All posts by BBG Al Ilmu

Siapakah Yang Mendapatkan Keutamaan Laylatul Qodr ?…

Ustadz Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Kapan lailatul qodar?
Di 10 hari terakhir pada bulan ramadhan..

Seringnya terjadi di malam ganjil. Walaupun tidak menutup kemungkinan di malam genap.

Berapa lama rentang waktunya?
lailatul qadar terjadi sepanjang malam, sejak maghrib hingga subuh.
Allah ta’ala berfirman

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ . تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ . سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al-Qadr: 3 – 5)

Karena lailatul qadar berada pada rentang dari maghrib sampai subuh, maka peristiwa apapun yang terjadi sepanjang rentang itu berarti terjadi pada lailatul qadar.

Sehingga :

1. Orang yang shalat maghrib di malam itu berarti dia shalat maghrib ketika lailatul qadar

2. Orang yang shalat isya di malam itu berarti dia shalat isya ketika lailatul qadar

3. Orang yang shalat tarawih di malam itu berarti dia shalat tarawih ketika lailatul qadar

4. Orang yang sholat sunnah apa saja dimalam itu berarti ia sholat sunnah dimalam lailatulqodar

5. Orang yang membaca Alqur’an dimalam itu maka ia berarti membaca Alqur’an dimalam lailatulqodar.

6. Orang yang sedekah atau wakaf di malam itu berarti dia sedekah atau wakaf ketika lailatul qadar

7. Dll

Sungguh Menakjubkan begitu besar kasih sayang Allah kepada kaum muslimin…

Beramal sekali tapi pahalanya SERIBU (1000) bulan setara dengan 83 tahun lebih

Berapa tahun umur anda ? Apa jika diberi umur 83th pasti bisa beramal selama rentang waktu sepanjang itu?

Rahmat Allah disini bukanlah hanya omong kosong belaka namun ini langsung Allah firmankan dalam Alqur’an surat Al Qodar..

Berfikirlah kawan.. apa saja yang akan engkau siapkan untuk 10 hari terakhir itu.

Kumpulan Sebagian Text Do’a Dari Hadits Shohiih/Hasan… Silahkan Download Dan Cetak…

Kumpulan sebagian do’a dari hadits shohiih/hasan yg pernah diposting… silahkan download dan cetak… semoga bermanfaat.

KHUSUS do’a-do’a dari Al Qur’an, jika ingin membacanya saat dalam sholat (seperti saat sujud atau sebelum salam) yang lebih aman adalah merubah awalannya dari ROBBIGH-FIR-LII  menjadi ALLAHUMMAGH-FIR-LII .. ini dikarenakan adanya larangan dari Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam membaca Al Qur’an saat ruku dan sujud. Wallahu a’lam.

Kumpulan Sebahagian Do’a-Do’a Dari Hadits Shohiih dan Hasan

 

kumpulan doa

Seputar Ucapan ‘BISMILLAH’ Sebelum Masuk Rumah Dan Makan…

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Jika seseorang menyebut nama Allah ketika memasuki rumah, namun tidak menyebutnya saat makan, maka setan akan berserikat dengannya saat makan. Jika seseorang menyebut nama Allah ketika makan, namun tidak saat memasuki rumahnya, maka setan akan berserikat dengannya di tempat bermalamnya. Sedangkan jika saat masuk rumah dan saat makan malam, ia menyebut nama Allah, maka setan akan menjauhi tempat bermalam dan jatah makannya. Wallahul muwaffiq.”

(Syarh Riyadhis Sholihin, 4: 191).

Bau Mulutmu Kurang Sedap, Ketika Berpuasa? Jangan Takut!…

Ustadz Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Ah, aku malu untuk banyak berbicara, mulutku berbau kurang sedap.

Kira-kira demikianlah desah batin anda tatkala menyadari bahwa bau mulut anda mulai terasa tidak sedap di saat anda sedang berpuasa. Dan mungkin saja anda buru-buru berkumur dengan cairan penyegar mulut. Selanjutnya, andapun merasa lebih pede setelah berkumur untuk berbicara dan berinteraksi dengan orang lain.

Tidak perlu berkecil hati saudaraku! Bau mulut anda yang kurang sedap karena berpuasa, ternyata tidak sia-sia. Walau terasa tidak sedap pada penilaian orang, akan tetapi di sisi Allah, sangat dicintai dan bernilai tinggi.

(وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ) متفق عليه

“Demi Dzat Yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dibanding aroma misik.” Muttafaqun ‘alaih

Saudaraku! coba anda renungkan, mengapa bau mulut orang berpuasa yang kurang sedap kok dicintai Allah, sehingga di akhirat mendapatkan balasan yang begitu indah. Mungkin pernah terbetik pikiran: iih agama Islam ini kok terkesan kotor ya.

Aduuh, gimana sih, agama yang aku cintai ini; bau mulut orang berpuasa yang kurang sedap dianggap bernilai ibadah.

Penampilan orang yang berhaji dibuat sedemikian rupa, dilarang mengenakan wewangian, memotong kuku, penampilannya tidak rapi, akibatnya bau keringatpun jadi menyengat.

Bila sholat, menempelkan wajah ke tanah atau lantai masjid yang mungkin saja karpetnya telah lama tidak dibersihkan.

Semuanya mengesankan keterbelakangan, kolot, kumuh dan kotor.
Saudaraku! Mungkin demikianlah iblis membisikkan ke dalam hati anda, dengan suara yang santun nan lirih, sehingga terkesan ia sedang membela kepentingan anda.

Tentu sebagai orang yang beriman, anda langsung memberangus berbagai bisikan biadab tersebut dan tidak pernah memberinya peluang untuk melekat di batin anda. Akan tetapi betapa banyak dari saudara-sadara kita yang lemah iman menjadi termenung dan kebingungan memikirkannya.

Ketahuilah saudaraku! Bahwa efek samping dari berbagai amal ibadah di atas, walaupun terasa tidak baik dan kurang menyenangkan, akan tetapi itu merupakan bagian dari uji keimanan anda. Itu adalah bagian dari pengorbanan demi tegaknya ibadah kepada Allah.

Akankah dengan adanya efek samping yang kurang menyenangkan itu, anda menjadi hanyut oleh badai bisikan setan ataukah anda tetap tegar berjuang mencari keridhaan Allah, dengan segala konsekwensi dan tantangannya?

Segala hal yang kurang menyenangkan yang menimpa anda semasa menjalankan ibadah kepada Allah adalah bagian dari duri dan aral yang melintang di jalan-jalan menuju surga Allah.

Demikianlah ketetapan Allah yang berlaku pada kehidupan dunia. Pintu-pintu surga bertabirkan duri dan kesusahan. Sedangkan pintu-pintu neraka diselimuti oleh kesenangan.

Walau demikian, rasa sakit dan hal-hal yang tidak menyenangkan tersebut tidak akan sia-sia begitu saja.

Semuanya bernilai ibadah dan mendapatkan balasan yang setimpal dan bahkan lebih baik.

Bau mulut anda semasa berpuasa akan berubah menjadi aroma yang lebih harum dibanding aroma minyak misik.

Penampilan anda yang kusut lagi berdebu semasa berihram menjalankan manasik haji dan umrah, berbuah ampunan dari Allah.

(انْظُرُوا إِلَى عِبَادِي شُعْثاً غُبْراً، اشْهَدُوا أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُم ذُنُوبَهُم) رواه الطبراني وابن حبان وحسنه الألباني

“Saksikanlah hamba-hambaku yang sedang berpenampilan kusut lagi berdebu. Persaksikanlah bahwa aku telah mengampuni seluruh dosa-dosa mereka.” Riwayat At Thabrani, Ibnu Hibban dan dinyatakan sebagai hadits hasan oleh Al Albani.

Bekas sujud yang melekat di dahi, hidung, lutut, tangan dan kaki anda akan terhindar dari sengatan api neraka.

(حَرَّمَ اللَّهُ عَلَى النَّارِ أَنْ تَأْكُلَ مِنِ ابْنِ آدَمَ أَثَرَ السُّجُودِ) رواه البخاري

“Allah mengharamkan atas api neraka untuk menyentuh anggota tubuh manusia yang membawa bekas sujud.” Riwayat Bukhary

Tidakkah anda mengimpikan untuk menjadi salah satu dari orang-orang yang kelak di hari kiamat mulutnya berbau harum bak misk, dan tubuh anda selamat dari sengatan api neraka.?

Saudaraku! Besarkan hatimu dan ridhailah Islam sebagai agamamu, niscaya Allahpun meridhaimu.

