All posts by BBG Al Ilmu

Memilih Siapa Di PEMILU 2014 ? (Lampiran Fatwa Terbaru Asy-Syaikh DR Sa’ad Asy-Syitsri Tentang Bolehnya Mencoblos Di Pemilu 2014 Indonesia)

Ust. Firanda, حفظه الله

Sebagai pengamalan dari kaidah fikih (ارْتِكَابُ أَخَفِّ الضَّرَرَيْنِ) “Menempuh mudhorot yang teringan”, terlebih lagi mengingat kondisi tanah air yang cukup mengkhawatirkan.
 
Baca selengkapnya di :
http://www.firanda.com/index.php/artikel/lain-lain/668-memilih-siapa-di-pemilu-2014-lampiran-fatwa-terbaru-asy-syaikh-dr-sa-ad-asy-syitsri-tentang-bolehnya-mencoblos-di-pemilu-2014-indonesia

– – – – – •(*)•- – – – –

984. Apa Saja Amalan Sunnah Seputar Kelahiran Bayi ?

984. BBG Al Ilmu

Tanya:
Mohon ringkasan amalan sunnah seputar kelahiran anak.

Jawab:
Berikut adalah ringkasan amalan2 sunnah seputar kelahiran bayi. Kami sarankan penanya untuk juga membuka beberapa link dibawah:

Ketika Lahir:
1. Dianjurkan memberikan kabar gembira dengan kelahiran seorang anak.

2. Mentahnik (mengunyah buah kurma, lalu mengolesinya ke langit-langit mulut si bayi, atau jika tidak ada dengan madu) dan mendoakan keberkahan untuknya (seperti mengucapkan “Baarakallahu fiih”).

Pada Hari Ke-7
1. Mencukur gundul rambut, Imam Nawawi rahimahullah dalam Al Majmu’ (8: 432) berkata, “Disunnahkan menggundul rambut kepala bayi pada hari ketujuh. Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa rambut yang telah dicukur dan ditimbang lalu bersedekah dengan emas seberat rambut yang telah dicukur. Jika tidak, maka dengan perak. Hal ini berlaku baik bagi bayi laki-laki dan bayi perempuan.”

2. Memberinya nama (bisa dilakukan pada hari lahirnya, hari ketiga atau hari ketujuh), dan hendaknya seorang bapak memilih nama yang baik untuk anaknya.

Aqiqah
1. Hukumnya sunnah mu’akkadah (sunnah yang sangat ditekankan), dua ekor kambing untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan.

2. Jika tidak sanggup dua ekor kambing untuk bayi laki-laki, maka tidak mengapa seekor kambing.

3. Waktu ‘aqiqah adalah pada hari ketujuh, jika tidak bisa maka pada hari keempat belas dan jika tidak bisa, maka pada hari kedua puluh satu. Imam Ahmad rahimahullah berkata: “Disembelih pada hari ketujuh, jika tidak dilakukannya, maka pada hari keempat belas dan jika tidak dilakukannya, maka pada hari kedua puluh satu.”

والله أعلم بالصواب
Rujukan:
http://www.konsultasisyariah.com/menyambut-kelahiran-si-buah-hati/#

http://rumaysho.com/keluarga/hadiah-di-hari-lahir-1-mengunyah-kurma-tahnik-ke-mulut-si-bayi-919

http://rumaysho.com/keluarga/hadiah-di-hari-lahir-8-menggundul-rambut-kepala-bayi-perempuan-2238

– – – – – •(*)•- – – – –

983. Tata Cara Sholat Orang Yang Sakit

983. BBG Al Ilmu – 367

Tanya:
Bagaimana tata cara sholat seseorang yang mampu berdiri, tetapi tidak bisa duduk (baik iftirasy atau tawaruk) dikarenakan kakinya keselo/luka, dll. Apakah baiknya dia sholat duduk atau berdiri tapi saat duduknya memanjangkan kaki (selonjoran) atau sila ?

