All posts by BBG Al Ilmu

Egois

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Sobat!
Di dunia ini banyak tindak kejahatan: ada perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, penipuan, penindasan, korupsi, dan masih banyak lagi.

Pernahkah saudara berpikir, mengapa para pelaku kejahatan itu sampai hati melakukan kejahatannya tersebut?

Bisa saja anda menemukan berbagai alasan yang berbeda-beda. Namun tahukah anda bahwa salah satu alasan terjadinya kejahatan tersebut ialah adanya pola pikir ego yang mengalahkan akal sehat.

Pelaku kejahatan berpikir: saya suka, saya mau, saya butuh, saya senang atau ucapan serupa lainnya. Adapun orang lain benci atau merugi atau sengsara atau bahkan celaka, maka semua itu luput dari benak mereka

Mereka berpikir ego hanya memikirkan diri sendiri tan tidak peduli dengan perasaan atau nasib orang lain.

Adanya pola pikir picik semacam ini pada diri pelaku kejahatan mungkin bisa dianggap wajar. Betapa tidak, mereka adalah para pelaku kejahatan, yang tentunya lemah iman dan akal pikirannya.

Namun tahukah anda bahwa pola pikir ego, yang hanya mikirkan diri sendiri juga menjangkiti banyak dari orang-orang baik.

Mereka beranggapan yang penting saya tidak berbuat kejahatan, yang penting saya sudah beribadah. Asalkan saya dan keluarga saya selamat dari kemaksiatan, dan ucapan serupa lainnya.

Coba anda bayangkan: andai semua orang bersikap dan berpikir semacam ini, siapakah yang akan menjadi juru dakwah?

Siapakah yang sudi memerintahkan kebaikan dan melarang dari kejelekan? Siapa pula yang sudi berkorban memperingatkan ummat dari berbagai ancaman bencana dan petaka yang setiap saat membayangi kehidupan masyarakat?

Andai semua orang berkata:
Aah itu bukan urusan saya!
Aah itu tidak bersinggungan langsung dengan masalahnya!
Aah, kejadian itu tidak merugikan atau menguntungkan saya dan keluarga saya!

Kira kira bila semua orang seperti ini cara pikirnya; masih adakah juru dakwah? Masih adakah guru ngaji? Masih adakah orang yang bersedekah? Masih adakah yang siap memikul pahit getirnya amar ma’ruf dan nahi mungkar?

Rasulullah shallallahu alahi wa sallam bersabda:

لتأمرن بالمعروف ولتنهون عن المنكر، أو ليوشكن الله أن يبعث عليكم عقابا من عنده، ثم لتدعنه فلا يستجيب لكم”.

“Hendaklah kalian semua menegakkan amar ma’ruf dan nahi mungkar, atau bila kalian tidak melakukannya bisa saja sesaat lagi Allah menurunkan siksa/hukuman/bencana dari sisi-Nya. Dan bila telah demikian kondisinya maka kalaupun kalian gigih memanjatkan doa, niscaya Allah tidak mengabulkan doa kalian.” ( At Tirmizy dan lainnya)

– – – – – •(*)•- – – – –

Siapakah Yang Mungkin Menanti Anda ?

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Pernahkah terpikir di hati ketika anda hendak keluar rumah bahwa bisa jadi malaikat maut sedang menanti di depan pintu ?

Atau barang kali ketika anda hendak pergi ke suatu tempat, bisa jadi malaikat maut sedang menanti anda di tempat tersebut ?

Simak dan renungkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut :

لَا يُقَدَّرُ لِأَحَدٍ يَمُوتُ بِأَرْضٍ، إِلَّا حُبِّبَتْ إِلَيْهِ وَجُعِلَ لَهُ إِلَيْهَا حَاجَةٌ ”

“Bila Allah telah menentukan kematian bagi seseorang terjadi di suatu negeri, maka Allah pasti akan menjadikannya cinta atau merindukan negeri itu, dan Allah akan menjadikannya merasa berkepentingan untuk pergi ke negeri itu.” (riwayat Ahmad dll).

