All posts by BBG Al Ilmu

Menyambut Ramadhan

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Disaat ramadhan akan tiba banyak yang menyambutnya dengan sedih…

Mereka fikir ia akan berkurang rizqinya.. karena dagang makanan tidak jualan disiang hari…

Atau para pekerja keras yang menggunakan otot harus mengurangi aktivitasnya..

Tapi ingatlah saudaraku.. Rizqi itu diatur Allah.. Tetaplah anda berpuasa.. Beribadah.. Ingatlah ketakwaan itu sebab rizqi juga..

Imam Syafi’i Rahimahullah berkata:
عَلَيْكَ بِتَقْوَى اللهِ إِنْ كُنْتَ غَافِلاً
 يَأْتِيْكَ بِالْأَرْزَاقِ مِنْ حَيْثُ لاَتَدْرِيْ
فَكَيْف تَخَافُ الْفَقْرَ وَاللهُ رَازِقً
 فَقَدْ رَزَقَ الطَّيْرَ وَالْحُوْتَ فِى الْبَحْرِ
وَمَنْ ظَنَّ أَنَّ الرِّزْقَ يَأْتِيْ بِقُوَّةٍ 
مَا أَكَلَ الْعُصْفُوْرُ شَيْئًا مَعَ النَّسْرِ
تَزُوْلُ عَنِ الدُّنْيَا فَإِنَّكَ لاَ تَدْرِيْ
إِذَا جَنَّ عَلَيْكَ اللَّيْلُ هَلْ تَعِيْشُ إِلَى الْفَجْرِ
فَكَمْ مِنْ صَحِيْحٍ مَاتَ مِنْ غَيْرِ عِلَّةٍ
وَكَمْ مِنْ سَقِيْمٍ عَاشَ حِيْنًا مِنَ الدَّهْرِ
وَكَمْ مِنْ فَتًى أَمْسَى وَأَصْبَحَ ضَاحِكًا
وَأَكْفَانُهُ فِى الْغَيْبِ تُنْسَجُ وَهْوَ لاَ يَدْرِيْ
فَمَنْ عَاشَ أَلْفًا وَأَلْفَيْن
 فَلاَ بُدَّ مِنْ يَوْمٍ يَسِيْرُ إِلَى الْقَبْرِ
ديوان للامام الشافعي ” التوكل في الرزق”
===================
Bertakwalah kepada Allah jika kamu lalai…
Niscaya Dia memberimu rezeki dengan cara yang tak kau ketahui…

Bagaimana kamu takut kefakiran sedangkan Allah pemberi rezeki…
Dia memberi rezeki kepada burung, ikan di laut bahari…

Barangsiapa menyangka bahwa dengan kekuatannya penyebab rezeki
Tentu burung pipit tiada makanan saat elang ada disisi…

Engkau akan sirna dari dunia di waktu yang tak kau ketahui…
Jika malam telah tiba siapa menjamin hidupmu hingga fajar nanti…

Begitu banyak orang sehat tanpa sakit tapi mendadak mati…
Betapa banyak orang sakit namun hidup bertahun-tahun ia lalui…

Berapa banyak anak muda tertawa-tawa ketika sore & pagi…
Sedangkan kafannya ditenun dialam ghaib tanpa ia sadari…

Barangsiapa mampu hidup 1000 / 2000 tahun lagi…
Pastinya ia akan masuk kubur yang siap menanti.

Rindu Bertemu Allah

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ

“Barang siapa yang suka berjumpa dengan Allah maka Allah suka berjumpa dengannya, dan barang siapa yang benci bertemu dengan Allah maka Allah benci untuk bertemu dengannya.” (HR Muslim)

Syaikh Ibnu Al-‘Utsaimiin rahimahullah berkata :
“Seorang mukmin meyakini apa yang Allah janjikan di surga bagi hamba-hambaNya yang beriman berupa ganjaran yang besar serta karunia yang luas, maka iapun mencintai hal ini, dan jadilah dunia terasa ringan baginya dan ia tidak perduli kepada dunia karena ia akan berpindah kepada surga yang lebih baik dari dunia.

