All posts by BBG Al Ilmu

MUTIARA SALAF : Nasihat Imam Ahmad

Ada seseorang berkata kepada Imam Ahmad,

“Semalam aku sholat hingga aku terus menangis.. Sampai sampai hampir tumbuh tanaman karena air mataku..”

Imam Ahmad berkata, “Kamu tertawa dalam keadaan mengakui dosamu kepada Allah lebih baik dari pada kamu menangis namun kamu menunjukkan amalmu kepada orang lain. Karena sholat orang yang menunjukkan amalnya tidak naik kepada Allah..”

Ia berkata, “Berilah aku nasehat..”

Imam Ahmad berkata, “Zuhudlah kamu di dunia dan jangan menyaingi ahli dunia..

Jadilah seperti lebah, ia hanya memakan yang baik, mengeluarkan dari perutnya sesuatu yang baik, jika hinggap di ranting ia tidak membuatnya patah..

Hendaklah kamu tetap setia kepada Allah seperti kesetiaan seekor anjing kepada majikannya. Walaupun majikannya membuatnya lapar dan memukulnya tapi ia tetap setia kepadanya..”

(Mawa’idz Sholihin hal 396)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

SELESAI : Wakaf Mushaf + 2 Sumur + 2 Musholla + 2 Depot Air Minum

SABTU SIANG  –  19 DZULHIJJAH / 08 JULI

alhamdulillah.. alladzii bini’matihi tatimmush-shoolihaat.. dengan pertolongan Allah, kami SUDAHI program wakaf kali ini..
.
➡➡ Rekening terus terbuka untuk menampung program wakaf berikutnya (Al Muharrom 1445) yaitu pembuatan beberapa fasilitas air bersih dan pembangunan musholla. 

Jazaakumullahu khoyron wa baarokallahu fiikum kepada para muhsinin/muhsinah yang telah dengan ikhlas karena Allah berpartisipasi dengan sebagian hartanya, semoga menjadi amal jariyah dan naungan kelak dihari dimana tiada naungan selain naungan Allah Ta’ala..
===============================

Untuk berpartisipasi, silahkan :

BANK SYARIAH INDONESIA
no. rekening : 748 000 9996
an. AL ILMU INFAQ

konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622

===================================
.
alhamdulillah.. wash-sholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah
.
Dalam HR. al-Bazzar (lihat Shohihul Jami’, no. 3602), Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) :
1️⃣
Orang yang mengajarkan suatu ilmu,
2️⃣
Mengalirkan sungai
3️⃣
Menggali sumur
4️⃣
Menanamkan kurma
5️⃣
Membangun masjid
6️⃣
Mewariskan mushaf atau
7️⃣
Meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.

===================================

1️⃣ Wakaf ratusan Mushaf bagi masjid-masjid, para santri penghafal Alqur’an di ma’had dan TPA, dan juga wakaf kitab-kitab para Ulama sebagai referensi asaatidz dll di ma’had assunnah. (TAHAP 1)

===================================

2️⃣ Sumur Bor : Dsn Darul Muttaqin, Suralaga, Lombok Timur. Sumur insyaa Allah akan dibangun di lahan musholla Nurul Muttaqin sehingga bisa dimanfaatkan bersama oleh jama’ah musholla dan sekitar 500 warga yang tinggal di sekitar musholla. 

3️⃣ Sumur Bor : Ma’had Imam Ahmad, Kota Bima. Ma’had tidak punya sumber air sendiri, dan selama ini bergantung kepada sumur warga. 

Ke 2 sumur diatas akan dilengkapi insyaa Allah dengan mesin sumur, toren, menara toren dan filter, semoga Allah memberikan kemudahan pelaksanaannya, aamiin. Pelaksana : Assunnah Peduli Lombok

===================================
.
4️⃣ Mengalirkan Sungai – Jaringan Pipa Air Bersih dari mata air menuju Pondok Tahfizh Anas bin Malik, Lombok Timur (TAHAP FINAL)

Ma’had Anas Bin Malik, Lombok Timur, memiliki 1,000 santri penghafal Alqur’an dan ada +/- 400an warga tinggal di sekitar ma’had. Sumber air bersih bagi ma’had dan warga sekitarnya berasal dari sungai yang dialirkan melalui pipa jenis PVC namun kurang kuat terutama di jalur ekstrim/jurang sehingga pipa sering rusak.