Jawab:
Tata cara shalat bagi orang sakit adalah sebagai berikut :

a. Diwajibkan untuk shalat dengan berdiri apabila mampu dan tidak khawatir sakitnya bertambah parah, walaupun dengan menggunakan tongkat, bersandar ke tembok atau berpegangan tiang, karena berdiri dalam shalat wajib merupakan rukun shalat. Demikian juga orang bungkuk diwajibkan berdiri walaupun keadaannya seperti orang rukuk.

b. Orang sakit yang mampu berdiri namun tidak mampu ruku’ atau sujud, ia tetap wajib berdiri. Ia harus shalat dengan berdiri dan melakukan rukuk dengan menundukkan badannya. Bila ia tidak mampu membungkukkan punggungnya sama sekali, maka cukup dengan menundukkan lehernya, Kemudian duduk, lalu menundukkan badan untuk sujud dalam keadaan duduk dengan mendekatkan wajahnya ke tanah sebisa mungkin.

c. Orang sakit yang khawatir akan bertambah parah sakitnya atau memperlambat kesembuhannya atau tidak mampu berdiri, maka ia melakukan shalatnya dengan duduk, dan sebaiknya duduk bersila pada posisi berdirinya karena duduk bersila secara umum lebih mudah dan lebih tuma’ninah (tenang) daripada duduk iftirâsy.

Apabila rukuk, maka lakukanlah dengan bersila dengan membungkukkan punggung dan meletakkan tangan di lutut, karena ruku’ dilakukan dengan berdiri.

Dalam keadaan demikian, masih diwajibkan sujud di atas tanah. Bila tetap tidak mampu, ia melakukan sujud dengan meletakkan kedua telapak tangannya ke tanah dan menunduk untuk sujud. Bila tidak mampu, hendaknya ia meletakkan tangannya di lututnya dan menundukkan kepalanya lebih rendah dari pada ketika ruku’.

والله أعلم بالصواب
Rujukan:
http://almanhaj.or.id/content/2587/slash/0/shalat-orang-yang-sakit/

– – – – – •(*)•- – – – –

982. Alih Fungsi Musholla

982. BBG Al Ilmu – 75

Tanya:
Di suatu komplek perumahan ada tanah milik umum yang diperuntukkan untuk musholla, dengan bantuan wakaf dan donatur warga bangunan musholla sudah 50% berdiri. Sekitar 100 m dari bangunan musholla tersebut sudah ada musholla yang lebih dulu berdiri. Atas hal tersebut, berdasarkan dengan keputusan warga, musholla yang baru 50% itu dialih fungsikan menjadi balai pertemuan RT/RW. Bagaimanakah hukumnya ? (Terkait peruntukan tanah itu sebagai musholla tapi berubah jadi balai RT/RW dan wakaf / donatur yang sudah diniatkan untuk musholla tapi akhirnya berubah jadi balai RT/RW ?)

Jawab:
Ust. Djazuli, حفظه الله

Jika sebagian bantuannya adalah bantuan wakaf untuk mushola, maka tidak boleh dialih fungsikan untuk hal yang lain, kecuali dana wakaf tersebut dikembalikan atau disalurkan ke pihak masjid / musholla lain yang sedang direnovasi.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

981. Lafadz Tasyahud Awal

981. BBG Al Ilmu

Tanya:
Mengenai lafadz tasyahud, apakah yang benar:
“assalaamu’alaika ayyuhan nabii warahmatullahi…” ATAU “assalaamu’alan Nabi warahmatullahi…”
Soalnya ada pendapat yang mengatakan lafadz yang benar adalah yang kedua, karena lafadz yang pertama adalah lafadz untuk Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam ketika masih hidup, sedangkan sekarang Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam telah wafat sehingga yang digunakan lafadz yang kedua. Benarkah pendapat tersebut ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Pendapat tersebut tidak benar, karena yang diajarkan nabi صلى الله عليه وسلم adalah menjadi teladan dan tuntunan, dan lafal nya adalah ibadah, yang tidak boleh di ganti atau di tahrif atau di tukar.

Di situ juga ada kalimat
“…ayyuhan Nabi.. ” yang di dalam bahasa arab merupakan khithob/lawan bicara. Jika merubah, niscaya akan banyak merubah lafal yang telah diajarkan Nabi. Terdapat haditst shohih bahwa jika ada umat nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam mengucap salam dan sholawat, datang malaikat yang Allah tugaskan untuk menyampaikan salam dan sholawat tersebut kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam, jika meyakini Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam sudah wafat dan oleh karena itu merubah bunyi tasyahud, maka sama saja ia ingkar akan hadist diatas. Maka akan menjadi fatal. Untuk lebih baiknya hendaknya membaca sholawat dan salam sebagaimana ada dalam bunyi hadist dengan tanpa menambah atau menguranginya.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –

Mengubah Cemburu Menjadi Amal Sholih

Salamdakwah.

