Category Archives: Abu Riyadl Nurcholis

Umur

Saudaraku..
Dalam perniagaan ini kita memiliki modal yg tak kita ketahui jumlahnya..

Kita tidak tau pula kapan modal ini expired..

Ia adalah umur..

Terbatas dan sesaat..
Jika telah dibelanjakan maka tak dapat kembali..

Wahai saudaraku.
Modal ini jika telah berjalan pasti habis..
Belilah dagangan yg bermanfaat tuk bekal akhirat..

Perjalanan masih panjang.. Juta’an tahun.. Yg tak kau ketahui berapa lamanya..

Jangan kau buang modalmu sia sia..

Engkau akan rugi dan merugi..
Sungguh celaka jika modalnya digunakan untuk membeli racunn.. Racun untuk ke neraka yg akan direngguhnya..
Naudzubillah mindzalik

Semoga hati kita dijauhkan dari berkeinginan maksiat..

Ibnu Uqail Al-Hanbali berkata: “Sesungguhnya aku tidak menghalalkan bagi diriku untuk menyia-nyiakan sesaatpun dari umurku.”

Suatu saat Amr bin Abdu Qais melewati sekumpulan manusia yang sedang berleha-leha. Mereka lalu mengajaknya untuk duduk bersama, maka ia menjawab: “Tahanlah matahari dari peredarannya agar aku dapat bercakap-cakap dengan kalian.”

Inilah di antara untaian hikmah yang keluar dari lisan-lisan mereka, semuanya menunjukan betapa berharganya waktu di sisi mereka.

www.abu-riyadl.blogspot.com

Kenapa Wanita Safar Harus Bersama Mahram ?

Ia adalah perintah Allah Ta’ala melalui lisan nabinya..

Sebagai orang beriman maka tiada kata yg lebih indah dari” sami’na wa ato’na” kami dengar dan kami Ta’ala’ati..
Tak bertanya mengapa dan kenapa?..

Sabda nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam :

لاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ وَلاَ يَدْخُلُ عَلَيْهَا رَجُلٌ إِلاَّ وَمَعَهَا مَحْرَمٌ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أَخْرُجَ فِي جَيْشِ كَذَا وَكَذَا وَامْرَأَتِي تُرِيدُ الْحَجَّ فَقَالَ اخْرُجْ مَعَهَا

“Janganlah wanita safar (bepergian jauh) kecuali bersama dengan mahromnya, dan janganlah seorang (laki-laki) menemuinya melainkan wanita itu disertai mahromnya. Maka seseorang berkata: “Wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sesungguhnya aku ingin pergi mengikuti perang anu dan anu, sedangkan istriku ingin menunaikan ibadah haji.” Beliau bersabda: “Keluarlah (pergilah berhaji) bersamanya (istrimu)”. [HSR. Imam Bukhari (Fathul Baari IV/172), Muslim (hal. 978) dan Ahmad I/222 dan 246]

www.abu-riyadl.blogspot.com
Abu riyadl nurcholis

Ngapain Pacaran ?

Ia merupakan cinta bukan karena Allah..
Nafsu belaka..

Cinta sesungguhnya adalah ketika kalian telah halal..
Ia bukan sekedar cinta.. Tapi juga berisikan ibadah..

Sedangkan anda akan dikumpulkan diakhirat dengan yang anda cintai..

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
“Seseorang bersama dengan yang dicintainya”
(HR Al-Bukhari no 6169)

Dan taukah kamu bahwa cinta yang tulus adalah cinta pasca nikah

Seperti ungkapan berikut..

لم نر للمتحابين مثل النكاح ”

Kami tidak Pernah melihat dua orang yg saling mencintai melebihi tulusnya cinta dg PERNIKAHAN.

Semoga anda mendapat jodoh yang akan dapat digandeng diakhirat kelak tuk menikmati cinta abadi akhirat..

www.abu-riyadl.blogspot.com

ANTARA MEMBACA AL QUR’AN DAN BB YANG MENGGODA

Ketika anda  sedang dirumah, atau lagi ngangur…

Luangkan waktu untuk meletakkan bb dan sejenisnya kemudian ambilah mushaf tuk baca qur’an..

