Category Archives: Abu Riyadl Nurcholis

Nifaq Ada Dua Macam: Nifaq I’tiqadi Dan Nifaq ‘Amali.

Jenis ke 1.
Nifaq i’tiqadi(keyakinan):
yaitu sesorang menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keislaman. Padahal hakikatnya tidak beriman.

Nifaq ini telah disebutkan di dalam Al Qur’an di beberapa tempat. Dan Allah Ta’ala akan memasukkan pelakunya krn nifaq ini ke dasar neraka yang paling bawah.
Krn hakikatnya ia adalah orang yg tidak percaya ajaran islam

Jenis ke 2.
Nifaq ‘amali(perbuatan):
sebagaimana yang telah disebutkan di dalam sabda Nabi shalallahu alaihi wasalam:

(( أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا , وَمَنْ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا : إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ , وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ , وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ , وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ )) (رواه البخاري ومسلم)

“Empat hal apabila terdapat pada diri seseorang maka dia menjadi seorang munafiq tulen, dan jika terdapat padanya satu di antara empat hal tersebut, maka pada dirinya terdapat satu tanda kemunafikan hingga dia meninggalkannya: jika berbicara dia berdusta, jika berjanji
mengingkari, jika berselisih dia berbuat curang, dan jika dipercaya
berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan sebagaimana sabda beliau:
(( آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ : إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ , وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ , وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ )) (رواه البخاري)

“Tanda seorang munafik ada tiga: jika berbicara maka dia berdusta, jika berjanji maka dia mengingkari, dan jika dipercaya maka dia berkhianat.” (HR Bukhari.

Adapun nifaq amal ini merupakan dosa besar yg dapat mempengaruhi naik turunnya iman dalam diri seorang mu’min.

Maka berhati hatilah dan selalu introspeksi diri.. Jangan sampai ada tanda tanda kemunafikan pada diri kita baik keyakinan ataupun perbuatan.

Akhir kata, kita memohon kepada Robbul alamin Allah azza wa jalla untuk menjaukan nifaq tsb dari hati maupun amalan kita.

آمــين ​اَللّهُمَّ آمــين

www.abu-riyadl.blogspot.com
By. Abu riyadl.

Malam Minggu

Malam minggu banyak orang bergadang dan esok pagi kehilangan subuhnya..

Mari berperang melawan sifat Nifaq(kemunafikan) dg sholat subuh dan isya’ berjamaah dimasjid.

Siapkan tidur diawal waktu jika takut kesiangan!!

Jangan anda siasiakan umur yg tak seawet pintu rumah anda..

Dari Abu Hurairah radhiaAllahu ‘anhu berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda:

“Shalat yang paling berat atas orang munafik adalah shalat ‘Isya’ dan shalat Shubuh. Seandainya mereka mengetahui (keutamaan) yang ada pada keduanya, niscaya mereka menghadirinya, meski dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk memerintahkan shalat, lalu ia ditegakkan, kemudian aku perintahkan seseorang mengimami manusia, kemudian aku pergi bersama sekelompok orang yang membawa beberapa ikat kayu mendatangi kaum yang tidak mengerjakan shalat (berjama’ah), lalu aku bakar rumah-rumah mereka dengan api.”
(Diriwayatkan Al-Bukhari (657) dan Muslim (651).)

Dalam hadist lain:
Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiallhu ‘anhu berkata, Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda, “Barangsiapa shalat Isya’ berjama’ah, maka seakan-akan ia shalat separuh malam. Dan barangsiapa shalat Shubuh berjama’ah, maka seakan-akan ia shalatsemalam suntuk.”
(Diriwayatkan Muslim, Abu Daud dan At-Tirmidzi, dan lafazh keduanya, ‘Barangsiapa shalat Isya’ berjama’ah, maka seperti shalat separuh malam. Dan barangsiapa shalat Isya’ dan Shubuh berjama’ah, maka seperti shalat semalam.’)
(Shahih, diriwayatkan Muslim (656), Abu Daud (555) dan At-Tirmidzi (221)).

Barangsiapa takut Api neraka dan rindu kpd Allah dan SurgaNya maka akan ringan kakinya dalam melangkah menuju kpd kebaikan..

Semoga Allah Ta’ala menghilangkan sifat nifaq amli(amalan) dan I’tiqodi(keyakinan) dari dalam hati dan jasad kita..

Selamat lekas istirahat…

www.abu-riyadl.blogspot.com
By. Abu riyadL.

Salah Kaprah

Salah kaprah istilah
Suami adalah mahram..

Istilah ini sangat keliru, karena:

Mahram: adalah seorang yg tidak boleh menikahi selamanya tanpa batas,

Sedangkan istri atau suami mereka bukanlah mahram, karena kalo mahram gak boleh menikahinya.

