Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Kisah Lucu Ulama

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Kisah lucu seorang ulama yang bernama Shofiyuddin Muhammad bin Abdurrahim Al Hindiy faqih madzhab syafii yang wafat pada tahun 715 H.

Beliau bercerita,
“Suatu hari aku pergi ke toko buku, lalu aku mendapatkan sebuah buku yang tulisannya sangat jelek. Aku yakin tulisannya lebih jelek dari tulisanku.”

“Lalu aku membelinya dengan harga mahal untuk membantah perkataan orang bahwa tulisanku adalah tulisan yang paling jelek. lalu aku pulang ke rumah.”

“Ternyata buku itu adalah tulisanku yang dahulu..”

– – – – – •(*)•- – – – –

Alam Nasyrah Laka Shodrok

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Allah Ta’ala berfirman kepada NabiNya..
Alam Nasyrah laka shodrok..
Bukankah Kami telah melapangkan dadamu..
Saudaraku..
Hati yang lapang adalah nikmat Allah yang besar..
Ia adalah Hati yang dipenuhi oleh iman dan Islam..
Kelapangan hati hanya dirasakan oleh orang yang mentauhidkan Allah..
Yang hanya bertawakal kepada Nya..
Dan yakin akan adanya hari pembalasan..

Di saat musibah datang menerpa..
Iya Ridla dengan keputusan Nya..
Ia pun tenang dan lapang dada..

Disaat badai ujian menghantamnya..
Ia berharap akan pahala Nya..
Ia pun sabar dan lapang dada..

Ia merasa gembira ketika berdzikir kepada Nya..
Ia merasa bahagia ketika bermunajat denganNya..
Hatinya selalu kembali kepada Allah..
Lapang lah dadanya..
Berharap keindahan surgaNya..

Namun..
Di saat hati tertutup dari hidayah..
Ia akan merasakan kesempitan..
Bagaikan naik ke ruang angkasa..
Di saat ujian menerpanya..
Ia tak sabar dan berputus asa..
Gersang terasa kehidupannya..
Tak lagi terasa kenikmatan bermunajat kepadaNya..
Ya Rabb..

– – – – – •(*)•- – – – –

Banu Israil Sebuah Pelajaran

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Allah sering menceritakan Banu Israil dalam Al Qur’an..
Karena banyak pelajaran penting disana..
Namun..

Ada sebuah pelajaran yang menakjubkan..
Ketika mereka di bawah kekuasaan Fir’aun..
Mereka ditindas dan dizalimi..
Allah membela dan menolong mereka..

Akibat kesabaran menghadapi penguasa zalim dan kafir..
Tetapi..

Ketika mereka telah selamat dari tirani Fir’aun..

Mereka mendapatkan laknat dan celaan dari Allah..
Akibat pembangkangan mereka..

Saudaraku..
Bila kelak Allah takdir kan negeri ini dikuasai oleh non muslim..

Sementara kaum muslimin lemah tak berdaya..

Semoga Allah tidak mentaqdirkan hal itu..

Jadilah seperti Banu Israil ketika di bawah kekuasaan Fir’aun..

Allah pasti memberi pertolongan..
Sebagaimana Allah menolong Banu Israil..

Allah Ta’ala berfirman yang artinya..

Dan telah sempurna kalimat Rabbmu yang baik kepada Banu Israil disebabkan kesabaran mereka..

Dan Kami hancurkan apa yang telah diperbuat oleh Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun.. (Al A’raaf : 137)..

– – – – – •(*)•- – – – –

Pede Aja

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Pede alias percaya diri..
Sebuah kata yang perlu ditinjau..
Percaya kepada kemampuan diri..

Untuk melakukan suatu aktivitas..
Bila ia menjadikan kemampuan sebagai sandarannya..

Apalah daya dan kemampuan bila tak dibantu oleh Penciptanya..
Bila ia menyandarkan kepada Penciptanya..

Itulah hakikat penghambaan diri..
Karena jiwa seringkali berkhianat..
Bahkan seringkali menyuruh kepada keburukan..
Terlebih bila ia pede untuk masuk dalam kancah fitnah..
Seraya berkata, “Saya yakin hatiku tak akan ter fitnah..
Ia merasa aman dari makar Allah..
Musibah..