Dengan izin Allah, pipa pvc tsb akan diganti dengan pipa jenis HDPE yang lentur dan tahan lama insyaa Allah dengan jarak pipa mencapai hampir 4.5 Km (4,500 meter). Semoga Allah memberikan kemudahan pelaksanaannya, aamiin. Pelaksana : Assunnah Peduli Lombok

.
===================================

5️⃣ DUA unit Depot Air Minum untuk memenuhi kebutuhan air minum ratusan santri di 2 ma’had tahfizh masing-masing di kota Bima dan di lombok timur (TAHAP 1). Berikut adalah contoh depot air minum.

===================================

6️⃣ Pembangunan Musholla di desa Sembalun. TAHAP 1

7️⃣ Perluasan Musholla SDI Imam Asy Syafi’i (assunnah), Pringgabaya, Lombok Timur. Dengan jumlah murid santri yang meningkat dan banyak kegiatan ibadah dilakukan di musholla, maka insyaa Allah musholla akan diperluas. TAHAP 3

Semoga Allah memberikan kemudahan pembangunannya, aamiin. Pelaksana : Assunnah Peduli Lombok

===============================

BANK SYARIAH INDONESIA
no. rekening : 748 000 9996
an. AL ILMU INFAQ

konfirmasi (tidak wajib) :
0838-0662-4622

=========

jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur yang telah dengan tulus menyisihkan sebagian hartanya, semoga menjadi amal jariyah.
.
silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan jalan kebaikan.
.
Rosulullah shollallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]
.
.
Semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
● Tentang MASJID dan MUSHOLLA, klik : https://youtu.be/JN2lbD4KMe4

 

Hikmah Dibalik Tertundanya Pengabulan Do’a

Ibnu Rojab Al Hanbali rohimahullahu Ta’ala berkata,

إنَّ المؤمن إذا استبطأ الفرج، وأيس منه بعدَ كثرة دعائه وتضرُّعه، ولم يظهر عليه أثرُ الإجابة؛
– يرجع إلى نفسه باللائمة
– وقال لها : إنَّما أُتيتُ من قِبَلِكَ،
– ولو كان فيك خيرٌ لأُجِبْتُ
– وهذا اللومُ أحبُّ إلى الله من كثيرٍ من الطَّاعاتِ
– فإنَّه يُوجبُ انكسارَ العبد لمولاه واعترافَه له بأنَّه أهلٌ لما نزل به من البلاء
– وأنَّه ليس بأهلٍ لإجابة الدعاء؛

Apabila seorang mukmin :
– merasa jalan keluar permasalahannya datang begitu lambat,
– berputus asa setelah banyak berdo’a dan merendahkan diri di hadapan-Nya, namun belum tampak tanda-tanda do’anya dikabulkan,

(maka hendaknya) ia berbalik mencela dirinya sendiri dan berkata kepada dirinya sendiri, ‘Sesungguhnya berbagai musibah yang menimpaku ini dari diriku sendiri .. seandainya ada kebaikan pada diriku, niscaya do’aku akan dikabulkan..’

Celaan ini lebih dicintai oleh Allah daripada banyak ketaatan. Sebab, celaan ini menunjukkan rendahnya sang hamba di hadapan Dzat Yang Menguasainya. Ia mengaku di hadapan-Nya bahwa :
– ia pantas mendapatkan berbagai musibah, dan
– mengakui bahwa dirinya bukanlah orang yang pantas dikabulkan do’anya.

• فلذلك؛
• تُسرِعُ إليه حينئذٍ إجابةُ الدعاء
• وتفريجُ الكرب،
• فإنَّه تعالى عندَ المنكسرةِ قلوبهم من أجله .

