All posts by BBG Al Ilmu

1218. Bolehkah Zakat Fitrah Semuanya Diberikan Ke Satu Orang Miskin ?

1218. BBG Al Ilmu

Tanya:
Mau tanya soal pembagian zakat fitrah. Saya ada 4 tanggungan jadi bersama saya ada 5 orang yang akan dikeluarkan zakat fitrah berupa beras 5 kantong masing-masing 3 Kg. Pertanyaannya, apakah ke 5 kantong beras ini harus diberikan ke 5 orang miskin yang berbeda ataukah boleh dikasi semua kantong ke satu orang miskin saja ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Dalam hal pembayaran zakat, diberikan kebebasan dan kelonggaran. Semuanya berdasarkan maslahat, jika sekiranya maslahat diberikan kepada seorang, maka di berikan kepada nya. Jikalau ada pertimbangan maslahat untuk banyak orang, maka diberikan pada banyak orang.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1217. Bolehkah Ikut Campur Masalah Rumah Tangga Saudara ?

1217. BBG Al Ilmu – 153b

Tanya:
Pantaskah ana ikut campur dalam urusan rumah tangga kakak ana ? Karena kakak ana selama 16 tahun merasa tidak bahagia dengan suaminya dan sering main tangan (mudah memukul)
Ana diminta bantuannya untuk memproses perceraiannya, karena kakak ana itu sudah dipulangkan kepada kedua orangtua ana dirumah.

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Dibolehkan dalam rangka nasehat menasehati sesama muslim, terlebih saudara sendiri. Allah Ta`ala berfirman, dalam QS An-Nisā’ :35 “Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1216. Sebelum Berangkat Sholat Eidul Fitri, Apakah Sunnahnya Makan Kurma Atau Boleh Lainnya ?

1216. BBG Al Ilmu

Tanya:
Sebelum berangkat sholat Eidul Fitri, kita disunnahkan makan terlebih dahulu, pertanyaannya, sunnahnya makan secara umum atau dengan kurma ? Jika dengan kurma, apakah ada bilangannya (3 atau 5 atau 7) ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Disunnah kan secara umum untuk makan dan minum walaupun sekedar nya, agar membedakan antara hari-hari sebelumnya tatkala puasa dan sahur. Makna fitri diantaranya adalah makanan pagi, yang menunjukkan bahwa ia tidak lagi shaum/puasa.
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1215. Bolehkah Sholat Rawatib Dilakukan Setelah Sholat Tarawih ?

1215. BBG Al Ilmu

Tanya:
Bolehkah/adakah sholat rawatib setelah sholat tarawih ? Dalilnya bagaimana?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Sholat rowatib artinya adalah sholat sunnah yang mengiringi sholat wajib lima waktu.

Boleh mengqodho` rowatib yang tidak sempat ia lakukan. Walaupun jikalau tidak mengqodho` ia dapatkan pahala niat yang ia kehendaki, karena ia meninggalkan bukan keinginan pribadi, karena waktu tarawih yang dipercepat.
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1214. Derajat Hadits “…Tahun-Tahun Yang Penuh Tipu Daya…”

1214. BBG Al Ilmu – 473

Tanya: Ana butuh keterangan shahih atau tidak hadist ini, tolong diperinci perawinya, ana butuh kejelasannya. Hadisnya yang berbunyi “Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh Tipu daya, dimana Pendusta dipercaya & orang Jujur Didustakan, Pengkhianat diberi Amanah & orang yang Amanah Dikhianati.
(HR. Al-Hakim).

Jawab:
Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA, حفظه الله تعالى

Bismillah. Haditsnya yang berbunyi “Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh Tipu daya, dimana Pendusta dipercaya & orang Jujur Didustakan, Pengkhianat diberi Amanah & orang yang Amanah Dikhianati.

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah di dalam kitab As-Sunan dari jalan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

Dan Derajatnya dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani rahimahullah di dlm Shohih Ibnu Majah nomor.3277, dan Shohih Al-Jami’ nomor.3650.

