ عرف قيمة الدنيا وأنها ليست بشيء ، وأنها مزرعة للآخرة ، فانظر ماذا زرعت فيها لآخرتك ؟
إن كنت زرعت خيرًا ؛ فأبشر بالحصاد الذي يرضيك ، وإن كان الأمر بالعكس ؛ فقد خسرت الدنيا والآخرة .
شرح رياض الصالحين ٣ / ٣٥٨

Beliau berkata, Orang yang cerdas saat membaca dan merenungi Alquran maka dia mendapat kesimpulan bahwa dunia itu tidak ada nilainya sama sekali bahkan hanya tempat cocok tanam akhirat, maka perhatikan apa yang sudah kamu tanam untuk akhiratmu, bila kamu menanamkan kebaikan untuk akhiratmu maka bergembiralah di waktu panen, namun bila kamu tanam sebaliknya berarti kamu rugi dunia dan akhirat.

وقال:
إذا اجتمع في قلب الإنسان المحبة التامة لله عز وجل مع التعظيم استقام تماما على شرع الله عز وجل؛
لأنه بحبه لربه يطلب ربه، وبتعظيمه لله يخاف منه فيكون فاعلا للمأمور تاركا للمحظور،
فلا بد من هذين الأمرين: تمام المحبة وتمام الذل لله عز وجل.
شرح الكافية الشافية / ج1 / ص366

Beliau berkata, Bila telah tertanam rasa cinta kepada Allah secara sempurna dalam hati seorang hamba, yang disertai pengagungan besar kepada Allah maka kamu akan lebih istiqamah menjalankan syariat Allah, karena dengan kecintaan kepada Allah, akan mengejar Allah dan dengan pengagungan kepada Allah, akan tumbuh rasa takut yang akhirnya mendorong hamba untuk melakukan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Sehingga keduanya akan melahirkan sempurnanya cinta dan sempurnanya penghinaan diri kepada Allah.

وقال:
لم يعهد عن السلف أنهم يذكرون ذكرًا جماعيًا كما يفعله بعض أهل الطرق من الصوفية وغيرها .
شرح رياض الصالحين(٥٣٤/٥)

Beliau berkata, Tidak pernah dikenal pada kehidupan salaf bahwa mereka berdzikir secara berjamaah sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian pengikut terikat dari kalangan shufi dan selainnya.

وقال:
كم من إنسان طليق اللسان ، فصيح البيان ، إذا رأيته يعجبك جسمه ، وإن يقول تسمع لقوله ، ولكنه لا خير فيه .
شرح رياض الصالحين(١٣٨/٦)

Beliau berkata, Berapa banyak orang fasih lisannya, bagus penjelasannya dan kamu terkagum-kagum saat melihat tampilannya dan kamu juga tertarik ucapannya, ternyata tidak ada dalam dirinya kebaikan sama sekali.

وقال:
‏”الأيام تمضي ولا أدري هل ازددت قرباً من الله
‏أو بعداً من الله ؟
‏هل نحاسب أنفسنا على هذا الأمر ؟”
‏القول المفيد (١٥٠/١

Beliau berkata, Hari-hari berjalan terus, namun saya tidak tahu apakah makin dekat atau makin jauh dari Allah ? Apakah kita sudah menghisab diri kita masing-masing.

وقـال:
( ‏فنـحـن الآن في حاجـة إلى جهـاد النفـس :
⇦ فالقلــوب مريضـة
⇦ والجوارح مقصّرة ،
⇦ والقلـوب متنافـرة ،
وهـذا يحتـاج إلى جهـادٍ قبـل كل شـيء ).
〖مجـمـوع الفتـاوى 〖 ٣١٤/٢٥〗

Beliau berkata, Kita sekarang amat butuh terhadap jihad nafsu karena rohani sedang sakit, tindakan teledor, hati tercerai berai. Semuanya butuh jihad sebelum segala sesuatu.