Ketika itu, pengabulan do’a dan jalan keluar akan datang dengan cepat. Sebab, Allah bersama orang-orang yang merendahkan hatinya karena-Nya.

(Jamii’ul ‘Uluum wal Hikam – 225)

Sayang Untuk Disia-Siakan

Al-‘Allaamah Ibnu Jasir – ghofarallahu lahu- berkata,

” روى صاحب مثير الغرام الساكن في كتابه، عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (( صلاة في مسجدي هذا أفضل من ألف صلاة فيما سواه، إلا المسجد الحرام، وصلاة في المسجد الحرام أفضل من مائة ألف صلاة )) … قلت: حسبنا ذلك فوجدنا صلاة واحدة- بالمسجد الحرام- عن ستٍّ وخمسين سنة وستة أشهر إلا يومًا واحدًا، وحسبنا صلاة يوم وليلة فوجدناها عن مائتي سنة واثنتين وثمانين سنة وستة أشهر إلا خمسة أيّام، وذلك على رواية جابر بن عبد الله … فحُقّ لمثل هذا الحرام الشريف أن تُشدَّ إليه الرحال، وتتلف فيه أنفس الرجال، فضلًا عن الأموال “.*

Penulis kitab mutsirul ghoram as-sakin dalam kitabnya telah membawakan riwayat dari Jabir bin Abdillah rodhiyallahu ‘anhumaa berkata,

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘sholat di Masjidku ini lebih utama seribu kali lipat daripada di selainnya, kecuali Al-Masjidil Haram, dan sholat di Al-Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat..’

Aku berkata, ‘kami menghitung itu dan kami dapati :
● satu kali sholat -di Al Masjidil Haram- (sama) dengan sholat selama 56 tahun, 6 bulan kurang satu hari,
● dan kami hitung sholat sehari semalam kami dapati sebanding 282 tahun, 6 bulan kurang lima hari..

dan hal itu menurut riwayat Jabir bin Abdillah, maka benarlah untuk semisal Al Masjidil Haram yang mulia ini dilakukan safar menuju kepadanya, dihabiskan umur orang apalagi harta benda..”

(Mufidul Anam, hal: 214-215)

Betapa besar pahala yang Allah siapkan dan berikan bagi hamba Allah yang beriman dari sholat di tempat yang suci dan mulia ini, dan sungguh merugi orang yang menyia-nyiakan diri, waktu dan hartanya..

Berlomba-lombalah dalam kebaikan…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى

Maafkanlah

Saat Abu Bakar rodhiyallahu ‘anhu bersumpah untuk tidak lagi menafkahi Misthoh karena ia telah ikut menuduh Aisyah rodhiyallahu ‘anha berzina. Allah menurunkan firman-Nya,

وَلَا يَأْتَلِ اُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ اَنْ يُّؤْتُوْٓا اُولِى الْقُرْبٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَالْمُهٰجِرِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۖوَلْيَعْفُوْا وَلْيَصْفَحُوْاۗ اَلَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ (٢٢)

“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu..? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang..”
(Q.S. An-Nur ayat 22)

Maka Abu Bakar berkata, “Iya, demi Allah kami lebih suka Engkau ampuni dosa kami..”
Lalu beliaupun kembali menafkahi misthoh.

Itulah mukmin..
Ia lebih berharap ampunan Allah saat ia marah kepada orang yang telah menyakiti hatinya..
Maka iapun memaafkan dan mengenyampingkan kemarahannya..

Maka maafkanlah saudaramu niscaya Allah maafkan kesalahanmu..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Akibat Berani Melanggar Larangan Allah

Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا ) قَالَ ثَوْبَانُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا ، جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لاَ نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لاَ نَعْلَمُ ، قَالَ : ( أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنَ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا

“Aku benar benar mengetahui kaum kaum dari ummatku yang akan datang pada hari kiamat dengan membawa pahala pahala sebesar gunung tihamah. Lalu Allah menjadikannya hancur lebur..”

