All posts by BBG Al Ilmu

Zakat Untuk Anak Yatim ?

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, حفظه الله تعالى

Sebagaimana keterangan para ulama, yatim adalah orang yang ditinggal mati orang tuanya sebelum ia baligh (dewasa). Istilah dalam Al Qur’an demikian dan hal itu sama dengan yatim-piatu, yatim atau piatu.

Jika yatim termasuk dalam 8 ashnaf semisal ia fakir atau miskin, maka boleh diberikan zakat untuknya. Sehingga tidak selamanya anak yatim berhak mendapatkan zakat. Karena anak yatim pun ada yang kaya atau berkecukupan dengan harta.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullahu ta’ala menerangkan, “Wajib kita ketahui bahwa zakat sebenarnya bukanlah untuk anak yatim. Zakat itu disalurkan untuk fakir, miskin dan ashnaf (golongan) penerima zakat lainnya. Anak yatim bisa saja kaya karena ayahnya meninggalkan harta yang banyak untuknya. Bisa jadi ia punya pemasukan rutin dari dhoman al ijtima’i atau dari pemasukan lainnya yang mencukupi. Oleh karenanya, kami katakan bahwa wajib bagi wali yatim untuk tidak menerima zakat ketika yatim tadi sudah hidup berkecukupan. Adapun sedekah, maka itu sah-sah saja (disunnahkan) diberikan pada yatim walau ia kaya.”

Dalam perkataan lainnya, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “Perlu diperhatikan bahwa sebagian orang salah paham, ia sangka anak yatim boleh menerima zakat dalam segala keadaan. Padahal tidak seperti itu. Karena yatim tidak selamanya boleh mendapatkan zakat. Anak yatim tidaklah mendapatkan zakat kecuali jika dia termasuk delapan ashnaf (golongan yang berhak menerima zakat). Dan asalnya yatim apalagi kaya, tidaklah menerima zakat sama sekali.”
(Majmu’ Fatawa Ibnu ‘Utsaimin, 18: 307 dan 353).

http://rumaysho.com/zakat/tidak-setiap-anak-yatim-berhak-mendapat-zakat-2741

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Apakah Boleh Zakat Fitrah Disalurkan Pada Orang Kafir Yang Miskin ?

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, حفظه الله تعالى

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِىَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِىَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri untuk mensucikan orang yang berpuasa dari bersenda gurau dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud no. 1609 dan Ibnu Majah no. 1827. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Hadits di atas menunjukkan bahwa zakat fitrah bentuknya adalah makanan yang disalurkan pada orang miskin. Namun bagaimanakah jika ada tetangga atau orang sekeliling kita yang kafir namun miskin apakah boleh disalurkan zakat fitrah tersebut berupa beberapa kg beras?

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Tidak boleh menyalurkan zakat fitrah kepada orang kafir, inilah menurut pendapat madzhab kami -madzhab Syafi’i-. Sedangkan Imam Abu Hanifah membolehkan penyaluran semacam itu. Ibnul Mundzir berkata bahwa para ulama sepakat hal itu tidak dibolehkan, yaitu tidak boleh menyalurkan zakat maal pada kafir dzimmiy. Namun untuk masalah zakat fitrah para ulama berselisih pendapat. Imam Abu Hanifah membolehkan zakat fitrah disalurkan pada orang kafir. Begitu pula yang membolehkannya adalah ‘Amr bin Maimun, ‘Umar bin Syarhabil, Murroh Al Hamdani. Sedangkan Malik, Al Laits, Ahmad dan Abu Tsaur berpendapat bahwa tidak boleh zakat fitrah disalurkan pada orang kafir.” (Al Majmu’, 6: 70)

Kesimpulannya, zakat fitrah tidaklah disalurkan pada orang kafir yang miskin.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Takmir Masjid Bukanlah Amil Zakat

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, حفظه الله تعالى

Takmir masjid yang bertugas mengurus zakat bukanlah amil zakat …

Sehingga mereka tidak boleh dapat bagian dari zakat maal dan zakat fitrah.

Mereka hanyalah pekerja sosial yang moga dicatat pahala dari kebaikan dan usaha mereka.

