All posts by BBG Al Ilmu

Kita Perlu Terus Belajar Untuk Menjadi Lebih Baik…

Bismillah
Akhi Ukhti rahimakallah

Siapa yang tidak tahu dengan kedudukan shalat
Rukun islam yang kedua
Tiangnya agama
Pencegah dari perbuatan keji dan munkar
Tempat mengadu dan istirahat
Awal yang akan dihisap pada hari Kiamat?

InsyaAllah semua pada tahu…

Namun ternyata tidak semua mengamalkannya
Dan yang mengamalkannya belum tentu shalatnya benar dan diterima

Yang belum shalat segeralah untuk bertaubat, rasakan nikmatnya shalat
Yang sudah shalat perhatikan shalatmu, kiranya diterima atau tidak oleh Allah

Karena ada orang yang shalat selama 60 tahun, ternyata satupun shalatnya tidak diterima, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الرَّجُلَ لَيُصَلِّي سِتِّينَ سَنَةً وَمَا تُقْبَلُ لَهُ صَلاَةٌ وَلَعَلَّهُ يُتِمُّ الرُّكُوعَ وَلاَ يُتِمُّ السُّجُودَ وَيُتِمُّ السُّجُودَ وَلاَ يُتِمُّ الرُّكُوعَ

“Sesungguhnya (ada) seseorang sholat selama enam puluh tahun, namun tidak ada satu sholat pun yang diterima. Barangkali orang itu menyempurnakan ruku’ tapi tidak menyempurnakan sujud. Atau menyempurnakan sujud, namun tidak menyempurnakan ruku’nya.” [Hadits hasan riwayat al-Ashbahani dalam at-Targhib, lihat ash-Shohihah no. 2535]

Seorang muslim sejatinya tidak boleh beribadah asal-asalkan tanpa memperhatikan standar dari diterimanya amalan tersebut, yaitu :
1. Ikhlas
2. Sesuai dengan tuntunan nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam

Apakah shalatmu sudah benar dan baik?
Untuk baik hanya engkau yang tahu, dari niatmu
Untuk benar mungkin ada orang lain yang bisa melihat gerakan dan bacaanmu

Kita perlu terus belajar untuk menjadi lebih baik

Syafiq Riza Basalamah,  حفظه الله تعالى 

Yang Dicela Bukan Dzat Dunianya, Tapi…

Faedah: Yang dicela bukan dzat dunianya, tapi tindakan buruk manusia terhadap dunia itu.

=====

Al-Hafizh Ibnu Rojab -rohimahulloh- mengatakan:
“Ketahuilah, bahwa celaan yang ada dalam Alkitab dan Assunnah terhadap dunia, bukan ditujukan kepada masanya; siang dan malam yang silih berganti hingga hari kiamat, karena Allah telah menjadikannya sebagai pengingat bagi orang yang ingin mendapatkan pelajaran atau ingin bersyukur.
Celaan itu juga bukan ditujukan kepada tempat dunia; bumi, yang dijadikan Allah sebagai hamparan dan tempat menetap bagi manusia.

Bukan ditujukan kepada benda-benda yang Dia tempatkan di dalamnya, berupa gunung, laut, sungai, dan sumber daya alamnya. Bukan ditujukan kepada apa yang Dia tumbuhkan di atasnya berupa tanaman dan pohon. Bukan ditujukan kepada apa yang Dia sebarkan berupa hewan-hewan dan yang lainnya.

Karena itu semua merupakan kenikmatan dari Allah untuk para hamba-Nya, mereka bisa mendapatkan banyak manfaat darinya, dengannya pula mereka bisa mengambil pelajaran dan bukti akan keesaan, kekuasaan, dan keagungan penciptanya.

Sungguh celaan itu hanyalah ditujukan kepada perlakuan-perlakuan anak adam terhadap dunia, karena kebanyakan perlakuan mereka terhadap dunia tidak mendatangkan akibat yang baik bagi mereka, tapi malah mendatangkan akibat yang buruk, atau tidak memberikan manfaat.

Adapun penyebutan bahwa dunia itu mengecoh dan menipu, maka pada hakekatnya dunia itu selalu memanggil manusia dengan pengajarannya, selalu menasihati mereka dengan ibrahnya, dan juga selalu menampakkan aibnya kepada mereka, berupa kematian-kematian orang yang hidup di atasnya, perubahan keadaan dari sehat menjadi sakit, dari muda menjadi tua, dari kaya menjadi miskin, dan dari mulia menjadi hina.