Pikirkan baik-baik sobat, diri anda, jangan-jangan malaikat maut saat ini sedang menanti anda di tempat yang hendak anda tuju pagi ini.

Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami. Amiin.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1135. Bolehkah Memakai Wig/Rambut Palsu Bagi Penderita Kanker ?

1135. BBG Al Ilmu – 307

Tanya:
Saya mau bertanya mengenai rambut manusia yang di gunakan kembali untuk penderita kanker.

Dengan istilah trend nya “Shave for Hope”. Orang-orang berlomba-lomba mencukur rambutnya, lalu rambut yang terkumpul tadi diolah sedemikian rupa menjadi rambut palsu, kemudian digunakan para penderita kanker.

Bagaimanakah hukumnya ?

Jawab:
Ust. Ammi Nur Baits, Lc, حفظه الله تعالى

Haram, karena termasuk menyambung rambut yang terlarang.

Dari Asma bintu Abu Bakr radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ada seorang wanita yang mengadu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya memiliki seorang putri yang baru menikah. Ternyata dia sakit panas, sampai rambutnya rontok. Bolehkah saya menyambung rambutnya (dengan rambut palsu)?” beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

لَعَنَ اللَّهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ

“Allah melaknat al-washilah (orang yang menyambung rambut) dan al-mustaushilah (orang yang minta disambungkan rambutnya).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis yang lain, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa ada seorang gadis Anshar yang baru menikah. Ketika dia sakit, rambutnya banyak yang rontok. Keluarganya hendak menyambungnya (dengan rambut palsu), dan mereka bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang itu. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang yang menyambung rambut dan yang minta disambungkan rambutnya. (HR. Bukhari dan Muslim)

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Keterbatasan Dan Kelemahan

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Sebagai manusia, Kita memiliki berbagai keterbatasan dan kelemahan.

Di saat musim panas sedikit berkepanjangan, maka kita merasa menderita dan segera mengeluh dan menanyakan: kapan hujan tiba?

Sebaliknya juga demikian, ketika hujan sedikit curah, kita merasa tersiksa sehingga berkeluh kesah dan bertanya: kapan terang akan datang kembali?

Rasa senang bila berlebihan, dapat mengancam kesehatan, bahkan banyak orang gila atau meninggal dunia karena rasa senang. Sebaliknya demikian, betapa banyak orang meninggal dunia dengan tragis karena tidak kuasa menahan duka. Semua ini bukti nyata bahwa saya dan anda semua adalah makhluk lemah. Allah berfirman:

وَخُلِقَ الْإِنسَانُ ضَعِيفًا

“Dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah.”

Hanya orang yang beriman kepada Allah, yang kuasa berbahagia selalu dalam segala kondisinya. Bila saudara benar-benar beriman kepada Allah niscaya anda dapat memandang positif segala yang menimpa anda.

Karena itu dahulu Nabi senantiasa bersyukur dan mengucapkan hamdalah, apapun yang menimpa beliau.

Bila mendapat kebaikan, beliau mengucapkan :

الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات

“Alhamdulillahil-ladzi bi ni’matihi tattimush sholihaat.”
(Segala puji hanya milik Allah yang berkat nikmat-Nya segala yang baik dapat terwujud)

Dan bila ditimpa sesuatu yang menyedihkan, beliau juga bersukur karena beliau yakin bahwa itu mendatangkan keberkahan. Beliau berkata :

الحمد لله على كل حال

“Alhamdulillah ‘ala kulli Haal”
(Segala puji hanya milik Allah, atas segala kondisi yang menimpa)

Sobat! Bagaimana dengan diri anda ? Apa yang terucap dari lisan anda bila mendapat nikmat ? Aku hebat atau syukur alhamdulillah ?