Sadarlah, bahwa jalan menuju ke surga penuh dengan duri tajam, dan aral yang melintang. Semoga Allah Ta’ala meneguhkan hati anda dan membulatkan tekad tekad anda, dan menjadikan perjumpaan kita di surga.

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Amiin, wassalamu’alaikum.

Lupakan Celaannya, Lalu JAUHI Dia Dengan Cara Yang Baik

Orang yang menerapkan kebenaran, apalagi yang mendakwahkannya dan ingin memperbaiki keadaan, tentu akan banyak menuai celaan dari manusia.

Dan itu adalah sunnatullah yang biasa dialami oleh para pembawa dan pejuang kebenaran.

Tapi ingatlah, Allah berkehendak demikian bukan untuk menghukum mereka yang baik, namun untuk memuliakan mereka dan memberikan banyak pahala.

Semakin berat cobaan yang mereka alami, tentu semakin besar PAHALA yang Allah berikan, dan semakin tinggi kedudukan yang mereka dapatkan.

Oleh karena itu, lupakanlah celaan mereka, dan ingatlah pahalaNya, lalu jauhilah para pencela itu dengan cara yang baik.

Ingatlah perintah Allah kepada Nabi Muhammad -shollallohu ‘alaihi wasallam-, Sang Pejuang kebenaran:

وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًا

“Bersabarlah terhadap apapun yang mereka katakan, dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.” (Al-Muzzammil:10)

Ya.. kita tidak hanya diperintah untuk bersabar, tapi juga diperintah menjauhi mereka.

Karena dengan itu hati kita akan terjaga, dan kita bisa terus berjalan untuk mendakwahkan kebenaran kepada yang lainnya, wallohua’lam.

Semoga kita bisa teguh dan istiqomah di atas jalan kebenaran, di atas Al Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman para salafush shalih, amin.

Penulis,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

1362. Apa yang harus saya (pencukur rambut) lakukan ketika ada yang minta dipotong Qoza ?

1362. BBG Al Ilmu

Tanya :
Ustadz, teman saya baru tau masalah gaya rambut Qoza’ (separuh tebal, separuh dicukur) itu dilarang dalam agama. Profesi teman saya adalah tukang cukur dan customer nya dari kalangan TNI dan sipil juga dan rata-rata gaya rambut mereka seperti itu ustadz, sebahagin saja didepan/atas yang disisakan/tentara, kalau yang sipil ya macam-macam. Apa yang harus dia lakukan bila ada permintaan potongan rambut qoza’ terutama dari kalangan TNI ? Syukran.

Jawab :
Ustadz Irfan Helmi, حفظه الله تعالى

Qoza’ adalah mencukur sebagian rambut kepala dan membiarkan sebagian yang lain. Hukumnya adalah makruh (dibenci). 
Dalilnya: 
عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  – صلى الله عليه وسلم – نَهَى عَنِ الْقَزَعِ

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam melarang Qoza” (HR. Bukhari & Muslim)

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam melihat seorang anak yang dicukur sebagian rambut kepalanya dan dibiarkan sebagian yang lain, maka beliau melarang perbuatan itu seraya bersabda:

اِحْلِقْهُ كُلَّهُ أَوْ دَعْهُ كُلَّهُ‏

“Cukurlah semuanya atau biarkan semuanya (tidak dicukur.” (HR Ahmad, Abu Dawud & An-Nasa’I).

Bila ada permintaan dicukur qoza’ dari pihak manapun hendaknya anda tidak penuhi permintaan tsb. Karena akan terkena ayat “walaa ta’awanu ‘alal itsmi wal ‘udwan” (dan janganlah kalian saling bekerjasama dalam perbuatan dosa dan permusuhan).
QS Al-Maidah: 2

Solusi nya, anda bisa mencukur seluruh rambutnya dengan model “cepak” sebagaimana lazim berlaku di kalangan TNI. Dan tidak mengapa membuat sedikit tebal di sebagian rambut kepalanya (misalnya di bagian depan/jambul) karena hal itu TIDAK termasuk kategori qoza’. 

Adapun rambut yang dicukur cepak secara merata lalu ada sebagian dicukur habis (gundul) yang biasanya membentuk lekukan “seni” tertentu, maka ini termasuk kategori qoza’ yang dilarang.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