Suami mendapat hadiah lebaran dari menajernya yang perempuan. Sebuah baju koko indah nan mahal. Jika sang istri tidak jeli, bisa jadi hati suami tertambat pada hadiah sang menajer.  Baju-baju indah dirumah tersingkirkan oleh baju yang baru datang. Sebagai istri, apa yang Anda lakukan ?

Ada info, siang ini suami makan siang dengan teman-teman sekantor, termasuk yang wanita. Anda istri yang pecemburu. Bagaimana rasa cemburu Anda tidak ber efek negative.  Bahkan bagaimana supaya cemburu Anda mendatangkan pahala dan bertambahnya cinta suami kepada Anda ?

Meski cemburu itu perlu, namun tidak baik pula jika berlebihan. Lantas, bagaimana pula mengendalikan rasa cemburu yang berlebihan?

Simak studi kasus permasalahan rumah tangga bersama ust Abu Islama Imanuddin, MA.

Klik
http://salamdakwah.com/videos-detail/harusnya-aku-cemburu.html

SELAMATKAN DIRI KITA DAN KELUARGA DARI LAKNAT ALLAH DENGAN MENUNTUT ILMU SYAR’I DAN MENGAJARKANNYA

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz, حفظه الله

» Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ ما فيها إلا ذِكْرُ اللَّهِ وما وَالَاهُ وَعَالِمٌ أو مُتَعَلِّمٌ

Artinya: “Sesungguhnya dunia itu terlaknat, terlaknat segala isinya, kecuali Dzikir kepada Allah dan amalan- amalan ketaatan, demikian pula seorang yang ‘alim (paham ilmu agama dan mengajarkannya) atau orang yang mempelajari ilmu (syar’i, pent).” (HR. At-Tirmidzi no.2322, dan Ibnu Majah no.4112. Dan derajatnya dinyatakan HASAN oleh syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam Shohih al-Jami’, no:1609).

» Imam Al-Munawi rahimahullah berkata. dalam menjelaskan hadits ini: “Dunia ini terlaknat, disebabkan karena ia memperdaya jiwa-jiwa manusia dengan keindahan dan kenikmatannya, yang memalingkannya dari beribadah kepada Allah, lalu mengikuti hawa nafsunya.” (Lihat Tuhfatul Ahwadzi Syarhu Jami’ At-Tirmidzi, karya Al-Mubarokfuri, VI/504).

(*) Makna LAKNAT ialah Diusir dan dijauhkan dari rahmat Allah dan kebaikan-Nya.

» Berdasarkan hadits ini, marilah kita selamatkan dan lindungi diri kita dari Laknat Allah Ta’ala dengan banyak berdzikir dan melakukan amalan-amalan ketaatan kepada-Nya, serta bersemangat di dlm menuntut ilmu syar’i dan mengajarkannya kpd manusia.

» Semoga Allah ta’ala memberikan taufiq dan bimbingan-Nya kpd kita semua agar selalu istiqomah dlm menuntut ilmu, mengamalkan dan mengajarkannya kpd orang lain dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hingga akhir hayat. Amiin. (Klaten, 7 April 2014).

» BBG Majlis Hadits, chat room Mutiara Hadits Shohih.

(*) Blog Dakwah, KLIK:
http://abufawaz.wordpress.com

– – – – – •(*)•- – – – –

Renungan Bagi Yang Mau GOLPUT: Jangan Cuma Bergantung Pada Coblosan Orang Lain …

Ust. M Abduh Tuasikal, حفظه الله

“Bagaimana perasaan antum saat ibu Megawati terpilih menjadi presiden ?”.

Senang, gundah, kesal, atau bagaimana ?. Kata ustadz antum, presiden tidak boleh berasal dari kaum wanita. betul kan ?. Nah, ketika kita tertimpa musibah adanya presiden wanita, saya yakin antum pun sedih.