Sayyid Sabiq rahimahullah mengatakan, “Amil zakat adalah orang-orang yang diangkat oleh penguasa atau wakil penguasa untuk bekerja mengumpulkan zakat dari orang-orang kaya. Termasuk amil zakat adalah orang yang bertugas menjaga harta zakat, penggembala hewan ternak zakat dan juru tulis yang bekerja di kantor amil zakat.”

Baca:
http://rumaysho.com/zakat/takmir-masjid-bukanlah-amil-zakat-2743

Obat Kuat

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Di berbagai tempat di negri kita tercinta ini, banyak ditawarkan obat kuat. Berbagai propaganda seputar obat kuat disebarkan.

Sobat! Izinkan saya bertanya: apakah yang pertama kali terbayang ketika anda membaca iklan obat kuat, atau berbicara tentang obat kuat?

Menurut pengalaman, kebanyakan orang membayangkan bahwa salah satu fungsi utama obat kuat ialah; anda menjadi super perkasa ketika di atas ranjang. Bukankah demikian?

Ketahuilah bahwa persepsi semacam ini sejatinya adalah pembodohan masal. Karena orang yang perkasa di atas ranjang bisa jadi lemah. Lemah mentalnya, lemah kepribadiannya dan lemah kesabarannya.

Orang yang nafsunya besar dan kuat sering kali adalah lemah, sehingga ia mudah ditundukkan dan dikalahkan.

Di saat nafsunya telah bergemuruh maka logika, iman, dan kesabaranya mulai luntur sehingga mudah hanyut dalam kesalahan demi menuruti nafsunya.

Sobat! Ketahuilah bahwa kekuatan yang sejati terletak pada kesabaran dan ketabahan anda.

Setiap kali anda kuasa dan tabah menahan nafsu dan hasrat, nafsu birahi, nafsu makan dan minum atau nafsu lainnya, maka saat itulah anda memiliki kekuatan.

ليس الشديد بالصرعة، ولكن الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب”

“Orang perkasa itu bukan karena ia kuasa menumbangkan orang lain. Namun orang perkasa adalah orang yang kuasa menahan dirinya di saat sedang emosi/marah. (Muttafaqun Alaih).

Latih diri anda untuk menahan emosi, nafsu dan hasrat diri anda, niscaya anda menjadi perkasa.

Karena kalau anda emosional dan buru-buru alias tergesa-gesa maka itu pertanda anda lemah, lemah syahwat, lemah kepribadian, lemah iman dan lemah fisik.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Yuk… Bersedekah, Seberapa Saja Kita Miliki

Ustadz Ferry Nasution, Lc, حفظه الله تعالى

Jangan lupa sedekah yang utama kita berikan kepada keluarga dekat kita dulu, baru kepada orang lain.

Perhatikanlah hadits berikut:

A. Sedekah dapat memadamkan murka ALLAH:

Dari muawiyah bin haydah  radhiyallahu ‘anhu,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:

“Sedekah dengan rahasia (sembunyi) bisa memadamkan murka Allah” 
(Shahih At-Targhib, 888)

B. Sedekah Dapat menghapuskan kesalahan/dosa. 

Dari Ka’b bin Ujrah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Sedekah bisa memadamkan dosa, sebagaimana air bisa memadamkan api. 
(Shahih At-Targhib, 866)

C. Sedekah dapat memadamkan panas kubur.

Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya sedekah akan memadamkan panas kubur bagi pelakunya. Sungguh pada hari kiamat, seorang mukmin akan berlindung di bawah naungan sedekahnya.” 

(Silsilah As-Shahihah, 3484).

D. Dapat mengobati penyakit إِنْ شَاءَ اللّهُ

Dari Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Obati orang sakit di antara kalian dengan sedekah.”
(Shahih At-Targhib, 744)

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Adab-Adab Dalam Safar/Pulang Kampung

Ustadz Ferry Nasution, Lc, حفظه الله تعالى

1. Mengikhlaskan Niat karena ALLAH.

2. Sungguh-sungguh dalam menjalankan kewajiban-kewajiban dari amal-amal ketaatan kepada ALLAH baik dalam perjalanan maupun ditempat / kota yang akan kita tuju..

