All posts by BBG Al Ilmu

853. Hormat Kepada Mertua

853. BBG Al Ilmu – 323

Tanya:
Apa dasarnya kita (sebagai laki2) untuk hormat kepada ke 2 orang tua istri/mertua kita ?? seperti perlakuan & hormat kita terhadap ke 2 orang tua kandung. Kata teman saya sudah bertanya, mencari & mohon petunjuk, ternyata memang tidak di jelaskan & dicontohkan secara rinci baik di Al Qur’an maupun Hadist yang shahhih, seperti penjelasan lengkap tentang “birul walidain”. atau memang karena DASYATnya “hakikat ijab qabul” bagi laki2.

Jawab:
Memang tidak bisa dipungkiri ataupun dihindari, bahwa dalam suatu pernikahan pergaulan dengan mertua tidak bisa dikesampingkan. Interaksi dengan keluarga isteri, sedikit atau banyak akan Anda jalani sebagai menantu, dan kerabat baru bagi saudara-saudara isteri dan keluarga besarnya. Oleh karenanya, perlakukan mereka layaknya Anda bersikap kepada orang tua dan kerabat sendiri. Sebagai orang tua, pergaulilah mereka layaknya antum berhadapan dengan orang tua kandung sendiri, dengan penuh penghormatan dan santun.

Islam adalah agama yang hanif, memerintahkan mu’amalah dengan cara yang baik kepada orang-orang yang lebih tua.

Sumber:
http://almanhaj.or.id/content/666/slash/0/mertua-mempertahankan-tradisi/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

852. “Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah…”, Apakah ini hadits atau perkataan Ulama ?

852. BBG Al Ilmu – 357

Tanya:
“Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah, niscaya Allah akan memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia.”

Apakah diatas Ini hadist atau perkataan ulama?

Jawab:
Ust. Badrusalam, حفظه الله

Ucapan ulama bernama Sufyan bin ‘uyainah rahimahullah.

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

851. Hukum Pnjam Uang Dari Bank Untuk Usaha

851. BBG Al Ilmu – 357

Tanya:
Mohon penjelasan tentang hukum pinjam uang di bank buat usaha.. kalau sudah terlanjur bagaimana.. dosa riba mohon di jelaskan..

Jawab:
Meminjam uang dari bank melibatkan unsur ribaa yang diharamkan dalam Islam.

Lunasi hutang kredit antum dengan cara meminta pinjaman tanpa riba dari saudara, kerabat atau teman, atau antum menjual aset lain yang antum miliki.

Tujuannya di sini adalah agar antum TIDAK termasuk orang yang menyerahkan riba sebagaimana yang diancam dalam hadis dari sahabat Jabir radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang memberikan/membayar riba (nasabah), penulisnya (sekretarisnya), dan juga dua orang saksinya. Beliau juga bersabda: “Mereka semua dosanya sama.” (HR. Muslim).

Sumber:

Tj Terlilit Hutang Riba

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Dana Talangan Haji

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Sikilas tentang TAlangan Haji 
Dan sanggahan terhadap fatwa yang menghalalkannya.

Bag 1. 
Talangan haji adalah pinjaman (qardh) dari bank syariah kepada nasabah untuk menutupi kekurangan dana guna memperoleh kursi (quota) haji pada saat pelunasan BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji). Nasabah kemudian wajib mengembalikan sejumlah uang yang dipinjam itu dalam jangka waktu yang telah disepakati.

Fatwa DSN (Dewan Syariah Nasional) MUI Nomor No. 29/DSN-MUI/VI/2002 tentang pembiayaan pengurusan haji oleh LKS (lembaga keuangan syariah), sebagai dasar hukum bagi praktik pembiayaan talangan haji, inti fatwa tersebut berbunyi sebagai berikut:

1. Dalam pengurusan haji bagi nasabah, LKS dapat memperoleh imbalan jasa (ujrah) dengan menggunakan prinsip al-ijarah sesuai fatwa DSN-MUI nomor 9/DSN-MUI/IV/2000.

2. LKS akan membantu menalangi pembayaran BPIH nasabah dengan menggunakan prinsip al-Qardh sesuai fatwa DSN-MUI nomor 19/DSN-MUI/IV/2001.

3. Jasa pengurusan haji yang dilakukan LKS tidak boleh dipersyaratkan dengan pemberian talangan haji.
Besar imbalan jasa al-ijarah tidak boleh didasarkan pada jumlah talangan al-Qardh yang diberikan LKS kepada nasabah.

