All posts by BBG Al Ilmu

Cinta Merubah Cita Rasa dan Bisa Juga Merusak Cita Rasa…

Siapapun kalau sedang marah atau dirundung cinta, biasanya berkurang nalar dan daya pikirnya.

Sampaipun seorang ulama’ besar ahli berijtihad, sehingga diangkat sebagai qhaddhy/hakim, bila sedang marah, dilarang memimpin persidangan, karena potensi besar salah analisa dan memahami kasus dan akhirnya salah memutuskan.

Dan orang yang sedang hanyut dalam rasa girang bisa saja mengalami kondisi serupa, salah ucap sampai- sampai kalaupun berdoa bisa salah berkata: Ya Allah, Engkau adalah hambaku, sedangkan aku adalah tuhan-Mu.

Karenanya waspadalah di saat anda sedang hanyut dalam perasaan, amarah, cinta, kecewa, atau duka. Jangan sampai badai perasaan membuat keputusan, sikap atau ucapan anda menyimpang.

Sebelum bertindak atau menilai suatu urusan, penting bagi anda untuk memastikan bahwa perasaan anda berada di bawah kontrol nalar dan akal sehat anda.

Dahulu salah seorang guru saya sering mengingatkan hal ini dengan berkata : kalau sudah cinta, kotoran kucingpun bisa terasa bagaikan coklat.

Petuah ini sebenarnya sejalan dengan satu riwayat :
حبك الشيء يعمي ويصم

Cintamu pada sesuatu menyebabkan dirimu buta dan tuli.

Karenanya kalau buat komentar jangan sambil marah marah, seakan komentarnya saja ngepulkan asap, he he he, santai aja lagi.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Kabar Gembira: BBM Turun….Namun Rejeki Anda Lebih Jauh Menurun, Gimana..?

Sobat! Mana yang lebih baik bagi anda; harga BBM menurun, namun ternyata rejeki anda juga turut turun dan bahkan lebih jauh turun, hingga anda kesusahan beli BBM walau hanya Rp. 1.000 per liternya.

Atau

Rejeki anda terus menaik, sehingga walaupun BBM Rp.15.000, anda tetap saja enjoy, tanpa pernah risau dengan harga BBM yang terus dikerek dan dikerek?

Atau

Rejeki anda tetap alias tiada nambah dan tiada kurang sedangkan harga BBM juga tetap tidak naik dan tidak turun?

Menurut logika anda, lebih baik fokus pada urusan naiknya BBM atau naiknya rejeki anda?

Berdoa meminta naik dan lapangnya rejeki anda atau turunnya harga BBM?

Sobat! Tahukah ada bahwa Allah Ta’ala senantiasa kuasa mewujudkan praduga atau harapan anda. Sebagaimana anda praduga dan harapan anda, maka seperti itu pula yang akan Allah wujudkan pada diri anda.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah berfirman:

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي فَلْيَظُنَّ بِي مَا شَاءَ 

Aku kuasa mewujudkan pada diri hamba-Ku apa saja yang dia harapkan dari-Ku, karenanya silahkan ia membuat harapan dari-Ku apa saja yang ia mau. (Ahmad dan lainnya)

Kalau saya sih, sederhana; saya mengharap rejeki saya tuh pas banget,
giliran mau beli rumah pas ada rejeki,
mau Umrah pas saja ada rejekinya,
giliran mau beli mobil baru pas saja rejekinya datang,
giliran mau belanja kebutuhan, pas saja dengan datangnya rejeki,
mau beli BBM, juga pas banget ada uangnya,
pokoknya paas banget gitu.

Jadi saya males mikir naik turunnya BBM, saya lebih milih untuk menyusun iman dan doa kepada Allah agar rejeki saya selalu pas dengan kebutuhan saya. Amiin.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى 

Nasihat Dari DR. MUHAMMAD MUSA ALU NASHR Untuk Peserta Group WA…

1. Hidupkan dengan sering menuturkan kebenaran
2. Tinggalkan segala yang bercorak kebatilan
3. Jauhilah untuk tidak menyebarkan gambar-gambar haram
4. Hindarilah debat yang tidak bermanfaat
5. Hindarilah seluruh bentuk postingan yang merendahkan agama, sosok atau suku bangsa
6. Jangan menjadi BIANG penyebar berita atau tulisan dusta atau hoax dan hendaklah dipasikan kebenaran hadits, kisah dan berita
7. Hendaknya tulisan yang antum posting menguntungkanmu tidak merugikanmu
8. Tuisan apapun bentuknya anda adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap isinya
9. Janganlah kamu mengirimkan video yang ada musiknya atau wanita yang membuka aurat karena takut anda yang akan menanggung dosa tiap orang yang menyaksikan atau mendengarnya hingga hari Kiamat

Zainal Abidin Syamsuddin, حفظه الله تعالى
(Penterjemah)

Walapun Biaya Naik…

Walau BBM naik, CABE naik, TD Listrik naik, STNK naik, tapi tenang sobat, hujan tetap saja turun.
Jadi lebih baik menikmati hujan turun daripada meratapi BBM dan lainnya yang naik.