Karena bacaan Alqur’an merupakan dzikir yg terindah..

Ingatlah wahai saudaraku bahwa waktu yg habis buat obrolan belaka itu akan merugikan kita diakhirat..

ingatlah tujuan hidup ini.. Kebahagian akhirat adalah hasil akhir yg kita mimpikan..

bb yg ditangan sering melalaikan.. Mari kita kendalikan dg bijak..

Umur setiap detik pastilah berkurang.. gunakan sisa waktu yg telah Allah tetapkan ajalnya ini untuk mengejar amalan yg teringgal..

Anda akan rasakan perbedaannya jika sering anda gunakan rumah ini untuk ibadah…

Niscaya gelisah dan rasa penatnya hati serta fikiran dalam urusan dunia akan banyak terobati..

Mari kita simak apa sabda nabi shalallahu’alaihiwasalam tentang rumah idaman ini:

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ وَالَّذِي لَا يُذْكَرُ اللهُ قِيْهِ كَمَثَلِ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Dari Abu Musa radhiAllahu’anhu , dari Nabi shalallahu’alaihiwasalam bersabda;

“Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, seperti perumpamaan orang hidup dan mati.” Al-Bukhari (6407).

Rumah yg tak dilantunkan Alqur’an maka ia seperti quburan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Dari Abu Hurairah radhiAllahu’anhu bahwa Rasulullah shalallahu’alaihiwasalam bersabda,

“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian pekuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.”
Shahih, diriwayatkan Muslim (780).

www.abu-riyadl.blogspot.com
By abu riyadl

Beberapa Keadaan Dalam Mensyukuri Nikmat Allah Ta’ala

Seorang laki-laki berkata kepada Abu Hazim, “bagaimana cara mensyukuri nikmat kedua mata, wahai Abu Hazim ?’

Ia menjawab, ‘Jika engkau melihat kebaikan dengan keduanya maka siarkanlah, dan jika engkau melihat keburukan dengan keduanya maka tutupilah’,

Ia bertanya lagi, ‘Lalu bagaimana cara mensyukuri nikmat kedua telinga ?’

ia menjawab, ‘Jika engkau mendengar suatu kebaikan dengan keduanya maka pahamilah, dan jika mendengarkan keburukan dengan keduanya maka lupakanlah’

Ia bertanya lagi, ‘Lantas bagaimana cara mensyukuri nikmat kedua tangan ?’

Ia menjawab, ‘Jangan mengambil yang bukan haknya, dan jangan menahan sesuatu yang sudah menjadi hak Allah yang ada pada keduanya(zakat dll)’,

Ia bertanya, ‘Lalu bagaimanakah cara mensyukuri nikmat perut ?’
Ia menjawab, ‘Hendaknya di bawahnya berisi makanan dan di atasnya berisi ilmu’

Ia bertanya, ‘Bagaimanakah cara mensyukuri terhadap kemaluan?” ia membaca, ‘(QS. Al-Mu-minun: 5-7).’,

Ia bertanya, ‘Bagaimana cara mensyukuri nikmat kedua kaki ?’

Ia menjawab, ‘Jika engkau mengetahui seorang mayit yang membuat iri, maka gunakanlah keduanya untuk melakukan amalan sepertinya, dan jika melihat seorang mayit yang membuat murka Allah, maka berpalinglah dari amalannya serta engkau bersyukur kepada Allah, baik itu bersyukur dengan lisan dan perbuatan.

Adapun yang bersyukur dengan lisannya dan tidak bersyukur dengan seluruh anggota tubuhnya, maka perumpamaannya, seperti seorang laki-laki yang memiliki pakaian lantas ia mengambil bagian ujungnya saja dan tidak memakainya.

Hal ini tidak bermanfat baginya untuk menghalau rasa panas, dingin, salju, dan air hujan…

www.abu-riyadl.blogspot.com

Ust. Abu Riyadl Lc