Menurut fatwa tsb ada dua obyek aqad yaitu: Pertama, akad Al-qard (pinjaman) dengan obyek uang, di sini nasabah hanya mengembalikan sejumlah yang dipinjam, tidak boleh lebih dalam mengembalikan.

Kedua, akad ijarah al-amal (sewa jasa), yaitu jasa pengurusan haji. Yang mana Al-ijarah ada dua jenis, yakni ijarah al-maal (sewa barang) dan ijarah al-amal (sewa jasa). Dan yang dimaksud oleh Fatwa MUI di atas adalah ijarah al-amal. LKS yang mengurus dan membantu nasabah untuk memperoleh porsi haji dari pihak otoritas berhak mendapatkan ujrah atas pekerjaan yang berupa pelayanan tersebut berdasarkan akad ijarah. Sehingga nama Fatwanya adalah pembiayaan pengurusan, bukan pinjaman dana haji. Inilah menurut fatwa tsb.

Sanggahan:
1. Mengapa pinjaman yang diberikan Kepda calhaj bisa disebut sebagai jasa pengurusan? Bukankah itu hanyalah sebuah qord(pinjaman) ? 
2. Kita lihat sedikit ketimpangan antara makna jasa dan makna peminjaman.. dikarenakan jika calhaj membayar harga untuk mendapat quota secara lunas maka ia tidak dibebani biaya tsb.. sehingga hal tsb bukanlah suatu jasa atas pekerjaan pengurusan. Namun bisa kita katakan jasa memberi pinjaman uang. 
3. Dalam qaidah fiqh: setiap peminjaman yang disitu ambil untung maka ia adalah Riba.

Semoga Allah Ta’ala membukakan hati kita untuk dapat membuka mata hati kita agar berhati hati dalam menilai suatu hukum..
Semoga bermanfaat..

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

SEANDAINYA ENGKAU MEMBONGKAR AIBKU…

Ust. Firanda, حفظه الله

Al-Imam Abu Muhammad Al-Qohthooni Al-Andalusi (ulama abad ke 7 hijriyah) dalam nuniyahnya berkata :
وزرعــــت لـــي بين القلوب محبة *** والعطف منك برحمة وحنان
Engkaulah (Ya Allah) yang telah menanamkan rasa mencintaiku di hati-hati manusia…
dan kelembutan dariMu serta rahmat dan kasih sayang
ونشرت لي في العالمين محاسناً *** وسترت عن أبصارهم عصياني
Engkaulah yang menebarkan di alam ini kebaikan-kebaikanku…
Dan Engkaulah yang telah menutupi kemaksiatan-kemaksiatanku dari pandangan-pandangan mereka…
وجعلت ذكــــري في البرية شائعاً *** حتى جعلت جميعهم إخواني
Engkau menjadikan diriku dikenang harum tersebar di kalangan manusia…
Hingga engkau jadikan mereka semuanya adalah saudara-saudaraku…
والله لو علموا قبيح ســــــــريرتي *** لأبى السلام علي من يلقاني
Demi Allah seandainya mereka mengetahui buruknya rahasia diriku…
Tentu setiap orang yang bertemu denganku enggan menyalamiku…
ولأعرضوا عني وملــــــوا صحبتي *** ولبؤت بعد قرابة بــــهـــــــــوان
Dan sungguh mereka akan berpaling dariku dan bosanlah mereka bersahabat denganku..
Dan sungguh aku akan kembali dengan membawa kehinaan setelah tadinya dekat dgn mereka…
لكن سترت معايبي ومثالبي *** وحلمت عن سقطي وعن طــغياني
Akan tetapi Engkau telah menutupi aib-aib dan kekuranganku…. Engkau telah bersabar atas terjatuhnya diriku dan sikap melampaui batas dari diriku…
فلك المحامد والمدائح كلها *** بخواطري وجوارحي ولســــــــــــاني
Segala pujian hanya untukMu demikian juga segala sanjungan dari hatiku, tubuhku, dan lisanku…

 Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

3 HAL YANG MEMBUATKU TERTAWA, & 3 HAL YANG MEMBUATKU MENANGIS

Oleh: Ust Abu Fawaz (M Wasitho), Lc

Abu Darda’ radhiyallahu anhu berkata: “Ada 3 hal yang membuatku tertawa, dan ada 3 hal pula yg membuatku menangis,

• 3 Hal yg membuatku tertawa ialah:

1. Seseorang yg berangan-angan tinggi mengejar harta dunia (dan kemewahannya, pent), sementara kematian senantiasa mengejarnya.