Percaya deh, kalau anda meminta kenaikan rejeki anda kepada Allah Pemilik segala rejeki, akan lebih tentram di hati dibanding meratapi kenaikan kenaikan yang terjadi.
Menggantungkan harapan agar Allah menaikkan rejeki anda lebih realistis dibanding menuntut siapapun untuk menurunkan harga berbagai komoditi di atas.

Daripada waktu dan energi habis untuk diskusi dan meratapi kenaikan tentu lebih bijak bila anda menghabiskannya untuk mendekatkan diri dan memohon tambahan rejeki kepada Allah Ta’ala. Simak janji Allah Ta’ala:

ان الذين تعبدون من دون الله لا يملكون لكم رزقا فابتغوا عند الله الرزق واعبدوه واشكروا له

“Sesungguhnya yang kalian sembah selain Allah tiada memiliki rejeki untuk kalian, karena itu mintalah rejeki kepada Allah, sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya.” ( al Ankabut 17)

Gimana sobat, mau marah-marah mengumpat pemerintah yang menaikkan dan hasilnya hanya kekecewaan, atau milih berdo’a dan fokus beribadah kepada pemilik rejeki yang kuasa menaikkan dan bahkan melipatgandakan rejeki anda ?

Hayo , pilih sendiri, menunya prasmanan kok, asal tahu saja resiko pilihan anda.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى
Status di saat menjadi korban delay penerbangan dan hujan deras di bandara Pangkalpinang ( 8 Januari 2017 )

Biasakanlah Menyebutkan DALIL Saat Mendidik Anak

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan:

“Sebaiknya anak-anak diberikan pengetahuan tentang hukum-hukum sesuatu beserta dalil-dalilnya… misalnya: ketika kamu mengatakan kepada anakmu: “Bacalah BASMALAH saat akan makan, dan bacalah HAMDALAH saat kamu selesai makan!”, jika kamu mengatakan itu; maka maksud perintahnya sudah tercapai.

Tapi bila kamu mengatakan: “Bacalah BASMALAH saat akan makan, dan bacalah HAMDALAH saat kamu selesai makan, KARENA Nabi -shollallohu alaihi wasallam- menyuruh (kita) agar membaca basmalah sebelum makan, beliau juga mengatakan: ‘Sungguh Allah meridhoi seorang hamba yang memakan sesuap makanan dan dia membaca hamdalah karenanya, dan (seorang hamba) yang meminum seteguk minuman dan dia membaca hamdalah karenanya!”

Jika kamu melakukan hal ini, kamu akan mendapatkan 2 manfaat:

Pertama: Kamu membiasakan anakmu untuk mengikuti dalil.

Kedua: Kamu mendidik anakmu untuk mencintai Rosul -shollallohu alaihi wasallam-, dan bahwa Rosul -shollallohu alaihi wasallam- adalah seorang imam/pemimpin panutan yang wajib diikuti arahan-arahannya.

Dan hakekat ini banyak dilalaikan, kebanyakan orang mengarahkan anaknya kepada hukum-hukumnya saja, namun dia tidak mengaitkan arahan itu dengan sumbernya, yaitu: Alkitab dan Assunnah.”

[Kitab: Al-Qoulul Mufid ala Kitabit Tauhid: 2/423].

———-

Ada MANFAAT KETIGA yang bisa ditambahkan di sini: bahwa ORANG TUA juga akan belajar mengetahui dalil-dalil tersebut, dan menyampaikannya kepada anaknya, sehingga akan berkumpul banyak dalil padanya dan dia dapat menghapalnya dengan mudah karena dibarengi dengan praktek, wallohu a’lam.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

270814

DO’A Keluar Rumah…

DO’A keluar Rumah… yuk amalkan dan ajarkan istri, suami dan anak-anak.. Dalilnya sbb… ******************************************

Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seseorang keluar rumah, lalu dia mengucapkan “Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, laa hawla wa laa quwwata illa billah” (Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya), maka dikatakan ketika itu: “Engkau akan diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga”. Setan pun akan menyingkir darinya. Setan yang lain akan mengatakan: “Bagaimana mungkin engkau bisa mengganggu seseorang yang telah mendapatkan petunjuk, kecukupan dan penjagaan?!” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) **************************************

Dari Ummu Salamah, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah keluar dari rumahku kecuali beliau menghadapkan pandangannya ke langit, lalu beliau membaca dzikir: Allahumma inni a’udzu bika an adhilla aw udhilla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya [Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan diriku atau disesatkan orang lain, dari ketergelinciran diriku atau digelincirkan orang lain, dari menzholimi diriku atau dizholimi orang lain, dari kebodohan diriku atau dijahilin orang lain]” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Misykatul Mashobih)