Dan bila ditimpa kesusahan, apa yang terucap: sial, celaka, mati, ataukah syukur alhamdulillah atas segala yang terjadi ?

 

1134. Bolehkah Membersihkan Rumput Ilalang Diatas Kuburan Dengan Cara Membakarnya Secara Langsung ?

1134. BBG Al Ilmu

Tanya:
Bagaimana hukumnya membakar rumput ilalang diatas kubur untuk membersihkan kuburan ?

Jawab:
Ust. Badru Salam, حفظه الله تعالى

Menginjak kuburan saja tidak boleh, jadi seharusnya dipotong seperti biasa saja dan dikumpulkan potongan rumput tersebut dan dibakar ditempat lain.
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1133. Kapankah Membaca Surat Al-Kahfi ?

1133. BBG Al Ilmu

Tanya:
Kapankah waktu membaca surat Al Kahfi ? Malam Jum’at atau di pagi/siang Jum’at ?

Jawab:
Boleh di keduanya malam Jum’at dan hari jum’at, berdasarkan 2 hadits berikut:

Hadits pertama:
“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Ad Darimi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6471)

Hadits kedua:
“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)

والله أعلم بالصواب
Ref:
http://rumaysho.com/amalan/jangan-lupakan-membaca-surat-al-kahfi-di-hari-jumat-202

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Bid’ah Sumber Perpecahan Umat

Ustadz Firanda Andirja, Lc, MA, حفظه الله تعالى

Bid’ah adalah sebab munculnya berbagai ALIRAN dan sempalan dalam agama. Lihatlah, setiap aliran memiliki ciri khas ibadah tersendiri yang menurut perasaannya baik, yang tidak dilakukan oleh aliran lain.

Orang yang memperbolehkan adanya bid’ah dalam beribadah, maka orang tersebut TIDAK BISA menyalahkan aliran lain yang muncul dengan tata cara ibadah baru, karena orang tersebut telah melakukan hal yang serupa sebelumnya. Masing-masing hanya berpedoman kepada PERASAAN dan tidaklah semua orang memiliki perasaan yang sama.

Seandainya setiap orang kembali kepada tata cara nabi dan para sahabat dalam beribadah , tentu tidak ada lagi kreasi dalam urusan ibadah.

Oleh karena itu, cara untuk menuju persatuan umat adalah MENINGGALKAN bid’ah dan KEMBALI KEPADA SUNNAH Nabi Shollallahu alahi wasallam.

Lantas, benarkah ada bid’ah hasanah ? Apa beda bid’ah hasanah dengan mashlahat mursalah? Bagaimana kita mensikapi adanya kerancuan masyarakat dalam memahami bid’ah hasanah ?

Simak penjelasan Ust Firanda Andirja, MA.

Klik
http://salamdakwah.com/videos-detail/bidah-hasanah.html

1132. Berpakaian Yang Berbeda Dengan Adat/Kebudayaan Setempat

1132. BBG Al Ilmu – 153b

Tanya:
Apakah ada larangan memakai gamis (baju arab.) di Indonesia (saat shalat dan keseharian) dengan alasan menyelisihi umumnya pakaian muslim Indonesia berupa baju koko/sarung.

Jawab:
Ada kaedah dalam hal pakaian yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Pakaian termasuk dalam perkara adat dan bukanlah perkara ibadah, sehingga ada kelapangan dalam hal ini.

2. Pakaian apa saja tidaklah terlarang kecuali yang dilarang oleh syari’at seperti isbal dan mengenakan kain sutera untuk pria, mengenakan pakaian tipis yang menampakkan aurat, mengenakan pakaian ketat yang membentuk lekuk tubuh yang termasuk aurat, atau pakaian tersebut termasuk tasyabbuh (menyerupai) pakaian wanita atau pakaian yang menjadi kekhususan orang kafir.