Wallahu a’lam bish-showab.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1213. Acara Khatam Al Qur’an Dengan Makan Bersama

1213. BBG Al Ilmu – 461

Tanya :
Adakah tutunan rasul dalam acara khatam alqur’an seperti yang dilakukan didesa membuat buat sebuah acara sambil makan bersama.

Jawab:
Ustadz Muhammad Wasitho, MA, حفظه الله تعالى

Bismillah. Acara Khotmul Qur’an sebagimana yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dengan membuat-buat acara sambil makan bersama TIDAK ADA TUNTUNANNYA dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam maupun para sahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in.

Maka dari itu, janganlah kita mengamalkan tradisi seperti itu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
(Wa Khoirol Hadyi Hadyu Muhammad)

Artinya: “Dan sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam).

Dan beliau bersabda pula:
(Wa iyyaakum wa muhdtsaatil Umuuri, fa inna kulla muhdatsatin bid’ah, wa kulla bid’atin dholaalatun)

Artinya: “Wasapadalah kamu terhadap perkara-perkara baru (yang diada-adakan dalam urusan agama), karena setiap perkara baru (dalam urusan agama) itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat.”

Sebagian ulama sunnah berkata:
(Wa Kullu Khoirin fittibaa’I man salaf, wakullu syarrin fibtidaa’I man kholaf)

Artinya: “Segala kebaikan itu hanya ada pada sikap mengikuti jejak generasi as-salaf (ash-sholih). Dan segala keburukan hanya ada pada perkara-perkara baru yang diada-adakan oleh generasi kholaf.”

Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Salah Kaprah: Memaknakan Idul Fithri Dengan Kembali Fitrah …

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, حفظه الله تعالى

Jika kita tilik dalam kamus Al Mu’jam Al Wasith, ‘ied adalah suatu perkara penting atau sakit yang berulang, bisa juga sesuatu yang berulang tersebut adalah sesuatu yang dirindukan dan semacamnya. ‘Ied juga berarti setiap hari yang terdapat perayaan di dalamnya.

Sedangkan fithri berasal dari kata ‘afthoro’ yang berarti memutuskan puasa karena melakukan pembatalnya. Jadi fithri di sini dimaksudkan dengan hari setelah Ramadhan, di mana tidak berpuasa lagi. Hal ini berbeda dengan kata fithroh (fitrah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang dalam bahasa Arab bermakna sifat asli atau watak asli, atau bermakna pula tabi’at selamat yang belum tercampur ‘aib (Lihat Al Mu’jam Al Wasith, hal. 727-728).

Dari sisi bahasa, ‘Idul Fithri saja bukan berarti kembali suci. Apalagi jika kita melihat kembali dalam kitab-kitab fikih, tidak pernah dijumpai makna demikian.

Silakan baca selengkapnya di :

http://rumaysho.com/amalan/kembali-fithri-bukan-kembali-suci-1918

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Selamat Jalan Ramadhan

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, حفظه الله تعالى

Sebentar lagi Ramadhan akan meninggalkan kita …

Ibnu Rajab berkata:

Wahai hamba Allah, bulan Ramadhan telah bersiap-siap untuk berangkat.

Tidak ada lagi yang tersisa kecuali saat-saat yang singkat.

Barangsiapa yang telah melakukan kebaikan selama ini, hendaklah ia menyempurnakannya.

Barangsiapa yang malah sebaliknya, hendaklah ia memperbaikinya dalam waktu yang masih tersisa. Karena ingatlah amalan itu dinilai dari akhirnya.

Manfaatkanlah malam-malam dan hari-hari Ramadhan yang masih tersisa,

Serta titipkanlah amalan sholih yang dapat memberi kesaksian kepadamu nantinya di hadapan Al Malikul ‘Alam (Sang Penguasa Hari Pembalasan).

Lepaskanlah kepergian (bulan Ramadhan) dengan ucapan salam yang terbaik:

“Salam dari Ar-Rahman (Allah) pada setiap zaman.

Atas sebaik-baik bulan yang hendak berlalu.

Salam atas bulan di mana puasa dilakukan.