2. Seseorang yg lalai (kepada Allah dan kehidupan akhirat, pent), sementara Allah tidak pernah lalai mengawasinya.

3. Seseorang yg tertawa dengan terbahak-bahak, sedangkan ia tidak tahu apakah Allah meridhoinya atau (justru) Dia murka kepadanya?”

• Sedangkan 3 Hal yg
membuatku menangis ialah:

1. Berpisah dengan orang-orang tercinta, yaitu Nabi
Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan para sahabat beliau.

2. Huru-hara pada hari Kiamat.

3. Berdiri di hadapan Allah Ta’ala pada hari ditampakkannya segala rahasia, kemudian aku tidak tahu lagi, apakah aku dimasukkan Allah ke dalam Surga ataukah ke dalam api Neraka?”.

(Lihat ‘Uyuunu Al-Akhbaar, karya Ibnu Qutaibah, II/360).

Demikian Faedah dan Mau’izhoh Hasanah yang dapat kami sampaikan pada hari ini.

Smg bermanfaat bagi kita semua.

SUMBER:
BBG Majlis Hadits, chat room Faedah & Mau’izhoh.

– – – – – •(*)•- – – – –

Mengembalikan Kekuatan Umat Islam

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Waktu itu, di Madinah hanya ada satu sumber air bersih. Sayang, sumur itu dimiliki oleh orang yahudi. Maka Nabipun mengambil tindakan jitu.

Nabipun bersabda,“Wahai Sahabatku, siapa saja diantara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surgaNya Allah Ta’ala” (HR. Muslim).

Tampillah Utsman bin Affan membeli sumur itu dan diwakafkan untuk kaum muslimin.

Kemandirian Ekonomi adalah salah satu aspek kekuatan umat islam.

Selama sumber mata air dikuasai oleh yahudi, kaum muslimin akan sulit bisa menerapkan sikap bara’ terhadap kaum kufar.

Simak contoh-contoh tindakan jitu Nabi dalam membangun kemandirian ekonomi umat islam yang disampaikan Ust DR Muhammad Arifin Badri.

Klik http://m.salamdakwah.com/videos-detail/kelas-bangsawan-menjadi-jutawan.html

Sifat Kefakiran

Ust. Ali Hasan Bawazier, حفظه الله

Akulah sang fakir kepada Rab seluruh ciptaan,,
Akulah sang miskin di seluruh kondisiku,,
Akulah sang zalim atas diriku sendiri, demikian pula nafsuku,,
Dan kebaikan jika datang dariNya pastilah akan tiba,,
Aku tak mampu mendatangkan manfaat untuk diriku,,
juga demikian, tak sanggup aku untuk menolak keburukan,,
Aku tak memiliki pelindung selain Dia yang tlah mengaturku,,
Dan tak ada pemberi syafaat bagiku ketika dosaku meliputiku,,
Kecuali pemberi syafaat yang tlah mendapat izin dariNya sebagaimana yang disebutkan dalam ayat-ayatNya,,
Aku sama sekali tidak memiliki apapun selain Dia,,
Tiada sekutu bagiNya dalam sekejap matapun,,
Tiada tandingan bagiNya agar kita bisa meminta pertolongan darinya,,
Sebagaimana tandingan yang dimiliki oleh para penguasa dunia,,
kefakiran adalah sifat yang senantiasa melekat pada diriku,,
Sebagaimana “kaya”adalah salah satu sifat DzatNya,,
Inilah keadaan seluruh makhluk, semua adalah hambaNya dan akan datang menghadap kepadaNya,,
Barangsiapa menginginkan tempat meminta selain penciptanya,,
Maka dialah orang bodoh, zalim dan melampaui batas,,
Segala puji bagi Allah sepenuh alam dan keseluruhannya,,
Terjadilah yang dikehendakiNya, baik yang lalu maupun yang akan datang,,
(Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah)

Oleh Ust Ali Hasan Bawazier.

– – – – – •(*)•- – – – –

Mendoakan Anak

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

• Untaian Nasehat

“Ya Rabb kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk dan patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami ummat yang tunduk patuh kepada Engkau.

“Ya Rabb ku, berilah untukku anak-anak yang shalih.

“Ya Rabb kum jadikanlah aku orang yang menegakkan sholat dan juga anak-anakku. Ya Rabb ku, terimalah doaku.

“Jauhkanlah aku dan anak keturunanku dari menyembah berhala.”

Demikianlah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim alaihissalam yang diabadikan oleh Allah dalam kitab-Nya.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dalam banyak riwayat diceritakan bahwa beliau shallallahu alaihi wa sallam juga sering berdoa untuk anak-anak beliau dan untuk anak-anak kaum muslimin.

Imam Bukhari meriwayatkan dari hadits Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau shallallahu alaihi wa sallam pernah memegang Usamah bin Zaid dan Al Hasan bin Ali seraya berdoa,

“Ya Allah, sungguh aku mencintai keduanya, maka cintailah mereka berdua.”

Imam Bukhari meriwayatkan dalam shahihnya (no.1982), bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah mendoakan kebaikan dunia dan akhirat untuk Anas bin Malik,

“Ya Allah, karuniakanlah harta dan anak kepadanya dan berkahilah dia.”

( Di kemudian hari ) Anas bin Malik termasuk orang Anshar yang paling banyak memiliki harta.

Mereka, para nabi, manusia-manusia terbaik di dunia ini, berdoa untuk anak keturunan mereka, berdoa untuk anak-anak orang lain.

Kita doakan anak keturunan kita, pula seluruh anak- kaum muslimin sehingga mereka menjadi pribadi-pribadi yang salih dan bertaqwa.
Lebih lengkap KLiK http://klikuk.com/mendoakan-anak/

 Ustadz Kholid Syamhudi.Lc

Semoga bermanfaat
Sebarkan
Jazaakumullah khairan

www.KlikUK.com
Titian Ilmu Penyejuk Qalbu

“Ya Rabb kami, berilah untuk kami dari istri dan anak-anak kami penyejuk pandangan mata dan jadikanlah kami pemimipin orang-orang bertakwa”

Sudah kah kita berdoa untuk anak keturunan kita hari ini ?

– – – – – •(*)•- – – – –

Sekejap Saja

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

• Untaian Nasehat.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُصْبَغُ فِي النَّارِ صَبْغَةً ثُمَّ يُقَالُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيمٌ قَطُّ فَيَقُولُ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ بُؤْسًا فِي الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِي الْجَنَّةِ فَيُقَالُ لَهُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ فَيَقُولُ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا مَرَّ بِي بُؤْسٌ قَطُّ وَلَا رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ

“Pada hari kiamat kelak akan didatangkan penduduk dunia yang paling banyak mendapatkan kenikmatan ketika di dunia, namun dia termasuk penghuni neraka, lalu dia dimasukkan sebentar di dalam neraka, kemudian dia ditanya, “Hai anak Adam, pernahkah engkau melihat kebaikan? Pernahkah engkau mendapatkan kenikmatan?” Maka dia menjawab, “Tidak, demi Allah, wahai Rabbku”.

Dan akan didatangkan seorang yang paling sengsara di dunia, namun dia termasuk penghuni surga, lalu dia dimasukkan sebentar ke dalam surga, kemudian dia ditanya, “Hai anak Adam, pernahkah engkau melihat kesengsaraan? Pernahkah engkau menderita kesusahan?” Maka dia menjawab, “Tidak, demi Allah, wahai Rabbku. Aku tidak pernah mendapatkan kesengsaraan sama sekali, dan aku tidak pernah melihat kesusahan sama sekali.”. [HR. Muslim dari Anas bin Malik radhiyaLlaahu’anhu]

http://klikuk.com/mutiara-sunnah-53-dahsyatnya-neraka-indahnya-surga-sekejap-di-neraka-membuat-lupa-seluruh-kenikmatan-dunia-sekejap-di-surga-membuat-lupa-seluruh-kesengsaraan-dunia/

 Ustadz Kholid Syamhudi.Lc

Semoga bermanfaat
Sebarkan
Jazaakumullah khairan

www.klikuk.com
Titian Ilmu Penyejuk Qalbu

SEKEJAP DI NERAKA MEMBUAT LUPA SELURUH KENIKMATAN DUNIA, SEKEJAP DI SURGA MEMBUAT LUPA SELURUH KESENGSARAAN DUNIA.

– – – – – •(*)•- – – – –