All posts by BBG Al Ilmu

Nasihat Bagi Para Orangtua

Hendaknya para orangtua berhati-hati dalam berucap terutama saat dalam keadaan marah kepada anak. Jangan sampai keluar kata-kata buruk sehingga hal itu berakibat buruk pula pada anak-anak.

Jabir bin ‘Abdillah rodhiyallahu ‘anhumaa meriwayatkan sebuah hadits, bahwa Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

لا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ، وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَوْلادِكُمْ، وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ، لا تُوافِقُوا مِنَ اللهِ سَاعَةَ يُسأَلُ فِيهَا عَطَاءً، فَيَسْتَجِيبَ لَكُم

– janganlah kalian mendo’akan kejelekan untuk diri kalian..
– janganlah kalian mendo’akan kejelekan untuk anak-anak kalian..
– janganlah kalian mendo’akan kejelekan untuk harta kalian..

Jangan sampai kalian berdo’a seperti itu (yang mana) menepati suatu waktu yang jika Allah dimintai sesuatu maka akan dikabulkan..

[ HR. Muslim no. 5328 ]

MUTIARA SALAF : Sifat Rendah Hati

Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rohimahullah berkata,

من أساء اليك ثم جاء ليعتذر
فإن التواضع يوجب عليك قبول معذرته، وتكِلّ سريرتهُ إلى الله تعالى

“Barangsiapa yang pernah berbuat jahat kepadamu, lalu ia datang untuk meminta maaf, maka sesungguhnya ketawadhu’an mengharuskanmu untuk memberinya maaf.. dan serahkanlah kepada Allah Ta’ala apa yang ia tidak tampakkan..”

[ Tahdzib Al-Madarij : 2/687 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL

Kisah Ulama

MUTIARA SALAF : Kebaikan Yang Engkau Dapatkan dari Musuhmu Lebih Banyak Dibandingkan dari Teman

Fudhail bin ‘Iyadh rohimahullah berkata,

حسناتك من عدوك أكثر منها من صديقك

“Kebaikan yang engkau dapatkan dari musuhmu lebih banyak dibandingkan dari temanmu.”

Ada yang bertanya,

وكيف ذلك يا أبا علي ؟

“Bagaimana bisa seperti itu wahai Abu Ali ?”

Fudhail bin ‘Iyadh rohimahullah menjawab,

إن صديقك إذا ذُكرت بين يديه قال : عافاه الله ، وعدُوُّكَ إذا ذُكرت بين يديه يغتابك الليل والنهار , وإنما يدفع المسكين حسناته إليك

Sesungguhnya temanmu jika engkau disebut di hadapannya dia mendo’akanmu, semoga Allah memberinya keselamatan.

Sedangkan musuhmu jika engkau disebut di hadapannya maka dia meng-gibahimu siang dan malam. Padahal musuhmu yang perlu dikasihani itu hakekatnya dia terus memberikan kebaikannya kepadamu.

فلا ترضى إذا ذُكر بين يديك أن تقول : اللهم أهلكه

Maka engkau jangan ridha jika musuhmu itu disebutkan di hadapanmu, engkau mengatakan, Ya Allah, binasakanlah dia.

بل ادع الله : اللهم أصلحه, اللهم راجع به ويكون الله معطيك أجر ما دعوت به

Bahkan hendaknya engkau berdo’a kepada Allah, “Ya Allah, perbaikilah keadaannya. Ya Allah, kembalikan dia kepada kebenaran.’ Jika seperti itu maka Allah akan memberimu pahala dari do’a yang engkau panjatkan.

Sebaliknya siapa yang mengatakan,

اللهم أهلكه فقد أعطى الشيطان سؤاله لأن الشيطان إنما يدور على هلاك الخلق.

Ya Allah, binasakanlah dia. Maka dia telah memberikan doanya kepada setan, karena sesungguhnya setan berkeliaran dengan tujuan untuk membinasakan hamba-hamba Allah.”

[Hilyatul Auliya’, jilid VIII, hlm. 97]

Kisah Ulama

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Adakah Do’a Akhir dan Awal Tahun Hijriyah..?

Syaikh Bakr Bin Abdillah Abu Zaid rohimahullah berkata,

“Syariat Islam tidak pernah mengajarkan atau menganjurkan do’a atau dzikir untuk awal tahun. Manusia saat ini banyak yang membuat kreasi baru dalam hal amalan berupa do’a, dzikir atau tukar menukar ucapan selamat, demikian pula puasa awal tahun baru, menghidupkan malam pertama bulan Muharrom dengan sholat, dzikir atau do’a, puasa akhir tahun dan sebagainya yang semua ini tidak ada dalilnya sama sekali.”

[Tashih Ad Du’a’, hal.107]

Syaikh ‘Abdullah At Tuwaijiriy berkata,

“Sebagian orang membuat inovasi baru dalam ibadah dengan membuat-membuat doa awal tahun dan akhir tahun. Sehingga dari sini orang-orang awam ikut-ikutan mengikuti ritual tersebut di berbagai masjid, bahkan terdapat para imam pun mengikutinya. Padahal, do’a awal dan akhir tahun tersebut tidak ada pendukung dalil sama sekali dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam dan juga dari para sahabatnya, begitu pula dari para tabi’in. Tidak ada satu hadits pun yang mendukungnya dalam berbagai kitab musnad atau kitab hadits.”