Hanya saja orang yang mencintai dunia telah ditulikan dan dibutakan oleh kecintaannya kepada dunia, sehingga dia tidak lagi mendengar panggilan (nasihat) nya”.
[Kitab: Jami’ul Ulum wal Hikam 2/98-99]

Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Pertanyaan Untuk Anda…

Bismillah
AKhi Ukhti…

Sudah sejak kapan engkau menjadi seorang muslim?
Sudah berapa kali engkau mengkhatamkan al Qur’an?
Hanya engkau yang tahu dan bisa menjawabnya

Tahukah engkau bahwa biasanya seorang pegawai baru akan mendapatkan training atau penjelasan yang gamblang tentang aturan perusahaan, agar dia tidak salah dalam bekerja
Kitapun ketika naik pesawat selalu mendapatkan penjelasan beberapa hal yang harus diketahui oleh penumpang:
Cara memakai sabuk pengaman
Cara meletakkan barang
Cara memakai Pelampung
Cara Memakai masker pernafasan, siapa dahulu yang harus memakainya?
Apalagi yang duduk di pintu darurat
Bila kau berkata kepada pramugarinya, saya sudah tahu dan sudah sering kali naik pesawat, dia tetap akan menjelaskan karena seperti itulah SOPnya

Ada sebuah pertanyaan yang ingin ana sampaikan, moga kau bisa menjawabnya

Sebagai seorang muslim tentunya engkau membaca al Qur’an
ia terdiri dari 30 juz dan terbagi menjadi 114 surat: bermula dengan al Fatihah dan berakhir denga an Naas
Perintah apakah yang pertama kali disebutkan di dalam al Qur’an, yang harus dilaksanakan hamba ?
hmm

Apakah engkau harus berfikir untuk menjawabnya?

sepertinya tidak perlu, karena engkau adalah seorang muslim yang memang harus mengetahui dan mengamalkannya
Kalau ternyata engkau belum tahu, maka bukalah surat al Baqarah ayat 21

Aku tidak akan menuliskan di sini, engkau harus membuka al Qur’an dan mengetahui tempatnya
Lalu Bacalah bersama artinya, hayati maknanya dan amalkan serta sampaikan

Itu modal hidup seorang hamba di muka bumi ini, supaya tidak lagi muncul muslim-muslim yang tersesat dan tidak tahu jalan
Jangan pernah bosan mengulanginya, seperti pramugari yang tidak pernah bosan memberikan penjelasan pada penumpang pesawat

Barakallahu fiik

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Teman…

Teman..
lihatlah rumput ilalang yang bergoyang..
seakan membisikkan pengalaman..
seraya berkata..
hidupku tak lepas dari terpaan angin..
terkadang aku merunduk..
terkadang pula meliuk liuk..
namun itu tak membuatku tersungkur..

Teman..
itulah kehidupan..
tak lepas dari aral yang melintang..
ujian dan cobaan silih berganti..
menyaring keimanan..
demikian Robb kita berfirman:

alif laam miim..
apakah manusia mengira akan dibiarkan berucap kami beriman sementara ia tidak diuji..
(al ankabut: 1)

Teman..
tidakkah kita ingin setegar batu karang..
yang selalu diterjang ombak samudra..
namun ia tegar tak bergeming..
seakan tersenyum anggun menuai kesabaran..

Teman..
sabar di dunia amat indah..
walau pahit dan getir terasa..
tapi ia sementara dan tak lama..
sedangkan sabar di neraka tak lagi berguna..
dalam masa yang amat panjang..
satu harinya sama dengan lima puluh ribu tahun di dunia..
manakah kesabaran yang engkau pilih..

Teman..
sabarlah di atas jalan Rabbmu..
sabarlah tuk menaati Nabimu..
sampai kita berjumpa denganNya..
Nabi bersabda..
bersabarlah.. sampai berjumpa denganku di telaga haudl..

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Saat Musibah Menerpa…

Ulangilah dzikir ini beberapa kali dan ingatkan diri Anda akan kandungan maknanya, hingga Anda benar-benar meresapinya.

Tidak lain, agar hati Anda rela dengan apa yang terjadi, karena itu adalah putusan Allah yang harus berjalan sesuai kehendakNya, dan Dia telah memberikan banyak kenikmatan di sepanjang hidup Anda.

Musyaffa’Ad Dariny,  حفظه الله تعالى