Tawakal..
Kata yang lebih indah..
Menyerahkan segala daya dan upaya kepada Allah..
Oleh karena itu..
Laa haula walaa quwwata illa billah adalah harta karun surga..
Adakah kekuatan bila Allah tak membantunya..
Adakah upaya bila Dia tak mengizinkannya..

Kita tawakal sambil berusaha..
Dan tawakal sambil menjauhi fitnah..
Itulah iman..

– – – – – •(*)•- – – – –

Untuk Siapa

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Allah Ta’la berfirman :

ﺇﻥ ﺃﺣﺴﻨﺘﻢ ﺃﺣﺴﻨﺘﻢ ﻷﻧﻔﺴﻜﻢ ﻭﺇﻥ ﺃﺳﺄﺗﻢ ﻓﻠﻬﺎ

“Jika kalian berbuat ihsan, maka itu untuk kalian.
Dan jika kalian berbuat buruk, itupun untuk kalian juga.”
(Al Israa : 7)

Amal sholeh tidak menguntungkan Allah..
Maksiat hamba pun tidak merugikan Allah..

Disana ada manusia yang sengaja memaksiati Allah..
Ia tak mau shalat..
Tidak berpuasa ramadlan..
Ia menyangka telah merugikan Rabbnya..
Padahal..
Kemaksiatan itu merugikan dirinya sendiri..

Sebaliknya..

Disana ada orang yg bangga dengan ketaatannya..
Ia merasa mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi
Allah..
Ia memandang telah berjasa kepada Allah..
Dengan membela agamaNya..
Dengan ketaatan dan amalan shalih..
Ia pun menjadi angkuh karenanya..
Padahal..
Kalau bukan karena Allah yg memberinya kekuatan..
Tentu ia akan tersesat jalan..

Saudaraku..
ketaatan yang menimbulkan keangkuhan..
Lebih buruk dari pada maksiat yang menimbulkan
taubat dan ketundukan..

– – – – -〜¤✽¤〜- – – – –

Dalil Dibolehkannya Dzikir Dan Baca Al-Qur’an Ketika Haidh

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: { كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ r يُذْكُرُ اَللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ } رَوَاهُ مُسْلِمٌ, وَعَلَّقَهُ اَلْبُخَارِيّ ُ () .

Kitab Bulughul maram
Hadits 72.

Dari Aisyah radliyallahu ‘anha berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdzikir kepada Allah pada setiap keadaannya.” HR Muslim dan Bukhari meriwayatkannya secara mu’allaq.

Fawaid hadits:
1. Dzikir kepada Allah pada asalnya. disunnahkan di setiap keadaan.

2. Masuk dalam makna dzikir adalah membaca Al Qur’an.

3. Hadits menunjukkan bahwa wanita haidl dan junub boleh berdzikir dan membaca Al Qur’an. Dan hadits-hadits. yang melarangnya tidak ada yang shahih.

4. Dikecualikan dalam keadaan buang air besar atau kecil, dan ketika jima’. Maka tidak disyari’atkan berdzikir pada waktu tsb.

Wallahu a’lam

– – – – – •(*)•- – – – –

Mintalah Fatwa Hati Nurani

Wabishoh bin Ma’bad datang kepada Rasulullah..
Beliau bersabda: Bukankah kamu datang untuk bertanya tentang kebaikan ?..
Mintalah fatwa hati nuranimu..
Kebaikan adalah yang membuat hatimu tenang..
Dan menjadikan jiwamu tenteram..
Sedangkan dosa adalah yang meragukan hatimu..
Dan membuat jiwamu tak tenteram..
Walaupun manusia berfatwa apapun..
HR Ahmad..

Namun..
Apakah kebaikan itu sebatas meminta fatwa kepada hati..
Padahal Allah telah menurunkan wahyuNya..
Apakah setiap orang boleh mencukupkan dengan hatinya..
Walaupun bertentangan dengan kitabullah..
Tentu tidak..
Rasulullah berbicara kepada sahabat wabishoh..
Sahabat yang hatinya amat bening..
Hatinya bercahaya dengan ilmu dan hikmah..
Hatinya selamat dari hawa nafsu dan syahwat..
Ia hanyalah tepat untuk orang yang Allah Sinari hatinya dengan ilmu..
Dan badannya dihiasi dengan sifat Waro’..
Sebagaimana dihikayatkan dari banyak ulama salaf umat ini..
Demikian Imam Al Qurthubi menjelaskan..

Hati pelaku maksiat..
Tak mampu membedakan kebenaran dan kebatilan..
Karena ia telah dikotori oleh hawa nafsu dan syahwat..
Wahyulah sebagai tuntunan..
Hati bila telah dihiasi dengan ketundukan kepada wahyu..
Ia dapat merasakan kebenaran..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Mau Jadi Pemimpin ?

Ust. Badrusalam LC

Allah memberikan kiat untuk menjadi pemimpin..
Allah Ta’ala berfirman:
وجعلنا منهم أئمة يهدون بأمرنا لما صبروا وكانوا بأياتنا يوقنون

Dan Kami menjadikan di antara mereka pemimpin-pemimpin yang memberikan hidayah dengan perintah kami ketika mereka bersabar, dan mereka yakin dengan ayat ayat Kami.

Ia adalah kesabaran..
Sabar dalam menjalankan perintah Allah..
Sabar dalam meninggalkan larangan-Nya..
Dan sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan..

Ia adalah yakin dengan ayat-ayat Allah..
Yakin yang muncul dari ilmu yang kokoh..
Keyakinan yang menimbulkan ketundukan..
Dan memberikan ketegaran..

Ibnu taimiyah rahimahullah berkata..

Dengan sabar dan yakin..
Akan diraih kepemimpinan dalam agama..

Inilah kepemimpinan yang didambakan oleh setiap pemburu surga..

Bukan kepemimpinan dunia yang menimbulkan penyesalan dan kehinaan di hari kiamat..

Ya Allah..
Beri kami sabar dan yakin..
Aamiin

– – – – – •(*)•- – – – –

Kasih Sayang Allah = Harta ?

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Allah Ta’ala berfirman:
وقالوا نحن أكثر أموالا وأولادا وما نحن بمعذبين
“Mereka berkata, “kami lebih banyak harta dan anak-anak (dari kamu), dan kami tidak akan diazab.” (saba: 35).

Inilah pandangan kaum jahiliyah..
Memandang bahwa tanda kasih sayang Allah adalah harta..
Padahal..

Nabi shallallahu ala ini Wasallam mengabarkan..
Apabila kamu melihat Allah memberi kepada hambaNya..
Apa yang ia inginkan dari dunia..
Sementara ia terus menerus berbuat dosa..
Maka itu adalah istidraj..
HR Ahmad dan Thabrani..

Istidraj adalah penguluran agar ia semakin sesat..

Sebagai tanda Allah menginginkan keburukan untuknya..

Sebagaimana dalam hadits..
Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi hamba..
Allah percepat siksa-Nya di dunia..
Dan bila Allah menginginkan keburukan bagi hamba..
Maka Allah biarkan ia dengan maksiatnya..
Hingga diberikan balasannya di hari kiamat..
HR At Tirmidzi..

 Ditulis oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Kewajiban Mandi Bagi Mualaf

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Bab Mandi dan Hukum Junub.

Hadits no 98.
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dalam kisah islamnya Tsumamah bin Utsal dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruhnya untuk mandi.” HR Abdurrazaq dan asalnya muttafaq ‘alaih.

Faidah hadits.
Para ulama berbeda pendapat, apakah orang kafir yang hendak masuk islam wajib mandi atau tidak.

Yang kuat -wallahu a’lam- tidak wajib dengan alasan sbb:

1. Banyak shahabat yang masuk islam. Kalaulah setiap yang masuk islam wajib mandi, tentu akan dinukil kepada kita secara mutawatir.

2. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengirim Mu’adz ke Yaman untuk menyeru kepada islam. Namun beliau tidak diperintah oleh Nabi untuk menyuruh agar orang yang mau masuk islam mandi.

Al Khathabi rahimahullahu berkata, “Mayoritas ulama berpendapat tidak wajib mandi (untuk masuk islam).”

– – – – – •(*)•- – – – –