Memakai gamis adalah suatu yang disunnahkan. Namun kadang memakainya melihat keadaan masyarakat, jangan sampai terjerumus dalam pakaian yang tampil beda (pakaian syuhroh).

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin menerangkan :
“Mencocoki kebiasaan masyarakat dalam hal yang bukan keharaman adalah disunnahkan. Karena menyelisihi kebiasaan yang ada berarti menjadi hal yang syuhroh (suatu yang tampil beda). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berpakaian syuhroh. Jadi sesuatu yang menyelishi kebiasaan masyarakat setempat, itu terlarang dilakukan.”

Kesimpulannya, menyesuaikan dengan tradisi setempat itu BOLEH SELAMA TIDAK MELANGGAR SYARI’AT. Sehingga tidak tepat ada yang berpendapat bahwa berpakaian bagi orang yang dikenal komitmen dengan agama adalah harus berjubah, bergamis dan berpeci putih. Kalau dianggap bahwa berpakaian seperti itulah yang paling “nyunnah”, itu jelas klaim tanpa dalil. Jadi sah-sah saja berpakaian koko, sarungan dan memakai pecis hitam, untuk menyesuaikan dengan masyarakat agar tidak dianggap aneh.

والله أعلم بالصواب
Ref:
http://rumaysho.com/shalat/hukum-shalat-dengan-bantholun-celana-panjang-1578

http://rumaysho.com/umum/sunnah-memakai-gamis-bagi-pria-6920

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Ketika Jiwa Yang Sakit

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Di saat anda menderita sakit, akankah anda minum asal obat yang direkomendasikan sembarang orang ?  Saya yakin anda selektif dalam memilih obat, karena anda sadar bahwa salah obat berarti celaka.

Namun unik bin ajaib, ketika jiwa anda yang sakit, sering kali anda ceroboh atau kurang selektif dalam memilih obatnya. Padahal anda tahu bahwa salah obat jiwa berdampak petaka bukan hanya di dunia namun hingga di akhirat, alias neraka, siksa yang kekal abadi.

«إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ النَّاسِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُهُ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يَتْرُكْ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤَسَاءَ جُهَّالًا، فَسُئِلُوا، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا، وَأَضَلُّوا»

“Sejatinya Allah tidaklah mencabut ilmu secara tiba- tiba dari dada-dada para ulama’. Namun Allah mencabutnya dengan cara mematikan para ulama’. Hingga bila telah tidak tersisa lagi ulama’ maka masyarakat akan mengangkat pemimpin/panutan-panutan dari orang-orang bodoh. Masyarakat bertanya kepada panutan-panutan bodoh tersebut, lalu mereka berfatwa dengan kebodohannya tanpa dasar ilmu, akibatnya mereka tersesat dan menyesatkan. (Muttafaqun alaih)

Saudaraku, ketahuilah bahwa keselamatan Jiwa anda lebih penting dari kesehatan raga anda.

 

1131. Sholat Dan Badan Bertato

1131. BBG Al Ilmu – 199

Tanya:
Bagaimana dengan orang yang sholat tapi dibadannya ada tatto ?

Jawab:
Menggunakan tato hukumya haram, dan terdapat larangan khusus dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Abu Juhaifah radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الوَاشِمَةَ وَالمُسْتَوْشِمَةَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang yang mentato dan yang minta diberi tato.” (HR. Bukhari no. 5347).

Karena itu, kewajiban orang yang memiliki tato di tubuhnya, dia harus bertaubat kepada Allah, memohon ampunan dan menyesali perbuatannya. Kemudian berusaha menghilangkan tato yang menempel di badannya, selama tidak memberatkan dirinya.

Namun jika upaya menghilangkan tato ini membahayakan dirinya atau terlalu memberatkan dirinya maka cukup bertaubat dengan penuh penyesalan dan insya Allah shalatnya sah.

والله أعلم بالصواب
Ref:
http://www.konsultasisyariah.com/shalatnya-orang-bertato-yang-insaf/#

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