3. Menjauhkan perbuatan-perbuatan yang diharamkan, seperti ghibah, namimah dll dari perbuatan dosa & ma’siat.

4. Saling memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar kepada teman seperjalananmu dengan penuh hikmah & pengajaran yang baik.

5. Hendaklah berakhlak dengan akhlak yang mulia, seperti membantu orang yang membutuhkannya, memberikan ilmu (seandainya anda memiliki ilmu tentangnya) bagi mereka yang butuh untuk mendapatkan jawabannya didalam perjalanannya.

6. Sepatutnya bagimu untuk tetap berwajah yang menyenangkan (tersenyum), bergembira dihadapan teman perjalananmu yang demikian dpt melembutkan hatimu & hatinya.

7. Sepatutnya bagimu untuk tetap bersabar kepada teman perjalananmu apabila engkau mendapati temanmu tidak sesuai dengan pendapatmu dalam beberapa permasalahan. Dan hendaklah engkau menasehatinya dengan baik, saling menghormati dll.

8. Banyak berdoa kepada ALLAH.

9. Banyak berdzikir kepada ALLAH (seperti Dzikir pagi dan sore)

10. Membaca doa safar.
“Subhaanalladzi sakhkhara lanaa haadza wa maa kunnaa lahu muqriniin wa innaa ilaa Rabbinaa laamunqalibuun, ALLAHumma inna nasaluka fii safaarinaa hadzaa Albirra wat taqwa wa min amali maa tardhaa, ALLAHumma hawwin alaina safarinaa hadzaa wathwi ‘anna bu’dah, ALLAHumma anta shaahibu fiissafar, wa khalifati fiil ahli, ALLAHumma inni audzubika min wa’tsaaissafar, wa kaabatilmandzhar, wa suu’I’ll munqolabi fiilmaali wal ahli.

11. Doa musafir kepada yang mukim
أستود عكم الله الذي لا تضيع و دائعه.

“Astawdi–‘ukumullahal-ladzi Laa tadhii’u wadaa i’uhu”
(Saya titipkan kalian kepada Allah yang tidak pernah menyia-nyiakan segala titipan)

12. Doa orang yang mukim kepada musafir
أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

“Astawdi–‘ullaha diinak, wa amaanatak, wa khowaatiima ‘amalik.”
(Saya titipkan pula kepada Allah agamamu, amanahmu, dan penghujung dari amal perbuatanmu)

13. Ber-TAKBIR-lah ketika melewati jalan mendaki & ber-TASBIH-lah ketika melewati jalan yang menurun.

14. Bersenang-senanglah dengan keluarga anda, buah hati anda dengan apa-apa yang diperbolehkan oleh syara’.

Bersyukur

Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Bersyukur adalah memberikan pujian kepada yang memberikan karunia nikmat dari suatu kebajikan.

Syukurnya seorang hamba berkisar pada tiga rukun, yaitu :

** Mengakui pemberian nikmat secara bathin,
** Menyebut-nyebut puji dan syukur secara dhohir,
** Menggunakan nya pada jalan keta’atan.

Dengan ini kita simpulkan, bersyukur berkaitan dengan hati, lisan, dan anggota badan. Hati mengakui akan adanya nikmat, lisan senantiasa memuja dan memuji, anggota badan menggunakan nikmat tersebut di jalan keta’atan.

Allah سبحانه وتعالى kaitkan syukur dengan iman dalam firman Nya, “Allah tidak akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah Maha Mensyukuri lagi Maha mengetahui.” QS An-Nisa’ 147.

Allah khabarkan bahwa hamba yang bersyukur merekalah orang-orang yang khusus diberikan karunia kenikmatan, sebagaimana firman Nya, “Demikianlah Kami menguji sebagian mereka dengan sebagian yang lain, agar mereka berkata,” Orang orang semacam inikah diantara kita yang diberi anugrah olih Allah ? “, Maka Allah berkata ” Bukankah Allah lebih mengetahui tentang hamba-hamba Nya yang bersyukur kepada Nya ?”. QS Al-An’am 53.