Kalo orang safar atau berduan sendirian bolehlah dia bersama mahram..

Apalagi bersama pasutri..tentu sangat boleh

Maka pahamilah arti mahram dan arti pasutri..

Karena pasutri melebihi mahram dalam batasannya.

www.abu-riyadl.blogspot.com

Nasehat Untuk Pemuda

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Tiga hal yang seriusnya dianggap benar-benar serius dan bercandanya dianggap serius : nikah, cerai dan ruju’ ” (Diriwayatkan oleh Al Arba’ah kecuali Nasa’i).

Karena menikah berarti mengikat seseorang untuk menjadi teman hidup tidak hanya untuk satu-dua hari saja bahkan seumur hidup insyaAllah. Jika demikian maka kita tidak asal asalan.

Kriteria yang paling utama adalah agama yang baik. Setiap muslim atau muslimah yang ingin beruntung dunia akhirat hendaknya mengidam-idamkan sosok suami atau istri yang baik agamanya, ia memahami aqidah Islam yang benar, ia menegakkan shalat, senantiasa mematuhi perintah Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menganjurkan untuk memilih istri yang baik agamanya:“Wanita dikawini karena empat hal : ……. hendaklah kamu pilih karena agamanya (ke-Islamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan celaka”. [HR. Bukhari- Muslim].

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga mengancam orang yang menolak lamaran dari seorang lelaki shalih “Jika datang kepada kalian lelaki yang baik agamanya (untuk melamar), maka nikahkanlah ia. Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi” [HR. Tirmidzi, Ibnu Majah].

Selain itu ada beberapa kriteria lainnya yang menjadi pertimbangan untuk memilih calon istri atau suami:

Sebaiknya (walaupun bukan wajib) ia berasal dari keluarga yang baik nasabnya (bukan keluarga pezina atau ahli maksiat)

Sebaiknya ia sekufu. Sekufu maksudnya tidak jauh berbeda kondisi agama, nasab dan kemerdekaan dan kekayaannya
Gadis lebih diutamakan dari pada janda. Walau janda itu juga sangat boleh dan menolong.

Subur : krn akan menjadikan kebanggan nabi dihari qiyamat.
Cantik: Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkan jika engkau pandang…” [HR. Thabrani]

Shalatlah Istikharah Agar lebih mantab

Abu riyadL, Lc

Kuhadiahkan Baktiku Padamu Bunda Sayang..

Engkau rela bersusah payah dalam kelemahanmu disaat aku 9 bulan dirahimmu

Ibunda… Disaat aku ingin kedunia engkau berjuang antara hidup dan mati..

Dalam sakitmu engkau tetap tersenyum untukku..

Cintamu yg tulus padaku tidak pernah ternodai sepanjang masa..

Doakan aku wahai bunda agar ananda selalu berbakti kpdmu..

Semoga Allah mengampunimu dan mengampuni diriku..

عن ابن عمر قال أتى رسول الله صلى الله عليه و سلم رجل فقال يا رسول الله أذنبت ذنبا كبيرا فهل لي توبة؟ فقال له رسول الله صلى الله عليه و سلم هل لك من أم قال لا قال هل لك من خالة قال نعم فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم فبرها.

Dari Ibnu Umar bahwasanya seorang lelaki mendatangi Nabi dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah mengerjakan dosa besar, apakah saya masih bisa taubat?”.

Rasulullah berkata, “Apakah kamu memiliki ibu?”. Dia menjawab, “Tidak”. Rasulullah berkata,

“Apakah kamu memiliki bibi (dari ibu)?”. Dia menjawab, “Ya”. Rasulullah berkata, “Berbaktilah kepadanya”.

Diriwayatkan oleh Ahmad, Tirmidzi:1968 dan al-Hakim: 4/155, dan al-Hakim menshahihkannya

Kisah salaf

Dari Atha’ bin Yasar dari Ibnu Abbas, bahwasanya seseorang mendatangi Ibnu Abbas dan berkata, “Sesungguhnya aku melamar seorang wanita namun dia enggan untuk menikah denganku kemudian orang lain melamarnya dan dia suka untuk
menikah dengannya sehingga aku cemburu pada wanita ini dan aku membunuhnya. Apakah aku masih bisa taubat?”.

Lalu Ibnu Abbas berkata, “Ibumu masih hidup?”.

