All posts by BBG Al Ilmu

1225. Kalimat “Panjang Umur Anda, Baru Saja Kami Bicarakan…”

1225. BBG Al Ilmu

Tanya:
Di lingkungan keluarga dan teman sering terucap kalimat berikut “…panjang umur anda, baru saja kita bicarakan anda sudah muncul…” Biasanya kalimat ini diucapkan bila kita sedang membicarakan seseorang lalu tiba-tiba orang tersebut muncul dihadapan kita. Apakah ini ucapan batil ?

Jawab:
Ustadz Ali Hasan Bawazer, Lc, حفظه الله تعالى

Iya benar. Kalimat tersebut tidak diperkenankan. Itu termasuk “tathoyur” yang merupakan salah satu bentuk kesyirikan.

“Panjang umur”nya seseorang tidak ada kaitannya sama sekali dengan disebutnya nama orang tersebut atau tidak.
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1224. Orangtua Tidak Setuju Anaknya Masuk Islam

1224. BBG Al Ilmu

Tanya:
Teman ana ada yang mualaf, tapi mendapat pertentangan dari keluarganya. Ibunya aktivis gereja. Dan selalu berkata apakah kamu mau ibu kamu dikafirkan oleh umat islam ? Dan beliau takut kalau ibunya menjadi stress karena keputusan dia memeluk islam ? Apa yang harus dilakukan ?

Jawab:
Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA حفظه الله تعالى

Bismillah. Hal-hal yang harus ia lakukan dalam keadaan seperti ini ialah:

1. Berupaya untuk sabar dan tegar serta istiqomah di atas agama Islam yang haq.

2. Menguatkan iman dan keyakinan akan kebenaran agama Islam dan batilnya semua agama selain Islam dengan cara bersungguh-sungguh dalam menutut ilmu syar’I yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman yang benar, yaitu pemahaman as-salafus sholih (para sahabat, tabi’in, dan para ulama yang mengikuti jejak mereka dengan baik).

3. Berupaya memahamkan kepada ibunya bahwa agama satu-satunya yang paling diridhoi dan diterima Allah di dunia dan akhirat setelah diutusnya nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah agama Islam. Hal ini senantiasa dilakukan dengan sikap bijak, sabar, dan lemah lembut, serta tanpa mengenal rasa bosan dan putus asa.

4. Banyak berdoa kepada Allah agar ibunya diberi hidayah untuk masuk Islam.

5. Mempergauli ibunya dengan muamalah yang baik, seperti menghormatinya, berbicara kepadanya dengan kata-kata yang sopan, membantunya dengan harta, perbuatan dan pikiran sesuai dengan batas kemampuan.

Mudah-mudahan dengan melakukan kiat-kiat ini, sang ibu atau siapapun yang belum masuk Islam merasa kagum dengan keindahan dan kemuliaan agama Islam serta orang muslim. Dan semoga Allah memberikan hidayah Islam kepada mereka.
أميــــن يــارب العـالــمي

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1223. Pengeluaran Yang Kurang Dari Anggaran

1223. BBG Al Ilmu

Tanya:
Terkait pekerjaan saya dibidang pengiriman barang, saya dapet anggaran untuk menginap 150ribu tapi saya mencari penginapan yang anggarannya dibawah 150ribu misal 100ribu berarti masih ada 50ribu tapi saya tetap pake nota yang 150ribu dengan harapan saya dapet uang tambahan jajan 50ribu. Yang saya tanyakan apakah uang yang saya dapet 50ribu ini halal apa haram? Disisi lain kalau saya dapat penginapan yang diatas 150ribu saya nombok.

Jawab:
Ustadz Muhammad Wasitho, MA حفظه الله تعالى

Bismillah. Yang nampak bagi kami bahwa apa yang bapak kerjakan adalah BOLEH, dan hukum uang tersebut adalah HALAL karena sudah menjadi hak bapak dan tidak melebihi jatah anggaran yang sudah ditetapkan dan disepakati.

Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1222. Bolehkah Menggabungkan Sholat ‘Ashar Dan Sholat Jum’at ?

1222. BBG Al Ilmu

Tanya:
Apakah hukumnya shalat jumat dijamak dengan shalat ashar ?

