All posts by BBG Al Ilmu

1024. Apa Hukum Memakai Behel / Kawat Gigi ?

1024. BBG Al Ilmu

Tanya:
Apa hukum memakai behel/kawat gigi ?

Jawab:
Perlu diketahui bahwa untuk meratakan gigi perlu ada sebagian gigi yang dicabut untuk memberikan ruang yang cukup bagi gigi yang hendak diratakan. Setelah kawat gigi dilepas gigi perlu di-fresh-kan untuk menghilangkan bekas dari benda penyangga kawat gigi yang terbuat dari besi.

Syeikh Shalih al Fauzan pernah ditanya tentang hukum meratakan gigi. Jawaban beliau,
“Jika ada kebutuhan untuk meratakan gigi semisal susunan gigi nampak jelek sehingga perlu diratakan maka hukumnya tidak mengapa (baca:mubah).

Namun jika tidak ada kebutuhan untuk mengotak-atik gigi maka mengotak-atik gigi hukumnya tidak boleh. Bahkan terdapat larangan meruncingkan dan mengikir gigi agar nampak indah. Terdapat ancaman keras atas tindakan ini karena hal ini adalah suatu yang sia-sia dan termasuk mengubah ciptaan Allah.

Jadi mengotak-atik gigi dengan tujuan pengobatan, menghilangkan penampilan gigi yang jelek atau ada kebutuhan yang lain semisal seorang itu tidak bisa makan dengan baik kecuali jika susunan gigi diperbaiki dan ditata ulang maka hal tersebut hukumnya tidak mengapa.

Tentang menghilangkan gigi yang ‘berlebih’ Syeikh Ibnu Jibrin mengatakan, “Tidaklah mengapa mencopot gigi yang ‘berlebih’ karena keberadaan gigi tersebut merusak penampilan sehingga orang yang mengalami tidak merasa PeDe. Namun tidak diperbolehkan mengikir dan meruncingkan gigi karena hal tersebut terlarang”.

والله أعلم بالصواب

Ref:

Hukum Memakai Kawat Gigi

– – – – – •(*)•- – – – –

1023. Apa Maksud QS Hud Ayat 15 Dan 16 ?

1023. BBG Al Ilmu – 301

Tanya:
Apa maksud dari QS Hud ayat ke 15 dan 16 ?

Jawab:
Harta merupakan salah satu fitnah dunia yang paling menonjol. Demi harta, seseorang rela berbuat apa saja asal bisa meraihnya. Tujuan hidupnya, seolah hanya untuk mencapai kesenangan duniawi belaka.

Dalam masalah ini, Syaikh Al Utsaimin rahimahullah telah membedakan antara riya’ dengan keinginan mendapat dunia.

Riya’, ialah seseorang yang beribadah karena ingin dipuji agar dikatakan sebagai ‘abid (ahli ibadah), dan ia tidak menginginkan harta. Adapun keinginan terhadap dunia yang dimaksudkan dalam ayat ini, seseorang beribadah bukan karena ingin dipuji atau dilihat, bahkan sebenarnya ia ikhlas dalam beribadah kepada Allah. Akan tetapi ia ingin mendapatkan sesuatu dari dunia, seperti harta, pangkat, kesehatan; baik pribadi, keluarga maupun anak, dan lain-lain. Jadi dengan amal ibadahnya ia inginkan manfaat dunia dan tidak menginginkan pahala akhirat.

Beliau memberikan contoh-contoh bagaimana seseorang menginginkan dunia dengan amal ibadahnya. Misalnya: menjadi muadzin dengan niat mencari uang. Berangkat haji dengan tujuan mencari harta. Belajar agama di perguruan tinggi dengan niat mencari ijasah agar martabatnya naik. Melakukan beberapa jenis peribadatan dengan maksud menyembuhkan penyakit, atau supaya disenangi orang lain atau supaya tidak mendapat gangguan, atau maksud-maksud lain.

Karena itu, kita harus berhati-hati, jangan sampai terjatuh ke dalam syirik niat sebagaimana yang disebutkan dalam surat Hud ayat 15-16 di atas.

والله أعلم بالصواب
Ref:
http://almanhaj.or.id/content/2774/slash/0/fenomena-fitnah-harta/

– – – – – •(*)•- – – – –

1022. Bolehkah Shalat Dan Baca Al Qur’an Di Ruangan Yang Ada Salibnya ?

1022. BBG Al Ilmu – 201

Tanya:
Bolehkan membaca Al Qur’an dan shalat di kamar atau lobby rumah sakit kristen terutama di kamar pasien terpampang gambar dan salib, karena sedang menunggu keluarga yang sakit, bagaimana hukumnya ?

