All posts by BBG Al Ilmu

Sampai Kapan Kita Bersabar Dalam Menasihati Anak Untuk Taat Kepada Allah?

Ustadz Abu Zubair Hawaary, Lc, حفظه الله تعالى

Apakah ada batasan kesabaran dalam menasihati anak untuk taat kepada Allah ? pendidikan apa yang harus pertama kali ditanamkan kepada anak ?

Simak jawaban Ustadz Abu Zubair Hawaary, Lc, حفظه الله تعالى   berikut ini :

Indahnya Saling Mencintai Karena Allah

Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَا مِن رَجُلينِ تحابّا في الله بظهرِ الغيبِ؛إلا كان أحبُّهُما إلى اللهِ أشدَّهما حُبّاً لصاحبِه

“Tidaklah dua orang saling mencintai karena Allah meskipun tidak sedang bertemu, kecuali yang lebih dicintai Allah adalah yang paling besar kecintaannya kepada sahabatnya.” (HR At-Thobroni di AL-Mu’jam Al-Awshoth, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 3237)

Cintailah sahabatmu karena Allah…
Cintailah ustadzmu karena Allah…
Jangan lupa…cintailah istrimu juga karena Allah…

1302. Mengapa Rata-Rata Penduduk Di Suatu Negara Kafir Kaya ?

1302. BBG Al Ilmu – 49
Tanya :
Kenapa di negara China yang tidak punya agama maksudnya Agama Samawi rata-rata penduduknya kaya semua?

Jawab :
Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Masalah kaya atau kere/miskin tidak ada sangkut paut nya dengan agama. Karena hukum duniawi berdasarkan kaidah  “man jadda wajada” yang memiliki arti : barang siapa yang berusaha keras maka ia akan mendapatkan. Bisa jadi mereka menghalalkan segala cara untuk  suatu tujuan sehingga tidak menghiraukan norma agama.
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1301. Menambahkan Nama Suami Dibelakang Nama Istri

1301. BBG Al Ilmu – 387

Tanya :                                                                                                                                 Apa hukumnya nama suami dipakai tambahan di belakang nama istri. Semisal nama suami Suroso dan nama istrinya Eny menjadi Eny Suroso (dikartu nama/yang lainnya). Dan adakah landasan dasarnya.

Jawab :
Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Nama seseorang hendaknya disandarkan kepada orang tuanya, ini yang di contohkan agama.

Sebagai mana firman Allah Ta’ala dalam surat Al-‘Aĥzāb :5  “Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Menyambut Tahun Baru

Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Sesungguhnya siang dan malam menjadikan sesuatu yang jauh menjadi dekat, janji menjadi terwujud, dan seorang mukmin berada diantara dua kekawatiran, waktu yang terlewatkan yang ia tidak tahu apa balasan Allah terhadap diri nya, dan waktu yang tersisa yang ia tidak tahu takdir apa yang akan menghampiri nya, dan disetiap permulaan tahun di hamparkan kepada nya lembaran lembaran baru, apa yang seharusnya ia goreskan, sedangkan ajal mengintai dihadapan nya.

Dengan bertambahnya umur, berlalunya waktu sepantasnya seseorang untuk memperhitungkan dirinya, meminta apun atas segala dosanya, kembali kejalan Tuhannya, mengkalkulasi amalan amalan nya, apakah semakin bertambah kebaikannya, berkurang dosa dosanya, dan seorang manusia berada diatas petunjuk selagi mau mengkoreksi dirinya dan mengekang keinginan hawa nafsu nya.

Al Hasan Al Basri berkata, “Sesungguhnya manusia yang paling mudah hisabnya pada hari kiamat mereka adalah orang orang yang mau bermuhasabah tatkala ia didunia ini, sehingga ia mengkoreksi segala amal nya, jikalau ia hendak berbuat sesuatu hanya karena Allah, maka ia melanjutkan, jikalau berbuat bukan karena Allah maka ia berhenti, sesungguhnya orang yang berat hisab nya hari kiamat adalah orang yang berbuat sesuatu tanpa perhitungan, tanpa muhasabah, maka ia akan bertemu Allah dengan segala sesuatu terhitung tanpa terlewatkan sebutir debu pun.”

Sesungguhnya hakikat umur manusia tidak terlepas dari hitungan tahun, dan hitungan tahun bukankah tersusun dari hitungan hari, dan hitungan hari bukankah dari hembusan nafas yang segera akan berlalu, sedangkan kejadian alam silih berganti sesuai takdir Ilahi, betapa banyak kawasan yang tadinya makmur menjadi hancur, seorang anak Adam di pagi hari dalam keadaan sehat dan sore hari terbujur kaku……