Dia menjawab, “Tidak”. Ibnu Abbas berkata,

“Bertaubatlah kepada Allah dan dekatkan dirimu kepada-Nya semampumu”. Akupun (Atha’ bin Yasar) menemui Ibnu Abbas dan menanyakan “Kenapa engkau bertanya kepadanya tentang kehidupan ibunya?”. Ibnu Abbas berkata, “Aku tidak mengetahui suatu amalan yang lebih mendekatkan diri kepada Allah dari berbakti kepada seorang ibu”.

diriwayatkan oleh Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad:4
al-Baihaqi dalam asy-Syu’ab.

www.abu-riyadl.blogspot.com
Abine riyadL

Potret Antara Anak Durhaka Dan Anak Berbakti

Dikisahakan disalah satu negara bahwa pada suatu hari di suatu majlis, tiba-tiba suara telpon berdering pada salah seorang yang hadir.
Dia membuka telpon dengan wajah masam, “Ah, ah, jangan sekarang. Aku katakan kepadamu, sudah dulu jangan sekarang. Nanti, nanti”.
Demikianlah berulang kali terucap perkataan mencela. Kami berkata, mungkin dia berbicara dengan salah seorang kerabat wanitanya.

Kemudian dia menutup teleponnya. Orang td berguman: “Perempuan tua telah mengganggu kita!”.

(Alangkah jeleknya orang yang tidak lembut ketika berbicara dengan ibunya dan tidak baik ketika mensifati ibunya).

Diapun diam dan diamlah seluruh hadirin.

Kemudian terdengarlah suara tangisan lirih dalam majlis tersebut. Ternyata salah seorang hadirin berlinang air mata.

Kami memandangnya dengan sangat keheranan, karena air mata seorang lelaki bukan perkara ringan.

Ketika dia mengetahui bahwa orang-orang di sekelilingnya memandangnya, lelaki ini berkata, “Seandainya aku melihat ibuku, seandainya aku melihat ibuku. Seandainya ibuku masih hidup dan menggangguku maka aku ingin berkata kepadanya, “Mintalah apa yang kamu sukai wahai ibunda!”.

Awali Semua Yang Baik Dengan Bismillah

اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا

“Ya Allah, berkahilah untuk ummatku waktu pagi mereka” [HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani]

Jangan jadi bangsawan : (bangsa sing keluar awan)

Rizqi yg berkah adalah rizqi yg mndorong kita untuk ibadah dan beramal sholeh.

Awali semua hal yg baik dg bismillah..

Abine RiyadL.

Sabar

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ « عِظَمُ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ ».

“Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda” :

“Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian, dan sesungguhnya Allah jika mencintai suatu kaum Dia menguji mereka, maka barangsiapa ridha maka baginya keridahaan dan siapa yang murka maka baginya kemurkaan.”

(HR. Ibnu Majah dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah)

Sabar itu kalimat ringan namun berat aplikasinya..

Gak gampang dalam menjalaninya.

Makanlah Secukupnya Saja

Dari al-Miqdam bin Ma’di Karib ia berkata:

“Aku mendengar Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
‘Tidak ada sesuatu tempat yang diisi lebih buruk bagi anak Adam selain perutnya, maka cukuplah anak Adam memakan beberapa suap untuk menopang punggungnya, apabila tidak bisa dihindari(merasa kurang) maka sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum, dan sepertiga untuk nafasnya.” Diriwayatkan oleh Ahmad dan at-Tirmidzi .”.

Hadits ini Shahiih: diriwayatkan oleh Ahmad dalam al-Musnad (4/132), al-Fath ar-Rabbani (17/88) dalam al-Ath’imah, dan at-Tirmidzi dalam az-Zuhd (7/51) dan at-Tirmidzi berkata, “Hasan Shahiih”. Al-Hakim berkata, “Isnadnya shahih namun tidak diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim”, dan disepakati oleh adz-Dzahabi.

Makan secukupnya akan membuat ibadah lebih ringan untuk qiyamullail.. Tentunya jangan lupa bismillah.. Ni yg pada sering lupa kalo dah mau nyantap yg nikmat..

Semoga Allah mudahkan..
www.abu-riyadl.blogspot.com
بَارَكَ اللَّهُ فِيْكُمْ

Wanita…Jagalah Auratmu !

Engkau akan indah jika terjaga dari mata yg tidak berhak.

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat:
[1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan(penguasa dzalim)
[2] para wanita yang berpakaian tetapi seperti telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” HR. Muslim no.
2128

Imam An-Nawawi dalam Syarh Muslim ketika menjelaskan hadits di atas mengatakan bahwa makna كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ,(berpakaian tetapi seperti telanjang) yaitu penjelasanya sebagai berikut:

Makna pertama : wanita yang mendapatkan nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.

Makna kedua : wanita yang mengenakan pakaian, namun kosong dari amalan kebaikan dan tidak mau mengutamakan akhiratnya serta enggan melakukan ketaatan kepada Allah.

Makna ketiga : wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, dan sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Ini juga yang dimaksud dengan wanita yang berpakaian tetapi telanjang.

Makna keempat : wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang.
(Syarh Muslim, 9/240)

Baca selengkapnya
http://www.abu-riyadl.blogspot.com/2012/01/wahai-kaum-hawa-jagalah-aurotmu.html?m=1