Zainal Abidin Syamsuddin, حفظه الله تعالى

Mutiara Hikmah Salafy…

لا تتهاونوا في سماعِ الموسيقى والغناء​
في أجهزتكم و أجهزة أطفالكم

Janganlah Anda meremehkan musik dan nyanyian dalam setiap HP dan media elektronik kalian.

قال ابن القيم رحمه الله :

والذي شاهدناه نحنُ وغيرُنا وعرَفناه بالتجارب أنهُ ما ظهرت المعازفُ وآلاتُ اللهو في قومٍ وفشَتْ فيهم واشتغلوا بها ​إلّا سلّطَ الله عليهم العدوّ ، وبـُـلوا بالقحط والجَدب وولاةِ السوء​ .
والعاقلُ يتأمّل أحوالَ العالم وينظر ؛ والله المستعان
?

Imam Ibnu Qayyum berkata,
Sungguh kami dan selain kami menyaksikan dan mengetahui dengan baik berdasarkan pengalaman bahwa tidaklah merajalela alat musik dan media gamelan pada suatu kaum bahkan menyebar dan mereka sibuk dengannya melainkan Allah menguasakan atas mereka musuh-musuh mereka dan ditimpa krisis ekonomi dan paceklik serta munculnya para pemimpin yang jahat. Orang yang cerdik akan merenungkan kondisi alam sekitarnya dan mengamati dengan seksama.

​مدارج السالكين ( 1 / 496 )​

‏قال العلامة الألباني رحمه الله :

*”أخشى أن يزداد الأمر شدة ، فينسى الناس حكم الغناء حتى إذا ما قام أحد ببيانه أُنكِر عليه ونُسِب إلى التشدّد”*
​[“تحريم آلات الطرب” ص/16]

Syekh Albani berkata,
Saya khawatir perkara yang terjadi lebih parah, di mana banyak umat manusia melupakan hukum musik hingga pada saat ada orang yang menjelaskannya dan mengingkarinya maka dianggap orang radikal.

Zainal Abidin Syamsuddin,  حفظه الله تعالى

Solusi Keluar Dari Kezhaliman Penguasa…

FAWAID DAUROH SYAR’IYYAH SYAIKH ABDURRAZZAQ, حفظه الله تعالى
Pekanbaru, 17 Februari 2017

Aqidah ahlussunnah selalu menegaskan pengikutnya untuk tetap mentaati penguasa dan menjauhi pemberontakan kepada mereka.
Tentu dengan catatan, perintah penguasa ditaati jika sejalan atau tidak bertentangan dengan syari’at Allah.

Kemudian, ketika pada kenyataannya kaum muslimin dikuasai oleh penguasa yang zhalim, maka dalam aqidah ahlussunnah juga diajarkan berbagai solusi yang sering dilupakan oleh kaum muslimin.

Apa misal solusinya ?
Imam Al-Muzaniy berkata dalam Syarhus Sunnah:

والتوبة إلى الله كيما يعطف بهم على رعيتهم

“(Hendaknya masyarakat) bertaubat kepada Allah agar penguasa mereka menyayangi rakyatnya.”

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr berkata dalam Ta’liqah beliau atas Syarhus Sunnah:

وذلك أن تسلط الولاة وجورهم إنما هو بسبب الذنوب

“…karena penindasan dan kebengisan penguasa, sebenarnya disebabkan oleh dosa-dosa rakyat (juga).”

Benar, kezhaliman penguasa memang (salah satunya) disebabkan dosa rakyatnya. Berkuasanya penguasa yang zhalim memang merupakan cerminan kezhaliman rakyatnya.
Allah berfirman,

{وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ} [الأنعام : 129]

“Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zhalim itu menjadi pemimpin bagi sebahagian yang lain disebabkan dosa yang mereka kerjakan.”

Penulis mengingatkan ungkapan para ulama:

كما تكونوا يولى عليكم

(Sebagaimana kalian, demikian pula kalian dipimpin).

Karenanya bertaubat kepada Allah adalah solusi keluar dari kezhaliman penguasa.

