All posts by BBG Al Ilmu

Susahnya Setengah Mati

Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Woow, mengerikan sekali dengernya, seakan pernah mencicipi rasanya mati padahal tidak pernah merasakannya.

Terlebih lagi ucapan semacam ini adalah bentuk keluh kesah yang tidak sepatutnya anda ucapkan sebagai seorang yang beriman kepada Allah.

Ucapan semacam ini selain bentuk keluh kesah juga berdampak ngatif sehingga meruntuhkan semangat dan mental anda sendiri.

Dalam kondisi sesulit apapun, orang yang beriman senantiasa menyerahkan urusannya kepada Allah. Dan bila anda telah menyerahkannya kepada Allah maka percayalah bahwa urusan anda pasti baik.

Dan bila Allah yang mengurusi permasalahan anda maka tiada yang susah bagi-Nya. Dahulu Nabi shallallahu alaihi wa sallam bila menghadapi kesusahan beliau berdoa dengan berkata:

اللهم لا سهل الا ما جعلته سهلا وانت تجعل الحزن اذا شئت سهلا

“Allahumma Laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa”

“Ya Allah tiada kemudahan selain yang Engkau jadikan mudah dang Engkau sungguh kuasa menjadikan sesuatu yang sulit -bila Engkau menghendakinya- menjadi mudah.” (Ibnu Hibban dan lainnya)

Tarbiyah Terhadap Anak

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Agama islam memiliki perhatian untuk membangun masyarakat islami yang kuat iman yang selamat dari segala penyelewengan tauhid dan akidah serta ibadah, dan senantiasa bertujuan untuk menggapai rumah tangga yang diridhoi, penuh barokah, mawadah dan rohmah.

Oleh karena itu merupakan kewajiban suatu pasangan suami istri agar memperhatikan tarbiyah kepada para anak, mengajarkan kepada mereka iman dan taqwa, sebagaimana baiknya keturunan merupakan perhatian para Nabi dan Rasul, bahkan menjadikan panjatan doa bagi mereka.

Nabi Zakaria memanjatkan doa kepada Allah Ta`ala, agar diberikan keturunan yang soleh, dan diabadikan dalam firman Nya, ” Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”.
(QS Al Imran 38~39).

Nabi Ibrahim memanjatkan doa kepada Allah Ta`ala agar diberikan putra yang soleh, sebagaimana dikisahkan dalam firman Allah Ta`ala, ” Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar “.(QS As Soffat 99~101).

Di antara panjatan doa orang orang soleh kepada Allah Ta`ala yang diabadikan dalam Al Qur`an adalah, ” Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

1269. Memilih Antara Qurban Dan Mengganti Audio Masjid

1269. BBG Al Ilmu – 459

Tanya:
Kami berniat qurban tahun ini, namun sound system di mesjid kami sudah mulai kurang berfungsi, bolehkah kami berubah niat dari niat berqurban menjadi mengganti sound system/audio mesjid??

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Qurban adalah ibadah mahdhoh, yang bersifat mendekatkan diri kepada Allah Ta`ala secara khusus, yang memiliki keutamaan tersendiri.

Adapun sedekah dengan mengganti audio masjid ini juga ibadah, yang bersifat umum, yang bukan tanggung jawab perorangan, dan individu, akan tetapi menjadi tanggungjawab bersama, yang butuh kebersamaan jamaah masjid. Sehingga hal ini tidak saling berdesakan dan berseberangan antara dua ibadah ini, masing masing mempunyai cakupan dan ruang lingkup yang tersendiri.
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Tidak Ada Yang Menandingi ISLAM Dalam Memuliakan WANITA

Masa kecilnya menjadi pintu surga bagi kedua orang tuanya.

Masa remajanya menjadi pelengkap agama dan perhiasan terbaik bagi suaminya.

Ketika sudah menjadi ibu, SURGA di bawah telapak kakinya.

========

Silahkan merenungkan sabda-sabda berikut:

1. “Barangsiapa menghidupi dua anak WANITAnya hingga dewasa; maka aku dan dia akan bersama-sama memasuki surga seperti dua jari ini”, dan beliau menunjuk jari telunjuk dan jari tengahnya..” [Dishohihkan oleh Syeikh Albani].

2. “Jika seorang hamba menikah, berarti dia melengkapkan SETENGAH agamanya, maka hendaklah dia takut kepada Allah dalam menjaga setengah agamanya yang lain..” [Dihasankan oleh Syeikh Albani]

3. “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita salehah..” [HR. Muslim]

4. “Jaahimah pernah mendatangi Nabi -shollallohu alaihi wasallam-, dia mengatakan: “Aku ingin berangkat PERANG, dan aku datang untuk meminta pendapatmu..”