Tatkala itu iapun rindu bertemu dengan Allah, terutama tatkala datang ajal, iapun diberi kabar gembira dengan keridhoan dan rahmat Allah, iapun rindu berjumpa dengan Allah.” (Syarah Riyaad As-Shoolihin)

Diantara doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah:

وَأَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ

“Wa As-aluKa Ladzdzatan-nazhori ilaa wajhiKa wasy-syawqo ilaa Liqoo-iKa”

“Dan aku memohon kepadaMu keledzatan memandang wajahMu, dan kerinduan untuk berjumpa denganMu” (HR An-Nasaai, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Sudahkah anda merindukan perjumpaan tersebut ?…. tanyalah hati anda…,

Kerinduan tersebut tidak bisa tergugah dalam hati anda kecuali dengan menjalankan ketaatan kepadaNya dan menjauhi
laranganNya…

Maka sungguh sangat berbahagia bagi anda yang rindu berjumpa denganNya.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Istrimu Adalah Mahkotamu

Ustadz Firanda Andirja, Lc, MA حفظه الله تعالى

Wahai para suami…
Istrimu adalah mahkotamu…titipan dari Allah khusus untukmu yang harus kamu jaga….

Jangan sampai lelaki lain memakai mahkotamu…atau ikut menikmati indahnya mahkotamu…

Sungguh pilu hati ini tatkala melihat seorang suami membiarkan istrinya menjadi santapan pandangan mata-mata nakal para lelaki…., ikut menikmati keindahan tubuhnya….ikut tergiur memandang paras cantiknya…dimanakah kecemburuanmu ??

Ataukah engkau bangga jika kecantikan mahkotamu diketahui banyak lelaki…?, bangga jika mahkotamu ikut menggairahkan para lelaki ??

Ingatlah…Allah akan meminta pertanggung jawabanmu kelak..!!!

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Taubat Mereka Diterima, Kalau Kita ?

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc,

Taubatnya Ka’ab bin Malik diterima berdasarkan wahyu yang Allah turunkan. Namun untuk kita, tidak bisa dipastikan taubat tersebut diterima karena belum ada wahyu yang turun di tengah-tengah kita.

Kisah yang sangat menarik tentang penerimaan taubat Ka’ab bin Malik bersama dua orang lainnya (Hilal dan Murarah). Mereka bertiga tidak mengikuti Perang Tabuk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa uzur. Itulah yang membuat mereka diasingkan selama 50 hari. Tidak ada seorang pun yang berbicara dengan mereka bahkan ketika diberi salam pun tidak dibalas. Lebih-lebih lagi di hari ke-40, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka meninggalkan istri-istrinya.

Akhirnya setelah 50 hari, setelah Shalat Shubuh, mereka dapat berita tentang penerimaan taubat mereka. Mereka pun bergembira, sangat-sangat bergembira.

Penerimaan taubat mereka menjadi kenangan manis dalam Al Quran (yang artinya):

Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka.” (QS. At Taubah: 117)

Dilanjutkan pada ayat (yang artinya),

Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS. At Taubah: 118-119)

Namun kalau kita saat ini berbuat dosa …

Apa kita yakin seperti itu keadaannya?

Apa ada wahyu yang nyatakan taubat kita diterima?

Tentu tidak.

Ini berarti kita harus terus bertaubat, memperbanyak memohon ampun pada Allah atas segala khilaf dan dosa, dan terus berusaha lebih baik dari sebelumnya.

Hanya Allah yang beri taufik.

Ref: http://rumaysho.com/qolbu/taubat-mereka-diterima-kalau-kita-8027
  

Jawaban Yang Mematikan

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA, حفظه الله تعالى

Syaikh Utsaimin, rohimahullah :

Diceritakan, ada seorang kristen berkata kepada seorang muslim:
“Kalian itu fanatik kepada agama kalian, karena agama kalian membolehkan lelaki kalian menikahi wanita kristen, namun lelaki kita tidak boleh menikahi wanita muslimah… Mengapa kalian boleh mengambil istri dari kami, sedangkan kita tidak boleh mengambil istri dari kalian?.. Adilnya masing-masing kita boleh mengambil istri dari yang lain, atau masing-masing kita tidak boleh mengambil istri dari yang lain.”

Seorang Muslim itu menjawab:
“Ya, (karena) kami beriman kepada Rosul kalian, sedang kalian tidak beriman kepada Rosul kami… Bila kalian beriman kepada Rosul kami, maka silahkan, mari kami nikahkan kalian dengan wanita kami.