Sungguh ia adalah bulan yang penuh rasa aman dari Ar-Rahman.

Jika hari-hari berlalu tak terasakan.

Sungguh kesedihan hati untuk tak pernah hilang.”

Ibnu Rajab berkata pula:

Di mana kepedihan (dan kesedihan) orang-orang yang bersungguh-sungguh di siang hari Ramadhan? Di manakah duka orang-orang yang shalat pada waktu malam?

Jika demikian keadaan orang-orang yang telah mendapatkan keuntungan selama Ramadhan, bagaimanakah keadaan orang-orang yang telah merugi pada siang dan malam?

Apakah manfaat tangisan mereka yang melalaikan bulan Ramadhan ini, sementara musibah yang akan menimpanya demikian besar?

Betapa banyak nasihat telah diberikan kepada orang yang malang, namun tidak juga memberikan manfaat untuknya.

Betapa banyak ia telah diajak untuk melakukan perbaikan, namun ia tidak juga menyambutnya.

Betapa sering ia menyaksikan orang-orang yang mendekatkan diri kepada-Nya, namun ia sendiri malah semakin jauh dari-Nya.

Alangkah seringnya berlalu dihadapannya rombongan orang-orang yang menuju kepada-Nya, sedangkan dia hanya duduk berpangku tangan (malas beribadah).

Hingga setelah waktu menyempit dan kemurkaan-Nya telah membayang,
Ia pun menyesali kelalaiannya pada saat penyesalan tidak lagi bermanfaat dan kesempatan untuk memperbaiki keadaan telah menghilang.

Beliau kembali berkata pula:

Wahai bulan Ramadhan.

Berikanlah belas kasihmu, sementara air mata para pencinta mengalir dengan deras.

Hati mereka (gundah) akibat kepedihan perpisahan terbuai,

semoga detik-detik perpisahan akan memadamkan api kerinduan yang membara.

Semoga saat-saat taubat akan melengkapi kekurangan puasa yang dilakukan.

Semoga pula orang-orang yang telah ketinggalan segera menyusul dan bersama.

Semoga para tawanan dosa segera dilepaskan,

Dan semoga orang (Islam) yang telah dinyatakan masuk Neraka segera dibebaskan.

http://rumaysho.com/amalan/selamat-jalan-ramadhan-2747

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Bersedekah Dan Mengirim Pahala Kepada Orang Yang Sudah Wafat

Ustadz Muhammad Wasitho, MA, حفظه الله تعالى

Tanya:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ada hadis: Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.”

Yang saya tanyakan : apabila orang itu sudah meninggal terus keluarga ingin bersedekah, maka niat sedekah sebaiknya bagaimana ? Apakah niat bersedekah atas nama ahli kubur, atau pahala dari sedekah itu yang diniatkan untuk ahli kubur ?

Jawab:
وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillah. Bersedekah dengan mengatasnamakan mayit, atau dengan niat pahala sedekahnya dihadiahkan kepada mayit adalah sama saja hukumnya BOLEH dan BENAR secara syar’i.

Dan para ulama sunnah berpendapat bahwa pahala sedekah/infaq/wakaf tersebut akan sampai kepada mayit, atau dengan kata lain si mayit akan mendapat manfaat dari sedekah yang dikeluarkan oleh orang yang masih hidup.

Apalagi jika orang yang bersedekah tersebut adalah anak kandungnya sendiri, maka pahala sedekahnya dan juga semua amal ibadah yang dilakukannya akan sampai kepada orang tuanya secara otomatis, baik orang tuanya masih hidup ataukah sudah meninggal dunia, baik pahala sedekah atau amal sholih itu diniatkan sebagai hadiah untuk ortunya atau pun tanpa diniatkan sebagai hadiah.

Do’a Safar Sesuai Sunnah

Kajian.

“Subhaanalladzi sakhkhara lanaa haadza wa maa kunnaa lahu muqriniin wa innaa ilaa Rabbinaa laamunqalibuun,”

** (Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami)

“Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho.

** (Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini)

“Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dah.”

** (Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh)

“Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli.”

** (Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga)

“Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.”

** (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga).