All posts by BBG Al Ilmu

Kisah Tiga Orang

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Dari Abu Waqid Al Laitsi berkata, “Ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam sedang duduk dimasjid bersama beberapa shahabat, tiba-tiba datanglah tiga orang..

Dua orang mendatangi halaqoh Rasulullah dan satu orang pergi..
adapun yang dua orang, salah satunya melihat tempat kosong dalam halaqoh lalu ia duduk disana..
Satu lagi duduk di belakang..

Setelah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam selesai, beliau bersabda,,,
“Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang kisah tiga orang itu?..

Adapun yang pertama (yang menempati tempat kosong) ia kembali kepada Allah, maka Allahpun melindunginya..

Adapun yang kedua (yang duduk di belakang), ia malu maka Allahpun malu kepadanya..

Adapun yang ketiga, ia berpaling maka Allahpun berpaling darinya.”
(HR Bukhari dalam shahihnya)

Demikianlah akhi..
Keutamaan duduk di majelis ilmu..
Majelis yang tak pernah rugi orang yang menghadirinya..

Ia adalah taman-taman surga..
Demikian ibnu Mas’ud menyifatinya..
Tidakkah kita ingin singgah di taman-taman surga???

Untaian Nasihat

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Islam yang paling baik adalah engkau memberikan makan dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan tidak engkau kenal.

* Kalian tidak masuk surga sampai kalian beriman.
* Kalian tidak beriman dengan iman yang sempurna hingga kalian saling mencintai.

Maukah aku tunjukkan supaya kalian bisa saling mencintai? Sebarkan salam diantara kalian.

* Islam itu menghancurkan dosa-dosa sebelumnya.
* Hijrah itu menghancurkan dosa-dosa sebelumnya, dan
* Haji itu menghancurkan dosa-dosa sebelumnya.

Simak nasehat dan pelajaran bermanfaat dari Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Klik
http://m.salamdakwah.com/videos-detail/5-pilar-islam.htm

Warisan Ramadhan

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc, حفظه الله تعالى

Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh kenangan indah, bulan yang penuh kenangan manis bagi orang-orang yang benar-benar mengisi Ramadhannya dengan ibadah kepada Allah.

Bulan yang yang penuh dengan keberkahan itu baru kita lalui.

Marilah kita mengenal warisan Ramadhan yang akhirnya kita benar benar mengetahui sebenarnya yang diinginkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala

Semoga seluruh amal ibadah kaum muslimin diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala

Saksikan keterangan Ust. Ahmad Zainuddin, Lc, حفظه الله تعالى terkait hal itu di

http://m.salamdakwah.com/videos-detail/warisan-ramadhan.html#.U-ht_NkazCQ

Kiat Istiqomah Setelah Ramadhan

Ustadz Djazuli, Lc, حفظه الله تعالى

Tobat sesaat itu mudah. Sadar sebentar itu gampang. Akan tetapi, untuk mempertahankan ketaatan, butuh perjuangan.

Istiqomah itu tidak mudah. Romadhon membimbing kita untuk menjadi orang yang istiqomah sepanjang tahun.

Namun, sudahkah istiqomah kita raih selepas Romadhon ini ? Bagaimana kiat untuk istiqomah sepanjang tahun ?

Simak penjelasan Ust Djazuli, Lc

Klik
http://m.salamdakwah.com/videos-detail/kiat-istiqomah-setelah-ramadhan.html

Bantulah Si Lemah, Doa Tulus Diterima

@Sahabatilmu

Doa si “lemah” merupakan bantuan pertolongan dan pembuka pintu rizki bagi kita.

Lemah dalam artian kaum fakir, miskin, tertimpa kesedihan dan penderitaan serta semisalnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

هَلْ تُنْصَرُوْنَ وَتُرْزَقُوْنَ إِلاَّ بِضُعَفَائِكُمْ؟

“Bukankah kalian ditolong (dimenangkan) serta diberi rizki melainkan dengan sebab orang lemah di antara kalian…?” (HR al-Bukhari: 2896)

Dalam riwayat lain dijelaskan,

إِنَّمَا يَنْصُرُ اللهُ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ، وَصَلاَتِهِمْ، وَإِخْلاَصِهِمْ

“Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan bantuan orang lemah diantara mereka,

Yaitu melalui doa, shalat, dan keikhlasan mereka…” (HR an-Nasa’i: 3178, ash-Shahihah: 2/409 al-Albani)

Sebab pertolongan Allah melalui si “lemah” bukan melalui zat fisik dan kedudukan mereka.

Namun melalui ungkapan terima kasih dan ketulusan doa..

Akan berbeda ketulusan doa dari mereka yang sangat membutuhkan uluran tangan dengan sebagian lainnya yang telah berkecukupan.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

“Boleh jadi engkau tertidur tetapi puluhan doa naik ke langit untukmu.