Tapi masalahnya kalian itu mendustakan Rosul kami… Kalian mengatakan: Dia itu pendusta, dia tidak diutus untuk seluruh makhluk, tapi hanya diutus untuk bangsa arab saja… atau (bahkan) kalian ada yang mengatakan: dia itu hanya tukang dusta (sama sekali bukan Rosul), dan sama sekali tidak diutus kepada bangsa arab…

Bagaimana kami akan menikahkan wanita kami dengan kalian?!”

Sungguh ini jawaban yang mematikan. (Kitab Syarah Ushul, hal: 560).

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Andalah Orangnya

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Orang Arab mengatakan,

رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً عَرَفَ قَدْرَ نَفْسِهِ

“Semoga Allah merohmati orang yang mengetahui kapasitas dirinya“

DAKWAH adalah perkara yang BESAR. Urusannya menyangkut NASIB UMAT, dunia dan AKHERATnya.

Seorang yang tidak memiliki kemampuan yang mumpuni, maka jangan pernah sekali-kali MEMAKSAKAN DIRI untuk melakukan apa yang tidak dia mampui.

Demikian pula, Seorang yang tidak memiliki ilmu agama yang memadai, maka jangan pernah memaksakan diri untuk berbicara hal-hal dalam agama yang tidak dia kuasai, dengan mengatas namakan DAKWAH.

Namun …

Bukan berarti Anda tidak bisa mendapatkan pahala dan keutamaan berdakwah. Malahan, ada bagian-bagian dakwah yang ANDALAH ORANGNYA. Andalah orang yang HARUS mengambil peran itu.

“…Merupakan kemuliaan tatkala Allah menjadikan kita orang-orang yang bergerak dalam bidang dakwah.

Apakah sebagai ustadznya, apakah sebagai panitianya, apakah sebagai donaturnya, apakah  yang membuat iklannya, apakah yang ikut menyebarkan, yang broadcast.

Pokoknya kita sama-sama berjuang memberikan dakwah, maka insyaallah kita akan mendapatkan bagian dari apa yang diemban oleh para anbiya..” Kata Ust Firanda Andirja,MA.

Seperti apakah keutamaan orang berdakwah ? Bagaimana sifat-sifat seorang dai ? Apa yang bisa KITA lakukan untuk dakwah ? Simak Penjelasannya !

Klik
http://www.salamdakwah.com/videos-detail/siapa-saja-bisa-berdakwah.html

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Bagaimana Jika ini Ramadhan Terakhir Saya ?

Ust. Abu Qotadah, Lc, حفظه الله تعالى

Ramadhan tinggal menunggu hari. Sudahkan Anda berbekal diri ?

ILMU itulah bekal yang utama. Tak ada jaminan, Ramadhan kali ini bukan RAMADHAN TERAKHIR Anda. Semoga Allah memanjangkan umur kita dan menambahkan kebaikan untuk kita, dunia dan akherat kita.

Yuk persiapkan diri untuk meraih HASIL TERBAIK di Ramadhan kali ini. Jangan sampai MENYESAL di kemudian hari.

Berikut permasalahan seputar Ramadhan. Tahukah Anda jawabannya ?

Bagaimana hukum IMSAK yang banyak tersebar di masyarakat, bagaimana kita mensikapinya ?

Apa hukum seseorang yang sengaja SAFAR untuk BERJIMA’ di siang hari bulan Ramadhan, apakah tetap terkena kafarat ?

Apakah masih diperbolehkan MINUM pada saat adzan sudah selesai dikumandangkan ?

Apa MANFAAT malam lailatul qodar bagi orang  yang mendapatkannya dan apa TANDA-TANDA nya ?

Bolehkah beritikaf HANYA DIMALAM HARI karena harus kerja di siang hari ? Apa hukum I’tikaf bagi seorang istri ?

Apakah amalan 10 hari terakhir Ramadhan itu HARUS dilakukan di masjid ?

Apakah boleh sholat sunnah lagi SETELAH kita sholat tarawih dan sholat witir di masjid ? MEMANJANGKAN DOA setelah witir, dan menjadikan doanya BERSAJAK supaya lebih berkesan bagi para jamaah, bagaimana hukumnya ?

Bolehkan sholat DHUHA dilakukan dengan BERJAMAAH ?