Jawab:
Ustadz Muhammad Wasitho, MA حفظه الله تعالى

Bismillah. Menurut fatwa syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah dan juga madzhab Hanbali bahwa hal tersebut TIDAK BOLEH, karena tidak ada satu pun hadits shohih yang menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menjamak sholat Jumat dengan Ashar, baik dalam keadaan mukim maupun safar. Bahkan beliau (syaikh Bin Baz rahimahullah) mengatakan dalam fatwanya, ‘barangsiapa melakukan jamak antara sholat Jumat dengan sholat Ashar, maka hendaknya ia mengulangi sholat Ashar pada waktunya.’

» Jadi, bagi seorang muslim yang melakukan safar pada siang hari jumat, jika ia ingin melakukan jamak antara 2 sholat, maka hendaknya ia menetapkan niat sholat Dhuhur, baik ia sholat sendirian, atau berjama’ah dengan sesama musafir, atau ia bermakmum di belakang imam sholat Jumat, lalu setelah itu ia berdiri lagi untuk melakukan sholat Ashar secara Qoshor.

» Hal ini BOLEH dilakukan karena sholat Jumat tidak wajib bagi musafir, dan juga dikarenakan bolehnya terjadi perbedaan niat sholat antara imam dan makmum menurut pendapat sebagian ulama fiqih.

Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Kesabaran Ikhtiyari (Pilihan) Lebih Utama Daripada Kesabaran Idhtirori (Terpaksa)

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Karenanya kesabaran Nabi Yusuf ‘alaihis salam tatkala dirayu oleh permaisuri raja lebih tinggi nilainya daripada kesabaran tatkala dilemparkan di dalam sumur, karena seseorang yang dirayu oleh seorang wanita jelita dihadapannya ada 2 pilihan, pilihan bermaksiat atau pilihan bersabar.

Adapun seseorang yang terkena musibah maka ia harus terpaksa bersabar, tidak ada pilihan lain baginya kecuali bersabar.

Ujian menghadapi rayuan permaisuri raja jauh lebih berat daripada ujian menunggu di dalam sumur.

Status di atas kami ambil dari perkataan Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qoyyim rahimahullah. Tentunya semakin berat ujian semakin besar pahala, kaidah dalam status di atas tentunya kaidah umum atau hukum asal, yaitu jika ditinjau dari jenis kesabaran. Akan tetapi pada bentuk-bentuk tertentu bisa jadi kesabaran Idtirori lebih besar dan tinggi nilainya jika memang ujiannya sangatlah berat, contoh, seseorang yang kehilangan istri dan seluruh anak-anaknya pada saat yang sama lantas ia bersabar tentu lebih tinggi nilainya daripada seseorang yang diberi pilihan untuk menundukan pandangannya atau melihat wajah seorang wanita yang cantik jelita yang tidak halal baginya.

Hal ini sebagaimana jenis bid’ah lebih buruk daripada jenis maksiat, karena pelaku bid’ah sulit diharapkan ia bertaubat karena ia merasa benar, akan tetapi hal ini tidaklah secara mutlak.

Tentunya kemaksiatan seperti berzina lebih berat di sisi Allah daripada sebagian bid’ah ibadah seperti bid’ah sholat rogoib yang dianggap bid’ah oleh imam Nawawi.

Wallahu a’lam

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

“Saya” Berbeda Pendapat Dengan Imam Syafii

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Sahabatku! Ucapan anda adalah cermin dari diri dan pola pikir anda. Bukan hanya kepribadian dan pola pikir, bahkan ucapan dan perilaku anda juga mencerminkan akan hakekat iman anda. Jangan pernah mengira bahwa anda dapat sepanjang masa menyembunyikan jati diri anda dari semua orang.

