All posts by BBG Al Ilmu

Kalau Haditsnya Sudah Tidak Valid

Kalau haditsnya sudah tidak valid, maka tinggalkanlah…
begitulah pendapat Imam Syafi’i -rohimahullah-.

=====

Beliau mengatakan:

“Kesimpulan masalah ini, bahwa hadits tidak boleh diterima, kecuali hadits yang valid.

Sebagaimana para saksi tidak boleh diterima persaksiannya kecuali orang yang telah diketahui keadilannya.

Maka apabila haditsnya “tidak diketahui”, atau orang yang membawakannya “dibenci”; maka seakan hadits itu tidak pernah ada, karena hadits itu tidak valid.”

[Kitab: Ikhtilaful Hadits 10/41].
——–

Sungguh, penjelasan yang sangat jelas dan tegas dalam menyikapi hadits yang lemah… Terus terang, penulis sangat takjub dengan perkataan beliau, bahwa hadits yang tidak valid itu seakan tidak pernah ada sama sekali !!

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

Bagaimana CARA Agar Kita Bisa Mendapatkan Syafa’at Rosulullah Shollallahu ‘Alayhi wa Sallam..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rohimahumallah.

SYAFA’AT Rosulullah Shollallahu ‘Alayhi Wa Sallam Yang KEDUA

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rohimahumallah.

SYAFA’AT Rosulullah Shollallahu ‘Alayhi Wa Sallam Yang PERTAMA

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rohimahumallah.

Apa Saja SYARAT Agar Mendapatkan SYAFA’AT Rosulullah Shollallahu ‘Alayhi wa Sallam..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

Dari pembahasan Kitab Al-Intishar (الانتصار بشرح عقيدة أئمة الأمصار) yang menjelaskan secara gamblang tentang aqidah ahlussunnah wal jama’ah yang dihimpun dari 2 (dua) karya ulama besar, yaitu: Abu Zur’ah Ar-Razi dan Abu Hatim Ar-Razi rohimahumallah.

Hadits Nabi Harus Didahulukan, Dan Analogi (Qiyas) Harus Ditinggalkan, Jika Keduanya Berseberangan…

Imam Syafi’i -rohimahulloh- mengatakan:

“Allah -azza wajall- telah menjelaskan kepada kita, bahwa telah diwajibkan kepada kita untuk menjadikan sunnah-sunnah Rasul-Nya sebagai batas akhir (garis merah).

Kita tidak boleh memiliki pilihan lain apapun, kecuali menerima sunnah-sunnah itu dan mengikutinya.

Kita tidak boleh mempertentangkannya dengan analogi (qiyas), ataupun dengan hal lainnya.

Dan (Allah juga telah menjelaskan) bahwa semua perkataan anak adam itu (harus) mengikut kepadanya”.

[Kitab Ikhtilaful Hadits 8/32].

——-

Betapa tinggi pengagungan beliau terhadap hadits Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-!

Oleh karenanya, beliau menegaskan dalam beberapa tempat di kitab-kitab beliau, bahwa apapun yang menyelisihi sunnah Nabi haruslah disingkirkan.

Sungguh madzhab yang sangat mulia, sudahkah kita -dan mereka yang mengaku menganut madzhab beliau- mengikuti perkataan beliau ini, terutama di saat membahas masalah-masalah yang diperselisihkan oleh para ulama.

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى