Category Archives: Abu Riyadl Nurcholis

Hukum Mendengarkan Musik Dan Lagu

Berkata syaikh  Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya hukum nyayian dan musik.

Bahwa hukum mendengarkan musik dan nyanyian adalah haram  Telah diriwayatkan oleh para sahabat dan salaf shalih bahwa lagu bisa menumbuhkan sifat kemunafikan di dalam hati. Lagu termasuk perkataan yang  sia sia.

Allah Ta’ala berfirman:
“Artinya : Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan”.[Luqman : 6]

Ibnu Mas’ud dalam menafsirkan ayat ini : “Demi Allah yang tiada tuhan yang berhak disembah selainNya, yang dimaksudkan ayat diatas  adalah lagu/nyanyian”.

Penafsiran seorang sahabat merupakan hujjah dan penafsirannya berada di tingkat tiga dalam tafsir, karena pada dasarnya tafsir itu ada tiga yaitu: Penafsiran Al-Qur’an dengan ayat Al-Qur’an, Penafsiran Al-Qur’an dengan hadits dan ketiga Penafsiran Al-Qur’an dengan penjelasan sahabat.

Mendengarkan musik dan lagu akan menjerumuskan kepada suatu yang diperingatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya yaitu:

“Artinya : Akan ada suatu kaum dari umatku menghalalkan zina, sutera(bagi laki laki), khamr dan alat musik”.
 [Hadits Riwayat Bukhari dari hadits Abu Malik Al-Asy’ari atau Abu Amir Al-Asy’ari]

Berdasarkan hal ini kami menyampaikan nasehat kepada para saudaraku sesama muslim agar menghindari mendengarkan musik dan janganlah sampai tertipu oleh beberapa pendapat yang menyatakan halalnya lagu dan alat-alat musik, karena dalil-dalil yg menyebutkan tentang haramnya musik sangat jelas dan pasti.
Wallahu A’lam bisshowab.

Sumber kitab Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah  1/106

Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله

Di http://www.abu-riyadl.blogspot.com/2012/11/hukum-mendengarkan-musik-dan-lagu.html?m=1
– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Bersegeralah Membayar Hutang

Mumpung tanggal enom (muda) Bersegera membayar hutang.

Hutang hukumnya mubah tapi konsekuensinya harus dibayar…
Apabila kita mampu untuk segera melunasinya, maka bergegaslah melunasinya..,
dan wajib dibayar jika hutang tersebut telah jatuh tempo. Dan apa bila telah jatuh tempo sedangkan anda mampu membayarnya namun anda tunda tunda maka anda akan berDOSA..

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “مَطْل الغنيِّ ظلم. وإذا أُتْبع أحدكم على مَلِئٍ فليَتْبع” متفق عليه.

Dari abi hurairoh rodhiallhu ‘anhu berkata: Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
Menunda pembayaran hutang dalam kondisi mampu adalah suatu kezhaliman. Dan jika salah seorang diantara kalian diikutkan(hutangnya) kepada orang yang mampu, maka hendaklah dia mengikutinya” [Al-Bukhari III/55, 85 Muslim III/1197 nomor 1564,]

Akhirnya kita selalu berdoa’:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

“Ya Allah! Sesungguhnya aku
berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.” HR. Al-Bukhari 7/158.

Ingatlah wahai saudaraku jika salah seorang diantara kita meninggal dunia dalam kondisi berhutang, sangat dikhawatirkan jika hutang tersebut disepelekan oleh anak anak kita, dan natinya ia akan menjadi beban dihari akhirat.

Saudaraku.. Hutang adalah kehinaan disiang hari dan fikiran dimalam hari..

Prinsip hidup: tidak berhutang kecuali darurat tuk menyelamatkan jiwa..
Jika tak mampu belanja atau beli sesuatu penting maka sabarlah..selama tak mempertaruhkan nyawa atau martabat…

Sambil berusaha dan berdoa..
Jangan jadikan kebiasaan jiwa kita mudah tuk berhutang.!!

Keinginan yang konsumtif jangan dituruti.. Karena ia hanyalah dunia sementara.

www.abu-riyadl.blogspot.com
By. Bapakne RiyadL

Kejarlah Shof Pertama

Seandainya shof pertama di sholat fardhu harus berundi maka lakukanlah..

Berebut akhirat merupakan suatu hal yg seharusnya dilakukan setiap hamba..

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ اْلأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Seandainya manusia mengetahui (keutamaan) adzan dan shaf
pertama, kemudian mereka tidak menemukan cara mendapatkannya selain dengan berundi, niscaya mereka mau melakukannya.”

HR. Bukhari (615) dan Muslim (337).

Wahai kaum pria, jangan engkau turuti tiupan syaitan di kedua telingamu ataupun kencing syaitan yang menempel erat dikelopak matamu.. Segeralah berwudhu jika adzan akan dikumandangkan..

Kebahagian yang anda dapat adalah kebahagiaan dalam meraih no 1 pada urusan akhirat.

Untuk para istri.. Berikan dukungan agar suamimu meninggalkan pelukanmu diranjang menuju masjid masjid yang disediakan untuk mencari keridhoan Allah Ta’ala..
Semoga Allah merahmatimu..

www.abu-riyadl.blogspot.com
بَارَكَ اللَّهُ فِيْكُ

Siapakah Mahram Kalian ?

Ust. Abu Riyadl Lc

Wahai wanita siapkah mahrammu?

Mereka adalah para lelaki berikut..
Mereka tidak boleh menikahimu selama lamanya.

Mereka adalah:
1. Anak lelakimu
2. Cucu laki lakimu kebawah dari jalur apapun
3. Ayahmu
4. kakekmu keatas dari jalur manapun.
5. Saudara lelaki sekandung
6. Saudara lelaki seayah
7. Saudara lelaki seibu
8. Anak laki dari saudara atau saudarimu sekandung, seayah atau seibu. (Pokoknya keponakan kita yg laki laki)

9. Pamanmu dari jalur manapun
10. Saudara kakekmu dari jalur kakek manapun.

11. Ayah tirimu atau mantan suami ibumu
12 anak laki tirimu atau anak laki dari mantan suamimu.
13. Mertuamu atau mantan mertuamu
14. Menantumu atau mantan menantumu.

15 saudara sesuanmu dan siapa saja yg jd mahram saudara sesuanmu dari nasab dia.

Mohon maaf jika ada yg terlewat..

Wahai Wanita Siapakah Mahrammu ?

Mereka adalah para lelaki berikut..
Mereka tidak boleh menikahimu selama lamanya.

Mereka adalah:
1. Anak lelakimu
2. Cucu laki lakimu kebawah dari jalur apapun
3. Ayahmu
4. kakekmu keatas dari jalur manapun.
5. Saudara lelaki sekandung
6. Saudara lelaki seayah
7. Saudara lelaki seibu
8. Anak laki dari saudara atau saudarimu sekandung, seayah atau seibu. (Pokoknya keponakan kita yg laki laki)

9. Pamanmu dari jalur manapun
10. Saudara kakekmu dari jalur kakek manapun.

11. Ayah tirimu atau mantan suami ibumu
12 anak laki tirimu atau anak laki dari mantan suamimu.
13. Mertuamu atau mantan mertuamu
14. Menantumu atau mantan menantumu.

15 saudara sesusuanmu dan siapa saja yg jd mahram saudara sesuanmu dari nasab dia.

Mohon maaf jika ada yg terlewat..

Mereka adalah orang yg dapat menemanimu untuk safar dan mereka boleh melihat aurot yg ringan seperti rambut atau tangan dll..( Tempat yg biasa dibasuh wudhu)

Yg satu lagi ia bukan mahrammu tp ia adalah suamimu
Dia lebih berhak dari pada mahram mahrammu..dlm safar maupun melihat aurotmu. Bahkan seluruhnya.

Suami bukan mahram tp ia adalah SUAMI!

Semoga bermanfaat.

Jika ada yg kurang mohon dikoreksi

Hanya pencet pencet berteduh diemperan lg kehujanan di pinggir jalan boyolali..pukul 08.41pm

Ust. Abu Riyadl

Ujian Harta Lebih Berat Daripada Kemiskinan

Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam brsabda:
إِنَّ لِكُلِ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ
“Sesungguhnya bagi setiap umat ada ujian/cobaan, dan ujian bagi umatku adalah harta.”
(Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2336).

عَنْ عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ , وَكَانَ مِمَّنْ شَهِدَ بَدْرًا , أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ ، وَلَكِنْ أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ

Dari ‘Amr bin ‘Auf Radhiallahu ‘anhu, salah seorang sahabat yang ikut serta dalam perang Badar,menuturkan: bahwa Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Bukanlah kemiskinan yang aku takutkan atas kalian. Akan tetapi aku khawatir akan dilapangkan (harta) dunia kepada kalian, sebagaimana telah dilapangkan kepada orang-orang sebelum kalian. Lalu kalian akan saling berlomba-lomba untuk mendapatkannya sebagaimana mereka telah berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Dan (kemewahan) dunia itu akan membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Abdurrahman bin ’Auf Radhiallahu ‘anhu berkata: “Dahulu kami diuji (oleh Allah) bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan kesengsaraan, maka kami pun bisa bersabar. Kemudian setelah Nabi shallallahu alaihi wasallam meninggal dunia, kami diuji dengan kemewahan maka kami tidak mampu bersabar (dalam menghadapi kekayaan ini).” (Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2464).

Saudaraku..
Banyak dari kita yg mengatakan:
Jika nanti aku punya harta maka aku akan begini dan begitu.. Aku akan sedekah.. Aku akan menyantuni orang miskin..aku akan membangun pesantren, dll..

Tp disaat ia diberi harta maka ia lupa segalanya. Dan ia gunakan nikmat ini untuk foya foya atau untuk kemewahannya saja. Maka harta tsb hanya habis didunia belaka tak sampai ke akhirat…

By. Abu riyadL
www.abu-riyadl.blogspot.com

Mau Buat Rumah Di Surga ?

Disempatkan untuk sunah rowatib..

Mau buat rumah disurga?

Buat rumah didunia aja sampai ngoyo..dan mau rekoso… Kenapa buat bangunan abadi itu kita berleha leha..

عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ بِنْتِ أَبِي سُفْيَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ الْفَرِيضَةِ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَوْ إِلَّا بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

Dari Ummu Habibah binti Abu Sufyan radhiyallahu ‘anha berkata, aku mendengar صلى الله عليه وسلم
sholallahu alaihi wasalam bersabda, “Tidaklah seorang muslim yang setiap hari mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat karena Allah, selain shalat fardhu, melainkan Allah bangunkan untuknya sebuah rumah di surga, atau akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga.”
Shahih, diriwayatkan Muslim (728) dan At-Tirmidzi (415).

www.abu-riyadl.blogspot.com
Abu riyadl

Mengajak Manusia Kepada Kebaikan Dan Mencegah Dari Kemaksiatan

Hak asasi manusia untuk berbuat sesuka hatinya dg tidak menggangu orang lain adalah kaidah yg bertentangan dg ajaran islam..

Islam memerintahkan kita untuk mengajak manusia kepada kebaikan dan mencegah dari kemaksiatan…Dengan cara yg bijak tentunya. Dan sesuai porsinya.

Perbuatan ini merupakan kewajiban umat.. Jika ditinggalkan maka akan ada bahaya besar..
Bahkan orang orang yg sholeh tatkala menengadahkan tangannya kelangit tidak akan dijawab Allah ta’ala..

Sungguh merana jika suatu kaum telah bernasib demikian..

Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam , bahwasannya Beliau bersabda:

(( يَقُوْلُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: مُرُّوا باِلْمَعْرُوْفِ, وَانْهَوْا عَنِ اْلمُنْكَرِ, قَبْلَ أَنْ تَدْعُوْنِيْ فَلاَ أَسْتَجِيْبَ لَكُمْ, وَقَبْلَ أَنْ تَسْأَلُوْنِيْ فَلاَ أُعْطِيْكُمْ, وَ قَبْلَ أَنْ تَسْتَنْصُرُوْنِيْ فَلاَ أَنْصُرَكُمْ ))

Allah berfirman: “Perintahkanlah kepada yang ma`ruf, dan laranglah dari hal yang munkar, sebelum kalian berdoa lalu Aku tidak mengabulkan doa kalian, sebelum kalian meminta kepadaKu
lalu Aku tidak memberi kepada kalian, sebelum kalian meminta pertolongan kepadaKu lalu aku tidak memberi pertolongan kepada kalian.”

(Hasan. HR Ahmad (VI/159) dan al-Bazzâr (no. 3304) dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘anha.)

Bagaimanakah kita dan sekeliling kita?..

Bagaimana nasib hamba jika doanya tidak diterima.?

Mari bersemangat amar ma’ruf nahi munkar.

Namun sebelum itu semua..

Carilah ilmunya.

Agar apa yg anda sampaikan merupakan kebenaran dari Allah ta’ala..bukan hasil akal..

Ingat..
Faqidu syai’ la yu’thi
(Yg gak punya apa apa gak bisa memberi)

Jika anda ingin hidup bahagia diakhirat laksanakan beberapa hal berikut:

1. Mencari ilmu
2. Mengamalkannya
3. Mendakwahkannya(mengajak kepd kebaikandan mencegah kemungkaran walau lingkup yg tidak luas)
4. Bersabar atas cobaan
didalamnya.

Semoga Allah mudahkan hati kita tuk selalu berfikir terhadap kehidupan akhirat..

www.abu-riyadl.blogspot.com
Abu riyadL.

Bergantunglah Kepada Allah

Diriwayatkan dari Sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَصَابَتْهُ فَاقَةٌ فَأَنْزَلَهَا بِالنَّاسِ لَمْ تُسَدَّ فَاقَتُهُ ، وَمَنْ أَنْزَلَهَا بِاللهِ أَوْشَكَ اللهُ لَهُ بِالْغِنَى: إِمَّا بِمَوْتٍ عَاجِلٍ أَوْ غِنًى عَاجِلٍ.

“Barang siapa yang ditimpa suatu kesulitan lalu ia mengadukannya kepada manusia, maka tidak akan tertutup kefakirannya. Dan barangsiapa yang mengadukan kesulitannya itu kepada Allah,
maka Allah akan memberikannya salah satu diantara dua kecukupan: kematian yang cepat atau kecukupan yang cepat”

Shahîh. HR Ahmad (I/389, 407, 442), Abu Dâwud (no. 1645), at-Tirmidzi (no. 2326), dan al-Hâkim (I/408).

Wahai saudaraku…
Orang qona’ah adalah orang yg beruntung.. Jiwanya tak pernah merasa kekurangan dg apa yg ada ditangannya..

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ.

“Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberikan rizki yang cukup, dan dia merasa qona’ah dengan apa yang Allah berikan kepadanya”.

HR Muslim (no. 1054) dan lainnya, dari Sahabat ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘anhu.

www.abu-riyadl.blogspot.com
By. Abu RiyadL