Bisa saja anda menipu, atau mengelabuhi atau berkamuflase untuk sekali dan dua kali, namun bukan untuk seterusnya. Dalam pepatah dinyatakan: sepandai pandai tupai meloncat pasti terjatuh jua, atau sepandai pandai anda menyembunyikan bangkai pasti tercium juga. Simaklah firman Allah Taala berikut :

وَلَوْ نَشَاءُ لَأَرَيْنَاكَهُمْ فَلَعَرَفْتَهُم بِسِيمَاهُمْ وَلَتَعْرِفَنَّهُمْ فِي لَحْنِ الْقَوْلِ وَاللهُ يَعْلَمُ أَعْمَالَكُمْ

“Andai Kami menghendakinya, niscaya Kami tunjukkan perihal mereka kepadamu, dan kamupun pasti dapat mengenal mereka dari ciri cirinya dan kamu juga pasti dapat mengenali mereka dari gaya bicaranya. Dan Allah mengetahui semua amal perbuatan kalian.” (Muhammad 30)

Kesombongan adalah satu penyakit hati dan selanjutnya terwujud dalam ucapan dan perbuatan. Namun demikian, betapa sering kita mempropagandakan bahwa diri kita tidak sombong, walaupun sejatinya jiwa kita dibanjiri dengan kesombongan besar.

Diantara indikator kesombongan yang sering terucap dari lisan kita, ialah dengan berkata: saya berbeda pendapat dengan Imam Syafii, atau saya menyelisihi pendapat imam Ibnu Taimiyyah, atau bahkan saya menentang pendapat Ibnu Abbas atau bahkan Abu Bakar dan Umar bin al khatthab radhiallahu ‘anhum.

Padahal kalau kita sedikit mau jujur dan bercermin, niscaya kita menyadari bahwa kita tidak pantas untuk berpendapat apalagi berijtihad dalam urusan agama. Alih alih berijtihad, sekedar mengerti arti berbagai dalil saja tidak, apalagi tentang metode pendalilan dan etika berijtihad.

Sejatinya kita ini adalah salah satu contoh nyata dari orang orang yang disebutkan oleh Imam Ibnu Abdil Bar berikut ini:

أجمع الناس على أن المقلِّد ليس معدوداً من أهل العلم، وأن العلم معرفة الحق بدليله.

“Para ulama’ telah sepakat bahwa seorang muqallid (pengikut buta) tidak pantas dianggap sebagai ulama’ karena yang disebut ilmu ialah mengetahui kebenaran lengkap dengan dalilnya.”

Aneh memang, betapa sering kita bersikap lancang, tidak tahu diri, tidak tahu malu, sehingga merasa telah selevel dengan para Imam ahli ijtihad, dan hobi berkata: “Saya berbeda pendapat dengan ulama’ fulan atau fulan.” Padahal faktanya, kita hanya mengikuti pendapat ulama’ fulan dan bukan berijtihad sendiri.

Hasbunallahu wa ni’mal wakil

Dasar Kampungan

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Banyak orang dengan ringannya mencela teman atau orang lain dengan sebutan: kampungan kamu! Mereka mengira bahwa orang kampung itu biasanya berpikir terbelakang, gaptek, dan lainnya.

Namun demikian, sebaliknya juga demikian; betapa banyak orang kampung yang ketka mencela atau meledek dengan berkata: dasar orang kota, lemah ndak bisa manjat, ngupas kelapa saja ndak bisa, nangkap ayam lepas saja tidak bisa, takut nyembelih ayam, dll.

Demikianlah, budaya saling mencibirkan, seakan dirinya sempurna dan segala kekurangan ada pada orang lain. Jeli melihat kekurangan orang lain dan lalai akan kekurangan dirinya. Padahal pada kenyataannya orang kota membutuhkan kepada orang desa dan demikian pula sebaliknya.

Sobat! Belajarlah menghormati orang lain dan syukurilah peran orang lain. Bisa jadi hari ini anda belum membutuhkan atau mungkin juga belum menyadari pentingnya peran mereka. Namun demikian, bisa jadi esok hari anda akan memohon dengan penuh iba kepada mereka agar membantu anda.

Boleh jadi hari ini anda lebih berjasa kepada mereka namun demikian sangat mungkin esok hari andalah yang sangat membutuhkan kepada mereka.

Sobat! Sadarilah bahwa ucapan: dasar kampungan atau dasar orang kota sarat dengan kesombongan, karena itu hindari ucapan ini dan juga ucapan lain yang serupa.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Wafat Di Atas Islam

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Imam Ahmad bin hanbal rahimahullah berkata, “Siapa yang wafat di atas islam dan sunnah maka ia wafat di atas semua kebaikan.”
(siyar a’lam nubala 11/269).

Ya Allah..
yang membolak balikkan hati..
wafatkan aku di atas islam dan sunnah…