Jawab:
Ust. Fachruddin Nu’man, حفظه الله تعالى

Insya Allah boleh, karena ibadah mereka beda tatacaranya dengan ibadah kita, dan umar rodhiyallahu ‘anhu suatu saat pernah shalat di dalam kanisah ( gereja ).
والله أعلم بالصواب
Tambahan:
Shalat di tempat yang di dalamnya terdapat salib tetap sah karena tidak ada dalil kusus yang melarang hal tersebut. Namun, perlu diperhatikan hal-hal berikut:

1. Untuk laki-laki, hendaknya dia shalat berjemaah di masjid.

2. Seandainya “terpaksa” shalat di tempat yang di dalamnya terdapat salib maka carilah tempat yang terjauh dari salib tersebut atau di tempat salib-salib tersebut tidak terlihat.

Adapun hadis yang mengatakan bahwa malaikat tidak akan masuk ke rumah yang ada gambar dan anjingnya maka hadis itu tidak dapat dijadikan dalil untuk melarang shalat di tempat yang di dalamnya terdapat salib.

Ref:
http://www.konsultasisyariah.com/shalat-di-rumah-orang-nasrani/#

– – – – – •(*)•- – – – –

1021. Benarkah Ada Kewajiban Berdakwah Sekali Seumur Hidup Minimal 4 Bulan ?

1021. BBG Al Ilmu – 379

Tanya:
Ada orang bilang wajib kita dakwah sekali seumur hidup minimal 4 bulan. Bagaimana hukumnya ?

Jawab:
Ust. Djazuli, حفظه الله تعالى

Berdasarkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dakwah itu hanya boleh dilkukan oleh orang yang berilmu dan tidak semua orang boleh berdakwah apalagi di wajibkan (minimal 4 bulan seumur hidup) seperti itu.

Pemahaman seperti itu adalah pemahaman yang keliru yang tidak ada dasar dalilnya.
والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

Kemampuan Dan Kesempatan

Abul Fath Al-Busti rohimahullah berkata :

زيادةُ المرءِ في دنياه نقصانُ وربحُه غيرَ محضِ الخير خسرانُ

Tambahan dunia seseorang adalah kekurangan…. Dan keuntungannya pada selain murni kebaikan adalah kerugian

أَحْسِنْ إلى النَّاسِ تَسْتَعبِدْ قلوبَهم فطالما استعبدَ الإنسانَ إِحسانُ

Berbuat baiklah kepada manusia, maka engkau akan menundukan hati mereka….sungguh betapa perbuatan baik menundukan hati manusia…

مَن جادَ بالمالِ مالَ النَّاسُ قاطبةً إليه والمالُ للإنسانِ فتَّانُ

Barang siapa yang dermawan dengan hartanya maka seluruh manusia akan condong kepadanya, dan harta adalah pembawa fitnah bagi manusia…

أَحْسِنْ إذا كان إمكانٌ ومَقْدِرَةٌ فلن يدومَ على الإنسان إِمكانُ

Berbuat baiklah jika engkau memiliki kemampuan dan kesempatan…karena kesempatan dan kemampuan tidak selamanya bersama manusia…

حيَّاك مَن لم تكنْ ترجو تحيَّتَه لولا الدَّراهمُ ما حيَّاك إنسانُ

Orang yang tidak kau harapkan salamnya akan menyapa dan menyalamimu….kalau bukan karena dirham (duit) tak seorangpun akan menyapamu…

Faidah dari sya’ir di atas :

1) Tambahan itu dituntut untuk perkara akhirat, adapun kalau yang bertambah adalah perkara dunia sementara perkara akhiratnya tidak ada peningkatan, maka tambahan dunia itu pada hakekatnya adalah kekurangan…

2) Sebagaimana untung jika bukan pada kebaikan, maka untung itu tentu pada perkara yang tidak baik atau yang kurang baik, atau pada yang tidak bermanfaat, maka dari situ keberuntungan tersebut pada hekakatnya adalah kerugian

3) Barang siapa yang dermawan maka otomatis akan didekati oleh banyak orang, bahkan orang yang tidak diharapkan kedatangannya dan sapaannya akan segera datang mendekat dan menyapa serta menyalami. Namun seandainya sang dermawan tidak memiliki uang, maka orang-orang tersebut akan segera menjauh, bahkan tatkala lewat dihadapannya tidak akan memberi salam

4) Berbuat baik kepada orang lain merupakan kunci untuk menarik dan menundukan hati orang lain…bahkan orang yang tadinya benci bisa tertunduk hatinya dengan perbuatan baik.

5) Bersegeralah untuk berbuat kebaikan, karena untuk bisa berbuat kebaikan harus memenuhi dua persyaratan,

(a) kemampuan (harta dan semisalnya), dan

(b) kesempatan untuk berbuat baik. Karena betapa banyak orang yang memiliki kemampuan namun tidak berksempatan untuk berbuat baik, dan sebaliknya terlalu banyak orang yang memiliki kesempatan untuk menolong tapi tidak memiliki kemampuan untuk menolong.

Dan ternyata kedua perkara ini (kemampuan dan kesempatan) tidak selalu ada pada seseorang, oleh karenanya tatkala keduanya lagi berkumpul pada seseorang maka segeralah untuk berbuat kebaikan.