Tsauban berkata, “Wahai Rosulullah, sifatkan mereka kepada kami, dan jelaskan siapa mereka, agar kami tidak termasuk dari mereka..”

Beliau bersabda, “Mereka itu dari kalian juga dan dari jenis kalian. Mereka mengambil malam sebagaimana kalian mengambilnya, akan tetapi mereka apabila bersendirian dengan keharaman Allah, mereka berani melanggarnya..”

(HR. Ibnu Majah no 4245)

Saat sendirian berbuat maksiat dan tidak peduli dengan Allah..
Tidak ada rasa takut kepada adzab-Nya..
Ia lebih takut kepada pengawasan manusia dibanding pengawasan Allah..
Tak ada keinginan bertaubat..
Bahkan bila ada kesempatan ia segera melakukannya..

Berbeda dengan orang yang berbuat maksiat saat sendiri karena terdorong syahwat..
Lalu ia menyesal dan bertaubat kepada Allah..
Dan berusaha menjaga taubatnya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Do’a Memohon Surga Dan Semua Takdir Baik

pertanyaan : afwan Ustadz, apakah derajat hadits di atas ini shohih..?

jawaban : haditsnya SHOHIH.

Dijawab oleh,
Ustadz Dr. Sufyan Baswedan MA, حفظه الله تعالى

======
➡️ salah satu adab berdo’a adalah memulainya dengan:

● memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh): yaa Hayyu yaa Qoyyuum

● lalu membaca sholawat (contoh): Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad

● lalu mulailah berdo’a..

Menjaga Lisan Saat Marah

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

قال رجل: والله لا يغفر الله لفلان، فقال الله: من ذا الذي يتألى عليَّ أن لا أغفر لفلان؟ إني قد غفرت له، وأحبطت عملك

Ada seorang lelaki yang berkata, “Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si fulan..”

Allah berfirman, “Siapakah yang bersumpah atas nama-Ku bahwa Aku tidak mengampuni si fulan..?  Sesungguhnya Aku telah mengampuni dosanya dan Aku telah menghapuskan amalmu..” (HR Muslim).

Dalam riwayat Ahmad dan Abu Dawud disebutkan bahwa ia mengucapkan itu karena marah kepada temannya yang selalu berbuat maksiat.

Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Demi Dzat yang diriku berada di tangan-Nya, ia telah mengucapkan kata kata yang merusak dunia dan akheratnya..”

Atho’ bin Abi Robah rohimahullah berkata,

إن الرجل ليتكلم في غضبه بكلمة يهدم بها عمل ستين سنة ، أو سبعين سنة .

“Sesungguhnya seseorang berbicara saat marahnya dengan sebuah kalimat yang dapat menghancurkan amalan selama 60 atau 70 tahun..”

(Fathul Bari Ibnu Rojab 1/200)

Saat marah, jagalah lisan agar tidak mengucapkan kalimat yang buruk..
Agar amal kita tidak dibatalkan tanpa terasa..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menjadikan Sholat Sebagai Kebutuhan Hidup

Al Hafidz Ibnu Katsir rohimahullah berkata,

إذا أقمت الصلاة أتاك الرزق من حيث لا تحتسب ، كما قال تعالىٰ : { وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ } .

“Apabila kamu mendirikan sholat maka rezeki akan mendatangimu dari arah yang tak disangka sangka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

‘Perintahkanlah keluargamu untuk sholat dan bersabarlah di atas sholat. Kami tidak meminta kepadamu rezeki. Kamilah yang memberimu rezeki. Dan akibat yang baik hanyalah untuk ketaqwaan..’ (Thoha: 132)

Sholat adalah cahaya..
Sholat adalah penggugur dosa..
Sholat adalah pencegah dari perbuatan keji dan mungkar..

Betapa agungnya sholat..
Hingga Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam dipanggil langsung oleh Allah ke langit untuknya..
Hingga para ulama pun memperselisihkan keislaman orang yang meninggalkannya..

Maka jadikanlah sholat sebagai kebutuhan hidup..
Jadikan sholat sebagai penenang jiwa..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى