All posts by BBG Al Ilmu

Lebih Takut Kepada Manusia…

Allah ta’ala berfirman menyifati kaum munafiqin:

لَأَنتُمْ أَشَدُّ رَهْبَةً فِي صُدُورِهِم مِّنَ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُونَ

Sesungguhnya kamu lebih mereka takuti di hati mereka dari pada (takut kepada) Allah. Yang demikian itu dikarenakan mereka adalah orang orang yang tidak memahami.” (AlHasyr: 13)

Dalam kehidupan kita,
Terkadang kita lebih takut kepada manusia dari pada kepada Allah.
Di saat tidak polisi, kita berani melanggar aturan lalu lintas.
Tapi kita tidak berani melanggar ketika ada polisi.
Seakan kita merasa Allah tidak melihat kita.

Ketika kita bersendirian dengan maksiat. Kita lebih takut diketahui manusia dibanding Allah. Karena Allah tidak lagi agung di hati kita.
Hal seperti barangkali lebih berat dibandingkan dengan maksiat yang kita lakukan. Na’udzu billah min dzalik.

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 

Bolehkah I’tikaf Selain Di TIGA Masjid..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

=============

Pertanyaan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bolehkah beritikaf pada selain ketiga masjid dan apa dasar hukumnya.?

Jawaban.

Beritikaf pada selain ketiga masjid (Masjidil Haram, Masjid Nabi dan Masjid Aqsha) adalah boleh berdasarkan makna umum firman Allah :

وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid”. [Al-Baqarah/2 : 187]

Ayat tersebut berlaku untuk segenap kaum muslimin. Jika kita katakan bahwa yang dimaksud masjid dalam ayat di atas hanya ketiga masjid, tentu banyak kaum muslimin yang tidak terpanggil, sebab mayoritas kaum muslimin berada di luar Mekkah, Medinah dan Qadas (Palestina).

Dengan demikian, kami katakan bahwa itikaf boleh pada masjid-masjid yang ada. Jika hadits mengatakan bahwa tidak ada itikaf kecuali dalam tiga masjid, maka maksudnya adalah tidak ada itikaf yang lebih sempurna dan lebih utama kecuali tiga masjid. Memang seperti itu kenyataannya. Bahkan bukan sekedar itikaf, nilai shalatnya punya kelebihan tersendiri. Yakni shalat di Masjidil Haram bernilai seratus ribu shalat. Shalat di Masjid Nabawi lebih baik dari seribu shalat kecuali di Masjidil Haram dan shalat di Masjidil Aqsha’ bernilai lima ratus shalat. Inilah pahala-pahala yang dapat diraih seseorang dalam ketiga masjid tersebut, seperti melaksanakan shalat berjama’ah, shalat kusuf dan tahiyatul masjid. Sedangkan shalat sunat rawatib (sebelum atau sesudah shalat fardu) lebih baik dilaksanakan di rumah. Karena itu, kami katakan di Mekkah : “Shalat rawatibmu di rumah lebih baik dari pada di Masjidil Haram. Begitu pula yang dilaksanakan di Madinah, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika berada di Madinah bersabda :

أَفْضَلُ صَلاَةِ الْمَرْءِ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ الْمَكْتُوبَةَ

Sebaik-baik shalat sunat seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat maktubah (wajib)”.

Sedangkan shalat Tarawih walau sunnat tetap lebih baik dilaksanakan di masjid karena diperintahkan agar dilaksanakan secara berjama’ah.”

[Kitab “257 Tanya Jawab Fatwa-Fatwa Al-Utsaimin”, karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, hal.230-235]

Refhttps://almanhaj.or.id/1153-itikaf-dan-syarat-syaratnya-bolehkah-itikaf-selain-tiga-masjid-dan-beritikaf-sambil-mengajar.html

ARTIKEL TERKAIT
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

 

Bagaimana Bila Sholat Di Masjid Dekat Rumah Tidak Tuma’ninah..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Bagi Yang Sholat Di Masjid Yang Lebih Jauh Padahal Ada Masjid Yang Lebih Dekat Dari Rumah…

Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Nasihat Bagi Yang Sholat Di Masjid Yang Lebih Jauh Padahal Ada Masjid Yang Lebih Dekat Dari Rumah

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Bagaimana Bila Sholat Di Masjid Dekat Rumah Tidak Tuma’ninah..?

Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Sempatkanlah Baca Tafsir, Walau 1 Ayat…

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :

“قراءة آيةٍ بتفكر وتفهم, خيرٌ من قراءة ختمة بغير تدبرٍ وتفهم”

Membaca satu ayat dengan tafakur/tadabbur serta berusaha untuk memahaminya lebih baik dari pada mengkhatamkan al-Quran tanpa tadabbur dan pemahaman

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى.

Belajar Menjadi Pendengar Yang Baik…

Banyak orang yang lebih suka jika dialah sang pembicara, sementara yang lain mendengarkan perkataannya…

Banyak diantara kita tatkala mendengarkan saudaranya berbicara, maka segera dia potong… padahal saudaranya belum selesai berbicara…

Bahkan, ia membantah pembicaraan saudaranya, sebelum saudaranya selesai menyampaikan argumentasinya…

Diantara adab yang tinggi yang diajarkan oleh salaf adalah mendengarkan pembicaraan saudara dengan baik…

عن عطاء: إِنَّ الرَّجُلَ لَيُحَدِّثُنِي بِالْحَدِيْثِ، فَأُنْصِتُ لَهُ كَأَنِّي لَمْ أَسْمَعْهُ، وَقَدْ سَمِعْتُهُ قَبْلَ أَنْ يُوْلَدَ

‘Atoo rahimahullah berkata, “Sesungguhnya seseorang menyampaikan kepadaku tentang suatu pembicaraan, maka akupun seksama mendengarkannya, seakan-akan aku tidak pernah mendengarnya. Padahal aku telah mengetahuinya, sebelum ia dilahirkan” (Siyar A’laam An-Nubalaa 5/86)

Tidak semua orang bisa sabar mendengar pembicaraan orang lain, terutama pembicaraan yang mutar-mutar tidak karuan (berbelit-belit), terlebih lagi pembicaraan yang sudah ia ketahui dan telah ia dengarkan sebelumnya…

Belajar mendengarkan pembicaraan saudara dengan baik, merupakan akhlak yang sangat mulia, karena :
Sikap ini menunjukkan ketawadhu’an seseorang…
Menunjukkan penghargaannya. terhadap saudaranya…
Menjaga perasaan saudaranya…
Menyenangkan hati saudaranya yang tentunya senang jika pembicaraannya didengarkan dengan seksama.

Barakallahfikum…

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

 

da090615-1621

Antara Membaca Banyak Ayat Tapi Tidak Paham atau Sedikit Ayat Dengan Tadabbur

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Serba-Serbi DZULHIJAH…
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

da021617-1611

Nasihat Bagi Ibu Hamil Di Bulan Ramadhan

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Agar Sahur Anda Menjadi Baik, Berkah, Dan Amal Keta’atan..

Seyogyanya saat seseorang sahur, menghadirkan perasaan dalam hatinya, bahwa dia bersahur:

a. Karena mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya.

b. Bahwa dia bersahur untuk menyelisihi kaum Ahli Kitab (yahudi nasrani), dan membenci kebiasaan mereka (tidak sahur).

c. Dia sahur karena mengharapkan keberkahan dalam hidangan sahur itu.

d. Dia sahur karena ingin sahur itu bisa membantu dia dalam ketaatan kepada Allah.

Sehingga hidangan sahur yang dia santap tersebut menjadi baik, berkah, dan (amal bersahurnya) menjadi amal ketaatan. Wallohul muwaffiq.

[Syarah Riyadhus Shalihin, 5/285]

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

da110616-1145