Semoga Allah mengampuni dosa kita, membimbing kita untuk menjauhi dosa-dosa yang sering kita lakukan serta memberikan kita penguasa yang melaksanakan amanahnya dan memberi kita hak sebagai rakyat.
_____________________
Muflih Safitra, حفظه الله تعالى

Temukan Rahasia Rejeki Anda…

Sobat, di saat krisis seperti saat ini, bisa jadi anda benar benar sedang pusing karena sedang berjuang menemukan rahasia rejeki yang tak kunjung anda dapatkan. Pelatihan, lembur, dan kerja sampingan telah banyak anda ikuti. Namun demikian, tetap saja rejeki anda tidak kunjung bertambah apalagi berlipat.

Tenang sobat, buang jauh jauh galau dan was was anda, karena sejatinya rahasia rejeki anda telah ada di tangan anda.

Anda tidak percaya?

Coba ingat kembali semasa anda berada dalam kandungan ibu anda; siapakah yang mengantarkan rejeki kepada anda ? Ibu andakah? atau ayah anda?

Ibu anda hanya memasukkan makanan ke dalam mulutnya, dan ayah anda juga hanya menyediakan makanan untuk disantap oleh ibu anda.

Dan ingat pula saat ini, siapakah yang menyediakan udara yang anda hirup, sinar matahari yang menerangi dunia anda, gelapnya malam yang menyelimuti anda?

Dan siapakah yang menjadikan darah anda mengalir membawa gizi dan oksigen menyebar ke seluruh tubuh anda?

Adakah anda dengan sengaja melakukan hal itu, atau semua itu terjadi tanpa ada kuasa dan daya sedikitpun dari anda?

Ya semua itu hanya ada satu jawaban, yaitu: Allah Ta’ala yang mengatur semua, tanpa perlu anda pinta dan tanpa sedikitpun imbalan yang engkau berikan kepada-Nya.

Bila hingga kini ternyata Allah terus memberi anda rejeki walau tanpa anda pinta, maka mungkinkah Allah menghalangi rejeki anda sedangkan anda sungguh-sunguh memintanya? ِAllah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوا عِندَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberi rezeki kepadamu; maka mintalah rejeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya lah kamu akan dikembalikan. (Al ‘Ankabut 17)

Sobat! renungkan ayat di atas, ada tiga hal yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan:
1) pintalah rejeki dari sisi Allah,
2) dan beribadahlah kepada-Nya dan selanjutnya tentu
3) bersyukurlah.

Tiga sejoli, meminta alias berdoa, beribadah, itulah tujuan hidup termasuk dari memiliki rejeki, dan bersyukur, inilah tiga kiat menurunkan rejeki dari sisi Allah Ta’ala.

Selamat mencoba, semoga Allah melimpahkan rejeki anda, bukan hanya di dunia namun hingga di surga, amiin.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Siapa Namamu..?

Bismillah
Akhi Ukhti…

Siapa namamu?
Sudah berapa lama dirimu membawa nama tersebut?
Siapa yang memberimu nama tersebut dan untuk apa?
Dan yang terakhir…
Apa arti namamu?

Sebagian orang membawa nama berpuluh-puluh tahun namun sampai hari ini ia tidak mengetahui arti namanya dan untuk apa ortunya memberi nama tersebut…
Sebagian berkata apa arti sebuah nama?
Padahal nama itu merupakan bentuk optimis dan doa orang tua untuk anaknya…

Sebaik-baiknya nama adalah Abdullah dan Abdurrahman serta nama-nama yang mengandung makna penghambaan kepada Allah, dan nama-nama pujian

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bila mendapati nama sahabat yang tidak baik artinya atau berlebihan, atau mengandung kesyirikan maka beliau merubahnya, seperti yang bernama Abdul Hajar (hamba batu) dirobah dengan Abdullah…
Ada yang bernama ‘ashiyah (عاصية) yang artinya pembangkang dengan Jamilah yang artinya cantik

Coba cari tahu apa arti namamu?