Penulis,
Ustadz Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Agar Kita Gak Gini Gini Aje…

Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan Salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya cintai, agar hidup kita gak gini-gini aje alias ga ada kemajuan, perubahan dan perkembangan dalam kesholehan dan manfaat maka tip-tip berikut semoga bermanfaat

Pertama, Jadikanlah keselamatan akhirat sebagai dasar pendorong semua akhtifitas kehidupan kita.

Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda : “Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya maka اللّـﮧ akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan dunia tidaklah datang kepadanya kecuali apa yang telah ditetapkan baginya. Dan barangsiapa menjadikan Akhirat sebagai tujuannya maka اللّـﮧ akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan tunduk/hina.” [HSR Ibnu Majah, Ash-Shohiihah no. 950]

Kedua, berbicara dan beramal berdasarkan tuntunan dalil. Jangan nekat, mengamalkan suatu amalan cuma berbekal ‘katanya’, ‘asal ngutip’ atau ikut2an sumber yg tidak benar.

Alloh Ta’aala berfirman : “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki ilmunya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya.” [QS. Al ‘Isroo ; 17 : 36] 

Ketiga, jangan asal dlm memilih teman, sahabat apalagi pasangan hidup. [Baca dan renungilah surat Al-Furqoon ayat 27-29]

Keempat, bnyk berdoa kpd اللّـﮧ agar selalu diperbaiki dan dimudahkan semua urusannya.

Kelima, berserah diri (bertawakkal) kepada اللّـﮧ dalam segala urusan. [Perhartikan surat Ath-Tholaq ayat 3]

Demikian dapat disampaikan.
Baarakallahu Fiik…

– – – – – •(*)•- – – – –

Akhlak Buruk

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Dr_Almosleh:

الأخلاق الرديئة تنتج عن واحد من ثلاثة أخلاق:

١- الكذب.

٢- البخل.

٣- الجبن.

فإذا اجتمعت في شخص فقد كمل له سوء الخلق!

“Akhlak yang buruk itu hasil dari salah satu dari tiga perangai (akhlak) :

1. Dusta.

2. Pelit.

3. Pengecut.

Apabila ketiga perangai ini berkumpul pada diri seseorang, sungguh telah sempurna baginya Akhlak yang buruk.

– – – – – •(*)•- – – – –

Menjaga Kebugaran Hati

Ust. Djazuli, حفظه الله تعالى

Sobat!

Allah menuntut kita semua selama hidup di Dunia..untuk beribadah selalu dengan hati sebelum dengan lisan & tubuh

Hingga Allah menyuruh untuk menancapkan pilar ibadah yaitu ikhlas..

Tetapi, apakah setiap hati bisa melakukan ibadah kepada Rabbnya dengan baik?

Jawabnya sangat jelas, hati yang bisa menikmati penghambaan kepada Yang Maha Sempurna hanyalah hati yang sehat..

Berikut analoginya,

Orang yang sakit akan tersiksa oleh sesuatu yang tak dirasakan oleh orang yang sehat. Misalnya, sedikit panas, dingin, dan gerak..

Demikian pula hati, jika ia terjangkit penyakit, ia akan tersiksa oleh fitnah syahwat & syubhat, sekalipun yang paling kecil. Karena, ia tidak memiliki daya tahan yang baik..

Sementara itu, hati yang sehat lagi kuat, akan mampu menghalaunya dengan lebih kuat, lewat kekuatan & kesehatannya

Kita semua harus mengerti akan hal yang dapat menjaga kebugaran hati..

1. Yang memberi daya tahan hati yaitu iman (ilmu) & amal shalih yang dirutinkan

2. Yang menjaga kebugaran hati dengan meninggalkan segala yang haram

3. Yang mengeluarkan virus & racun dari dalam hati yaitu taubat & istighfar

Ya Allah jagalah hati kami, teguhkanlah ia diatas kebenaran!

– – – – – •(*)•- – – – –

Empat Janji Allah Dalam Al-Quran

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

هل تعرف ماهي الوعود الربانيه الأربعة ؟

لئن شكرتم لأزيدنكم. (إبراهيم:7)
اذكروني أذكركم. (البقرة:152)
ادعوني أستجب لكم. (غافر:60)
ماكان الله معذبهم وهم يستغفرون. (الأنفال:33)

حافظوا عليها

Apakah kamu tahu apa empat janji Allah Ta’ala?

1. Jika kalian bersyukur maka akan Aku tambahkan (nikmat-Ku) untuk kalian. (QS. Ibrahim:7).

2. Ingatlah kepadaku niscaya Aku ingat kepada kalian. (QS. Al-Baqarah:152).

3. Berdoalah kepadaku pasti aku kabulkan untuk kalian. (QS. Ghafir:60).

4. Tidaklah Allah mengazdab mereka, selama mereka memohon ampun (beristighfar kepada Allah). (QS. Al-Anfal:33).

Jagalah oleh kalian janji-janji Allah tersebut…

(Cirebon…di pagi hari…)

– – – – – •(*)•- – – – –