Yuk simak JAWABANNYA dari Ust Abu Qotadah berikut ini.

klik:
http://salamdakwah.com/videos-detail/jika-ini-ramadhan-terakhirku.html

– – – – – •(*)•- – – – –

Hak Asasi Hewan, Adakah?

Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bercerita bahwa suatu hari beliau di beri kesempatan untuk melihat neraka.

Pada kesempatan itu, beliau melihat seorang wanita bani Israil yang masuk neraka karena seekor kucing. Ia mengikat kucingnya. Ia tidak memberinya makan, dan tidak pula membiarkannya makan serangga. (Bukhari & Muslim)

Pada kisah lain, suatu hari sahabat Ibnu Umar melintasi beberapa anak-anak Quraisy yang sedang berlatih memanah dengan membidik seekor burung.

Tatkala mereka melihat sahabat Ibnu Umar, segera mereka berlarian.

Melihat pemandangan ini Ibnu Umar berkata : ‘siapakah yang melakukan hal ini ?’

Ketahuilah bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam melaknati pelakunya. (Muslim)

– – – – – •(*)•- – – – –

Menceraikan Dunia

Ustadz Firanda Andirja, Lc, MA حفظه الله تعالى

Abu Bakar At-Thurtusi rahimahullah berkata (sebagaimana dinukil oleh Imam An-Nawawi di muqoddimah kitab beliau Riyaadus Sholihiin) :

إِنَّ للهِ عِبَادًا فُطَنَا … طَلَّقُوا الدُّنْيَا وخَافُوا الفِتَنَا

“Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang cerdik…
Mereka telah menceraikan dunia dan takut terjerumus dalam fitnah dunia.”

نَظَروا فيهَا فَلَمَّا عَلِمُوا … أَنَّهَا لَيْسَتْ لِحَيٍّ وَطَنَا

“Mereka telah mengamati dunia, maka tatkala mereka mengetahui….
bahwasanya dunia bukanlah tempat untuk menetap…”

جَعَلُوها لُجَّةً واتَّخَذُوا … صَالِحَ الأَعمالِ فيها سُفُنا

“Maka merekapun menjadikan dunia ibarat lautan yang luas….
Dan mereka menjadikan amalan-amalan sholeh sebagai sampan untuk berlayar di atasnya.”

Wahai para sahabatku…
Sudahkah anda menceraikan dunia….??

Sudahkah anda sadar bahwa dunia ini seperti lautan luas yang penuh dengan ombak-ombak yang besar yang setiap saat siap untuk menenggelamkan anda…??

Sudahkah anda menyiapkan sampan anda yang kokoh untuk berlabuh di atasnya???

ATAUKAH….sekarang anda sedang mendekap dunia…, terlalu cinta dan sayang kepadanya…??, siap berkorban untuk membuktikan cinta anda kepadanya..??

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Percayakah Anda Bahwa Anda Tampan Atau Cantik Jelita ?

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Sobat, betapa banyak orang yang tidak percaya bahwa dirinya tampan atau cantik jelita. Akibatnya banyak orang yang berusaha mempertampan atau mempercantik diri mereka dengan merubah-rubah penampilan mereka yang merupakan karunia Allah.

Dari mereka ada yang menato badannya agar menyerupai kulit atau warna berbagai hewan.

Dari mereka ada yang mengubah sebagian tubuhnya melalui oprasi plastik yang tentunya memakan biaya yang sangat mahal.

Sikap mereka ini tentu sangat mengherankan. betapa tidak, Allah Ta’ala telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling bagus, karena itu syukurilah nikmat ini.

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

“Sungguh manusia telah Kami ciptakan dalam bentuk yang paling baik.” (At Tien 4)

Dan dengan memahami fakta ini, maka wajarlah bila Allah melaknati orang-orang yang berusaha merubah-rubah fisiknya yang merupakan ciptaan Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«لَعَنَ اللَّهُ الوَاشِمَاتِ وَالمُوتَشِمَاتِ، وَالمُتَنَمِّصَاتِ وَالمُتَفَلِّجَاتِ، لِلْحُسْنِ المُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ»

“Allah melaknati wanita-wanita yang menato dan yang meminta ditato, yang mencukur bulu alisnya, dan yang mengikir giginya demi mendapatkan kecantikan dengan merubah ciptaan Allah.” (muttafaqun alaih)

– – – – – •(*)•- – – – –