Ada nama yang haram, karena mengandung unsur penghambaan kepada selain Allah, atau bahkan nama-nama kesyirikan, seperti nama-nama dewa dan Dewi Hindu, atau karena nama itu hanya pantas untuk Allah, maka kau harus merubahnya

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

أَخْنَى الأَسْمَاءِ يَوْمَ القِيَامَةِ عِنْدَ اللَّهِ رَجُلٌ تَسَمَّى مَلِكَ الأَمْلاَكِ

“Sehina-hinanya nama di sisi Allah pada hari Kiamat kelak adalah seseorang yang bernama Malik AL-Amlak (raja pemilik semua)”. ( Shohih Bukhori, no.6205 )

Ada nama yang makruh, karena membawa makna yang buruk atau berlebihan, maka lebih baik bila kau merubahnya, seperti nama ribut

Jangan seperti seorang sahabat yang tidak mau dirobah namanya yang mengandung makna buruk maka keburukan dalam namanya selalu menemani kehidupan keluarga
coba kau baca kisah di bawah ini:

Sa’id bin Musayyab bin Hazn, meriwayatkan dari ayahnya, “Bahwa ayahnya (kakek Said) datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam Maka beliau bertanya,
‘Siapa namamu?’
Dia menjawab, ‘Hazn,
Beliau bersabda, ‘Engkau (aku beri nama) Sahl (artinya mudah)
Dia menjawab, ‘Saya tidak mau mengganti nama yang diberikan oleh ayahku’.”
Ibnul Musayyab berkata, “Maka setelah kejadian itu, Al-Huzunah senantiasa ada pada kami.” (HR Al Bukhari )
Al-Huzunah bermakna “Muka kasar dan mengandung kekerasan.”

Akhi Ukhti…. coba kau cari tahu makna dari namamu…
Tanyakan pada ortumu, “Kenapa engkau diberi nama tersebut oleh mereka?

Jangan sampai engkau membawa nama yang membuat hidupmu sulit di dunia dan di akhirat.

Syafiq Riza Basalamah,  حفظه الله تعالى 

Anda Orang Orang Hebat ? Camkan Yang Satu Ini…

Sobat! Barang kali saat ini anda dijangkiti penyakit angkuh dan sombong, karena anda merasa sebagai orang berpangkat, kaya raya, pandai dan kuat. Namun sadarkah anda bahwa semua itu sejatinya tiada arti dan tiada gunanya bila anda hidup seorang diri atau tiada orang yang membutuhkan kepada pangkat, harta dan ilmu yang anda miliki.

Karenanya, bermasyarakatlah dengan baik, agar kahidupan anda menjadi nyaman, bahagia, dan kebutuhan anda dapat terpenuhi degan sempurna.

Coba bayangkan, betapa susahnya hidup anda, bila semua manusia sama dengan diri anda. Allah berfirman:

(وَمِن كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ) الذاريات 59

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” Ad Dzariyaat 49.

Saudaraku, selama mengarungi bahtera kehidupan di dunia ini, janganlah pernah ada rasa sombong, atau congkak dalam diri anda.
Anda dan peran anda menjadi berarti karena adanya orang lain yang membutuhkan kepada diri dan peran anda. Mustahil bagi anda dapat hidup tanpa membutuhkan kepada kehadiran dan peranan orang lain. Bila anda adalah orang kaya, maka kekayaan anda tidak ada gunanya bila tidak ada orang miskin, karena semakin bertambah kaya, anda semakin bertambah butuh kepada jasa dan peran orang lain.

Andai, anda adalah seorang yang berilmu, maka ketahuilah bahwa ilmu anda hanya berguna bila banyak orang bodoh di sekeliling anda, yang menghargai ilmu anda, dan ternyata andapun membutuhkan kepada keberadaan dan peran mereka.

Dan andai anda adalah seorang bangsawan yang berdarah biru dan berpangkat tinggi, maka ketahuilah bahwa kedudukan anda hanya akan berarti bila di sekitar anda didapatkan banyak rakyat jelata. Renungkanlah saudaraku fakta ini, agar anda dapat menyingkirkan noda-noda keangkuhan tahta dan harta.

Pahamilah hal di atas, niscaya anda memahami mengapa Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa pandai bermasyarakat,karena dengan bermasyarakat kemaslahatan semua orang menjadi mudah diwujudkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(المؤمن الذي يخالط الناس و يصبر على أذاهم خير من الذي لا يخالط الناس و لا يصبر على أذاهم)

“Seorang mukmin yang tetap bergaul dengan masyarakat sedangkan ia dapat bersabar menghadapi gangguan mereka, lebih baik dibanding seorang mukmin yang tidak bergaul dengan masyarakat dan tidak tabah menghadapi gangguan mereka.” Riwayat At Tirmizy dan lainnya.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Senter Dalam Gelap…

FAWAID DAUROH SYA’IYYAH SYAIKH ABDURRAZZAQ, حفظه الله تعالى
Pekanbaru, 17 Februari 2017

1- Pengertian takwa yang paling komprehensif adalah:

أن تعمل بطاعة الله على نور من الله ترجو ثواب الله وأن تترك معصية الله على نور من الله تخاف عقاب الله.

(Melaksanakan amal ketaatan kepada Allah dengan ilmu dari Allah karena mengharapkan pahala dari-Nya, serta meninggalkan maksiat kepada Allah dengan ilmu dari Allah karena takut akan adzabnya).
Ibnul Qayyim mengatakan, ini adalah definisi takwa yang paling bagus di antara yang pernah dikemukakan.

2- Di dalam ketakwaan pada diri seseorang harus terkumpul dua hal:
Ar-Rajaa’ (mengharapkan pahala dan kebaikan dari Allah)
Al-Khauf (rasa takut akan adzab Allah).

3- Di antara cara menjawab orang yang punya pemikiran takyif sifat Allah (meyakini sifat Allah bisa dimodelkan bentuknya) adalah dengan bertanya kepada dirinya bagaimana model sifat makhluk, khususnya yang ghaib. Jika ia tidak bisa memodelkan makhluk, maka tentu ia tidak dapat memodelkan penciptanya.
Contohnya, ketika Imam Abdurrahman bin Mahdi berdialog dengan orang seperti itu, maka beliau memintanya memodelkan malaikat dengan 600 (Jibril) atau bahkan sekedar 3 pasang sayap. Maka orang itupun mengatakan, jika saya tidak bisa memodelkannya, bagaimana saya bisa memodelkan pencipta-Nya.

4- Sebagian orang ketika mendengar isu miring tentang seseorang bahwa ia mengatakan ini dan itu, mereka langsung menyebarkan isu tersebut kepada khalayak. Ternyata, ketika ditanyakan kepada yang bersangkutan, ia pun menyangkal sehingga masalah pun harusnya selesai.
Bukankah seorang mukmin harusnya senang akan sesuatu bagi saudaranya, sebagaimana ia senang untuk dirinya?

(لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ)

“Tidaklah beriman (secara sempurna) seorang di antara kalian sampai dia senang akan sesuatu bagi saudaranya sebagaimana ia senang untuk dirinya.” (Muttafaq ‘Alaih)

Sebagaimana dia senang apabila berita miring tentang dirinya ditabayyunkan terlebih dulu sebelum tersebar, harusnya ia senang melakukan hal yang sama bagi saudaranya.

Syaikh menyampaikan mulahazhah ini ketika menceritakan tuduhan kepada Imam Al-Muzaniy bahwa dia juga berkeyakinan Al-Qur’an adalah makhluk.

5- Terdapat hadits:

يوم القيامة كقدر ما بين الظهر والعصر

“Hari kiamat terjadi seperti durasi waktu antara shalat Zhuhur dan Ashar.” (HR. Al-Hakim)

Syaikh berkata, “Ada kemungkinan kiamat terjadi dengan kadar antara Zhuhur dan Ashar karena manusia yang bukan dari kalangan ahli shalat memang paling banyak melalaikan waktu shalat pada kedua waktu shalat tersebut.”
NB:
-Isi dauroh bisa didapatkan dalam kitab Ta’liqat ‘ala Syarh As-Sunnah lil Imam Al-Muzaniy.
Download: https://drive.google.com/open…

Muflih Safitra, حفظه الله تعالى