Beliau bertanya: “Kamu memiliki IBU..?”
Dia menjawab: “Ya..”
Beliau mengatakan: “Teruslah bersamanya, karena surga di bawah kedua telapak kakinya..”

[Syeikh Albani menilai hadits ini hasan shohih]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Membandingkan Antara Diri Kita Dan Sahabat

Ustadz Djazuli, Lc, حفظه الله تعالى

Sebagian sahabat atau seluruhnya sudah dijamin syurga..Sedang nasib kita di akhirat masih samar-samar..

Sahabat selalu semangat menuntut ilmu dan beramal..Adapun kita masih terbuai oleh kebodohan dan nyaris mengalami krisis amal..

Masih banyak lagi kelebihan sahabat dari kita..yang membuat kita semakin minder..

Tapi anehnya, ada saja yang bilang, ” jelas saja sahabat seperti itu karena mereka hidup bersama Rasul shallalahu ‘alaihiwasallam.”Tentu saja itu omongan sangat keliru..sebab Abu Jahl & Abu Lahb hidup bersama Rasul namun mereka justru menjadi orang yang paling kufur kepada Allah…!?

Jadi, apa sih yang membuat sahabat bisa sukses dunia akhirat?S

Simak pernyataan Imam Hamdun bin Ahmad, beliau berkata,” Sahabat jauh lebih berkah hidupnya,lebih mulia di sisi Allah dan lebih berwibawa dimata manusia, karena mereka memiliki 3 keistimewaan:

1. Jika mereka berbicara & berjuang, selalu demi agama Islam.

2. Jika mereka berilmu & beramal selalu yang menyucikan hati mereka3. Apapun yang diamalkan oleh hati, lisan & anggota tubuh mereka selalu demi menggapai ridho Ar-Rahman(Sifatusofwah 4/122)

Lalu bagaimana dengan kita..?!

Ya Allah berilah kami taufik & hidayah sehingga kami bisa meningkat iman & amal kami yang mendekati mereka…!

1268. Apa Itu Ibadah Mahdhoh Dan Ghoyro Mahdhoh?

1268. BBG Al Ilmu

Tanya:
Apa itu ibadah mahdhoh dan ghoyro mahdhoh ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Ibadah mahdhoh ialah ibadah yang diatur secara detail, prasyarat, rukun, tata cara, waktu pelaksanaan, dan pembatal pembatal nya, sudah di atur sedemikian rupa hingga jikalau tidak sesuai maka tidak sah dan tidak di terima, seperti sholat dan puasa wajib, haji dst.

Sedangkan ibadah ghoyro mahdhoh adalah ibadah yang di berikan kelonggaran dalam tata cara, waktu, dst….. seperti shodaqoh, silaturahmi, dsb…

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Hadits Palsu Tentang 10 Wasiat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Kepada Putrinya, Fathimah Az-Zahra Radhiyallahu ‘Anha

Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA, حفظه الله تعالى

Tanya:
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ustadz ada pertanyaan via japri : apakah hadits ini shoheh?

Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya bila kemudian dimiliki oleh setiap istri solehah.

1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan, dan meningkatkan derajat wanita itu.

2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah.

3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.

5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.

7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.

8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.

9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.

JAWAB:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. Hadits tentang 10 Wasiat Rasulullah kepada Fathimah az-Zahra putri beliau adalah Hadits PALSU yang didustakan atas nama Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Oleh karena itu, DILARANG KERAS mempercayainya dan menyebarluaskannya kecuali dengan tujuan menjelaskan dan memperingatkan kaum muslimin akan kedustaan dan kepalsuannya. Sebab, jika seseorang telah mengetahui kedustaan dan kepalsuan suatu hadits lalu ia menyebarluaskannya kepada orang lain tanpa menerangkan kepalsuan dan kedustaannya, maka ia akan menjadi musuh bagi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pada hari Kiamat, dan ia pun terkena ancaman keras dari Nabi shallallahu alaihi wasallam sebagaimana disebutkan di dalam hadits-hadits shohih berikut ini:

1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

” من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار “

“Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya di dalam api Neraka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

2. Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

” لا تكذبوا علي فإنه من كذب علي فليلج النار ” .

“Janganlah kalian berdusta atas namaku. Karena sesungguhnya barangsiapa yang berdusta atas namaku, maka hendaknya dia masuk ke dalam api Neraka.” (HR. Al-Bukhari).

3. Dari al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

” إن كذبا علي ليس ككذب على أحد من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار “

“Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sebagaimana berdusta atas nama orang lain. Maka barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya dia menyiapkan tempat duduknya di dalam api Neraka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Na’udzu billahi min dzaalik.

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan. Semoga Allah melindungi kita semua dari bahaya hadits DHO’IF dan PALSU, dan dari segala keburukan di dunia dan akhirat. آمين يا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