Dari si fakir yang pernah engkau tolong…

Dari si lapar yang pernah engkau beri makan…

Dari si sedih yang pernah engkau hibur…

Dari si miskin yang pernah engkau bantu…”

Bila tak mampu membantu si lemah, maka jangan pernah mencibir dan mencela mereka…

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Walaupun Sedikit Yang Penting Rutin

Ust. M Abduh Tuasikal حفظه الله تعالى

Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.”
’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya. (HR. Muslim)

Selengkapnya di Rumaysho.Com:

http://rumaysho.com/amalan/di-balik-amalan-yang-sedikit-namun-kontinu-550

Kebebasan Pers Yang Kebablasan

Ust. M Abduh Tuasikal حفظه الله تعالى

Kalau kita lihat kenyataan, kebebasan pers begitu kebablasan. Kenyataan yang terjadi pada berbagai media:

1- Menyebarkan berita bohong yang penting menarik pembaca tidaklah masalah.

2- Membuat berita ghibah dan fitnah.

3- Memutilasi berita, cuma sepenggal berita saja yang dinukil sehingga mengelabui orang lain.

4- Melakukan namimah, seringnya mengadu domba.

5- Bukan hanya media liberal dan sekuler, media Islam pun tidak kroscek ulang saat memuat suatu berita apakah sumbernya sudah valid ataukah belum.

Kebebasan pers macam apa ini?

Baca selengkapnya di Muslim.Or.Id:

http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/realita-kebebasan-pers.html

Do’a Berlindung Dari Hilangnya Nikmat Dan Kesehatan

Ust. M Abduh Tuasikal حفظه الله تعالى

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, dia berkata, “Di antara doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

“ALLOOHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MIN ZAWAALI NI’MATIK, WA TAHAWWULI ‘AAFIYATIK, WA FUJAA’ATI NIQMATIK, WA JAMII’I SAKHOTHIK”

[Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu]. (HR. Muslim no. 2739)

Faedah dari hadits di atas:

Pertama:
Yang dimaksud nikmat di sini adalah nikmat Islam, Iman, anugerah ihsan (berbuat baik) dan kebajikan. Jadi dalam do’a ini kita berlindung dari hilangnya nikmat-nikmat tersebut. Maksud hilangnya nikmat adalah nikmat tersebut hilang dan tanpa ada penggantinya.

Kedua:
Yang dimaksud dengan berubahnya kesehatan (‘afiyah) adalah nikmat sehat tersebut berubah menjadi sakit. Yang dimaksud dengan ‘afiyah (sehat) di sini adalah berpindahnya nikmat ‘afiyah dari pendengaran, penglihatan dan anggota tubuh lainnya. Jadi do’a ini kita maksudkan meminta selalu kesehatan (tidak berubah menjadi penyakit) pada pendengaran, penglihatan dan anggota tubuh lainnya.

Ketiga:
Yang dimaksud fuja’ah adalah datang tiba-tiba. Sedangkan “niqmah” adalah siksa dan murka. Dalam do’a ini berarti kita berlindung pada Allah dari datangnya ‘adzab, siksa dan murka Allah yang tiba-tiba.
Keempat: Dalam do’a ini, kita juga meminta pada Allah agar terlindung dari murka-Nya yaitu segala hal yang dapat mengantarkan pada murka Allah.

Semoga do’a ini bisa kita amalkan dan mendapatkan berbagai anugerah.

Baarakallahu fiykum.

Ref:
http://rumaysho.com/amalan/doa-berlindung-dari-hilangnya-nikmat-dan-kesehatan-1054

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1230. Dzikir Ini Boleh Diucapkan Oleh Wanita Dan Pria Ketika Letih

1230. BBG Al Ilmu

Tanya:
Ada hadits dimana Fathimah radhiyallahu ‘anha memerlukan pembantu dan ringkasnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkannya untuk membaca sebelum tidur takbir 34x, tasbih 33x dan tahmid 33x dan ini lebih baik dari seorang pembantu. Pertanyaannya, apakah dzikir ini dikhususkan untuk kaum wanita ? Atau bisa juga untuk kaum pria setelah letih berkerja di luar rumah mencari nafkah ?

Jawab:
Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Dzikir tersebut tidak khusus bagi wanita, karena lafadznya umum. kaidah mengatakan: yang dianggap adalah keumuman lafadz bukan kekhususan sebab.

Jadi BOLEH diucapkan baik oleh pria maupun wanita ketika kondisi fisik letih secara umum.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Ajal Itulah Akhir Waktu Untuk Beramal …

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc حفظه الله تعالى

Ketika ajal menjemput, barulah amalan seseorang berakhir.

Al Hasan Al Bashri mengatakan, ”Sesungguhnya Allah Ta’ala tidaklah menjadikan ajal (waktu akhir) untuk amalan seorang mukmin selain kematiannya.” Lalu Al Hasan membaca firman Allah,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

”Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al yaqin (yakni ajal).” (QS. Al Hijr: 99).

Ibnu ’Abbas, Mujahid dan mayoritas ulama mengatakan bahwa ”al yaqin” adalah kematian. Dinamakan demikian karena kematian itu sesuatu yang diyakini pasti terjadi. Az Zujaaj mengatakan bahwa makna ayat ini adalah sembahlah Allah selamanya. Ahli tafsir lainnya mengatakan, makna ayat tersebut adalah perintah untuk beribadah kepada Allah selamanya,

sepanjang hidup.