Meski antum menyadari bahwa negeri ini hidup dalam sistem demokrasi, antum lebih senang jika pemimpin antum adalah seorang laki-laki dibandingkan wanita. Jika tidak begitu, antum tidak normal.

Begitu pula antum pun akan lebih suka pemimpin yang muslim yang cerdas, sehat, dan tidak buta dibandingkan pemimpin muslim yang sakit-sakitan, tak cerdas, punya cacat fisik,…. apalagi berpemikiran sangat liberal don condong pada pluralisme senkretisme. Iya apa iya ?.

Maka di sini saya belum menemukan jawabannya dasar sikap sedih dan gembira antum.

Kegembiraan antum adalah menggantungkan usaha orang lain untuk memilih, sementara antum sendiri abstain, diam. Saat terpilih pemimpin yang ‘agak mending’ dan punya pembelaan terhadap dakwah, antum merasa senang. Ya, senang karena pilihan orang lain tepat. Sampai-sampai kepala daerah, wakil rakyat, atau pejabat-pejabat daerah/negara yang punya simpati pada dakwah, selalu saja dimintai restu dan perlindungan oleh antum, teman-teman antum, dan/atau ustadz-ustadz antum. Tapi sekali lagi,…. mereka itu adalah pilihan yang diusahakan oleh orang lain, sementara antum sendiri abstain.

Sebaliknya, ketika terpilih pemimpin yang jelek, merugikan dakwah, antum pun istighfar. Antum katakan bahwa pemimpin adalah cerminan rakyatnya. Dengan kata lain,… pemimpin yang jelek itu terangkat karena dipilih oleh rakyatnya yang leke pula. Antum menyalahkan orang lain,…. sementara antum sendiri abstain/diam.

Golput itu tidak mengubah apa-apa, karena yang mengubah sesuatu itu adalah dakwah.

Partsipasi dalam Pemilu itu untuk mewujudkan kemaslahatan umum.

Memperbanyak orang yang baik dan mempersedikit orang yang jelek.

Tapi kalaupun antum mau golput, silakan. Itu sangat saya hargai, karena tidak ada pemaksaan dalam hal ini.

[Dari komentar Ustadz Abul Jauzaa di webnya: http://abul-jauzaa.blogspot.com/2014/03/partisipasi-dalam-pemilu.html]

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Nasehat Berharga Sebelum Anda Memulai Aktivitas Di Pagi Hari

Ust. M Abduh Tuasikal, حفظه الله

Saudaraku …

Nasehat berharga sebelum Anda memulai aktivitas di pagi ini.

Abu Sulaiman Ad Dariny:

Siapa saja yang hari ini masih sama saja dengan kemarin sore, maka itu berarti suatu kekurangan di dalamnya.

•••

Jadikan hari ini terus lebih baik dari hari kemarin.

Mulailah aktivitas pagi ini dengan dzikir pagi, karena di dalamnya kita meminta tolong pada Allah supaya dimudahkan pada hari-hari kita, dihindarkan pula dari kejelekan.


M. Abduh Tuasikal,
Www.rumaysho.com

– – – – – •(*)•- – – – –

Kapan Kita Mau Rajin Bersyukur ?

Oleh: Ust. M Abduh Tuasikal, حفظه الله

Barangsiapa yang mendapati kebaikan, maka pujilah Allah.
Barangsiapa yang mendapati selain dari itu, jangan ia salahkan kecuali dirinya sendiri.

~HR Muslim~

Kata Ibnu Rajab, siapa yang mendapati kebaikan di dunia, maka hendaklah ia ucapkan Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas apa yang ia dapati karena telah dimudahkan untuk beramal sholeh, dan itu balasan yang Allah segerakan di dunia. (*)

Masya Allah…

Kapan kita mau rajin bersyukur?
Biasanya kita PEDE katakan bahwa itu semua karena “sayalah yang berbuat”.
Padahal atas petunjuk dari Allah kita bisa beramal.

Sadarilah saudaraku, semua kebaikan yang kita lakukan hanyalah kemudahan dari Allah, maka pujilah Allah.

Www.rumaysho.com, 8 Jumadats Tsaniyah 1435 H

– – – – – •(*)•- – – – –