Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى
Asbun alias asal bunyi atau melontar pendapat atau sikap tanpa terlebih dahulu berpikir apalagi mencari tahu apalagi tabayyun adalah kesalahan dan sikap yang tercela.
Kesalahan ini sebagaimana bisa menimpa orang awam; juga bisa menimpa orang yang telah berilmu atau yang dikenal dengan ustadz atau kiyai.
Hal ini wajar; walaupun mereka berilmu namun tetap saja manusia biasa yang pasti bisa khilaf dan berdosa.
Mungkin anda berkata; aah statmen ini bisa saja merendahkan martabat para kiyai dan ustadz dan menjatuhkan kehormatan mereka di hadapan masyarakat.
Sobat; sama sekali tidak demikian; ini adalah tazkir alias peringatan. Bukankah dahulu Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
كل بني آدم خطاء وخير الخطائين التوابون
Setiap anak keturunan Adam pasti banyak berbuat kesalahan; dan sebaik baik pelaku kesalahan ialah yang banyak bertaubat.
Hadits ini berlaku pada semua orang dan dalam segala urusan termasuk para ustadz dan juga termasuk dalam urusan pendapat dan fatwa.
Imam Muslim meriwayatkan bahwa ‘Aisyah radhiallahu anha meminta agar jenazah sahabat Saad bin Abi Waqqash radhiallahu anhu dibawa ke masjid agar beliau (‘Aisyah) bisa turut mensholatkannya.
Permintaan sahabat ‘Aisyah ini menuai kritik dari banyak orang; mereka mengira bahwa tidak pantas atau bahkan tidak boleh menunaikan sholat janazah di masjid.
Kritikan ini begitu santer dan segera menyebar luas sehingga beliau merasa perlu untuk mengklarifikasi permintaan atau sikapnya ini; beliau berkata
مَا أَسْرَعَ النَّاسَ إِلَى أَنْ يَعِيبُوا مَا لَا عِلْمَ لَهُمْ بِهِ، عَابُوا عَلَيْنَا أَنْ يُمَرَّ بِجَنَازَةٍ فِي الْمَسْجِدِ، «وَمَا صَلَّى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى سُهَيْلِ ابْنِ بَيْضَاءَ إِلَّا فِي جَوْفِ الْمَسْجِدِ»
Betapa cepatnya masyarakat untuk mencela sesuatu yang tidak mereka kuasai ilmunya. Mereka mencela kami yang meminta agar jenazah sahabat Saad dibawa ke masjid, padahal dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidaklah mensholati Suhail putra Baidha’ kecuali di dalam masjid. (Muslim).
Sobat! Bila hal ini bisa terjadi pada para sahabat tentu para ustadz dan kiyai sangat mungkin untuk melakukannya; karena itu untuk apa fanatik dengan sikap dan pendapat mereka. Berlakulah bijak dan sewajarnya.
1373. BBG Al Ilmu – 343
Tanya :
Assalamu’alaikum ustadz, mau tanya, tentang penyakit, medis menyatakan tidak ada obat dan sembuh untuk penyakit ini, sedangkan kita muslim dan yakin bahwa penyakit pasti ada obatnya atas ijin Allah, pertanyaanya apakah kita umat islam harus tidak mempercaya apa yang dikatakan medis ?
Jawab :
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى
Wa alaikumussalam warohmatullah wa barokatuh.
Medis adalah hasil karya manusia, yang banyak keterbatasan. Sehingga tidak sebanding dengan wahyu ILAHI yang di ungkapkan melalui hadist Nabawi sohih. Sebagai manusia kita di wajibkan untuk ikhtiar sekuat tenaga.
Adapun kesembuhan datang dari Allah Ta’ala semata. Dan obat adalah perantara, diketahui oleh orang yang tau dan luput dari orang yang tidak mendapatkan taufiq dari Allah Ta’ala.
والله أعلم بالصواب
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى
Sobat! Tahukah anda bahwa siapapun yang berteriak lalu anda membalas teriaknya dengan berteriak pula maka api perkelahian segera berkobar.
Namun; sekeras apapun teriakan orang bila anda menyikapinya dengan diam dan bahkan tersenyum; maka ia akan segera diam. Bahkan banyak orang akan mengira bahwa anda sedang menyaksikan orang gila yang sedang berulah; apalagi bila ia terus berteriak sedangkan anda semakin hanyut dalam senyuman.
Karena itu pandai pandailah untuk diam dan tersenyum di saat menghadapi orang yang “berteriak” walaupun ia berkata kepada anda “kamu gila” .
Percayalah bila ia terus berteriak-teriak dan berkata “kamu gila” asalkan anda tetap tersenyum manis dan bahkan senyuman anda semakin manis alias lebar hingga berubah menjadi tawa, niscaya segera masyarakat di sekitar anda akan percaya bahwa anda sedang menontoh “orang gila”.
Selamat mencoba resep menundukkan “orang yang hobi berteriak”.
Pujian manusia kepadamu, menunjukkan betapa indahnya tabir Allah yang menyelimuti dirimu.
Seandainya mereka tahu hakekat dirimu, tentu banyak dari mereka yang menyesal dengan pujiannya kepadamu.
Ingatlah selalu,
Pujian manusia tidak akan mengangkat sedikitpun derajatmu di mata Allah.. sebagaimana celaan mereka sama sekali tidak akan menurunkan kedudukanmu di sisi-Nya.
Baik pujian maupun celaan tidak akan mengubah hakekat dirimu.. Oleh karenanya, janganlah terkecoh dengan pujian manusia.. dan jangan pula terganggu dengan celaan mereka.
Bila seseorang telah menerapkan pola pikir ini, maka ikhlas akan sangat mudah terwujud di hatinya..
Sungguh hanya Allah yang dapat mendatangkan manfaat dan mudhorot, maka harusnya hanya kepadaNya kita menghadap dan mengharap.
Semoga bermanfaat..
Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
1372. BBG Al Ilmu – 463
Tanya :
Assalamua’laikum, mau tanya berkaitan dengan olahraga, Team futsal A dan B bertanding dengn perjanjian yang kalah membayar sewa lapangan yang dipakai dengan tujuan agar bermainnya lebih serius.
Apakah seperti ini digolongkan perjudian ustadz ?
Jawab :
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى
Wa alaikumussalam warohmatullah wa barokatuh.
Ini termasuk judi, sebaiknya uang sewa di tanggung bersama atau bergantian.
والله أعلم بالصواب
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