Allah membagi manusia ada dua jenis :
** Bersyukur dan
** Kafir

Sebagaimana firman Nya, “Sungguh, Kami telah menunjukkan kepada manusia jalan yang lurus, akan tetapi diantara mereka ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.” QS Al-Insan 3.

Dan Allah memberikan ancaman kepada mereka yang kafir, Allah berfirman ,” Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengumandangkan ” Sungguh jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan tambah nikmat kepadamu, tapi bila kalian kufur dan mengingkari nikmat-Ku, maka pastilah adzabKu amat sangat keras “. QS Ibrahim 7.

Jangan Salahkan Islam

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى

Jangan salahkan Islam, bila Anda setengah-setengah dalam menjalankannya.

1. Menjauhi jimat adalah kebaikan dan keharusan, tapi bila Anda tidak baca dzikir pagi dan sore, maka Anda seperti orang yang perang tanpa senjata dan pelindung, sehingga Anda rentan terkena serangan lawan.

2. Menjauhi riba dan bisnis haram adalah kebaikan dan keharusan, namun tanpa doa, giat, dan tekun dalam usaha yang halal, maka Anda bagai burung yang diam tapi mengharap perutnya kenyang. Dan itu akan menjadikan dunia Anda semakin terpuruk.

3. Meninggalkan musik adalah kebaikan dan keharusan, namun tanpa banyak dzikir; jangan harap hati Anda akan tenang dan bahagia.

Dan tentunya masih banyak contoh-contoh lainnya.

Intinya adalah firman Allah ta’ala (yang artinya):

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah Islam secara kaffah (total), jangan kalian ikuti jejak-jejak setan, sungguh dia adalah musuh yang nyata bagi kalian.” [Al-Baqoroh: 208]

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Hebat! Pengemis Saja Berbahasa Inggris.

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Suatu hari ada teman yang bercerita dengan ekspresi serius dan meyakinkan: ” masyaAllah ada satu daerah yang tingkat pendidikannya sangat maju, sampai-sampai para pengemis dan pemulungnya gengsi berbahasa jawa apalagi indonesia, mereka lebih memilih untuk berbahasa inggris yang begitu lancar dan fasih.

Tak ayal lagi ceritanya tersebut behasil menyita rasa penasaran saya, dan segera saya bertanya: waah hebat sekali, dimanakah itu ?

Kawan saya menjawab: ya di inggris.

Heeeeh kecewa banget deh, la kalau di inggris ngemisnya pakai bahasa jawa malah aneh atau mungkin nampak hebat, apalagi bila pengemisnya wong inggris.

Di inggris pengemisnys wong inggris wajar, akan menjadi aneh dan menggemparkan bila di inggris ada wong jowo yang menjadi pengemis.

Kisah di atas sama bodoh nya dengan celotehan sebagian orang yang di musim kampanye atau pilkada dan pilpres :
“Muslim Juga Korupsi, Mendingan KAFIR namun tidak korupsi”.

Sobat, betapa pandir dan bodoh ya celotehan di atas, betapa tidak: sebagai konsekwensi dari tinggal di negri dengan penduduk muslim , ialah semua pelaku kebaikan ataupun kejahatan ya tentu saja dari ummat islam.

Minoritas biasanya takut dan ekstra waspada karena Kalau sampai berbuat salah maka akan mendapat tekanan dan tindakan yang menjadikannya jera. Berbeda dengan mayoritas, biasanya hanyut dalam kelalaian sehingga berleha-Leha atau merasa aman alias ceroboh.

Celotehan : mendingan kafir asal adil dibanding muslim namun korupsi adalah cerminan dari lemahnya mental dan runtuhnya iman.

لَّا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

“Tiada mungkin engkau temukan orang orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir bermesraan/loyal kepada orang orang yang menentang Allah dan Rasul-nya.” (Al Mujadilah 22)

Celotehan di atas mencerminkan kebodohan pelakuny sehingga menjadikannya mencibirkan jasa berjuta juta ummat islam yang telah berjasa memerdekakan dan membangun negri ini.

Mereka silau dengan sikap heroik segelintir oknum dari orang kafir, namun mengingkari dan melalaikan jasa berjuta juta ummat islam.

Ya Allah lindungilah kami dari sikap pandir semacam di atas.