[Al Bida’ Al Hawliyah, hal. 399]

 

Diantara Hikmah Bulan Suci Al Muharrom Dijadikan Sebagai Awal Tahun Hijriyah

Al Hafizh Ibnu Hajar al-Asqolany rohimahullah berkata,

الْحِكْمَةُ فِي جَعْلِ الْمُحَرَّمِ أَوَّلَ السَّنَةِ أَنْ يَحْصُلَ الِابْتِدَاءُ بِشَهْرٍ حَرَامٍ وَيُخْتَمَ بِشَهْرٍ حَرَامٍ وَتُتَوَسَّطَ السَّنَةُ بِشَهْرٍ حَرَامٍ وَهُوَ رَجَبٌ، وَإِنَّمَا تَوَالَى شَهْرَانِ فِي الْآخِرِ لِإِرَادَةِ تَفْضِيلِ الْخِتَامِ وَالْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ.

Hikmah pada dijadikannya al-Muharrom sebagai awal tahun adalah,

● agar tahun diawali dengan bulan suci dan ditutup dengan bulan suci juga,

● dan tahun di tengah-tengahnya juga terdapat bulan suci yaitu Rojab,

● dan berturut-turutnya dua bulan suci di akhir tahun (Dzulqo’dah dan Dzulhijjah -pent) untuk menunjukkan keutamaan penutup dan bahwasanya amal-amal itu tergantung atau dinilai berdasarkan penutupnya.

(Fathul Bary, jilid 8, hlm. 108)

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

MUTIARA SALAF : Tanda-Tanda Orang Yang Bertakwa

Imam al-Hasan al-Bashry rohimahullah berkata:

🔗 ﺇﻥَّ ﻷَﻫـْﻞِ ﺍﻟﺘَّـﻘْـﻮَﻯ ﻋَـﻠَﺎﻣَﺎﺕٌ ﻳُﻌْﺮَﻓُﻮﻥَ ﺑِـﻬَﺎ:

👈 ﺻﺪﻕ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ
👈 ﻭﺍﻟﻮﻓﺎﺀ ﺑﺎﻟﻌﻬﺪ
👈 ﻭﺻﻠﺔ ﺍﻟﺮﺣﻢ
👈ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻀﻌﻔﺎﺀ
👈 ﻭﻗﻠﺔ ﺍﻟﻔﺨﺮ ﻭﺍﻟﺨﻴﻼﺀ
👈 ﻭﺑﺬﻝ ﺍﻟﻤﻌﺮﻭﻑ
👈ﻭﻗﻠﺔ ﺍﻟﻤﺒﺎﻫﺎﺓ ﻟﻠﻨﺎﺱ
👈 ﻭﺣﺴﻦ ﺍﻟﺨﻠﻖ
👈 ﻭﺳﻌﺔ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻣﻤﺎ ﻳﻘﺮﺏ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa memiliki tanda-tanda yang mereka bisa dikenali dengannya:

⚉ Jujur ucapannya
⚉ Menunaikan janji
⚉ Menyambung silaturahmi
⚉ Menyayangi orang-orang lemah
⚉ Tidak bangga dan sombong
⚉ Memberikan kebaikan
⚉ Tidak membanggakan diri di hadapan manusia
⚉ Baik akhlaknya
⚉ Keluasan akhlak dengan sikap-sikap yang bisa mendekatkan dirinya kepada Allah.”

[Hilyatul Auliya’ juz 1, hlm. 270]

Kisah Ulama

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Diantara Tanda Hati Yang Sehat

قال ابن القيم رحمه الله :
.
من علامات صحة القلب أن لا يفتر عن ذكر ربه ولا يسأم من خدمته ولا يأنس بغيره إلا بمن يدله عليه ويذكِّرُهُ به ويذاكره بهذا الأمر
.
– إغاثة اللهفان

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Diantara tanda hati yang sehat adalah tak lesu dari berdzikir kepada Allah dan tidak bosan untuk berkhidmat kepada-Nya,

Dan tidak merasa asik dengan selain-Nya, kecuali dengan orang yang menunjukkan kepada-Nya dan membuatnya ingat kepada-Nya.”

[Ighotsatul Lahfan]

Diterjemahkan oleh
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Apabila Telah Terjadi Fitnah

قال الحافظ_الذهبي في السير  :
إذا وقعت الفتن، فتمسك بالسنة، والزم الصمت، ولا تخض فيما لايعنيك، وما أشكل عليك فرده إلى الله ورسوله، وقف، وقل: الله أعلم.

Imam Adz Dzahabi rohimahullah berkata,

“Apabila telah terjadi fitnah peganglah sunnah kuat-kuat, dan banyak diamlah.

Jangan tenggelam dalam perkara yang bukan urusanmu. Kembalikan problemmu kepada Allah dan Rosul-Nya, dan berhentilah dan katakan, Allahu a’lam (Allah lebih mengetahui).”

[Siyar A’lam an-Nubala – 20/141]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

 

Teman Dudukmu…

‏قال سفيان الثوري رحمه الله :

ليكن جليسك من يزهدك في الدنيا ويرغبك في الآخرة وإياك ومجالسة أهل الدنيا الذين يخوضون في حديث الدنيا ، فإنهم يفسدون عليك دينك وقلبك

– حلية الأولياء

Sufyan ats-Tsauri rohimahullah berkata,

“Hendaklah teman dudukmu yang membuatmu zuhud di dunia dan berharap akherat. Jauhi duduk dengan ahli dunia yang obrolan mereka sebatas dunia. Karena hal itu dapat merusak agama dan hatimu.”

[Hilyatul Auliya]

Diterjemahkan oleh
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)